- 2 jam yang lalu
Belum usai kasus ijazah Presiden ketujuh RI Joko Widodo, kini kubu penuding ijazah palsu, Roy Suryo cs, justru terbelah setelah penyidikan dua tersangka, yakni
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Yang terasa jagoan, dia lawan aja tuh.
00:05Belum usai kasus ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo,
00:09kini kubu penuding ijazah palsu.
00:12Roy Suryo CS justru terbelah setelah penyidikan dua tersangka
00:15yakni Egi Sujana dan Damai Hari Lubis dihentikan atau SP3
00:19pasca bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
00:23Keluarnya SP3 dan pertemuan dengan Jokowi ternyata belakangan memantik
00:27perseteruan Roy CS dengan Damai Hari Lubis dan Egi Sujana.
00:32Tak terima SP3-nya, disebut SOP KUHAP Solo oleh pengacara Roy, Ahmad Kozinudin.
00:38Damai pun melaporkan Kozinudin, sementara Egi, menurut Damai,
00:41melaporkan Roy Suryo dan Kozinudin atas perbuatan fitnah dan pencemaran nama baik.
00:48Perjuangan saya juga cacat hukum, ya kan?
00:51Karena kami disebut juga menggunakan KoHAP Solo.
00:54Saya laporkan fitnah, penistaan, ujar kebencian, pasal undang-undang ITE.
01:01Bang Egi saya nggak tahu.
01:03Bang Egi sama, tokohnya cuma plus Roy.
01:08Tapi terpisah ya.
01:09Mau sepuluhan, dua puluhan juga nggak apa-apa.
01:11Yang penting kawan kita yang nama Ahmad Koji ini,
01:15ya, segera apa, dilanjutkan, saya hukum yang berat.
01:24Bukti apa ya?
01:25Menanggapi pelaporan yang dilayangkan Kumpul Damai dan Egi terhadap dirinya,
01:29Roy tak berkomentar banyak saat ditemui di Polda Metro Jaya selasa siang.
01:33Sebelumnya, Egi Sujana dan Damai Hari Rubis menempuh mekanisme restoratif justice dengan menemui Jokowi di Solo.
01:42Namun, Egi membantah permintaan maaf kepada Jokowi,
01:45melainkan kesepakatan yang dilakukan dengan Jokowi.
01:48Egi juga menjelaskan soal kasus ijazah biar Roy yang melawan.
01:52Saya datang bukan untuk minta maaf.
01:56Itu saya sampaikan depan beliau.
01:58Saya ingin mendegakkan kebenaran.
02:00Kenapa?
02:01Karena saya tidak pantas ditersangkakan.
02:04Bapak Jokowi yang terhormat, dia menyatakan,
02:06saya harus bagaimana?
02:08Nah, disitulah baru ada RG itu.
02:11Saya minta perintah Kapolri kepada Kapolda,
02:14Kapolda kepada diri keribung,
02:17cabut cekal saya dan SP3-kan saya.
02:22Sebelumnya, Polda Metro Jaya mentetapkan Roy Suryo, Egi Sujana,
02:25Damai Hari Lubis, dan lima orang lainnya sebagai tersangka
02:28atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik
02:30buntut tudingan ijazah palsu Jokowi.
02:33Belakangan, polisi menghentikan penyidikan perkara
02:36untuk Damai dan Egi setelah keduanya bertemu Jokowi di Solo.
02:39Polisi mengatakan penghentian penyidikan
02:41atas dasar keadilan restoratif.
02:44Tim Liputan, Kompas TV
02:46Kita bahas soal pecah kubu penuding ijazah palsu Jokowi
02:54yang kini justru berhadapan
02:55antara Roy Suryo dengan penerima SP3 kasus ijazah Egi Sujana
03:00dan juga Damai Hari Lubis.
03:01Bersama dengan kuasa hukum Egi Sujana,
03:03Kapitra Ampera, dan juga tersangka kasus ijazah Jokowi.
03:07Roy Suryo yang sudah hadir di studio Orange Kompas TV Palmera
03:10dan juga Bung Kapitra.
03:12Langsung dari sambungan Zoom ya.
03:14Oke, saya pertama ke Bung Kapitra dulu.
03:17Sebenarnya siapa saja yang kemudian Anda atau klien Anda laporkan
03:21dan kemudian apa dasar pelaporannya?
03:24Oke, sebelum saya sampaikan itu,
03:27saya nyatakan substansi masalah itu beral.
03:34Substansi masalahnya itu bukan Egi atau Damai Lubis di SP3.
03:40Tuntutan Roy Suryo itu bukan itu.
03:44Tuntutan Roy Suryo itu ada asumsi,
03:47ada analisis bahwa Roy Suryo masih nyalir atau menduga
03:54ijazah Pak Jokowi itu kutu.
03:57Itu substansinya.
03:59Itu terus berkembang menjadi,
04:01dan beralih menjadi diskriminasi,
04:06diskredit, mendiskreditkan tendensi kepada Egi dan Damai.
04:13Ini yang sebenarnya saya prihatin.
04:15Kenapa?
04:16Kekuatan yang harusnya dibangun untuk menghemat energi,
04:22justru terpecah.
04:23Ya, presenterasi dan energinya terpecah
04:26karena apa?
04:27Karena justru antara mereka saling serang, saling hantam.
04:34Sementara substansinya,
04:35apakah dengan SP3 semua,
04:40ya, jangan ke dua ya,
04:41lalu substansinya selesai?
04:44Kan tidak juga.
04:45Yang Roy CS inginkan itu kan ada pemuktian konkret.
04:50Mereka ingin membuktikan asumsi mereka
04:54bahwa apa yang disinyalir,
04:56diduga bahwa ijazah Pak Jokowi itu palsu,
04:59mereka ingin memastikan.
05:00Nah, tentu pemastikan itu kan tidak subjektif.
05:04Tidak hanya bisa reklam,
05:06ya, RSS, itu palsu.
05:09Ternyata tidak.
05:11Ya, diberikan oleh lembaga yang punya kewenangan
05:15memberikan kata putus.
05:17Nah, untuk itulah saya perhatikan
05:20karena ini bergeser kepada
05:22menyerang Egi dan Gamai.
05:26Itu dasar pelaporannya.
05:27Siapa saja yang kemudian dilaporkan?
05:29Ya, Kak Egi melaporkan Roy sama,
05:32sama apa,
05:34Kazanudi.
05:35Pasal Kum.
05:36Ya,
05:38dengan, dengan,
05:39karena sudah terlalu,
05:41apa,
05:42Egi mengandung.
05:43Oke.
05:43Detektu personal, ya.
05:45Detektu personal.
05:46Seharusnya ini boleh terjadi.
05:48Harusnya selesaikan aja
05:50dalam satu,
05:50satu bilik kecil, gitu ya.
05:52Oke.
05:53Tahan di situ sebelum saya nanti
05:54kebukti juga ya,
05:56apa yang dibawa ke polisi,
05:57saya mau ke tanggapannya Mas Roy.
05:59Ya.
06:00Jadi gini,
06:00tadi saya menghargai,
06:02apa yang sampaikan Pak Kapitra ya,
06:04dan termasuk saya menghargai
06:05Bang Damai Hairi Lubis,
06:06yang nanti juga akan tampil di kompas.
06:08Yang tulus satu kubu ya?
06:09Ya.
06:09Tetap sama,
06:10nggak saya juga hormat,
06:11karena apa,
06:12dia nggak ngelaporin saya sih.
06:13Oh, belum pecah?
06:14Eh, bukan.
06:15Meskipun sudah memilih sikap sendiri,
06:17seperti tadi katakan Pak Kapitra.
06:18Kalau kami,
06:19itu sebenarnya tetap kekeh,
06:21karena kita itu,
06:22apa,
06:23melaksanakan apa yang diamanatkan oleh rakyat.
06:25Bahwa,
06:26buktikan bahwa ijazah itu palsu.
06:28Dan tadi Rocky juga sudah menyampaikan,
06:30bahwa apa yang kami lakukan itu,
06:31penelitian ilmiah,
06:33penelitian dengan,
06:34alat bukti yang itu,
06:35apa, science,
06:36scientific,
06:37dan kemarin,
06:38ahli ITE,
06:39apa namanya,
06:41Prof Hendry juga menyampaikan,
06:42pasal-pasal ITE itu,
06:43nggak bisa dikatakan.
06:44Karena kami ini adalah peneliti,
06:46yang membuka,
06:47apa,
06:48kebenaran.
06:48Oke,
06:48kalau tanggapannya soal pelaporan ini gimana?
06:50Pelaporannya,
06:50saya senyum aja lah,
06:52gitu.
06:52Saya setuju apa yang sampaikan Bang Kapitra,
06:54senyum aja kalau saya,
06:55karena menurut saya gini,
06:56justru sebenarnya,
06:57karena kami dilaporkan dengan,
06:59karena tuduhannya saya,
07:00katanya mengucapkan kata-kata,
07:02T,
07:03gitu ya,
07:03ya,
07:04katanya nggak boleh ucapin itu,
07:05yaudah,
07:05aku ikut lah,
07:07daripada Kompas nanti.
07:08Jadi senyum aja gitu dilaporin?
07:09Makanya aku senyum aja,
07:10ketawa aja,
07:11jogetin aja,
07:11karena apa?
07:12Sebenarnya,
07:13itu justru menghaluskan,
07:15apa yang sudah ditulis oleh,
07:16wartawan senior,
07:17Lukas Luarto,
07:18yang waktu itu daripada,
07:20pakai ayat-ayat,
07:21Bang Egi kan pakai ayat,
07:22gitu,
07:22pakai,
07:23oh sebagi kan Nabi Musa,
07:24dan Nabi Harun,
07:25ketemu dengan,
07:26apa namanya,
07:27Fir'aun,
07:28ya,
07:28nah itu,
07:29meibaratkan ini ada dua,
07:30tutit,
07:31gitu ya,
07:32nah,
07:32ketemu dengan jin,
07:33gitu lah,
07:34itu aja udah,
07:35makanya,
07:37kita jelaskan kepada masyarakat,
07:39tadi gambarnya saya bawa,
07:40yang di blur tadi,
07:41di Kompas tadi,
07:42ya ini juga saya bawa,
07:43tapi nggak saya tunjukin,
07:44ntar,
07:44ntar aku diingetin,
07:46maksudnya gini,
07:47ini lucu-lucuan aja,
07:48jadi karena lucu,
07:49ya saya ketahuin aja,
07:50tapi kalau memang itu mau dibuktikan,
07:52dengan pelaporan Bang Egi,
07:54buktikan nanti,
07:55Polda menunggu laporan,
07:56dari para T itu,
07:58oke,
07:58T itu,
07:59Bang Fitra,
07:59kan ini,
08:00yang dilaporkan juga senyum aja,
08:02kalau dari bukti yang dibawa,
08:04dibawa ke polisi,
08:05apa,
08:06pada saat pelaporan,
08:08ya ini kan perseptif ya,
08:10perseptif,
08:11orang kan tidak boleh,
08:12didiseditkan,
08:14Egi kan punya perseptif sendiri,
08:17menilai,
08:17seperti apa,
08:18dan apa maksudnya,
08:20tapi Roy menyerang,
08:22pribadinya,
08:23yang menyamakan dengan tuyul,
08:26dan jin,
08:26nah itu,
08:27saya gak boleh nyebut itu soalnya,
08:29tapi bukti-bukti yang dibawa apa,
08:32bukti-bukti yang dibawa ke polisi,
08:34itu dialog-dialognya Roy,
08:37keterangan-keterangan pers,
08:39dan dokumen-dokumen lainnya,
08:41ya baguslah,
08:42dibuktikan aja nanti,
08:43oke,
08:47dialognya Roy Suryo,
08:50ya,
08:51ya penyataan-penyataan Roy di media,
08:52ya penyataan saya tadi nyebut kata yang disebut,
08:54oke,
08:54Pak Kapitra tadi loh,
08:56tapi kan itu lucu aja,
08:57daripada disebut,
08:58saya buka semua ini,
08:59saya tanya toh,
09:00saya buka semua,
09:02jadi gini Roy,
09:02saya ingin sarankan,
09:04seharusnya,
09:06Anda kan perlu pembuktian,
09:08ya pembuktian,
09:09bahwa,
09:10ada lembaga yang dapat membuktikan,
09:13apa yang ditudingkan itu,
09:14yaudah,
09:16makanya gini Pak Kapitra,
09:18kalau,
09:18kalau,
09:19kalau Bang Egi,
09:20dan Bang Egi,
09:21dan Bang DHL itu sudah gak berani lagi,
09:24kemudian kayak,
09:25kalau kapal itu meninggalkan kapal,
09:26yaudah gak apa-apa,
09:27kami yang berani,
09:29kami yang meneruskan,
09:30udah,
09:31jadi kami ibaratkan,
09:32dua tadi itu,
09:32dua tuh tadi itu,
09:34ya itu lari,
09:35udah gak apa-apa,
09:36makanya yaudah,
09:37persepsi Anda,
09:39ya,
09:40lu iya,
09:40dan cara persepsinya sendiri,
09:44ya,
09:44itu pun sebenarnya kan tidak mempengaruhi Anda,
09:47dalam ingin membuktikan,
09:49apa yang Anda sinalir,
09:50apa yang Anda duga,
09:52yaudah gak apa-apa,
09:53kami yang akan membuktikan Pak Kapitra,
09:56kami yang masih berani,
09:57menjalankan amanah rakyat,
10:00kalau berdua tidak berani,
10:02menjalankan amanah rakyat,
10:03yaudah gak apa-apa,
10:04udah SP3,
10:05nikmati aja SP3-nya,
10:06energi,
10:08energi Anda sendiri,
10:10untuk,
10:10untuk menghadapi,
10:11tentu-tentu seperti ini,
10:13gitu loh,
10:13artinya pokus aja,
10:15biarkan aja,
10:16bahwa semuanya,
10:17mau keluar,
10:18lelah yaudah sama,
10:20artinya kami juga gak usah di ucapkan,
10:22sok berani,
10:23memang kami berani,
10:24bukan sok berani,
10:25kami itu berani,
10:26dan kami itu bukan sok ilmiah,
10:27kami ilmiah,
10:28ada satu lagi lawyer yang mengatakan,
10:30dia sok pinter,
10:31memang bukan sok pinter,
10:32kalau gak data-data ketika di Malaysia,
10:34data-data sampai BDKB,
10:36juga kita bongkar,
10:37gitu loh,
10:37oke,
10:38kalau Anda berani,
10:38dan punya argumentasi ilmiah,
10:40biarkan aja Egy,
10:42sama Damle,
10:42ngambil jalan-jalan,
10:43yaudah,
10:43kita biarkan lari ya,
10:45biarkan,
10:46Tahan dulu,
10:46Tahan dulu,
10:47Egy sama DL,
10:47biarkan melarikan diri,
10:49yaudah gak apa-apa,
10:50Tahan dulu,
10:53kita mau dengar,
10:54tidak usah di respon,
10:56kalau hanya punya kekuatan,
10:58argumentasi,
10:58dan data,
11:00analisis,
11:01gak perlu respon,
11:03yaudah,
11:05lawyernya sana juga gak usah komen-komen,
11:07komen-komen buru,
11:08nyinyir kayak gitu,
11:09gak usah,
11:10dihapus lagi posting Anda,
11:12tujuan pelaporan,
11:13Roy Suryo,
11:14dan juga kuasa hukumnya,
11:16Hoshinudin apa?
11:18Tujuan klien Anda?
11:18Untuk mencegah,
11:20Roy dan,
11:21dan,
11:22dan,
11:22untuk tidak lakukan attack,
11:25itu personal,
11:26menyerang pribadi orang,
11:28kita gak menang,
11:29pribadi orang,
11:30tanah yang nyerang,
11:32gimana?
11:32Nah,
11:33Egy merasa,
11:34tercemar,
11:36jadi,
11:37anunya eksistensinya,
11:39sebagai manusia,
11:40terlukai,
11:43nah,
11:43saya tidak berharap,
11:44sebenarnya,
11:45itu terjadi,
11:46oke,
11:46tujuh,
11:47sama,
11:47kita juga berharap,
11:48emulsional dari mereka ini,
11:51terus,
11:52mengalihkan,
11:53substansi masalah,
11:54dari,
11:55ya,
11:55makanya,
11:57jangan lari,
11:57apakah karena sudah terluka,
11:59jadi,
11:59visi-misinya jadi,
12:00pisah gitu,
12:01jadi beda sekarang gitu,
12:02yang tadinya,
12:02kalau kita,
12:04kalau kita tetap,
12:05masyarakat bisa nilai,
12:06gak usah di gubris,
12:10ke datangan Egy dan Damai,
12:11ke sana,
12:12gak usah di gubris,
12:13harusnya,
12:14tetap aja Anda,
12:15maju ke depan,
12:16gimana gak gubris,
12:18Egy kirim WA ke saya,
12:20naik mobil merah itu,
12:22kemudian,
12:23dikirim langsung ke saya loh,
12:24ke WA saya langsung,
12:25jadi,
12:26kemudian orang-orang banyak tanya ke saya,
12:28ya,
12:28saya sampaikan,
12:29mobil itu ada di,
12:30Shell,
12:31yang ada di,
12:32deket Parling Mall,
12:33dan saya buktikan,
12:34karena pertanyaan dari masyarakat,
12:35gak ada yang salah,
12:36BPKB-nya,
12:37ketika ditanya,
12:38itu katanya bukan mobilnya Egy,
12:40ya,
12:40saya sebutkan aja,
12:41balesnya kok pakai,
12:42kata-kata,
12:43itu,
12:44Gimana,
12:44UU-L itu,
12:45enggak,
12:47termasuk soal mobil,
12:49VW,
12:50saya juga sebelum Anda dapat,
12:52saya sudah dikirim lagi,
12:53ya,
12:54ya,
12:54tahan dulu,
12:55tahan dulu Mas Roy,
12:56itu sangat personal,
12:58jadi tidak perlu dikaitkan,
13:00seolah-olah ada kesan,
13:02bahwa terjadi,
13:03apa namanya,
13:05negosiasi,
13:06dan trading,
13:07oh iya,
13:08itu pendapat publik,
13:09boleh-boleh aja,
13:10jangan,
13:11biar jangan di,
13:12oke,
13:12tanggapannya,
13:13oke,
13:14sekarang gini Bang Kapitra,
13:15ya,
13:16biarkan pendapat publik,
13:18saya tidak akan menyalahkan,
13:19kalau publik mengatakan,
13:20oh,
13:21berenam Roy Suryol,
13:22Dr. Tifa,
13:23Dr. Ismond,
13:24kemudian Mas Rustam Effendi,
13:26Bu Kurnia,
13:27sama Pak,
13:28apa,
13:29namanya,
13:30Pak Rizal,
13:31itu orang-orang yang berani,
13:32tetap terus menegakkan,
13:33apa,
13:34kebenaran,
13:35dan kemudian mencari,
13:36dan bahkan tadi didukung oleh Rocky,
13:37Rocky yang mengatakan,
13:38itu penelitiannya masih terus berlangsung,
13:40Prof kemarin juga menyampaikan,
13:42ada Prof Tono Saksono,
13:43ada Prof Henry Sudiakto,
13:45besok ada Dr. Rido,
13:46yang juga akan menyampaikan,
13:48dan kami ini terus bergerak dengan masyarakat,
13:50nah,
13:50kalau masyarakat,
13:51Mbak Maido,
13:51kemudian melihat,
13:53kok lucu ya mas,
13:54ada logitengah berjuang,
13:55tiba-tiba ada orang yang dua,
13:57melarikan diri,
13:58mereka nyebut pengapalah,
13:59gitu ya,
13:59udah gak bisa saya ulangi,
14:01kemudian ada yang mengatakan,
14:01tuh kayak,
14:02dua tadi itu,
14:03yang disebut Bang Kapitra,
14:04tuh tadi itu lari,
14:05Mas Roy,
14:07menurut Anda,
14:08laporan ini perlu direspon polisi gak?
14:11Kalau itu terserah polisi,
14:12tapi lucu aja,
14:13kalau polisi merespon ini,
14:15berarti polisi harus menghadirkan,
14:17nama dua tadi itu,
14:18T-U-E-U-L tadi itu,
14:19yang lapor tadi itu,
14:21dengan laporan ini,
14:23memecah fokus Anda gak?
14:24Enggak, sama sekali,
14:25nyatanya saya ketawa aja,
14:26tadi juga saya nganter Bang Roki,
14:28dengan santai,
14:29ketika teman-teman media pernah tanya,
14:30saya bilang enggak,
14:31bintangnya hari ini,
14:32Roki Grong,
14:32no Roki, no party,
14:33wah gitu,
14:35saya terakhir ya,
14:36saya mau ke,
14:36bohong Kapitra,
14:37apakah dengan,
14:38kasus ini singkat saja,
14:39apakah dengan kasus ini kemudian,
14:41memecah atau,
14:43fix lah artinya,
14:44ini pecah kongsi,
14:44pecah hubung,
14:46kalau sudah begini,
14:48ini tentu berhadapan,
14:50harusnya,
14:52Roy CS tidak perlu merespon,
14:54kalau ada pun,
14:55saya enggak merespon,
14:57jalan aja terus,
14:58enggak perlu tuding-tuding,
14:59Egy, damai,
15:01senang-senang ini itu,
15:03karena itu,
15:03melemahkan penjualan Anda,
15:05dan menghabiskan energi Anda,
15:07dan Egy,
15:08betul-betul,
15:09iya,
15:09enggak perlu respon lah,
15:10karena apa,
15:11saya anggap,
15:11enggak perlu respon,
15:12saya anggap,
15:12bapak-bapak itu orang tua aja,
15:14enggak anggap aja orang tua aja deh,
15:16enggak usah di respon,
15:17terima kasih sudah bergabung,
15:19bersama kami,
15:21Kapitra Ampera,
15:22dan juga Roy Surya,
15:23sudah bergabung bersih,
15:23kami di Kompas Petang,
15:24sehat selalu bapak-bapak,
15:27usah jidah sodara,
15:28kami kembali dengan informasi,
15:29pesawat smart,
Komentar