00:00Saya ingin bergeser sedikit, masih terkait dengan ajaran agama
00:04tetapi ada satu contoh solidaritas sosial yang bersumber dari perintah agama namanya zakat
00:11dan sampai ke contoh umat islam.
00:13Dalam satu kesempatan Presiden Prabowo bahkan sangat emosional
00:18mengucapkan terima kasih atas peran zakat, basnas.
00:22Kita simak dulu sambutan Presiden Prabowo dalam kesempatan bersama basnas.
00:31Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat islam di Indonesia.
00:46Bantuan Anda sangat dirasakan.
00:57Saya terima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia
01:02atas bantuan saudara basnas yang organisir.
01:07Luar biasa, terima kasih.
01:12Sebuah ungkapan yang sangat emosional sekaligus memberikan pesan bahwa betapa pentingnya hubungan
01:20antara nilai agama dengan nilai kebangsaan.
01:23Ini kan basnas ini kan diatur oleh negara tapi juga bermanfaat untuk umat.
01:28Kalau lihat potensinya tahun 2025 akan bisa 50 triliun rupiah potensi dari pengumpulan zakat itu.
01:39Sebenarnya apa sih yang harus bisa lebih didorong bahwa pemanfaatan ini lebih tersosialisasi,
01:47publik bisa lebih tahu, tidak hanya urusan satu umat saja,
01:51tetapi mungkin kebermanfaatannya bisa dilakukan untuk lintas agam misalnya.
01:58Saya suka menggunakan istilah pundi-pundi umat.
02:04Kalau dalam Islam itu mencontoh Rasulullah pada masanya,
02:09direktur eksekutifnya pada waktu itu adalah Abi Huraira.
02:13Dia mengetuai Baitul Mal.
02:15Baitul Mal itu ada beberapa laci-lacinya di situ.
02:18Ada zakat, ada infak, ada sadaqah, ada jariah, ada hibah, ada wasiat,
02:25ada lukatah, ada fai, ada ganimah, ada hibah, ada wasiat, ada mudarabah, ada musyarakah, ada wadiah, ada hiwalah.
02:35Belum lagi ada yang disebut dengan pajak waktu itu juga ada jisyah namanya.
02:42Dan 27, pundi-pundi umat yang dikoleksi oleh Abi Huraira pada waktu itu.
02:48Itu ada misalnya, satu contoh ya, ini hadis ada dasarnya ya.
02:54Rasulullah kasian tuh, ada rumah ibadah, sebutlah gereja pada waktu itu ya.
03:02Terbengkalai, kok gak pernah diselesaikan.
03:05Kasian tuh umatnya mau beribadah tapi gak ada rumah ibadah.
03:08Kenapa gak diselesaikan? Gak ada dananya ya Rasulullah.
03:11Bantu tuh, ambilkan, bantu penyelesaian rumah ibadah itu.
03:16Jangan ambilkan dari zakat dan wakaf, tapi ambilkan dari pundi-pundi hibah.
03:21Jadi ada hibah, hibah itu bisa untuk siapa-apa dan apa saja.
03:25Termasuk pada muslim.
03:27Tapi kalau zakat itu sangat-sangat terbatas.
03:32Ada asnafnya ya kan, tidak boleh selain itu.
03:35Asnaf itu kan misalnya pakir miskin, ya termasuk disitu juga orang yang berhutang.
03:43Kemudian juga mu'alaf dan seterusnya.
03:45Saya jadi, mungkin ini kesempatan juga untuk menjelaskan.
03:48Saya jadi ingat betul ketika sempat ada pro kontra soal pernyataan Prof. Nasar.
03:53Saya jadi paham yang dimaksud oleh Prof. Nasar adalah
03:55ingin mengoptimalkan instrumen filantropi selain zakat kan.
03:59Ada hibah, ada wakaf.
04:01Tapi itulah tantangannya era sekarang itu Prof.
04:04Salah satunya adalah tantangan komunikasi dan tantangan teknologi.
04:07Prof. ingin menyampaikan, tadi sudah disampaikan juga,
04:10ingin sekaligus menjelaskan meskipun sudah selesai menurut saya,
04:14tetapi tidak ada salahnya menjelaskan konteksnya optimalisasi
04:18instrumen filantropi selain zakat.
04:19Jadi maksud saya pada waktu itu ya, di forum terbatas itu ya,
04:26pengalaman pada masa Nabi ya, itu zakat itu bukan segala-galanya.
04:30Bukan satu-satunya ya.
04:31Bukan satu-satunya, tapi ada lembaga-lembaga keuangan ya.
04:34Di luar negeri juga misalnya ada wakaf ya seperti
04:37Menteri Wakaf di Kuwait, Menteri Wakaf di Jordan, Menteri Wakaf di Emirat Arab, dan Qatar.
04:45Di tim bertengah itu lebih dominan wakaf ya.
04:48Karena wakaf itu bisa lebih banyak daripada zakat.
04:52Dan peruntukannya pun juga bisa lebih luas.
04:54Kalau zakat itu nggak bisa.
04:57Zakat dibakai membangun segala macam.
04:59Selain yang ditekskan dalam Al-Quran itu,
05:02yang delapan nasnaf itu, itu nggak boleh.
05:05Nah jadi kalau mau membangun umat di masa depan itu,
05:09ya jangan hanya zakat dikedepankan.
05:11Kita kan sedikit-sedikit zakat.
05:14Zakat itu adalah pemberian kecil, terkecil umat Islam.
05:17Cuma 2,5 persen.
05:21Bandingkan dengan kekayaan kita, bunga tabungan kita atau deposito lah.
05:26Itu bisa sampai 6 persen ya kan.
05:30Nah sedangkan zakat itu cuma 25 persen.
05:33Nah jadi kita ingin memberiakan semua potensi umat ini.
05:38Misalnya kurban ya.
05:40Orang yang berkurban itu, itu bisa sampai 30 triliun.
05:44Orang yang akikah.
05:46Akikah itu kan berapa anak laki-laki kan 2 ekor kambing itu kan.
05:49Saya sudah koordinasi dengan Kepala Birokursa Statistik.
05:53Berapa anak laki-laki lahir setiap tahun.
05:55Berapa anak laki-laki lahir.
05:57Sudah dihitung.
05:57Satu kambing itu sama dengan 3 juta, sama dengan sekian.
06:00Itu sekitar 30 triliun juga.
06:02Nah belum lagi, apa yang kita sebut dengan zakat.
06:05Zakat itu kalau kita profesionalkan,
06:08ya undang-undangnya regulasinya diperbaiki.
06:10Potensi zakat itu, jumlah umat Islam yang berkat TPI
06:14sudah menyimpan uangnya di bank.
06:16Apakah dalam bentuk tabungan atau deposito.
06:20Seharusnya zakat itu per tahun itu 320 triliun.
06:24Nah kita baru mengumpulkan 41 triliun kemarin.
06:28Nah wakaf seharusnya lebih besar.
06:30Coba kita bandingkan negara lainnya.
06:33Baru pulang dari Jordan dengan Bapak Presiden.
06:36Pengumpulan zakatnya hanya 20 miliar dirham.
06:43Tapi wakafnya 600 dirham.
06:47Kuwait itu jauh lebih besar wakafnya daripada zakatnya.
06:50Kemudian Emirat Arab, Qatar, jauh lebih besar wakafnya daripada zakatnya.
06:55Nah kalau kita hanya mengandalkan...
06:56Dan itu pesan yang mau disampaikan oleh...
06:58Itu mesej yang kita akan pesan.
06:59Tapi itulah...
07:00Kalau kita kumpulkan semuanya, itu kurang lebih kalkulasi saya kotor ya.
07:05Itu 1200 triliun per tahun.
07:09Jadi untuk biaya umat itu mungkin tidak perlu menggunakan pajak.
07:13Biar pajak itu dipakai untuk membangun infrastruktur.
07:16Belum lagi katolik.
07:17Katolik itu juga ceritinya besar tuh.
07:20Kristen.
07:21Kemudian juga Hindu, Buddha, Kongoju.
07:24Itu kalau semuanya kita organize.
07:27Saya sudah minta kepada dirijen kami yang dirijen-dirijen tersebut itu.
07:30Coba kita datangkan dulu berapa itu.
07:34Nah ternyata jumlahnya tidak sedikit.
07:36Nah mungkin akan datang, kita akan profesionalkan.
07:39Nah kalau itu kita himpun.
07:41Itu dahsyat itu ya.
07:43Sangat dahsyat.
07:44Dan itu bisa sangat membantu orang-orang miskin.
07:47Kalau itu terkumpul dengan bagus.
07:49Seharusnya tidak ada orang miskin-miskin mutlak di Indonesia ya kan.
07:52Dan itu pesan utama yang disampaikan oleh Prof. Nasar.
Komentar