Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pencarian korban ATR 42-500 terus dilakukan hingga Selasa (20/1/2026). Lalu, apa saja kendala yang dihadapi dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dan berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Simak dialognya bersama Kepala Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Medan, dr. Nasib Mangoloit Situmorang, melalui sambungan Zoom.

#atr42500 #pesawat #kecelakaan #timsar

Baca Juga [FULL] BREAKING NEWS! Proses Operasi SAR-Identifikasi Korban ATR 42-500, Sudah Sampai Mana? di https://www.kompas.tv/nasional/645238/full-breaking-news-proses-operasi-sar-identifikasi-korban-atr-42-500-sudah-sampai-mana



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645241/full-terkini-dokter-forensik-ungkap-proses-identifikasi-korban-atr-42-500-apa-kendala-tim
Transkrip
00:00Apa saja kendala yang akan ditemui dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR-42500?
00:06Berapa lama proses identifikasinya juga kita akan bahas bersama Kepala Departemen Forensik dan Mediko-Legal Fakultas Dokteran Universitas Metodis Medan,
00:15Dr. Nasib Mangoloi Situmorang lewat sambungan Zoom.
00:19Selamat siang dokter dengan Bella di studio.
00:24Selamat siang Bella.
00:25Dokter, biasanya apa saja data-data yang dibutuhkan untuk proses identifikasi korban?
00:34Nah, untuk proses identifikasi itu ada beberapa data yang dibutuhkan yaitu data antemortem.
00:43Data antemortem itu artinya adalah data yang dimiliki oleh setiap orang semasa dia hidup.
00:51Yang terakhir, contoh data itu apa?
00:55Data yang terakhir pakaiannya, pakaian terakhir dia berangkat pakai apa?
01:00Sepatunya yang terakhir sepatu apa?
01:02Pakai kalung atau pakai cincin atau pakai kacamata atau pakai, pokoknya ada perhiasan.
01:09Lalu KTP-nya itu data-data antemortem.
01:12Maka yang diperlukan data antemortem ini adalah kepada orang yang terakhir melihatnya berangkat.
01:19Itu, itu sebenarnya yang sangat dibutuhkan.
01:22Sebelum dia naik ke dalam pesawat atau bus atau jalan itu, sebelum kejadian, dia memakai baju apa yang terakhir.
01:30Data-data inilah yang dibutuhkan.
01:32Dan kalau ada foto, lalu kalau ada foto bagaimana foto giginya ada, itu data-data.
01:39Selama dia hidup itu, itu kita butuhkan.
01:44Lalu yang kedua adalah data post-mortem.
01:47Data post-mortem adalah data atau keterangan-keterangan atau halat-halat yang dijumpai pada jenajah pada saat ditemukan.
01:57Pakaiannya warna apa, dia pakai kacamata atau tidak, pakai kalung, pakai cincin atau tidak, pakai tali pinggangnya warna apa, pakai sepatunya bagaimana, warna apa, merek apa.
02:10Nah, itu juga akan didata nanti pada saat data post-mortem.
02:17Nah, setelah itu baru data yang terakhir antemortem dan data post-mortem ini direkonsiliasikan, nanti dicocokkan.
02:28Nah, kalau sudah cocok, nah menurut tim DPI itu sudah cocok, maka direkonsiliasi di sini, diskusikan dengan keluarga.
02:36Lalu diberitahukan kepada keluarga, inilah namanya, ini apakah mereka terima, baru terima, baru di-list.
02:42Itulah dia dalam pemeriksaannya.
02:44Dokter, kalau tadi dikatakan kan ada mungkin baju dan juga mungkin tanda lahir juga atau menggunakan kacamata atau tidak, itu mungkin jelas.
02:52Biasanya, kendala yang ditemukan oleh tim DPI dalam proses identifikasi ini apa, dok?
02:59Nah, kendala yang ditemukan dalam proses identifikasi itu adalah yang pertama kalau data antemortemnya tidak ada.
03:07Itu.
03:08Lalu yang kedua adalah kalau jenajah itu tidak utuh.
03:12Atau ada berapa body part atau bagian-bagian tubuh seperti organ-organ yang berserahkan di situ, nah itu yang kendalanya kita tidak bisa mengidentifikasinya.
03:23Nah, kalau data-data di antemortem bisa mendukung.
03:27Nah, kalau memang ada body part atau bagian tubuh seperti organ, itu kan harus dikembalikan ke tubuh jenajah itu kembali.
03:34Nah, ini yang kendala yang sering kalau kecelakaan seperti ini sering sekali ini menjadi kendala untuk menentukan kalau memang satu yang memang tubuhnya tidak utuh, boleh bisa jadi kita menganggap bahwa itu adalah milik seseorang itu.
03:51Tapi kalau ada dua saja yang tidak utuh, maka body part atau bagian tubuh itu, itu harus kita masukkan ke milik si apa?
04:00Si A atau si B? Nah, itu yang harus kendala yang sulit kita untuk melakukannya.
04:05Nah, kalau untuk mendapatkan supaya ini bisa, maka akan harus diperlukan pemeriksaan DNA.
04:12Nah, pemeriksaan DNA itu diambil DNA daripada keluarga dan diambil DNA daripada body part ini dan akan dicocokkan.
04:22Nah, pengambilan DNA inilah yang sulit untuk pemeriksaannya yang agak lama.
04:26Dokter, jika memang mohon maaf ada body part seperti itu ya, apakah memang DNA yang dikumpulkan bisa benar-benar fix 100% atau valid tidak mengalami kerusakan jika memang dilakukan proses identifikasi?
04:43Kalau DNA itu kan dia diambil dari jaringannya itu bisa dicocokkan dengan DNA.
04:50Nah, dia bisa identifikasi yang sangat-sangat akurat itu adalah DNA.
04:57Nah, kalau DNA dari pembandingnya dengan DNA yang diambil dari organ, ya organ atau body part ini sudah sangat dekat dan sangat cocok, maka itu sudah bisa dikatakan dia teridentifikasi.
05:10Lalu, untuk proses identifikasi sendiri dokter, berapa lama waktu yang dibutuhkan?
05:19Nah, ketika jenajah itu ditemukan di antar ke rumah sakit ataupun di tempat di mana pemeriksaannya dilakukan, itu secepatnya.
05:29Karena jenajah itu bukan makin bagus, dia akan makin busuk dan makin tidak utuh dan makin akan menjadi sulit untuk dilakukan identifikasinya lagi.
05:39Nah, kalau jenajah itu di situ dia ditemukan, dibuat ke tempat pemeriksaan, kita periksa semuanya data post-mortemnya.
05:48Lalu setelah data post-mortem ini kita kumpulkan, nah walaupun data anti-mortem belum dapat, tapi data post-mortem sudah kita bisa kumpulkan, maka ini nanti yang menjadi segera.
05:59Nah, ini harus segera. Nah, biasanya itu kalau dilakukan pemeriksaan, ya paling hanya 5 atau 6 jam sudah dapat data post-mortemnya.
06:10Nah, data anti-mortemnya bisa dicocokkan mungkin bisa sampai 5 jam juga.
06:16Nah, akhirnya satu hari bisa dilakukan identifikasi itu kalau memang keadaan jenajahnya masih utuh.
06:22Tapi kalau body part, nah body part itu kan harus menunggu hasil DNA.
06:27Nah, menunggu hasil DNA ini yang tidak lama, tapi kalau sudah cocok nanti hasil DNA-nya baru kita rekonsiliasi.
06:33Dokter, ini kan kita tahu di sana proses evakuasi sedang berlangsung, cuacanya juga tidak baik, seperti itu ya, di sana medannya juga tidak baik.
06:45Berapa lama waktu yang bisa dipergunakan untuk benar-benar memastikan proses identifikasi dari para korban?
06:54Mohon maaf sekali lagi, karena memang kita tahu di sana situasi dan kondisinya memang sedang tidak baik gitu.
06:59Seperti berapa lama atau mungkin ada berapa hari seperti itu dok?
07:03Nah, kalau dia kan tergantung kepada cuaca yang sebenarnya, proses pembusukannya.
07:08Nah, yang paling utama di dalam evakuasi itu, ketika ditemukan jenajah itu, contoh ditemukan di satu tempat,
07:18maka benda di samping jenajah itu juga harus diikutsertakan.
07:21Contoh, kalau seseorang memakai kalung, ketika jatuh kalungnya terlepas, maka harus dicari apakah memang di sekitar situ ada kalungnya atau cincinnya,
07:29atau bagian badannya bajunya itu yang ada di situ.
07:34Nah, itu harus dimasukkan ke dalam kantong jenajahnya, supaya itu membantu dalam proses nanti identifikasi.
07:42Nah, berapa lama dia bisa nanti dievakuasi?
07:46Nah, selagi masih ada utuh jenajah itu, nah, kalau sudah dimasukkan ke dalam kantong jenajah, diusahakan.
07:53Diusahakan jangan sampai dia ada, apa namanya, ada binatang-binatang yang bisa menghabiskan protein,
08:06yang bisa menghabiskan daging-daging dari jenajah itu sendiri.
08:10Nah, kalau jenajah itu, pembusukannya kan sudah terjadi, sudah mulai busuk, dia adalah di atas 24 jam.
08:1724 jam sudah mulai pembusukan berlanjut.
08:20Sampai nanti dia, pembusukan itu berlanjut sampai umur nanti 7 hari, 8 hari atau 14 hari.
08:27Nah, kalau tinggal tulang pun, masih bisa kita lakukan identifikasi? Bisa.
08:32Nah, cuma, kalau memang lagi utuh ditemukan, maka utuh lah, ya itulah yang membantu proses identifikasi lebih cepat.
08:41Nah, kalau nanti tinggal tulang berulang, ya mungkin lebih lama lagi. Nah, itulah prosesnya.
08:47Baik dokter, kita berharap memang semua korban bisa segera ditemukan dan dievakuasi,
08:53dan semua prosesnya bisa dilaksanakan dengan lancar.
08:56Terima kasih atas perbincangannya siang hari ini, Dr. Nasib Mangoloi Situmorang,
09:01Kepala Departemen Forensik dan Mediokolegal Fakultas Kedokteran Universitas Metodis Medan.
09:06Selamat beraktifitas kembali dok, terima kasih.
09:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan