00:00Saudara pasca dugaan keracunan masal usai mengonsumsi makan bergizi gratis,
00:04pihak sekolah menerapkan program belajar dari rumah atau PJJ
00:07dilakukan terhitung hari ini, 28 Januari 2025.
00:15Saudara usai keracunan masal yang menimpa siswa dan guru di sejumlah sekolah di kota Tomohon,
00:20pihak sekolah menengah kejuruan 1 Tomohon,
00:23memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ.
00:28Keputusan ini diambil pihak sekolah lantaran hingga hari kedua pasca keracunan,
00:34masih ada beberapa siswa yang melaporkan mengalami gejala mual dan diare.
00:38Pihak sekolah mendata ada sebanyak 145 siswa dan 6 guru yang diduga mengalami keracunan
00:46usai menyantap MBG pada Senin kemarin.
00:48Kami dari pihak sekolah sudah menyampaikan kepada pimpinan cabang dinas,
01:01bahkan kepada bidang SMK.
01:05Dengan kejadian kemarin masih ada yang masih mengeluh dan pihak sekolah mengantar ke rumah sakit,
01:10sehingga kami menyampaikan hari ini SMK Negeri 1 Tomohon belajar dari rumah.
01:18Saudara polisi masih menyelidiki penyebab keracunan masal yang dialami siswa di Tomohon.
01:24Polisi telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
01:28Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan pengelola SPPG.
01:37Berkoordinasi bersama-sama dengan DINKES dan berkoordinasi dengan Balai POM
01:40telah mengambil sampel muntah dari korban dan sampel makanan
01:45dan sudah dibawa ke lapor untuk diuji.
01:49Pak, untuk pengelola SPPG?
01:53Sudah kami undang untuk dilakukan klarifikasi.
01:55Saudara informasi terkini kita akan segera tanyakan langsung ke jurnalis Kompas TV
02:00ada Yane Mikesinggal dan jurukamera Jimmy Dapar di Menado, Sulawesi Utara.
02:06Yane, jadi ada berapa korban yang saat ini masih dirawat?
02:12Selamat siang, PD dan juga Saudara.
02:15Secara keseluruhan berdasarkan data dari Binas Kesehatan Kota Tomohon,
02:19ada sebanyak 180 orang siswa di Kota Tomohon yang tersebar di tiga sekolah
02:27yang dilaporkan telah dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami dugaan keracunan
02:34usai mengonsumsi makan bergisi gratis pada hari Senin 26 Januari yang lalu.
02:40Dan 180 siswa korban dugaan keracunan makan bergisi gratis ini
02:48memang mereka dirawat dan dilarikan ke rumah sakit di tiga rumah sakit yang berbeda di Kota Tomohon.
02:55Dan dari 180 siswa ini, ada sebanyak hingga hari ini, hari Rabu,
03:01masih ada 56 siswa yang masih dirawat di rumah sakit.
03:06Sementara sisanya sudah menjalani pemeriksaan rawat jalan
03:10dan masih ada 56 lagi dari 180 yang masih menjalani perawatan pasca kejadian dugaan keracunan ini.
03:19PD?
03:20Yane, terus bagaimana hasil pemeriksaan sampel makanan?
03:24Ya, untuk saat ini memang pemeriksaan atau pengambilan uji sampel sudah dilakukan
03:28baik oleh pihak kepolisian maupun dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon sendiri.
03:33Dan berdasarkan keterangan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tomohon
03:41bahwa pengambilan sampel ini dilakukan untuk menguji di laboratorium kesehatan di Kota Tomohon
03:49dan dibutuhkan waktu kurang lebih 5 sampai 7 hari ke depan
03:53untuk menunggu diterbitkannya hasil laboratorium
03:57sebagai bagian dari konfirmasi apakah memang ada cemaran berbahan-berbahaya
04:02dalam makanan atau menu makan MBG yang dimakan oleh para siswa di Kota Tomohon
04:08pada hari Senin yang lalu.
04:10Baik, Yane.
04:11Lalu tadi sampel makanan sudah diperiksa.
04:14Kalau saksi-saksi, apakah sudah juga ada yang dimintai keterangan dari kepolisian
04:18terkait kasus ini?
04:21Nah, untuk proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian
04:25secara khusus dari Polres Kota Tomohon
04:27kemarin pihak kepolisian sudah meminta keterangan terhadap pihak pengelola dapur
04:34atau SPPG kolongan 1 yang merupakan dapur yang membagikan makanan di tiga sekolah
04:41di mana terdapat ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah santap makan MBG
04:47di mana menu tersebut merupakan menu berupa nasi kuning, tempe dan tahu goreng
04:53serta mihun dan ada buah melon.
04:58Fidi.
04:58Baik, Yane Singgal.
04:59Terima kasih untuk kelaporan Anda dari Manado Sulawesi Utara.
Komentar