Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Komisaris PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menceritakan dirinya terpaksa mengambil kursus golf saat menjabat komisaris utama PT Pertamina (Persero).

Pasalnya, kata Ahok, bermain golf menjadi tempat bagi para petinggi Pertamina praktik negosiasi yang idel dengan para bos minyak.

Hal itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

"Semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon ngajak main golf terus. Saya kan malu Pak enggak bisa mukul Pak. Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham itu, dia ada negosiasi di lapangan golf itu jauh lebih murah daripada night club," ujar Ahok.

Baca Juga Riuh! Ahok di Sidang Kasus Minyak: Periksa Presiden Bila Perlu, Kenapa Orang Terbaik Dicopot di https://www.kompas.tv/nasional/646541/riuh-ahok-di-sidang-kasus-minyak-periksa-presiden-bila-perlu-kenapa-orang-terbaik-dicopot

#ahok #pertamina #kasusminak

Video Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646589/di-sidang-ahok-cerita-saat-jadi-komut-belajar-golf-demi-negosiasi-dengan-bos-minyak
Transkrip
00:00Dewan Komisaris itu juga mengawasi soal etika perilaku personal dari direksi maupun...
00:08Betul.
00:08Betul ya?
00:09Betul.
00:09Termasuk itu ya?
00:10Ya.
00:11Bagi Komisaris di periode saudara, kalau pertemuan-pertemuan yang kaitannya dengan gol bersama
00:18antara direksi misalnya dengan pihak-pihak lain yang punya kepentingan sebetulnya dengan proses pengadaan,
00:25itu bagaimana menurut Dewan Komisaris?
00:29Ini soal pribadi ya.
00:31Saya dulu paling benci main golf, Pak.
00:33Oke.
00:34Silahkan.
00:35Saya melarang semua orang Pemda tidak boleh main golf, karena kita kerja terlalu banyak.
00:39Tapi ketika saya masuk ke Pertamina, saya baru menyadari.
00:42Semua orang minyak dari Amerika, Seyfron, Exxon, ngajak main golf terus.
00:49Saya kan malu, Pak.
00:50Tidak bisa mukul, Pak.
00:52Saya terpaksa pergi sekolah golf.
00:55Supaya bisa menemanin mereka.
00:59Karena misalnya saya nego dengan Exxon.
01:02Saya mau minta bagian saham.
01:04Itu ternyata negosiasi di depan golf itu jauh lebih murah.
01:08Dari pakai nightclub.
01:09Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah.
01:14Jemur, jalan, murah.
01:17Dan bayarin anggota main itu sangat murah.
01:20Makanya saya belajar golf.
01:22Saya menjamu orang-orang Exxon untuk main golf.
01:26Saya sampai ke Seyfron diajak main golf.
01:28Minimal saya tidak main 138, kira-kira gitu.
01:32Main 100 masih oke.
01:34Nah, itu biasa, Pak.
01:37Dan maka kami di dalam lapang golf itu suka isi-isian juga, Pak.
01:40Apresiasi, Pak.
01:44Apresiasi, Pak.
01:44Bukan judi, Pak.
01:45Itu, Pak.
01:47Ini sesuatu yang di lapang golf, Bapak bisa cari.
01:50Yang mungkin agak bahaya.
01:51Saya masih ingat nasihat Pak Riva pada saya.
01:54Dia ngomong begini.
01:55Isri saya cuma pesan begini, Pak.
01:57Kau main golf.
01:58Apa?
01:59Jangan lihat mata kedi, ya, katanya.
02:01Nanti bahaya, katanya.
02:02Itu saja, Pak, kita jog-nya, Pak, yang bahaya, Pak.
02:05Cukup dari kami yang mulia.
02:07Cukup ya, tidak ditambahkan lagi ya.
02:10Silahkan dari penasihat hukum Pak Riva, Pak Maya, dan Pak Edward Conner.
02:16Silahkan.
02:16Saya, Siliria Bela.
02:26Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital,
02:30pay TV, dan media streaming lainnya.
02:33Kompas TV, independen, terpercaya.
02:35Terima kasih.
02:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan