00:00Intro
00:00Saudara sejumlah korban bencana di Aceh Tam yang kini sudah bisa menempati hunian sementara yang telah rampung dibangun.
00:15Namun, masih ada warga yang kini masih menanti menunggu kepastian mendapat huntara atau tidak.
00:22Setelah bertahan di tenda pengungsian sebulan lebih, sejumlah warga korban banjir kini sudah dapat tempat
00:29untuk menempati hunian sementara atau huntara.
00:32Mereka bisa menempati tempat istirahat yang lebih aman dan nyaman dengan sanitasi baik.
00:39Mereka mengaku di hunian ini merasa lebih aman dan nyaman dibandingkan di tenda pengungsian.
00:44Namun, masih ada warga yang menanti kepastian mendapat huntara atau tidak.
00:50Warga yang tidak terdaftar sebagai penerima huntara merupakan warga yang sudah berkeluarga dan masih tinggal di rumah orang tua.
00:57Sehingga hanya mendapat satu unit huntara untuk orang tua sebagai pemilik rumah.
01:05Lebih nyaman daripada tenda dorat sampai kemari kami lebih rasa aman lah, tidak ada kendala apapun gitu.
01:12Dari segi air, tidur kami nyaman gitu, tidak terkena.
01:16Maksudnya, abu gitu yang berterbangan.
01:19Alhamdulillah ya kami senang hati berada di sini dengan huntara ini.
01:22Pemerintah Kabupaten Pidijaya menargetkan pembangunan hunian sementara atau huntara selesai sebelum Ramadan, sodara.
01:32Ini proses pembangunan huntara mencapai 50 persen.
01:36Berdasarkan data Pemkap Pidijaya, 380 unit huntara dibangun oleh BPBD.
01:42162 unit oleh Danantara, 63 unit oleh Dompet Duafa, dan lainnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
01:51Kami selesaikan lebih kurang sekitar 776 huntara yang akan kita peruntukkan kepada masyarakat yang terdampak langsung dari bencana banjir pandang ini.
02:09Penyelesaiannya lebih kurang sekitar 50 persen sampai saat ini.
02:15Dan insya Allah kami akan memaksimalkan sebelum ular Ramadan tiba, mereka semuanya sudah tinggal di huntara.
02:24Dua bulan pasca bencana banjir dan tanah longsor, warga Kampung Durian Aceh Tamiang masih bertahan di pengungsian.
02:30Warga berharap dapat segera direlokasi.
02:34Kondisi Kampung Durian di Aceh Tamiang kini masih tertutup lumpur tebal.
02:38Pasca diterjang banjir dan tanah longsor akhir November 2025 lalu.
02:43Warga Kampung Durian berharap bisa segera direlokasi.
02:47Warga mengaku sudah menjalani pendataan penerima hunian sementara, namun belum mendapat informasi kapan mereka akan direlokasi.
02:57Tanggapannya ya ibu setuju lah direlokasi.
03:01Daripada harus setiap tahun kena dampak banjir begini.
03:07Kalau untuk huntaranya ibu belum pasti.
03:09Apakah kami ditaruh di huntara atau belum?
03:13Pendataannya ibu sudah berjalan atau belum?
03:15Sudah.
03:15Sudah berjalan.
03:19Lebih lengkap mengenai kondisi terkini di Aceh Tamiang, kita sapa jurnalis Kompas TV ada Emir Syapurba dan juru kamera Roganda Malau di Aceh Tamiang.
03:28Selamat siang Emir.
03:29Sekolah darurat dibangun agar anak-anak korban bencana tetap bisa belajar.
03:34Bagaimana kondisi sekolah darurat di sana?
03:36Bela dan juga saudara, saat ini saya berada di Kempung Burian Aceh Tamiang yang Anda dapat saksikan di belakang saya ini merupakan proses untuk pembangunan hunian sementara.
03:51Dilakukan sejumlah proses seperti untuk meratakan tanah dan juga perangkitan struktur bangunan yang nantinya akan digunakan sebagai unit huntara.
03:58Dan untuk anak-anak memang di kompleks pengungsian ini juga ada sekolah darurat yang digunakan setiap harinya untuk proses belajar mengajar murid-murid yang ada di sini.
04:12Ada pun tadinya saudara, pembelajaran dilakukan khusus untuk kelas 4 siswa dari salah satu madrasah ibtidaiyah yang ada di Aceh Tamiang.
04:23Dan memang selama 6 hari, dalam satu minggu, kegiatan belajar mengajar dilakukan rotasi.
04:31Misalnya pada hari ini kegiatan belajar mengajar dilakukan untuk kelas 4, maka kemudian di hari berikutnya akan diikuti oleh kelas-kelas lainnya.
04:40Dan tadinya saya memantau kegiatan siswa begitu antusias mengikuti pembelajaran pada hari ini.
04:47Dan tentu sekolah-sekolah darurat ini sudah memasuki pekan ketiga beroperasi.
04:52Dan pada pekan pertama dan juga pekan kedua dilakukan semacam pemulihan mental siswa-siswa yang dilakukan oleh guru.
05:03Dan pada pekan ketiga atau per hari ini pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas mulai dilakukan.
05:09Dan tadinya saya sempat mewawancari seorang guru yang bertugas di sekolah darurat ini.
05:15Yang menyampaikan bahwasannya untuk siswa-siswa yang ada di sini memang berasal dari sejumlah kampung yang berada di sekitar kampung Durian.
05:24Dan memang berasal dari sekolah yang sama yaitu salah satu sekolah madrasah ibtidaiyah yang ada di Aceh Tamiang.
05:31Ada pun penjelasan mengenai salah seorang guru tersebut akan disampaikan dalam wawancara berikut.
05:36Untuk saat ini kita lihat bersama anak-anak sudah belajar seperti biasa.
05:45Karena minggu pertama dan minggu kedua kita sudah menerapkan trauma healing kepada mereka untuk saling berbagi cerita selama pengalaman mereka di pengungsian dan pengalaman mereka saat banjir.
05:56Saat ini juga Alhamdulillah Bapak Ibu Guru sudah memulai pembelajaran di hari pertama ini yaitu mulai pembelajaran mengikuti kurikulum walaupun tentunya di awal-awal kita melaksanakan icebreaking untuk memotivasi terlebih dahulu.
06:13Yang pertama, kebutuhan pertama itu papan tulis Pak.
06:16Papan tulis memang sama sekali kita tidak ada papan tulis.
06:19Kemudian untuk seragam anak-anak juga kita tidak ada.
06:23Karena mengingat juga seragam mereka sudah hanya terbawa oleh banjir bandang yang lalu.
06:29Kemudian seperti meja mungkin masih kurang walaupun sudah ada tapi masih lah kami membutuhkan itu.
06:36Ya saudara, selain beberapa kebutuhan seperti papan tulis dan juga seragam siswa, tadi saya juga sempat berbincang mengenai kendala yang dihadapi oleh guru yang mengajar di sekolah darurat ini.
06:53Dan memang mereka mengatakan dengan sepenuh hati setiap harinya mengajar di sekolah darurat ini.
06:57Namun beberapa kendala memang dirasakan oleh guru-guru yang bertugas.
07:01Salah satunya adalah transportasi menuju ke sekolah darurat ini.
07:05Mengingat guru-guru yang mengajar tinggal di sejumlah desa ataupun kampung yang ada di sekitar kampung Durian ini, Bella.
07:15Soal bagaimana anak-anak dan juga para guru mengajar dan juga sekolah di sana.
07:19Lalu bagaimana juga dengan nasib warga yang belum mendapat hunian sementara, Emir?
07:28Ya, Bella dan juga saudara untuk di kampung Durian ini memang nantinya di tempat saya mengabarkan ini akan dibangun
07:35hunian sementara yang pada saat ini sedang dalam proses yang saya sebutkan di awal adalah saat ini sedang dilakukan sejumlah pengerjaan
07:43seperti untuk meratakan tanah dan juga perakitan struktur-struktur untuk hunian sementara.
07:49Dan memang target untuk selesainya hunian ini ditargetkan sebelum bulan Ramadan nanti.
07:57Dan pada saat berbincang dengan warga memang di lokasi pengungsian ini ada sekitar 100 kepala keluarga yang mengungsi.
08:03Dan mereka sudah bertahan semenjak pasnya banjir terhitung mungkin sudah satu bulan lebih mereka bertahan di lokasi ini, Bella.
08:11Satu bulan maksud saya, satu bulan lebih.
08:13Masih ada 100 keluarga kakai seperti itu ya yang belum mendapatkan huntara.
08:17Kita berharap keluarga ini bisa segera menempati huntara sebelum Ramadan dimulai dan juga kebutuhan anak-anak sekolah tadi segera bisa dipenuhi.
08:26Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Emir Syah Purba dan juga Roganda Malau langsung dari Aceh Tamiang Aceh.
08:33Saat bertugas dan harap berhati-hati jaga kesehatan Anda.
Komentar