Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
ACEH TAMIANG, KOMPAS.TV - Dua bulan pasca bencana banjir dan tanah longsor, warga Kampung Durian, Aceh Tamiang masih bertahan di pengungsian. Warga berharap dapat segera direlokasi.

Kondisi Kampung Durian, di Aceh Tamiang kini masih tertutup lumpur tebal, pasca diterjang banjir dan tanah longsor, akhir November 2025 lalu.

Warga Kampung Durian berharap bisa segera direlokasi.

Warga mengaku sudah menjalani pendataan penerima hunian sementara, namun belum mendapat informasi kapan mereka akan direlokasi.

Lebih lengkap kondisi terkini di Aceh Tamiang, kita sapa Jurnalis KompasTV, Emirsyah Purba dan Juru Kamera Roganda Malau di Aceh Tamiang.

Baca Juga Dua Bulan Pascabencana Aceh: Warga Aceh Tamiang Setuju Relokasi, Huntara Pidie Jaya 50 Persen di https://www.kompas.tv/nasional/646219/dua-bulan-pascabencana-aceh-warga-aceh-tamiang-setuju-relokasi-huntara-pidie-jaya-50-persen

#banjirsumatera #acehtamiang #huntara

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/646361/banjir-sumatera-begini-proses-pembangunan-huntara-dan-situasi-sekolah-darurat-di-aceh-tamiang
Transkrip
00:00Intro
00:00Saudara sejumlah korban bencana di Aceh Tam yang kini sudah bisa menempati hunian sementara yang telah rampung dibangun.
00:15Namun, masih ada warga yang kini masih menanti menunggu kepastian mendapat huntara atau tidak.
00:22Setelah bertahan di tenda pengungsian sebulan lebih, sejumlah warga korban banjir kini sudah dapat tempat
00:29untuk menempati hunian sementara atau huntara.
00:32Mereka bisa menempati tempat istirahat yang lebih aman dan nyaman dengan sanitasi baik.
00:39Mereka mengaku di hunian ini merasa lebih aman dan nyaman dibandingkan di tenda pengungsian.
00:44Namun, masih ada warga yang menanti kepastian mendapat huntara atau tidak.
00:50Warga yang tidak terdaftar sebagai penerima huntara merupakan warga yang sudah berkeluarga dan masih tinggal di rumah orang tua.
00:57Sehingga hanya mendapat satu unit huntara untuk orang tua sebagai pemilik rumah.
01:05Lebih nyaman daripada tenda dorat sampai kemari kami lebih rasa aman lah, tidak ada kendala apapun gitu.
01:12Dari segi air, tidur kami nyaman gitu, tidak terkena.
01:16Maksudnya, abu gitu yang berterbangan.
01:19Alhamdulillah ya kami senang hati berada di sini dengan huntara ini.
01:22Pemerintah Kabupaten Pidijaya menargetkan pembangunan hunian sementara atau huntara selesai sebelum Ramadan, sodara.
01:32Ini proses pembangunan huntara mencapai 50 persen.
01:36Berdasarkan data Pemkap Pidijaya, 380 unit huntara dibangun oleh BPBD.
01:42162 unit oleh Danantara, 63 unit oleh Dompet Duafa, dan lainnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
01:51Kami selesaikan lebih kurang sekitar 776 huntara yang akan kita peruntukkan kepada masyarakat yang terdampak langsung dari bencana banjir pandang ini.
02:09Penyelesaiannya lebih kurang sekitar 50 persen sampai saat ini.
02:15Dan insya Allah kami akan memaksimalkan sebelum ular Ramadan tiba, mereka semuanya sudah tinggal di huntara.
02:24Dua bulan pasca bencana banjir dan tanah longsor, warga Kampung Durian Aceh Tamiang masih bertahan di pengungsian.
02:30Warga berharap dapat segera direlokasi.
02:34Kondisi Kampung Durian di Aceh Tamiang kini masih tertutup lumpur tebal.
02:38Pasca diterjang banjir dan tanah longsor akhir November 2025 lalu.
02:43Warga Kampung Durian berharap bisa segera direlokasi.
02:47Warga mengaku sudah menjalani pendataan penerima hunian sementara, namun belum mendapat informasi kapan mereka akan direlokasi.
02:57Tanggapannya ya ibu setuju lah direlokasi.
03:01Daripada harus setiap tahun kena dampak banjir begini.
03:07Kalau untuk huntaranya ibu belum pasti.
03:09Apakah kami ditaruh di huntara atau belum?
03:13Pendataannya ibu sudah berjalan atau belum?
03:15Sudah.
03:15Sudah berjalan.
03:19Lebih lengkap mengenai kondisi terkini di Aceh Tamiang, kita sapa jurnalis Kompas TV ada Emir Syapurba dan juru kamera Roganda Malau di Aceh Tamiang.
03:28Selamat siang Emir.
03:29Sekolah darurat dibangun agar anak-anak korban bencana tetap bisa belajar.
03:34Bagaimana kondisi sekolah darurat di sana?
03:36Bela dan juga saudara, saat ini saya berada di Kempung Burian Aceh Tamiang yang Anda dapat saksikan di belakang saya ini merupakan proses untuk pembangunan hunian sementara.
03:51Dilakukan sejumlah proses seperti untuk meratakan tanah dan juga perangkitan struktur bangunan yang nantinya akan digunakan sebagai unit huntara.
03:58Dan untuk anak-anak memang di kompleks pengungsian ini juga ada sekolah darurat yang digunakan setiap harinya untuk proses belajar mengajar murid-murid yang ada di sini.
04:12Ada pun tadinya saudara, pembelajaran dilakukan khusus untuk kelas 4 siswa dari salah satu madrasah ibtidaiyah yang ada di Aceh Tamiang.
04:23Dan memang selama 6 hari, dalam satu minggu, kegiatan belajar mengajar dilakukan rotasi.
04:31Misalnya pada hari ini kegiatan belajar mengajar dilakukan untuk kelas 4, maka kemudian di hari berikutnya akan diikuti oleh kelas-kelas lainnya.
04:40Dan tadinya saya memantau kegiatan siswa begitu antusias mengikuti pembelajaran pada hari ini.
04:47Dan tentu sekolah-sekolah darurat ini sudah memasuki pekan ketiga beroperasi.
04:52Dan pada pekan pertama dan juga pekan kedua dilakukan semacam pemulihan mental siswa-siswa yang dilakukan oleh guru.
05:03Dan pada pekan ketiga atau per hari ini pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas mulai dilakukan.
05:09Dan tadinya saya sempat mewawancari seorang guru yang bertugas di sekolah darurat ini.
05:15Yang menyampaikan bahwasannya untuk siswa-siswa yang ada di sini memang berasal dari sejumlah kampung yang berada di sekitar kampung Durian.
05:24Dan memang berasal dari sekolah yang sama yaitu salah satu sekolah madrasah ibtidaiyah yang ada di Aceh Tamiang.
05:31Ada pun penjelasan mengenai salah seorang guru tersebut akan disampaikan dalam wawancara berikut.
05:36Untuk saat ini kita lihat bersama anak-anak sudah belajar seperti biasa.
05:45Karena minggu pertama dan minggu kedua kita sudah menerapkan trauma healing kepada mereka untuk saling berbagi cerita selama pengalaman mereka di pengungsian dan pengalaman mereka saat banjir.
05:56Saat ini juga Alhamdulillah Bapak Ibu Guru sudah memulai pembelajaran di hari pertama ini yaitu mulai pembelajaran mengikuti kurikulum walaupun tentunya di awal-awal kita melaksanakan icebreaking untuk memotivasi terlebih dahulu.
06:13Yang pertama, kebutuhan pertama itu papan tulis Pak.
06:16Papan tulis memang sama sekali kita tidak ada papan tulis.
06:19Kemudian untuk seragam anak-anak juga kita tidak ada.
06:23Karena mengingat juga seragam mereka sudah hanya terbawa oleh banjir bandang yang lalu.
06:29Kemudian seperti meja mungkin masih kurang walaupun sudah ada tapi masih lah kami membutuhkan itu.
06:36Ya saudara, selain beberapa kebutuhan seperti papan tulis dan juga seragam siswa, tadi saya juga sempat berbincang mengenai kendala yang dihadapi oleh guru yang mengajar di sekolah darurat ini.
06:53Dan memang mereka mengatakan dengan sepenuh hati setiap harinya mengajar di sekolah darurat ini.
06:57Namun beberapa kendala memang dirasakan oleh guru-guru yang bertugas.
07:01Salah satunya adalah transportasi menuju ke sekolah darurat ini.
07:05Mengingat guru-guru yang mengajar tinggal di sejumlah desa ataupun kampung yang ada di sekitar kampung Durian ini, Bella.
07:15Soal bagaimana anak-anak dan juga para guru mengajar dan juga sekolah di sana.
07:19Lalu bagaimana juga dengan nasib warga yang belum mendapat hunian sementara, Emir?
07:28Ya, Bella dan juga saudara untuk di kampung Durian ini memang nantinya di tempat saya mengabarkan ini akan dibangun
07:35hunian sementara yang pada saat ini sedang dalam proses yang saya sebutkan di awal adalah saat ini sedang dilakukan sejumlah pengerjaan
07:43seperti untuk meratakan tanah dan juga perakitan struktur-struktur untuk hunian sementara.
07:49Dan memang target untuk selesainya hunian ini ditargetkan sebelum bulan Ramadan nanti.
07:57Dan pada saat berbincang dengan warga memang di lokasi pengungsian ini ada sekitar 100 kepala keluarga yang mengungsi.
08:03Dan mereka sudah bertahan semenjak pasnya banjir terhitung mungkin sudah satu bulan lebih mereka bertahan di lokasi ini, Bella.
08:11Satu bulan maksud saya, satu bulan lebih.
08:13Masih ada 100 keluarga kakai seperti itu ya yang belum mendapatkan huntara.
08:17Kita berharap keluarga ini bisa segera menempati huntara sebelum Ramadan dimulai dan juga kebutuhan anak-anak sekolah tadi segera bisa dipenuhi.
08:26Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Emir Syah Purba dan juga Roganda Malau langsung dari Aceh Tamiang Aceh.
08:33Saat bertugas dan harap berhati-hati jaga kesehatan Anda.
Komentar

Dianjurkan