Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang pedagang es gabus yang berjualan di Kemayoran, Jakarta, diintimidasi oleh oknum anggota TNI dan Polri karena dituduh es yang dijualnya terbuat dari spons bedak. Namun, aparat yang mengintimidasi tersebut akhirnya meminta maaf karena es yang dijual korban aman dikonsumsi.

Sudrajad, pedagang es gabus, diinterogasi anggota TNI dan Polri karena menjual makanan yang diduga mengandung spons. Di hadapannya, oknum aparat tersebut bahkan meremas es gabus untuk menunjukkan jika kandungannya adalah spons yang biasa digunakan untuk bedak.

Tak sampai di situ, dugaan intimidasi oknum aparat terhadap Sudrajad juga berujung pada dugaan penganiayaan. Sudrajad mengaku sempat disekap dan mengalami penganiayaan hingga mengalami luka di wajah dan bahu.

Meski Sudrajad telah mengalami intimidasi, ternyata es gabus yang ia jual tidak mengandung bahan berbahaya. Sampel jajanan es gabus sudah diperiksa Puslabfor Polri dan dinyatakan aman dikonsumsi.

Atas peristiwa ini, dua pelaku yang mengintimidasi Sudrajad akhirnya meminta maaf. Keduanya mengaku menyesal karena telah salah menuduh Sudrajad menjual es gabus berbahaya.

Karena terbukti tidak menjual makanan yang membahayakan kesehatan, Sudrajad diperbolehkan kembali untuk berdagang. Namun, Sudrajad mengaku kapok berjualan es kue karena khawatir diintimidasi kembali.

#esgabus #kemayoran #pedagangesgabus

Baca Juga Sekda Jateng Sambangi Basecamp Bukit Mongkrang di Gunung Lawu, Cek Pencarian Pendaki yang Hilang di https://www.kompas.tv/regional/646767/sekda-jateng-sambangi-basecamp-bukit-mongkrang-di-gunung-lawu-cek-pencarian-pendaki-yang-hilang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/646773/pilu-pedagang-es-gabus-di-kemayoran-yang-dituduh-gunakan-pakai-spons-sapa-pagi
Transkrip
00:00Yang juga menjadi sorotan saudara, seorang pedagang es gabus dianiaya aparat dituduh menggunakan bahan berbahaya.
00:07Korban mengalami memar di wajah dan bahu.
00:14Semenjak video dirinya viral diintimidasi aparat karena dituduh menjual es gabus menggunakan bahan berbahaya,
00:21Sudrajat mengaku belum kembali berjualan karena trauma.
00:25Dia berencana akan beralih usaha dengan menjual gorengan di sekitar rumahnya, namun masih terkendala peralatan.
00:33Sudrajat dituduh menjual es gabus menggunakan bahan berbahaya.
00:38Namun hasil pemeriksaan tim keamanan pangan Dokpolpol dan Metro Jaya menyatakan es gabus yang dijual aman untuk dikonsumsi.
00:45Usai video penganiayaannya viral, pedagang es gabus banjir bantuan.
00:58Selain bantuan bahan kebutuhan pokok, dia juga menerima satu unit sepeda motor dan modal usaha dari Kapolres Depok.
01:04Selama ini kami hadir di sini untuk sedikit memberikan bantuan kepada beliau, mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat untuk usaha beliau.
01:30Suderajat, seorang pedagang es gabus yang berjualan di Kemayoran Jakarta,
01:47diinterogasi anggota TNI dan Polri karena menjual makanan yang diduga mengandung spons.
01:53Di hadapan Suderajat, oknum anggota Polri dan TNI tersebut juga meremas es gabus
01:58untuk menunjukkan jika kandungan es tersebut merupakan spons yang biasa digunakan untuk bedak.
02:05Tak sampai di situ, dugaan intimidasi oknum aparat terhadap Suderajat juga berujung pada dugaan penganiayaan.
02:12Suderajat mengaku sempat disekap dan dianiaya hingga mengalami luka di bagian wajah dan bahu.
02:19Keliling ini dipanggil, bang es bang, taunya disini dibejok-bejok sama anak.
02:28Jangan itu ada racunnya.
02:31Yang bilang itu siapa ya?
02:32Anak, anaknya dia.
02:33Marah-marah saya ditunjuk cetot-cetot ya.
02:38Berapa kali bapak disini?
02:39Lima kali.
02:42Meski Suderajat telah mengalami intimidasi,
02:45ternyata es gabus yang ia jual tidak mengandung bahan berbahaya.
02:48Sampel jajanan es gabus sudah diperiksa puslap for Polri dan dinyatakan aman dikonsumsi.
02:56Atas peristiwa ini, dua pelaku yang mengintimidasi Suderajat akhirnya meminta maaf.
03:02Keduanya mengaku menyesal karena telah salah menuduh Suderajat menjual es gabus berbahan spons.
03:07Karena terbukti tidak menjual makanan yang membahayakan bagi kesehatan,
03:25Suderajat yang biasa menjajakan es gabus jadul ini diperbolehkan kembali untuk berdagang.
03:31Namun Suderajat melakukan kapok berjualan karena khawatir diintimidasi kembali.
03:36Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan