Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mendalami dugaan aliran uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum terkait sengketa lahan di wilayah Depok, Jawa Barat.

Aliran dana tersebut masih diselidiki untuk memastikan apakah masuk dalam kategori penyuapan atau pemerasan.

Deputi Penindakan KPK menyampaikan, peristiwa itu diduga berkaitan dengan sengketa lahan seluas sekitar 6.500 meter persegi di kawasan Jalan Tapos, Cimanggis, Depok.

KPK menyatakan rincian perkara, termasuk jumlah uang yang berpindah tangan, akan disampaikan pada konferensi pers berikutnya.

"Yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum ya," kata Asep, Kamis (5/2/2026).

Pihak swasta diduga menyuap wakil Ketua PN Depok.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#ottdepok #wakilpndepok

Baca Juga PKB Tegaskan Dukungan Dua Periode untuk Presiden Prabowo: Manuver Politik Cak Imin? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/648919/pkb-tegaskan-dukungan-dua-periode-untuk-presiden-prabowo-manuver-politik-cak-imin-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648931/ott-di-depok-kpk-usut-aliran-uang-swasta-ke-aparat-hukum-di-kasus-lahan
Transkrip
00:00Nanti kita lihat ya, ada delivery ya, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan.
00:08Nah, tapi yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum ya, PH di sini ya, seperti itu.
00:21Jadi, tapi ini sedang kita dalami, nanti rekan-rekan sekalian mohon sabar.
00:27Mungkin besok informasi yang akan kami sampaikan, kira-kira seperti itu.
00:37Wilayahnya di wilayah masuk di Depok ya, di Depok.
00:42Mas, apakah dugaan suap ini terkait persoalan lahan di Jalan Tapos, dewa Cimangis, Depok, terkait pemerintah lahan 6.500 meter persegi,
00:59yang kemudian ada pihak swasta yang menyuap wakil kepala PN Depok, yaitu saudara BS.
01:07Rincinya besok, tapi secara garis besar seperti itu.
01:13Apa memang benar yang bergerak itu jumlahnya hanya ratusan juga?
01:18Kalau rincinya besok ya, ya mas ya.
01:21Tapi apa yang disampaikan oleh Mas Mario, seperti itu kira-kira.
01:28Kalau ada keterkaitannya tentunya kita akan disatukan untuk penanganannya,
01:53tetapi kalau berbeda ya, misalkan nanti perkaranya berbeda,
01:59tetapi orangnya misalkan sama, ya kita juga akan disegerakan untuk penanganan yang ininya,
02:06supaya nanti bersama-sama dan seseorang tidak dihukum untuk dua kali gitu ya, seperti itu.
02:13Besok, besok ya.
02:20Terus besok kita, apa namanya, ceritanya gak ada yang ceritain lagi nanti sama Mas Wudi itu ya.
02:29Ya, mohon bersabar ya rekan-rekan ya.
02:32Karena untuk itu belum ada ininya nih, belum ada apa namanya, pamparannya ya.
02:37Baik, terima kasih Pak Deputi, terima kasih kawan-kawan jurnalis.
02:48Sudah mengikuti sampai larut malam untuk kegiatan dua konferensi pers KPK.
02:54Semoga selalu sehat, kita bertemu lagi untuk kesempatan berikutnya.
02:58Wabillahi taufiq walidayah.
02:59Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:01Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan