Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasca-OTT, suasana Gedung Pengadilan Negeri Depok tampak sepi.

Operasi tangkap tangan yang digelar KPK ini dikabarkan menjaring salah satu penegak hukum, yakni hakim Pengadilan Negeri Depok. OTT tersebut diduga terkait suap pengurusan perkara.

Informasi terkini simak pantauannya bersama Jurnalis KompasTV, Putri Oktaviani dan juru kamera Yogi Syahrevi, dari Gedung KPK, Jakarta.

#ott #kpk #pengadilan

Baca Juga [FULL] Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Bawang di Semarang Melonjak | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/648945/full-jelang-ramadan-harga-cabai-dan-bawang-di-semarang-melonjak-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648947/full-proses-pemeriksaan-wakil-ketua-pn-depok-terjaring-ott-kpk-diduga-terkait-suap-perkara
Transkrip
00:00Kita kesorotan lainnya, Saudara Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok terjaring operasi tangkap tangan KPK pasca OTT suasana gedung pengadilan negeri Depok sepi.
00:11Operasi tangkap tangan yang digelar KPK ini dikabarkan menjaring salah satu penegak hukum, yakni Hakim Pengadilan Negeri Depok.
00:20Operasi tangkap tangan ini diduga lantaran urusan perkara, barang bukti uang ratusan juta rupiah disita.
00:25Usai kabar penagapan, pengadilan negeri Depok tampak sepi, tidak ada aktivitas.
00:31Sementara saat dihubungi, humas pengadilan negeri Depok belum memberikan konfirmasi.
00:36Sementara KPK meminta publik bersabar untuk menunggu hasil penyelidikan KPK.
00:40Hari Kamis tanggal 5 berarti ya, tanggal 5 Februari 2026 sore hari, telah terjadi penangkapan terhadap para pelangku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan.
01:06Nanti kita lihat ya, ada delivery ya, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan.
01:17Nah tapi yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum ya, PH disini ya, seperti itu.
01:31Jadi, tapi ini sedang kita dalami, nanti rekan-rekan sekalian mohon sabar.
01:36Mungkin besok informasi yang akan kami sampaikan, kira-kira seperti itu.
01:46Wilayahnya di wilayah masuk di Depok ya, di Depok.
01:51Informasi terkini kita akan bergabung dengan jurnalis Kompas TV Putri Oktaviani dan jurukamera Yogi Syahrefi di KPK Jakarta.
02:00Okta, kemarin PLT diputih penindakan dan eksekusi KPK akan membuka kasus OTT aparat penegak hukum di Depok.
02:08Bagaimana informasinya hari ini?
02:09Ya, selamat siang lintanya juga saudara.
02:14Benar sekali bahwa memang dalam konferensi pers pada Kamis malam dikonfirmasi bahwa KPK ini melakukan operasi tangkap tangan
02:22yang diduga melebatkan petinggi di pengadilan negeri Depok Inisial BS terkait dugaan suap urus perkara.
02:30Jadi, KPK ini mendapati adanya proses delivery begitu atau transaksi dari pihak swasta ke aparat penegak hukum.
02:38Tapi lintanya juga saudara terkait dengan dugaan-dugaan itu memang KPK sendiri masih akan melihat apakah nantinya
02:44ini bentuknya penyuapan atau memang ada unsur pemerasan di sana.
02:49Masih dalam momen yang sama, dalam konferensi pers semalam ini disampaikan secara tersirat begitu ya lintang
02:56bahwa ada dugaan uang tersebut diduga untuk pengurusan perkara sengketa lahan di wilayah Cimanggis Depok, Jawa Barat.
03:03Ini juga semalam ditanyakan begitu kepada PLT Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK
03:09tetapi memang diminta publik ini menunggu terlebih dahulu untuk nantinya dikonfirmasi lebih lanjut.
03:17Dan soal siapa yang turut diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut
03:21ini memang belum dibuka secara jelas begitu ya maupun juga nama-namanya identitas dan lain sebagainya.
03:27Jadi memang semalam ASEP Gunter Hayu mengatakan bahwa akan menunggu konferensi pers diperkirakan akan dilakukan pada hari Jumat ini.
03:36Selain itu juga selain ada beberapa orang yang diamankan juga ada uang yang menurut informasi ini ratusan juta rupiah
03:43tetapi memang secara rigid nominalnya berapa ini yang masih akan kita tunggu nanti.
03:48KPK sendiri lintang dan juga saudara masih memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan bagaimana nantinya konstruksi perkara
03:54maupun juga identitas ataupun juga siapa-siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus ini.
03:59Tentunya kita akan menunggu bagaimana nanti hasil dari pendalaman dari KPK
04:04kalau tadi menunggu 1x24 jam artinya kita masih akan menantikan seperti apa nanti diumumkan dalam konferensi pers di hari Jumat ini.
04:13Lintang.
04:13Selain hakim apakah ada pihak swasta yang turut diamankan?
04:17Iya Lintang dan juga saudara memang kalau semalam ini juga menjadi pertanyaan begitu ya dalam konferensi pers yang disampaikan begitu
04:28tetapi memang dari pihak KPK belum mau untuk membuka lebih lanjut siapa-siapa saja yang memang terjaring dalam OTT
04:36tetapi yang pasti adalah sudah disampaikan bahwa yang didapati oleh KPK ini adalah delivery atau transaksi dari pihak swasta ke pihak pengadilan negeri Depok begitu.
04:47Dugaannya memang terkait dengan untuk semacam memuluskan upaya penanganan perkara begitu tetapi memang untuk lebih lengkapnya
04:55dan berapa sebetulnya yang diamankan oleh KPK ini yang juga nanti akan kita tunggu dalam konferensi pers.
05:01Kalau semalam dikonfirmasi bahwa akan disampaikan pada hari Jumat ini tetapi kita akan tunggu seperti apa nanti kelanjutan
05:07dan kita pun juga masih menunggu lebih detail lagi terkait dengan perkara tersebut dari KPK Lintang.
05:12Konferensi pers akan dilakukan KPK hari ini kita akan tunggu hasilnya seperti apa terkait dengan transaksi OTT hakim di Depok.
05:18Terima kasih Putri Oktaviani dan Yogi Syahrevi di KPK Jakarta. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan