Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi, kembali memeriksa Fuad Hasan Masyhur, pemilik perusahaan travel haji dan umrah Maktour, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 20232024.

Fuad Hasan Masyhur tiba di Gedung KPK pada Senin (26/1/2026) pagi untuk memenuhi pemeriksaan KPK sebagai saksi. Fuad Hasan Masyhur, yang juga mertua dari mantan Menpora Dito Ariotedjo, memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dimintai keterangan seputar alur dan pengaturan kuota haji tambahan.

Jubir KPK Budi Prasetyo bilang, pemeriksaan ini untuk membantu proses penyidikan perkara dugaan korupsi kuota haji tahun 20232024.

Sebelumnya, eks Menpora Dito Ariotedjo, telah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi kuota haji. Dito menyebut, penyidik bertanya soal kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, bersama Presiden ke-7, Joko Widodo.

Dito menegaskan, pembahasan terkait penyelenggaraan ibadah haji, dalam kunjungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi, terjadi saat pembicaraan makan siang Jokowi dengan Pangeran Mohammed bin Salman.

Namun ia menyebut, saat pertemuan itu, tak ada pembahasan spesifik perihal jumlah kuota haji, yang diberikan Arab Saudi ke Indonesia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Habiburokhman Prihatin Kasus Suami Korban Penjambretan Jadi Tersangka di Sleman di https://www.kompas.tv/nasional/646367/habiburokhman-prihatin-kasus-suami-korban-penjambretan-jadi-tersangka-di-sleman

#kuotahaji #korupsi #kpk #travelmaktour

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/646368/kpk-kembali-periksa-pemilik-travel-maktour-fuad-hasan-terkait-dugaan-korupsi-kuota-haji
Transkrip
00:00Kita ke informasi lainnya, Saudara, Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
00:04kembali memeriksa Fuad Hasan Masyur,
00:07pemilik perusahaan Travel Haji dan Umroh Maktur
00:10sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024.
00:17Fuad Hasan tiba di gedung KPK pada Senin pagi
00:20untuk memenuhi pemeriksaan KPK sebagai saksi.
00:23Fuad Hasan Masyur yang juga mertua dari mantan Menpora Dito Aryo Tejo
00:30memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dimintai keterangan seputar alur
00:35dan pengaturan kuota haji tambahan.
00:38Jubir KPK Budi Prasetyo bilang,
00:40pemeriksaan ini untuk membantu proses penyidikan perkara
00:43dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024.
00:53Selanjutan penyidikan perkara dugaan tindak bidana korupsi
00:57terkait dengan kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia
01:02tahun 2023-2024.
01:07Benar bahwa pada hari ini, Senin 26 Januari,
01:12KPK menjakwalkan pemeriksaan terhadap saksi saudara FAM
01:17selalu pihak swasta,
01:18yaitu pemilik salah satu IHK atau Biro Travel
01:22yang menyelenggarakan ibadah haji.
01:27Sebelumnya, X-Menpora Dito Aryo Tejo
01:30telah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.
01:34Dito menyebut penyidik bertanya soal kunjungan kerjanya ke Arab Saudi
01:38bersama Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.
01:41Dito menegaskan pembahasan terkait penyelenggaraan ibadah haji
01:45dalam kunjungan bilateral antar Indonesia dan Arab Saudi
01:49terjadi saat pembicaraan makan siang Jokowi
01:52dengan pangeran Muhammad bin Salman.
01:55Namun ia menyebut saat pertemuan itu
01:57tidak ada pembahasan spesifik
02:00perihal jumlah kuota haji
02:02yang diberikan Arab Saudi ke Indonesia.
02:09Pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota.
02:12Tapi memang pertemuan bilateral waktu itu
02:14saya ingat sekali dari Putra Mahkota Perdana Menteri
02:18Muhammad bin Salman itu sangat senang
02:20dengan pertemuannya Pak Jokowi.
02:23Saya ingat saya itu bagian dari pembicaraan
02:26waktu itu lagi makan siang
02:27Presiden Jokowi dengan MBS.
02:30Itu sebenarnya tidak kuota spesifik
02:32tapi pelayanan haji.
02:34Karena kan haji kita butuh banyak kan.
02:37Dan itu bagian.
02:39Dan tidak hanya minta haji
02:40sebelumnya ada IKN dan investasi juga.
Komentar

Dianjurkan