Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Potensi dana umat di Indonesia dinilai sangat besar dan belum tergarap maksimal.

Menteri Agama, Prof. KH. Nasaruddin Umar, menyebut jika dikelola secara optimal, nilainya bisa mencapai lebih dari seribu triliun rupiah per tahun.

Dalam penjelasannya, Menag menegaskan bahwa zakat bukan satu-satunya instrumen dalam sistem filantropi umat.

Menurutnya, terdapat banyak sumber lain seperti wakaf, hibah, sedekah, hingga kurban yang memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional.

Menag mencontohkan, jika seluruh potensi filantropi umattermasuk kurban dan wakafdikumpulkan, nilainya bisa sangat besar.

"Kalau kita kumpulkan semuanya, itu kurang lebih Kalkulasi saya kotor ya. Itu 1.200 triliun per tahun," katanya.



#menag #zakat #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/659022/menag-ungkap-potensi-besar-zakat-dan-wakaf-bisa-jadi-kekuatan-bangsa-satu-meja
Transkrip
00:00Saya ingin bergeser sedikit, masih terkait dengan ajaran agama
00:04tetapi ada satu contoh solidaritas sosial yang bersumber dari perintah agama namanya zakat
00:11dan sampai ke contoh umat islam.
00:13Dalam satu kesempatan Presiden Prabowo bahkan sangat emosional
00:18mengucapkan terima kasih atas peran zakat, basnas.
00:22Kita simak dulu sambutan Presiden Prabowo dalam kesempatan bersama basnas.
00:31Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat islam di Indonesia.
00:46Bantuan Anda sangat dirasakan.
00:57Saya terima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia
01:02atas bantuan saudara basnas yang organisir.
01:07Luar biasa, terima kasih.
01:12Sebuah ungkapan yang sangat emosional sekaligus memberikan pesan bahwa betapa pentingnya hubungan
01:20antara nilai agama dengan nilai kebangsaan.
01:23Ini kan basnas ini kan diatur oleh negara tapi juga bermanfaat untuk umat.
01:28Kalau lihat potensinya tahun 2025 akan bisa 50 triliun rupiah potensi dari pengumpulan zakat itu.
01:39Sebenarnya apa sih yang harus bisa lebih didorong bahwa pemanfaatan ini lebih tersosialisasi,
01:47publik bisa lebih tahu, tidak hanya urusan satu umat saja,
01:51tetapi mungkin kebermanfaatannya bisa dilakukan untuk lintas agam misalnya.
01:58Saya suka menggunakan istilah pundi-pundi umat.
02:04Kalau dalam Islam itu mencontoh Rasulullah pada masanya,
02:09direktur eksekutifnya pada waktu itu adalah Abi Huraira.
02:13Dia mengetuai Baitul Mal.
02:15Baitul Mal itu ada beberapa laci-lacinya di situ.
02:18Ada zakat, ada infak, ada sadaqah, ada jariah, ada hibah, ada wasiat,
02:25ada lukatah, ada fai, ada ganimah, ada hibah, ada wasiat, ada mudarabah, ada musyarakah, ada wadiah, ada hiwalah.
02:35Belum lagi ada yang disebut dengan pajak waktu itu juga ada jisyah namanya.
02:42Dan 27, pundi-pundi umat yang dikoleksi oleh Abi Huraira pada waktu itu.
02:48Itu ada misalnya, satu contoh ya, ini hadis ada dasarnya ya.
02:54Rasulullah kasian tuh, ada rumah ibadah, sebutlah gereja pada waktu itu ya.
03:02Terbengkalai, kok gak pernah diselesaikan.
03:05Kasian tuh umatnya mau beribadah tapi gak ada rumah ibadah.
03:08Kenapa gak diselesaikan? Gak ada dananya ya Rasulullah.
03:11Bantu tuh, ambilkan, bantu penyelesaian rumah ibadah itu.
03:16Jangan ambilkan dari zakat dan wakaf, tapi ambilkan dari pundi-pundi hibah.
03:21Jadi ada hibah, hibah itu bisa untuk siapa-apa dan apa saja.
03:25Termasuk pada muslim.
03:27Tapi kalau zakat itu sangat-sangat terbatas.
03:32Ada asnafnya ya kan, tidak boleh selain itu.
03:35Asnaf itu kan misalnya pakir miskin, ya termasuk disitu juga orang yang berhutang.
03:43Kemudian juga mu'alaf dan seterusnya.
03:45Saya jadi, mungkin ini kesempatan juga untuk menjelaskan.
03:48Saya jadi ingat betul ketika sempat ada pro kontra soal pernyataan Prof. Nasar.
03:53Saya jadi paham yang dimaksud oleh Prof. Nasar adalah
03:55ingin mengoptimalkan instrumen filantropi selain zakat kan.
03:59Ada hibah, ada wakaf.
04:01Tapi itulah tantangannya era sekarang itu Prof.
04:04Salah satunya adalah tantangan komunikasi dan tantangan teknologi.
04:07Prof. ingin menyampaikan, tadi sudah disampaikan juga,
04:10ingin sekaligus menjelaskan meskipun sudah selesai menurut saya,
04:14tetapi tidak ada salahnya menjelaskan konteksnya optimalisasi
04:18instrumen filantropi selain zakat.
04:19Jadi maksud saya pada waktu itu ya, di forum terbatas itu ya,
04:26pengalaman pada masa Nabi ya, itu zakat itu bukan segala-galanya.
04:30Bukan satu-satunya ya.
04:31Bukan satu-satunya, tapi ada lembaga-lembaga keuangan ya.
04:34Di luar negeri juga misalnya ada wakaf ya seperti
04:37Menteri Wakaf di Kuwait, Menteri Wakaf di Jordan, Menteri Wakaf di Emirat Arab, dan Qatar.
04:45Di tim bertengah itu lebih dominan wakaf ya.
04:48Karena wakaf itu bisa lebih banyak daripada zakat.
04:52Dan peruntukannya pun juga bisa lebih luas.
04:54Kalau zakat itu nggak bisa.
04:57Zakat dibakai membangun segala macam.
04:59Selain yang ditekskan dalam Al-Quran itu,
05:02yang delapan nasnaf itu, itu nggak boleh.
05:05Nah jadi kalau mau membangun umat di masa depan itu,
05:09ya jangan hanya zakat dikedepankan.
05:11Kita kan sedikit-sedikit zakat.
05:14Zakat itu adalah pemberian kecil, terkecil umat Islam.
05:17Cuma 2,5 persen.
05:21Bandingkan dengan kekayaan kita, bunga tabungan kita atau deposito lah.
05:26Itu bisa sampai 6 persen ya kan.
05:30Nah sedangkan zakat itu cuma 25 persen.
05:33Nah jadi kita ingin memberiakan semua potensi umat ini.
05:38Misalnya kurban ya.
05:40Orang yang berkurban itu, itu bisa sampai 30 triliun.
05:44Orang yang akikah.
05:46Akikah itu kan berapa anak laki-laki kan 2 ekor kambing itu kan.
05:49Saya sudah koordinasi dengan Kepala Birokursa Statistik.
05:53Berapa anak laki-laki lahir setiap tahun.
05:55Berapa anak laki-laki lahir.
05:57Sudah dihitung.
05:57Satu kambing itu sama dengan 3 juta, sama dengan sekian.
06:00Itu sekitar 30 triliun juga.
06:02Nah belum lagi, apa yang kita sebut dengan zakat.
06:05Zakat itu kalau kita profesionalkan,
06:08ya undang-undangnya regulasinya diperbaiki.
06:10Potensi zakat itu, jumlah umat Islam yang berkat TPI
06:14sudah menyimpan uangnya di bank.
06:16Apakah dalam bentuk tabungan atau deposito.
06:20Seharusnya zakat itu per tahun itu 320 triliun.
06:24Nah kita baru mengumpulkan 41 triliun kemarin.
06:28Nah wakaf seharusnya lebih besar.
06:30Coba kita bandingkan negara lainnya.
06:33Baru pulang dari Jordan dengan Bapak Presiden.
06:36Pengumpulan zakatnya hanya 20 miliar dirham.
06:43Tapi wakafnya 600 dirham.
06:47Kuwait itu jauh lebih besar wakafnya daripada zakatnya.
06:50Kemudian Emirat Arab, Qatar, jauh lebih besar wakafnya daripada zakatnya.
06:55Nah kalau kita hanya mengandalkan...
06:56Dan itu pesan yang mau disampaikan oleh...
06:58Itu mesej yang kita akan pesan.
06:59Tapi itulah...
07:00Kalau kita kumpulkan semuanya, itu kurang lebih kalkulasi saya kotor ya.
07:05Itu 1200 triliun per tahun.
07:09Jadi untuk biaya umat itu mungkin tidak perlu menggunakan pajak.
07:13Biar pajak itu dipakai untuk membangun infrastruktur.
07:16Belum lagi katolik.
07:17Katolik itu juga ceritinya besar tuh.
07:20Kristen.
07:21Kemudian juga Hindu, Buddha, Kongoju.
07:24Itu kalau semuanya kita organize.
07:27Saya sudah minta kepada dirijen kami yang dirijen-dirijen tersebut itu.
07:30Coba kita datangkan dulu berapa itu.
07:34Nah ternyata jumlahnya tidak sedikit.
07:36Nah mungkin akan datang, kita akan profesionalkan.
07:39Nah kalau itu kita himpun.
07:41Itu dahsyat itu ya.
07:43Sangat dahsyat.
07:44Dan itu bisa sangat membantu orang-orang miskin.
07:47Kalau itu terkumpul dengan bagus.
07:49Seharusnya tidak ada orang miskin-miskin mutlak di Indonesia ya kan.
07:52Dan itu pesan utama yang disampaikan oleh Prof. Nasar.
Komentar

Dianjurkan