Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar tuntas orang di balik korupsi bantuan sosial (bansos).

Hal itu disampaikan Benny saat rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Ketua KPK beserta jajaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (28/1/2026).

"Apa langkah nyata KPK guna memastikan kasus bansos ditangani secara tuntas. Tidak berhenti di tengah jalan, tidak berhenti sama pelaksana teknis. Tapi juga menyentuh pelaku pengendali, menyentuh pengambil kebijakan di level atas. Apakah berani KPK membongkar tuntas rantai kebijakan dan aktor-aktor utama di balik korupsi bansos," ujar Benny.

Baca Juga OTT KPK Jerat Wali Kota Madiun Maidi, Diduga Korupsi Kasus Fee Proyek dan Dana CSR di https://www.kompas.tv/nasional/646719/ott-kpk-jerat-wali-kota-madiun-maidi-diduga-korupsi-kasus-fee-proyek-dan-dana-csr



#kpk #dpr #korupsibansos

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646786/kritik-keras-dpr-tantang-kpk-apa-berani-bongkar-tuntas-aktor-utama-korupsi-bansos
Transkrip
00:00Silahkan Pak Bini.
00:05Baik, Pak Kedua,
00:12sidang yang saya hormati,
00:16pimpinan KPK dan Bapak-Ibu sekalian
00:19yang saya banggakan.
00:25Ada enam pertanyaan singkat.
00:30Saya tunjukkan kepada pimpinan KPK.
00:36Yang pertama,
00:42kasus Bansos dan dampak langsung kepada rakyat.
00:53Korupsi Bansos adalah kejahatan
00:55yang paling melukai rasa keadilan publik.
01:03Bapak Presiden Prabowo berulang kali menyampaikan ini.
01:08Bahkan dalam bukunya,
01:11paradoks Indonesia jelas menegaskan
01:17korupsi Bansos adalah kejahatan.
01:22Dan itu salah satu kejahatan yang akan diberantas.
01:28Pertanyaan kepada pimpinan KPK.
01:33Dalam berbagai kasus korupsi bantuan sosial,
01:38yang paling dirugikan itu adalah masyarakat miskin.
01:43apa langkah nyata KPK
01:47guna memastikan
01:51kasus Bansos ditangani secara tuntas.
01:56Tidak berhenti di tengah jalan.
02:02Tidak berhenti pada pelaksana teknis.
02:06Tetapi juga menyentuh pelaku pengendali.
02:11Menyentuh pengambil kebijakan di level atas.
02:16Apakah berani KPK membongkar tuntas
02:23rantai kebijakan dan aktor-aktor
02:29utama di balik korupsi Bansos.
02:34Yang kedua,
02:38berkaitan dengan pemerintah daerah,
02:41korupsi berulang kali dilakukan.
02:49OTT kepala daerah terus dilakukan.
02:54Tetapi korupsi di daerah
02:56tidak kunjung berhenti.
03:01Yang terakhir,
03:03KOT-OTT di Jawa Tengah,
03:06sahabat saya Bupati Dipati.
03:08Sahabat baik saya lama kena OTT.
03:15Pertanyaannya,
03:19setiap tahun kita menyaksikan OTT kepala daerah,
03:24namun pola model korupsi di Pemda
03:28terus berulang, yang sama.
03:32Jadi kalau mau di OTT,
03:35semua bisa kena.
03:36Maka pertanyaannya,
03:42apakah KPK menilai
03:44pendekatan penindakan saat ini
03:47belum mampu menciptakan efek
03:53jerah yang sifatnya sistemik.
03:56Jadi dulu Pak Ketua KPK,
04:00kita mendukung OTT ini
04:02dengan harapan ini membawa dampak sistemik
04:08kepada yang lainnya.
04:09Tapi kan ternyata kan tidak jerah.
04:12Maka pertanyaannya,
04:16langkah apa yang akan dilakukan oleh pimpinan KPK
04:20supaya pemberantasan korupsi di daerah
04:25tidak hanya menjebloskan kepala daerah kebuih,
04:30tetapi yang paling penting adalah
04:33membongkar sistem dan jejaring korupsinya.
04:38saya rasa Pak Ketua KPK tahu persis ini.
04:46Ketiga,
04:52terkait elit politik dan persepsi tebang pilih.
04:56trust publik,
05:01kepercayaan publik roboh
05:04jika hukum tampak tajam ke bawah,
05:11tumpul ke atas.
05:14Ini saya rasa Pak Ketua KPK juga tahu ini.
05:21Apabila hukum hanya tampak tajam ke bawah,
05:24tumpul ke atas, maka penilaian publik,
05:29penegakan hukum pemberantasan korupsi
05:32sifatnya tebang pilih, diskriminatif.
05:38Maka pertanyaannya,
05:41di tengah kuatnya persepsi publik
05:44soal penegakan hukum pemberantasan korupsi
05:50yang tebang pilih,
05:51bagaimana kah pimpinan KPK
05:57menjamin
05:59adanya independensi
06:03dan keberanian
06:05dalam menangani
06:07kasus-kasus korupsi,
06:10utamanya yang melibatkan
06:13elit-elit korporasi
06:17termasuk elit politik.
06:19Jadi politik ini penting.
06:28Kita juga bisa
06:29menjadi objeknya.
06:34Dan
06:34berulang kali
06:37kita sampaikan
06:38dulu 2010 Pak
06:41Ketua KPK
06:42kita ngomong begini
06:45langsung dipotong oleh sahabat saya.
06:50Bagaimana kalau kena DPR?
06:51Siap, anggota DPR semua siap.
06:56Siap, jadi objek OTT
06:59siap ditangkap.
07:02Dan Pak Ketua,
07:04malamnya
07:05sahabat baik kami
07:07anggota DPR juga
07:09kena OTT
07:10KOMI KPK.
07:13Anggota DPR
07:14komisi tiga juga.
07:17Jadi ini.
07:18Tapi kita mendukung.
07:22Mendukung apanya?
07:24Tidak ada tebang pilih.
07:28Mudah-mudahan
07:29prinsip ini
07:31masih berlaku.
07:40Yang keempat
07:41ya ini
07:46penting ini Pak.
07:53Pemulihan aset.
07:56Ini tadi
07:56disinggung oleh
07:57sahabat saya
07:59Pak
08:00Doktor
08:02Sarifuddin Suding
08:04Sarjana Hukum.
08:08Yang dibutuhkan
08:09publik itu
08:10bukan hanya
08:11vonisnya.
08:13Pak, tadi
08:13dijelaskan
08:14sangat baik oleh
08:15pimpinan KPK.
08:17Tetapi
08:18mana
08:19uangnya?
08:25Ada
08:26institusi
08:28penegak hukum
08:29Pak
08:29belum lama ini
08:31memamerkan
08:33kepada publik
08:34foto
08:35tumpukan
08:36uang
08:36triliunan
08:38rupiah.
08:40ketika
08:41saya ke
08:42daerah
08:43pemilihan
08:44saya ditanya
08:45oleh
08:46masyarakat
08:47Pak
08:48Beni
08:48itu di foto
08:50itu uang
08:51beneran
08:51atau bukan?
08:53Karena
08:53numpuknya
08:54saya juga
08:56tidak tahu
08:56tapi saya
08:57bilang mungkin
08:58itu foto
08:59gampang saja
09:00bukan uang.
09:02Sebab
09:03kalau uang
09:03bagaimana
09:04bisa uang
09:05banyak begitu
09:06dibawa ke sana?
09:07kita juga
09:10tidak ada
09:11penjelasan
09:11yaitu
09:12kemungkinan
09:13jawabannya.
09:16Pertanyaan
09:17saya adalah
09:18berapa
09:20sebetulnya
09:21kerugian
09:22negara
09:23yang
09:23sungguh-sungguh
09:25telah berhasil
09:26dipulihkan
09:28dari
09:29kasus-kasus
09:30korupsi
09:30yang ditangani
09:31selama ini?
09:32misalnya
09:33Bansos
09:35berapa?
09:36Pemda
09:37berapa?
09:40Apalagi
09:41kasus-kasus
09:41yang lain.
09:43Dulu ada
09:43kasus
09:44tambang juga
09:44tambang
09:46emas
09:46dulu ada
09:48juga
09:49itu yang
09:49melibatkan
09:50Batan ya?
09:52Kalimantan
09:54Barat
09:54bagaimana
09:55nasibnya?
09:58Sekaligus
09:58menjelaskan
09:59Bapak
10:00Ketua KPK
10:01bagaimana
10:03kasus-kasus
10:04yang dulu
10:04mangkrak
10:05itu?
10:06Saya kutip
10:07lagi istilah
10:08mangkrak
10:08senang sekali
10:09saya
10:09di zaman
10:11Bapak Presiden
10:12Jokowi
10:12istilah ini
10:14begitu
10:14populer
10:15mangkrak
10:16ya Pak
10:19Hinca ya
10:19ya
10:20mangkrak
10:23waktu itu
10:23karena
10:24pembangunan
10:26Hambalang
10:27kasus
10:28Hambalang
10:28Pak Ketua
10:29mangkrak
10:30dibangun
10:31padahal
10:32bukan
10:33kesalahan
10:34pemerintah
10:34tapi KPK
10:36yang menegaskan
10:38pengadilan
10:39memutuskan
10:39tidak bisa
10:41dibangun
10:41lanjut
10:42itu
10:42Hambalang
10:43tapi
10:44di zaman itu
10:47kami dibuli
10:48habis-habisan
10:49mangkrak
10:50bangun
10:51Hambalang
10:52itulah
10:54itulah
10:55jahatnya
10:56mangkrak itu
10:57sekarang
11:02kalau kita
11:03sakit hati
11:05kita Pak Ketua
11:05tapi
11:06ya mau
11:07bilang apa
11:07enggak berkuasa
11:08lagi
11:08maka
11:14pertanyaannya
11:15adalah
11:15mengapa
11:16pemulihan
11:17aset
11:17masih jauh
11:19ketinggalan
11:20dibandingkan
11:21dengan
11:22nilai
11:23kerugian
11:24negara
11:24tadi
11:25publik
11:26ingin tahu
11:27apa
11:28strategi KPK
11:30ke depan
11:30supaya
11:32bisa
11:33mengejar
11:34aset
11:34tadi
11:34disampaikan oleh
11:35yang
11:36terhormat
11:37Pak Suding
11:38tadi
11:39termasuk
11:40aset-aset
11:41yang
11:41disembunyikan
11:42di luar
11:43Pak
11:43di Singapura
11:46banyak itu
11:46Pak
11:48beliau
11:50punya
11:51ketawa
11:51Pak Saperudin
11:54kemudian
12:00yang
12:00kelima
12:03keberanian
12:04KPK
12:04dan dukungan
12:07Dewan
12:07Dewan
12:09DPR
12:10mengawasi
12:11bukan
12:13mengendalikan
12:14bukan
12:15melemahkan
12:16KPK
12:17jadi
12:18mengawasi
12:20bukan
12:22mengendalikan
12:23bukan
12:24pula
12:24melemahkan
12:25maka
12:28pertanyaannya
12:29apa
12:31sebetulnya
12:32hambatan
12:33utama
12:33KPK
12:34dalam
12:36menangani
12:36kasus-kasus
12:38megakorupsi
12:39kasus korupsi
12:42yang mangkrak
12:43tadi
12:43di zaman
12:44Bapak
12:44Jokowi
12:45banyak itu
12:47banyak
12:47banyak sekali
12:48banyak sekali
12:50kasus-kasus korupsi
12:54yang mangkrak
12:55di zaman
12:56Bapak Presiden
12:57Jokowi
12:58apa
13:05hamatan
13:05apa
13:07hamatan
13:08yang
13:08terbesarnya
13:09dan
13:14kami ingin tahu
13:16pimpinan KPK
13:17kalau
13:20Pak Ketua
13:21KPK
13:22tadi
13:22minta
13:23dukungan
13:24Komisi 3
13:25berkenan
13:27Pak Ketua
13:29KPK
13:29menyampaikan
13:30dukungan
13:32seperti apa
13:33yang Bapak
13:34butuhkan
13:35dari kami
13:35senjata
13:37kami
13:37tidak
13:37punya
13:38omong
13:42di koran
13:42pun
13:42sudah
13:43dibatasi
13:44di deper
13:46juga
13:46kadangkala
13:48dibatasi
13:49ya
13:50ada
13:51batasan
13:54batasan
13:55halus
13:55maka
14:00apa
14:01sebetulnya
14:02yang Bapak
14:02butuhkan
14:03supaya
14:04KPK
14:05tetap
14:05menjadi
14:06institusi
14:06yang kuat
14:07institusi
14:09yang
14:09independen
14:10institusi
14:12yang punya
14:12keberanian
14:13dan
14:15terus
14:15dipercaya
14:17publik
14:17banyak
14:18masalah
14:19di KPK
14:20Pak Ketua
14:21tapi saya
14:22termasuk
14:23yang
14:24berpandangan
14:24KPK
14:26masih
14:27lebih baik
14:28dan
14:29oleh sebab itu
14:30rakyat
14:31di belakang
14:32KPK
14:32itu saja
14:36yang
14:36bisa saya
14:37sampaikan
14:38sebagai
14:41closing statement
14:42atas nama
14:43fraksi
14:43fraksi
14:46Partai Demokrat
14:47berpandangan
14:48pemberantasan
14:52korupsi
14:52harus
14:54menyasar
14:55kejahatan
14:56yang
14:56paling
14:57bikin
14:58rakyat
14:58susah
14:59korupsi
15:01bansos
15:02anggaran
15:03daerah
15:04korupsi
15:06elit
15:06kekuasaan
15:07dan
15:08KPK
15:09harus tetap
15:11berani
15:12tetap
15:13kuat
15:13dan
15:14tetap
15:15berpihak
15:16pada keadilan
15:17substantif
15:18bukan
15:20sekedar
15:20statistik
15:21penindakan
15:23itu saja
15:25Pak Ketua
15:26terima kasih banyak
15:28baik
15:30kita
15:32perpanjang
15:3315 menit
15:34nanti
Komentar

Dianjurkan