00:00Saudara tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor Bandung Barat
00:05meski cuaca hujan dengan intensitas sedang dan pandangan terbatas.
00:11Pencarian korban longsor Rabu Pagi ini dilanjutkan dengan memperhatikan faktor keselamatan
00:16karena cuaca yang tidak bisa diprediksi saudara.
00:20Tim SAR gabungan akan fokus mencari korban di sejumlah sektor yang telah ditentukan
00:26termasuk lokasi yang menjadi pemikiman padat dan berpotensi banyak korban.
00:32Setelah itu belasan alat berat serta anjing pelacak juga diterjunkan untuk mencari korban yang tertimbun material longsor.
00:43Memasuki hari kelima pasca longsor di kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
00:48sejumlah keluarga korban masih menunggu hasil identifikasi di posko DVI Polda Jawa Barat.
00:54Mereka berharap dapat memastikan kondisi keluarga yang hingga kini belum ditemukan.
01:00Setiap hari proses identifikasi di posko DVI masih terus berlangsung
01:04seiring penemuan kantong jenazah tambahan dari titik longsor.
01:11Keluarga korban hanya dapat menunggu hasil pengecekan antemortem dan postmortem
01:16untuk memastikan identitas anggota keluarganya.
01:19Kita pantau perkembangan proses pencarian korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
01:25sudah bersiap jurnalis Kompas TV, Mita Handayani dan juru kamera Reza Pratama di Bandung Barat.
01:31Selamat siang Mita, bagaimana proses identifikasi korban?
01:35Selamat siang Bela, saat ini saya sedang berada di DVI Polda Jabar,
01:45di mana DVI Polda Jabar ini berlokasi di Pondok Pesantren Darut Tavis.
01:54Tempat ini dijadikan tempat posko untuk pengaduan para keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya
02:01karena tertimbun longsor, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, seperti itu.
02:06Bela dan juga saudara, hingga hari kelima ini, di hari ini,
02:10belum ada kantung jenazah yang dikirimkan dari titik pencarian ke DVI Polda Jabar
02:15untuk dilakukan identifikasi mengingat kondisi cuaca pada hari ini.
02:21Dari tadi pagi sampai dengan saat ini, hujan terus terjadi,
02:24sehingga untuk proses pencarian yang tadi dimulai pukul 8,
02:29sempat dihentikan pukul 10.30 sampai dengan saat ini.
02:32Jadi sampai saat ini, belum ada kantung jenazah kembali
02:35yang harus diidentifikasi oleh DVI Polda Jabar.
02:39Dari hari pertama sampai dengan hari keempat kemarin,
02:42ada sekitar 50 kantung jenazah yang sudah dikirimkan ke DVI Polda Jawa Barat
02:49dan dari jumlah tersebut, 34 diantaranya sudah teridentifikasi
02:53dan semuanya sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
02:58Dan untuk mengetahui bagaimana proses identifikasi dari korban longsor
03:03di Cisarwa, Kabupaten Bandung Barat,
03:05di samping saya ini sudah ada Bapak Iwan Syah.
03:09Pak Iwan Syah, ini Kabidokas Polda Jawa Barat.
03:13Halo, selamat siang Pak.
03:14Selamat siang, Mbak Mita.
03:15Pak, ini kan ketika melakukan identifikasi dari korban longsor seperti itu.
03:21Sebenarnya identifikasi itu seperti apa Pak?
03:24Memerlukan apa saja yang harus ada informasinya?
03:29Terima kasih.
03:30Jadi identifikasi itu butuh informasi data awal ya.
03:36Jadi data untermortem namanya.
03:38Data sebelum yang dilaporkan hilang itu dinyatakan hilang.
03:44Jadi data awal sebelum kematian.
03:45Kemudian kita juga butuh data namanya post-mortem.
03:49Tentu data post-mortem itu diambil ketika ada temuan kantung jenazah.
03:55Nah, prosesnya bagaimana?
03:57Supaya bisa teridentifikasi prosesnya.
04:00Jadi dari aduan masyarakat itu kita kumpulkan data selangkap mungkin.
04:04Dari mulai ciri-ciri khusus, kemudian properti yang dipakai, kemudian mungkin juga ada kayak tato, jadi bekas operasi, lalat.
04:21Jadi ini butuh informasi yang lengkap dari masyarakat.
04:26Jadi semakin banyak masyarakat yang menyampaikannya atau keluarga yang menyampaikan dengan lengkap, semakin terbantu proses ini.
04:35Di awal dari proses untermortem ini.
04:38Oleh karena itu mungkin penting sekali buat masyarakat yang datang adalah keluarga terdekat kalau bisa.
04:46Yang bisa mengenali betul-betul.
04:47Kalau masih ada, tentu misalkan ayahnya dari korban, atau ibunya, atau anaknya dari korban kalau ada, atau kakak atau adiknya dari korban kalau ada.
05:01Setelah itu, kemudian kita masuk ke apa sih post-mortem itu.
05:07Di sana kantung jenazah yang datang, kita ambil data di sana.
05:12Ambil data, jadi mulai ciri-ciri khusus, perkiraan tinggi badan, berat badan, kemudian data gigi, kemudian juga dibantu juga tim dari Inavis, identifikasi.
05:30Jadi itu data-data yang kita ambil post-mortem.
05:34Setelah ada data post-mortem-nya, kemudian nanti kita namanya rekonsiliasi itu di mana tim dari post-mortem mempresentasikan temuannya.
05:48Ini temuan dari kantung jenazah, ciri-cirinya, perkiraan tinggi badan, berat badan, ciri-ciri khususnya, catatan giginya.
05:56Nah, kemudian tim dari Auntem Mortem mengamati dengan ciri-ciri yang disebutkan tadi, mengamati dari sekian banyak laporan orang hilang, mana yang mendekati ciri-ciri tersebut.
06:11Itu kan ciri-ciri tersebut. Kemudian kita rekons, kita diskusikan. Itu juga ditambah dengan ciri-ciri ya, tim dari Inavis.
06:22Jadi di aturan DVI itu, kita ada data, namanya data primer. Jadi ketentuannya, ketentuan dari DVI internasional itu,
06:30kalau satu saja data primer itu kita miliki, ya, identik, maka teridentifikasi.
06:38Atau, dua data sekunder.
06:41Data primer itu apa? Data primer itu adalah sidik jari, catatan gigi, kemudian juga data primer DNA.
06:53Nah, itu, sehingga kalau salah satu saja itu sudah bisa menyedakan teridentifikasi.
07:00Jadi secara ketentuan DVI internasional seperti itu.
07:03Pak, lalu apa yang menjadi kendala di dalam proses identifikasi ini, Pak?
07:07Apakah informasi dari pihak keluarga harus detail sekali atau seperti apa?
07:12Ya, betul, Mbak Mita. Jadi, jadi kendalanya adalah pada awal terjadi musibah, keluarga yang melaporkan itu panik, kan?
07:23Panik, sehingga kadang-kadang tiga orang melaporkan satu anggota keluarganya yang hilang.
07:31Jadi kan duplikasi, gitu kan, ya.
07:33Makanya kita terus update nih data ini.
07:37Selain teridentifikasi, data antemortemun kita update.
07:41Kenapa? Tadi dalam suasana panik, dia melaporkan si A hilang, kemudian tantenya melaporkan si A hilang.
07:49Jadi kesannya ada banyak yang hilang.
07:51Nah, makanya kita terus update.
07:53Setiap saat kita teliti data antemortem itu, pertama itu kesulitannya.
07:56Yang kedua adalah, pada saat datang, kan dalam suasana yang duka, dalam rangka cemas,
08:03itu pasti informasi yang kita dapatkan sedikit, ya.
08:07Sehingga terima kasih pada Kompas TV memberi kesempatan kepada tim DVI ini
08:13untuk menyampaikan himbauannya.
08:16Himbauannya bagi keluarga yang sampai saat ini belum ditemukan keluarganya atau dilaporkan hilang,
08:23silakan datanya diupdate lagi.
08:25Dan bila perlu, ya mengupdate orang yang terdekatnya tadi.
08:27Selain dapat memberikan informasi ciri-ciri khusus, selain itu,
08:32kita bisa ambil data DNA tadi seperti yang disampaikan.
08:36Kalau satu saja itu teridentifikasi.
08:39Jadi kalau dengan cara cidik jari, belum ketemu.
08:43Dengan cara catatan gigi, belum.
08:47Tanda-tanda yang khas di tubuh juga sulit ini kita dapatkan, ya.
08:52Apalagi kalau sudah mungkin lima hari ke depan.
08:54Nah, salah satu caranya dengan DNA.
08:56Terus DNA bagaimana?
08:57Supaya terbantu yang kekerbatannya paling dekat tadi.
09:00Maka datang ke sini, ke tim AKPOS Antem Mortem.
09:05Keluarga selain memberikan keterangan lebih lengkap lagi,
09:08yaitu dengan kita supaya bisa mengambil pembanding lewat DNA-nya.
09:13Pak, lalu kan ini sekarang sudah memasuki hari kelima seperti itu.
09:16Nah, tadi kan Bapak sempat menyinggung bahwa sudah seiring berjalannya waktu,
09:21juga mungkin untuk bagian tubuh ada yang sudah mulai rusak seperti itu,
09:26terutama sidik jari.
09:27Lalu, apa sih yang menjadi kesulitan, Pak, di hari kelima ini, Pak?
09:33Sampai saat ini, tadi, sebetulnya tadi data yang terkumpul,
09:37data yang terkumpul masih kurang lengkap itu, ya.
09:40Kalau sampai hari kelima, kemarin, ya Alhamdulillah,
09:45masih apa, mungkin jenajah relatif utuh, ya.
09:50Tapi mungkin biasanya sudah lewat hari kelima ini,
09:53sudah terjadi pembusukan, ya.
09:55Kemudian, apa, pasti jenajah yang datang itu,
10:01yang datang itu sudah tidak getuh lagi,
10:04hal ini mungkin akan jadi, ya, kendala mungkin ya,
10:08atau tantangan yang harus bisa kita lalui.
10:11Baik, Pak Iwansyah, terima kasih sudah berbincang dengan kami,
10:17sudah menjelaskan bagaimana proses identifikasi dari para korban longsor yang ada di Cisarwa.
10:23Yaitu tadi bela informasi dari Pak Iwansyah, Kabidokes, Pol Dajabar,
10:29nanti tadi diinformasikan bahwa memang untuk keluarga yang merasa masih memerlukan,
10:37masih perlu memberikan informasi lebih lanjut,
10:40juga diperkenankan untuk datang kembali dengan memberikan informasi-informasi detail yang lainnya
10:47agar para korban ini segera dapat teridentifikasi.
10:50Bela.
10:52Baik, terima kasih atas laporan Anda,
10:54Jurnalis Kompas TV, Mita Handayani dan Reza Pratama dari Posko DVI,
10:59dan juga selamat bekerja untuk tim DVI Polda, Jawa Barat.
11:02Selamat petugas kembali, Mita.
Komentar