Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG KOMPAS.TV - Lokasi timbunan longsor yang menimpa dua kampung di Desa Pasirlangu berada di antara dua bukit, yaitu bukit yang ditanami tanaman pertanian dan bukit yang menjadi permukiman warga. Ketebalan longsoran diperkirakan mencapai 8 meter.

Membahas soal tragedi longsor Cisarua, Bandung Barat, kita sudah bersama ahli geologi ITB, Imam Ahmad S.

Baca Juga 2 Bulan Usai Banjir Longsor, ini Potret Siswa Aceh Tamiang Belajar di Sekolah Darurat di https://www.kompas.tv/nasional/646446/2-bulan-usai-banjir-longsor-ini-potret-siswa-aceh-tamiang-belajar-di-sekolah-darurat

#longsor #bandungbarat #cisarua #itb

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646695/full-dosen-itb-analisis-penyebab-longsor-cisarua-langkah-pengembalian-fungsi-hutan
Transkrip
00:00Basarnas memetakan area terdampak longsor di Cisarua, Bandung Barat mencapai 26 hektare dengan dua pusat longsoran.
00:08Lokasi longsor yang berdekatan dengan Gunung Burang Rang ini memiliki panjang salah satu longsoran bisa mencapai 2 km, lebar mencapai 140 meter.
00:19Kini, pengembalian fungsi lahan harus segera dilakukan.
00:23Bukan hanya pertanian, tapi bangunan-bangunan yang berdiri di lahan rawan juga perlu ditertibkan.
00:30Agar bencana longsor tidak kembali mengancam nyawa warga sekitar.
00:36Hendarnun, Azif Ardiansyah, Kompas TV Bandung Barat, Jawa Barat
00:40Seru membahas soal tragedi longsor Cisarua, Bandung Barat, kita bersama dengan ahli geologi teknik ITB, Imam Ahmad S.
00:53Selamat malam, Assalamualaikum Pak Imam
00:54Waalaikumsalam, warahmatullahi wabarakatuh, Kak Ibrahim
00:58Baik, Pak Imam, sebetulnya kondisi lahan di Cisarua, di Bandung Barat ini seperti apa?
01:04Apakah sebelumnya pernah ada kajian tidak Pak kalau daerah ini rawan longsor?
01:08Ya, mestinya seluruh daerah di Indonesia ya, kalau Kang Ibrahim juga pernah, saya harap pernah melihat ya,
01:20sudah dipetakan oleh Badan Geologi, ada yang namanya peta zona kerentanan gerakan tanah,
01:26tetapi memang sekupannya masih regional gitu ya.
01:28Dan kalau saya lihat ya secara seksama dari peta tersebut, memang di daerah Cisarua, terutama di perbukitan-perbukitan yang terjal itu masuk kategori longsoran menengah,
01:45ada juga beberapa bagian juga longsoran yang tinggi gitu ya.
01:49Artinya potensi longsor ada gitu ya, tentunya. Seperti itu.
01:55Potensi longsor ada, tadi Anda juga menyinggung soal longsoran tinggi.
02:00Apakah artinya ini masih sangat rawan, sangat berbahaya daerah itu, Pak?
02:05Ya, longsor bisa terjadi di mana saja.
02:09Pada prinsipnya, kalau kita memiliki topografi yang miring dengan kelerengan yang terjal gitu ya,
02:19cenderung longsor lebih mudah terjadi.
02:22Dan seperti yang terjadi di Cisarua, terutama di Desa Pasir Telangu ya,
02:28kita ketahui bahwa sumber materialnya sebenarnya dari bagian bukit ya,
02:33bahkan relatif bagian atas bukit dari Burang-Rang yang memang memiliki lereng yang terjal gitu ya.
02:45Nah, sehingga dari sana sebenarnya sumber material utama yang terjadi di Cisarua itu
02:52dan mengalir dalam tanda kutip, tetapi yang mengalir itu bukan hanya air,
02:59tetapi dengan material-material lumpur, batu-batu ya, bungkah-bungkah batuan bahkan gitu ya,
03:06termasuk menerjang apapun yang dilewatinya, ada juga pepohonan yang saya yakin pasti terbawa gitu ya.
03:13Nah, buah yang sangat dasar sebenarnya yang mengakibatkan dampak yang besar sekali di area pemukiman di bawahnya.
03:23Itu sudah lama terdeteksi, Pak?
03:25Sebenarnya kalau tanda-tanda satu bencana itu ada, termasuk longsoran ini ya.
03:36Ini longsoran yang memang masuk dalam kategori atau jenis aliran atau flowing gitu ya, mengalir.
03:43Karena kalau Kang Ibrahim pernah ya mendengar bahwa longsor itu jenis atau tipenya banyak ya.
03:51Nah, yang terjadi di Cisarwa, di Desa Pasir Langu ini memang tipe yang saya sebut sebagai aliran.
03:59Nah, dalam tipe ini memang yang tadi saya katakan yang cukup bisa mengakibatkan kerusakan adalah
04:08aliran air yang didalamnya ada sedimen yang terbawa, baik lumpur, kerikil, sampai bungkah-bungkah batuan.
04:17Itu yang terjadi. Tipe longsoran lainnya cukup banyak tetapi tidak terjadi di tempat ini.
04:25Pak Imam, tapi betulkah alifungsi lahan ini jadi sebab utama yang memicu bencana longsor di Cisarwa?
04:30Atau ada lagi tidak faktor yang ikut mempermarah?
04:33Iya, sebenarnya lahan-lahan yang banyak dikelola oleh penduduk ya, atau tata guna lahan yang saya lihat banyak digunakan untuk perkebunan misalnya,
04:47ya pertanian itu di daerah yang relatif berada di lereng yang miring gitu ya, di bawah kaki bukit atau gunung burangrang gitu ya,
04:58lereng-lereng gunung burangrang itu. Nah, itu yang menarik sehingga sumber materialnya dari atas sebenarnya.
05:07Jadi penduduk lebih banyak berada di lereng yang sudah miring, ada seakan-akan tekuk lereng di bagian antara yang lereng terjal dan lereng-lereng di mana penduduk tinggal ya.
05:19Ada kemiringan tertentu atau relatif datar bergelombang saya sebut seperti itu.
05:23Ini kalau kita lihat di visual kan, area yang terdampak longsoran begitu luas, Pemprov akan mengembalikan menjadi lahan hutan kembali.
05:32Ini butuh waktu berapa lama? Dan seperti apa skemanya biasanya?
05:37Ya, jadi sekali lagi material yang menerjang daerah yang di bawah itu di mana penduduk tinggal,
05:44kemudian ada juga aktivitas perkebunan, pertanian itu adalah daerah yang saya sebut sebagai kalau kita bicara sistem atau jenis aliran longsoran ini gitu.
06:00Ada sumber atau area sumber yang kita harus waspadai yang biasanya di sana juga ada jenis-jenis longsoran yang klasik lah ya.
06:09Bisa longsoran lengkung atau mendatar sebutannya.
06:14Nah, yang terjadi ya kalau dari analisis saya itu ada longsoran dulu di bagian bulu nanti membendung aliran dari sungai yang ada.
06:25Jadi untuk jadi hutan kembali itu jadi solusi, Pak Imam?
06:27Ya, kalau di atas sudah hutan ya, di atas itu sudah hutan.
06:34Nah, kalau di bawah, kalau itu dihutankan kembali ya paling tidak itu daerah yang mungkin nanti bisa membuat zona buffer dari sungai itu kita batasi dengan daerah-daerah yang dikembalikan lagi,
06:51daerah hijau sehingga bisa menjadi seakan-akan pagar atau pembatas gitu ya.
06:57Kalau terjadi aliran di sungai existing yang ada, dia tidak melebar lagi gitu ya.
07:03Jadi seakan-akan sekarang ini karena ya penduduk tinggal relatif dekat dengan sungai, dengan aktivitas juga perkebunan dan sebagainya.
07:15Ya, relatif dengan sungai itu tidak jauh gitu ya.
07:18Sehingga memang pada bagian tekuk lereng ke bawah itu longsor yang mengalir dari atas itu seakan-akan melebar gitu ya.
07:25Atau aliran lumpur yang mengalir dari atas itu seakan-akan melebar.
07:30Tadi dikatakan bahkan lebarnya lebih dari 100 ya.
07:33Saya lupa tempatnya sebenarnya.
07:35Baik, ini kita tunggu langkah dari Pemprov Jawa Barat untuk mengembalikan lahan tersebut untuk kembali jadi hutan setelah digarap sebagai lahan pertanian oleh warga.
07:43Dan warga juga akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
07:46Ya, saya berharap sisi-sisi sungainya yang memang dikosongkan dari pemukiman dan lebih baik memang digunakan secara terbatas.
07:58Dan lebih baik lagi ada tumbuhan-tumbuhan besar yang bisa menjadi nanti ya barier alami atau pembatas alami gitu.
08:07Buffer alami bagi longsor atau aliran di sana.
08:10Jaga-jaga, satu saat kalau terjadi lagi.
08:13Terima kasih untuk pandangannya Pak Imam Ahmad S, ahli geologi teknik ITB dalam program Kompas Malam hari ini.
08:22Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan