Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan bekerja sama dengan TNI-Polri untuk memberantas praktik 'beking' yang disinyalir para pengemplang pajak hingga produser rokok ilegal mengakali agar lolos kewajiban pembayaran bea dan cukai.

Terkait langkah itu, kata Purbaya, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago guna membahas mengenai penindakan praktik beking tersebut.

"Kami melakukan kerja sama untuk memperkuat enforcement pemeriksaan pajak di lapangan. Kalau kata orang-orang saya di lapangan selalu ada beking. Tadi saya sudah ketemu Menkopolkam berdiskusi dan setuju melakukan kerja sama. Kita akan melibatkan aparat penegak hukum, polisi, tentara, dan lain-lain supaya beking-beking itu kabur," kata Purbaya setelah Konferensi Pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga Purbaya Bakal Rumahkan Pejabat Ditjen Bea Cukai di 5 Pelabuhan Besar: Message Kita Serius di https://www.kompas.tv/nasional/646494/purbaya-bakal-rumahkan-pejabat-ditjen-bea-cukai-di-5-pelabuhan-besar-message-kita-serius

#purbaya #pajak #menkeu

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/646784/menkeu-purbaya-gandeng-tni-polri-sikat-bekingan-pengemplang-pajak
Transkrip
00:00Tadi, untuk strategi mengurangi defisit, kesimbangan primit dan kesimbangan seluruhnya ya,
00:09kita akan coba naikkan pendapatan pemerintah.
00:15Ada berbagai strategi yang kita terapkan.
00:18Yang pertama, kalau ekonominya tumbuh lebih cepat, otomatis sepajaknya akan tumbuh lebih cepat.
00:24Saya harapkan dari situ nanti ketika kebijakan moneta dan fiskal sudah berjalan seiring dan semakin kuat ke depannya,
00:31harusnya dunia usaha juga semakin tinggi profitability-nya, sehingga pajak kita juga akan baik.
00:38Yang kedua, kami akan terus memperbaiki kortex, sehingga ke depan harusnya tidak ada lagi kendala-kendala yang membuat kita terhambat pendapatan pajaknya.
00:51Dari kortex tadi juga akan masuk banyak sekali data yang kita bisa cross-check,
00:57sehingga yang lewat-lewat sebelumnya dari pajak bisa kita kerjakan juga.
01:02Kemudian kami akan memperbaiki restruktasi pegawai pajak dan biaya cukai secara besar-besaran.
01:13Biaya cukai akan kami mulai besok, pajak akan kami mulai nanti minggu depan.
01:18Kami juga memanfaatkan teknologi AI untuk melihat ada enggak laporan yang melakukan under-invoicing yang disinyalir selama ini besar sekali.
01:33Dan kami sudah siap, sudah hampir siap AI-nya dan sudah bisa mendeteksi beberapa pendagangan yang melakukan under-invoicing hampir 50% dari nilai barang ekspornya.
01:44Mereka tidak akan misalkan lagi, terus kita akan eksentrisasi pajak dan biaya cukai, bukan dinaikkan tarifnya,
01:55tapi saya deteksi banyak juga ada perusahaan-perusahaan asing di sini yang beroperasi cash basis.
02:04Jadi PPN-nya gak bayar, pajak penghasilan juga rendah.
02:08Itu saya heran bisa lolos, tapi dengan nanti restruktasi pegawai, saya pikir itu gak akan bisa lolos lagi.
02:16Kemudian kami juga melakukan kerjasama dengan pihak tertentu untuk memperkuat enforcement pemeriksaan pajak atau pengerbegan pajak di lapangan.
02:25Kalau kata orang-orang saya kan di lapangan selalu ada backing-nya, tadi saya ketemu Menko Polhukam dan berdiskusi dan setuju sudah akan melakukan kerjasama
02:35di mana kita akan melibatkan Polhukam, Polisi, Sentara, dan lain-lain supaya backing-backing itu kabur.
02:43Utamanya akan kita kerja di rokok ilegal dulu, mungkin sebulan ke depan akan jalan itu.
02:50Jadi itu utamanya, jadi kita efektifkan pengumpulan pajak.
02:52Pak Purpaya, pemerintah aktif front-loading di awal tahun untuk apa peruntukannya?
02:59Apa untuk kebutuhan belanja utang awal tahun?
03:02Belanja utang.
03:03Bisa gini, kita ingin semuanya belanja itu dari awal tahun sampai akhir tahun geraknya sama.
03:09Kita gak ingin belanja maurintah numpuknya di akhir tahun saja sehingga dampak belanja ke ekonomi tidak optimal.
03:19Dari Tia Kontan
03:21Yang A B saya, kapan aturan DHE SDA yang terbaru terbit dan berlaku ini sedang diundangkan.
03:35Semua isu sudah putus, tinggal tunggu keluarnya.
03:38Jadi dalam waktu seminggu, dua minggu pasti sudah keluar.
03:41Yang 4 A makin bagus.
03:42Oke, terima kasih Pak Menteri dari Tia Kontan.
03:45Kebanyanya tahun 2026, apakah Pak Risa akan memperbanyak pemberian SPN?
03:51Apakah ada peluang berdua sharing lagi di tahun ini?
03:54Jadi begini, rekan-rekan ya Pak Menteri dan saya sudah janjian untuk koordinasi awal tahun.
04:01Seperti itu, tentu saja dari Bank Risa kami, tentu saja sudah sedang menyusun bagaimana program moneter di tahun 2020.
04:15Berapa kebutuhan ekspansi lingkaritas, ya.
04:19Dan tentu saja dari ekspansi lingkaritas ini, bagaimana nanti dilakukan melalui SRBI dan termasuk pemberian SPN dari pasar sekunder.
04:31Dari perkiraan-perkiraan tadi yang kami ingin tegaskan bahwa pembelian SPN oleh Bank Risa tetap konsisten dengan arah kebijakan dan program moneter yang memang kita perlu ekspansi lingkaritas.
04:47Nomor dua, dalam ekspansi lingkaritas, bisa dalam bentuk SRBI dan pemberian SPN.
04:55Dan ketiga, dalam pemberian SPN itu bisa termasuk melalui debt switching.
05:04Nah, seperti itu.
05:06Mengenai persisnya, tentu saja Pak Menteri dan kami nanti akan mengumumkan lebih lanjut setelah adanya high level.
05:14Demikian Pak Menteri.
05:15Terima kasih Pak Gubernur, saya pikir jelas perjataan Pak Gubernur tadi untuk menjawab pertanyaan dari Mbak siapa tadi.
05:29Kalau nomor tujuh, Pak Purbaik sektor apa yang akan mendorong target penemanan pajak?
05:33Saya pikir jawabannya sudah saya bilang tadi.
05:35Tidak ada setelah tertentu, tapi akan kita intensifikasi.
05:41Kita akan perbaiki cara kami mengumumkan pajak dengan perbaikan teknologi dan kerjasama tadi.
05:47Dan perbaikan struktur pegawai di pajak dan biaya cukai.
05:52Teza, Nikkel Oris, VOI, Suri Abisnis Indonesia.
05:58Apakah selama ini ada masalah terkait sinergi antar otoritas fiskal moneter?
06:02Karena Pak Thomas menetikberatkan hal tersebut dalam fit and proper test.
06:06Sebetulnya pada waktu kami di DPR, kita di DPR juga ditanyakan hal yang sama.
06:12Jadi pada waktu itu DPR belum aware, kita kurang lapor kali ya, bahwa KSSK itu punya sekretariat.
06:20Itu setiap hari di situ ada 27 orang, ada pegawai BI, pegawai Keuangan, pegawai LPS, pegawai dari OJK.
06:28Yang stasiunnya di situ terus, kerjanya di situ terus.
06:31Yang mengumpulkan semuanya, memonitor keadaan.
06:34Dan kalau tidak apa-apa, mereka langsung lapor ke induk semang.
06:39Ke kita ya?
06:40Ke apa ini?
06:42Ke prinsipalnya.
06:45Induk semang kali ya, ke kita.
06:47Jadi kita selalu monitor itu.
06:50Dan setiap bulan selalu ada pertemuan deputi meeting.
06:54Di mana Wakil Menteri Keuangan, deputisinya BI, Wakil Ketua LPS, Wakil Ketua OJK melakukan rapat yang intensif sekali.
07:04Itu sering sampai pagi.
07:06Jadi koordinasinya sudah baik, sangat baik sekali.
07:09Baru tiga bulan sekali, kita ini meeting tiga bulan sekali.
07:13Tapi tiap hari bulanan ada meeting-meeting yang mengawalnya.
07:17Jadi kita tidak pernah tidak tahu isu yang ada di lapangan.
07:22Dan di BI, di OJK, di Keuangan, di LPS, semua saling tahu.
07:29Jadi koordinasinya amat baik, saya pikir.
07:34Nampir dijawab ya?
07:36Saya pikir sudah dijawab semua.
07:40Oh ini sudah, yang nomor 8 juga.
07:43Bagaimana cara menjaga defisit terjaga?
07:45Sama saja dengan tadi, kami akan meningkatkan efisiensi pengumpulan pendapatan di pajak dan biaya cukai.
07:53Dan nanti akan monitor, kami akan monitor terus seperti apa pengeluaran kami dari waktu ke waktu.
07:59Jadi tiga persen akan selalu kami kendalikan.
08:03Mungkin itu jawaban dari kami.
08:05Terima kasih semuanya.
08:06Ini akhir dari acara jumpa pers kami.
08:09Terima kasih atas waktunya dan kunjungannya ke kantor saya pada hari ini.
08:13Terima kasih Pak Gubernur BI, Pak Ketua DKA, OJK, dan Ketua DKA.
08:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan