Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Memasuki hari kelima pascalongsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sejumlah keluarga korban masih menunggu hasil identifikasi di Posko DVI Polda Jawa Barat.

Mereka berharap dapat memastikan kondisi anggota keluarga yang hingga kini belum ditemukan. Proses identifikasi di Posko DVI terus berlangsung setiap hari seiring ditemukannya kantong jenazah tambahan dari lokasi longsor.

Keluarga korban hanya dapat menunggu hasil pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna memastikan identitas anggota keluarga mereka.

Lebih lengkap soal perkembangan proses pencarian korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Saat ini telah bersiap jurnalis KompasTV, Mita Handayani, bersama juru kamera Reza Pratama di lokasi kejadian di Bandung Barat.

Baca Juga Terbaru! Kasus Hogi Tersangka Kasus Jambret di Sleman Disorot DPR | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/646817/terbaru-kasus-hogi-tersangka-kasus-jambret-di-sleman-disorot-dpr-kompas-siang

#longsor #cisarua #korbanlongsor #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/646818/terbaru-proses-identifikasi-korban-longsor-cisarua-50-kantong-jenazah-dibawa-ke-dvi
Transkrip
00:00Saudara tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor Bandung Barat
00:05meski cuaca hujan dengan intensitas sedang dan pandangan terbatas.
00:11Pencarian korban longsor Rabu Pagi ini dilanjutkan dengan memperhatikan faktor keselamatan
00:16karena cuaca yang tidak bisa diprediksi saudara.
00:20Tim SAR gabungan akan fokus mencari korban di sejumlah sektor yang telah ditentukan
00:26termasuk lokasi yang menjadi pemikiman padat dan berpotensi banyak korban.
00:32Setelah itu belasan alat berat serta anjing pelacak juga diterjunkan untuk mencari korban yang tertimbun material longsor.
00:43Memasuki hari kelima pasca longsor di kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
00:48sejumlah keluarga korban masih menunggu hasil identifikasi di posko DVI Polda Jawa Barat.
00:54Mereka berharap dapat memastikan kondisi keluarga yang hingga kini belum ditemukan.
01:00Setiap hari proses identifikasi di posko DVI masih terus berlangsung
01:04seiring penemuan kantong jenazah tambahan dari titik longsor.
01:11Keluarga korban hanya dapat menunggu hasil pengecekan antemortem dan postmortem
01:16untuk memastikan identitas anggota keluarganya.
01:19Kita pantau perkembangan proses pencarian korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
01:25sudah bersiap jurnalis Kompas TV, Mita Handayani dan juru kamera Reza Pratama di Bandung Barat.
01:31Selamat siang Mita, bagaimana proses identifikasi korban?
01:35Selamat siang Bela, saat ini saya sedang berada di DVI Polda Jabar,
01:45di mana DVI Polda Jabar ini berlokasi di Pondok Pesantren Darut Tavis.
01:54Tempat ini dijadikan tempat posko untuk pengaduan para keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya
02:01karena tertimbun longsor, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, seperti itu.
02:06Bela dan juga saudara, hingga hari kelima ini, di hari ini,
02:10belum ada kantung jenazah yang dikirimkan dari titik pencarian ke DVI Polda Jabar
02:15untuk dilakukan identifikasi mengingat kondisi cuaca pada hari ini.
02:21Dari tadi pagi sampai dengan saat ini, hujan terus terjadi,
02:24sehingga untuk proses pencarian yang tadi dimulai pukul 8,
02:29sempat dihentikan pukul 10.30 sampai dengan saat ini.
02:32Jadi sampai saat ini, belum ada kantung jenazah kembali
02:35yang harus diidentifikasi oleh DVI Polda Jabar.
02:39Dari hari pertama sampai dengan hari keempat kemarin,
02:42ada sekitar 50 kantung jenazah yang sudah dikirimkan ke DVI Polda Jawa Barat
02:49dan dari jumlah tersebut, 34 diantaranya sudah teridentifikasi
02:53dan semuanya sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
02:58Dan untuk mengetahui bagaimana proses identifikasi dari korban longsor
03:03di Cisarwa, Kabupaten Bandung Barat,
03:05di samping saya ini sudah ada Bapak Iwan Syah.
03:09Pak Iwan Syah, ini Kabidokas Polda Jawa Barat.
03:13Halo, selamat siang Pak.
03:14Selamat siang, Mbak Mita.
03:15Pak, ini kan ketika melakukan identifikasi dari korban longsor seperti itu.
03:21Sebenarnya identifikasi itu seperti apa Pak?
03:24Memerlukan apa saja yang harus ada informasinya?
03:29Terima kasih.
03:30Jadi identifikasi itu butuh informasi data awal ya.
03:36Jadi data untermortem namanya.
03:38Data sebelum yang dilaporkan hilang itu dinyatakan hilang.
03:44Jadi data awal sebelum kematian.
03:45Kemudian kita juga butuh data namanya post-mortem.
03:49Tentu data post-mortem itu diambil ketika ada temuan kantung jenazah.
03:55Nah, prosesnya bagaimana?
03:57Supaya bisa teridentifikasi prosesnya.
04:00Jadi dari aduan masyarakat itu kita kumpulkan data selangkap mungkin.
04:04Dari mulai ciri-ciri khusus, kemudian properti yang dipakai, kemudian mungkin juga ada kayak tato, jadi bekas operasi, lalat.
04:21Jadi ini butuh informasi yang lengkap dari masyarakat.
04:26Jadi semakin banyak masyarakat yang menyampaikannya atau keluarga yang menyampaikan dengan lengkap, semakin terbantu proses ini.
04:35Di awal dari proses untermortem ini.
04:38Oleh karena itu mungkin penting sekali buat masyarakat yang datang adalah keluarga terdekat kalau bisa.
04:46Yang bisa mengenali betul-betul.
04:47Kalau masih ada, tentu misalkan ayahnya dari korban, atau ibunya, atau anaknya dari korban kalau ada, atau kakak atau adiknya dari korban kalau ada.
05:01Setelah itu, kemudian kita masuk ke apa sih post-mortem itu.
05:07Di sana kantung jenazah yang datang, kita ambil data di sana.
05:12Ambil data, jadi mulai ciri-ciri khusus, perkiraan tinggi badan, berat badan, kemudian data gigi, kemudian juga dibantu juga tim dari Inavis, identifikasi.
05:30Jadi itu data-data yang kita ambil post-mortem.
05:34Setelah ada data post-mortem-nya, kemudian nanti kita namanya rekonsiliasi itu di mana tim dari post-mortem mempresentasikan temuannya.
05:48Ini temuan dari kantung jenazah, ciri-cirinya, perkiraan tinggi badan, berat badan, ciri-ciri khususnya, catatan giginya.
05:56Nah, kemudian tim dari Auntem Mortem mengamati dengan ciri-ciri yang disebutkan tadi, mengamati dari sekian banyak laporan orang hilang, mana yang mendekati ciri-ciri tersebut.
06:11Itu kan ciri-ciri tersebut. Kemudian kita rekons, kita diskusikan. Itu juga ditambah dengan ciri-ciri ya, tim dari Inavis.
06:22Jadi di aturan DVI itu, kita ada data, namanya data primer. Jadi ketentuannya, ketentuan dari DVI internasional itu,
06:30kalau satu saja data primer itu kita miliki, ya, identik, maka teridentifikasi.
06:38Atau, dua data sekunder.
06:41Data primer itu apa? Data primer itu adalah sidik jari, catatan gigi, kemudian juga data primer DNA.
06:53Nah, itu, sehingga kalau salah satu saja itu sudah bisa menyedakan teridentifikasi.
07:00Jadi secara ketentuan DVI internasional seperti itu.
07:03Pak, lalu apa yang menjadi kendala di dalam proses identifikasi ini, Pak?
07:07Apakah informasi dari pihak keluarga harus detail sekali atau seperti apa?
07:12Ya, betul, Mbak Mita. Jadi, jadi kendalanya adalah pada awal terjadi musibah, keluarga yang melaporkan itu panik, kan?
07:23Panik, sehingga kadang-kadang tiga orang melaporkan satu anggota keluarganya yang hilang.
07:31Jadi kan duplikasi, gitu kan, ya.
07:33Makanya kita terus update nih data ini.
07:37Selain teridentifikasi, data antemortemun kita update.
07:41Kenapa? Tadi dalam suasana panik, dia melaporkan si A hilang, kemudian tantenya melaporkan si A hilang.
07:49Jadi kesannya ada banyak yang hilang.
07:51Nah, makanya kita terus update.
07:53Setiap saat kita teliti data antemortem itu, pertama itu kesulitannya.
07:56Yang kedua adalah, pada saat datang, kan dalam suasana yang duka, dalam rangka cemas,
08:03itu pasti informasi yang kita dapatkan sedikit, ya.
08:07Sehingga terima kasih pada Kompas TV memberi kesempatan kepada tim DVI ini
08:13untuk menyampaikan himbauannya.
08:16Himbauannya bagi keluarga yang sampai saat ini belum ditemukan keluarganya atau dilaporkan hilang,
08:23silakan datanya diupdate lagi.
08:25Dan bila perlu, ya mengupdate orang yang terdekatnya tadi.
08:27Selain dapat memberikan informasi ciri-ciri khusus, selain itu,
08:32kita bisa ambil data DNA tadi seperti yang disampaikan.
08:36Kalau satu saja itu teridentifikasi.
08:39Jadi kalau dengan cara cidik jari, belum ketemu.
08:43Dengan cara catatan gigi, belum.
08:47Tanda-tanda yang khas di tubuh juga sulit ini kita dapatkan, ya.
08:52Apalagi kalau sudah mungkin lima hari ke depan.
08:54Nah, salah satu caranya dengan DNA.
08:56Terus DNA bagaimana?
08:57Supaya terbantu yang kekerbatannya paling dekat tadi.
09:00Maka datang ke sini, ke tim AKPOS Antem Mortem.
09:05Keluarga selain memberikan keterangan lebih lengkap lagi,
09:08yaitu dengan kita supaya bisa mengambil pembanding lewat DNA-nya.
09:13Pak, lalu kan ini sekarang sudah memasuki hari kelima seperti itu.
09:16Nah, tadi kan Bapak sempat menyinggung bahwa sudah seiring berjalannya waktu,
09:21juga mungkin untuk bagian tubuh ada yang sudah mulai rusak seperti itu,
09:26terutama sidik jari.
09:27Lalu, apa sih yang menjadi kesulitan, Pak, di hari kelima ini, Pak?
09:33Sampai saat ini, tadi, sebetulnya tadi data yang terkumpul,
09:37data yang terkumpul masih kurang lengkap itu, ya.
09:40Kalau sampai hari kelima, kemarin, ya Alhamdulillah,
09:45masih apa, mungkin jenajah relatif utuh, ya.
09:50Tapi mungkin biasanya sudah lewat hari kelima ini,
09:53sudah terjadi pembusukan, ya.
09:55Kemudian, apa, pasti jenajah yang datang itu,
10:01yang datang itu sudah tidak getuh lagi,
10:04hal ini mungkin akan jadi, ya, kendala mungkin ya,
10:08atau tantangan yang harus bisa kita lalui.
10:11Baik, Pak Iwansyah, terima kasih sudah berbincang dengan kami,
10:17sudah menjelaskan bagaimana proses identifikasi dari para korban longsor yang ada di Cisarwa.
10:23Yaitu tadi bela informasi dari Pak Iwansyah, Kabidokes, Pol Dajabar,
10:29nanti tadi diinformasikan bahwa memang untuk keluarga yang merasa masih memerlukan,
10:37masih perlu memberikan informasi lebih lanjut,
10:40juga diperkenankan untuk datang kembali dengan memberikan informasi-informasi detail yang lainnya
10:47agar para korban ini segera dapat teridentifikasi.
10:50Bela.
10:52Baik, terima kasih atas laporan Anda,
10:54Jurnalis Kompas TV, Mita Handayani dan Reza Pratama dari Posko DVI,
10:59dan juga selamat bekerja untuk tim DVI Polda, Jawa Barat.
11:02Selamat petugas kembali, Mita.
Komentar

Dianjurkan