00:00Prof, tadi kita sudah membahas betapa banyak sekali makna yang terkandung dari perayaan, kebersamaan, sejarah Indonesia, kebaikan masyarakat Indonesia dalam
00:10berinteraksi.
00:12Tetapi juga kadang-kadang ada pertanyaan dan seringkali itu dilontarkan.
00:16Indonesia ini nilai keagamanya baik, negara dan ulama cukup baik hubungannya dengan pemuka agama cukup baik,
00:24tidak kurang-kurang pesantren, tidak kurang-kurang gereja.
00:27Tetapi ketika muncul kasus-kasus yang tercelah dan itu pasti dilarang oleh agama, kasus korupsi misalnya,
00:35kita masih belum juga selesai dengan itu meskipun ada upaya, Profesor punya pandangan apa soal ini?
00:42Iya, kalau bahasa agamanya ya, dimana ada kebaikan disitu pasti ada iblis.
00:49Dimana ada kebaikan?
00:50Iya, kalau tidak ada kebaikan tidak perlu iblis hadir.
00:55Wah, sudah menjadi CS-nya iblis ya kan?
00:59Nah jadi kita harus waspada, justru di tengah kebaikan itu selalu ada pihak-pihak atau kelompok-kelompok
01:06atau hal-hal yang bisa mengkontraskan dengan gagasan-gagasan yang baik itu ya kan?
01:13Nah disinilah kita ditantang untuk menjadi manusia yang matang.
01:16Kematangan seseorang itu bisa diukur ketika ia mampu mengendalikan diri atau bisa melakukan understanding yang sangat dalam terhadap orang lain
01:28ya dengan baik sangka ya.
01:31Nah bukan sebaliknya, jadi inilah yang kita perlukan.
01:34Misalnya kasus korupsi ya, kita semuanya concern.
01:38Saya juga di, bahkan kami mendapatkan penghargaan dari KPK pada hari ulang tahun korupsi yang lalu di Bali ya.
01:48Karena kami merumuskan pandangan korupsi terhadap enam agama ini.
01:54Pandangan korupsi dalam Islam, dalam Katolik, dalam Kristen, Hindu, Buddha, dan Kongucu.
02:01Satu paket.
02:02Dan kami sendiri ya, saya sendiri juga menulis buku Teologi Korupsi yang diapresiasi oleh Ketua KPK.
02:11Dan kami juga sendiri mencoba untuk menerapkan semua itu di lingkungan Kementerian Agama ya.
02:17Di bawah kepimpinan saya sekarang ini ya.
02:19Alhamdulillah kita juga mendapatkan banyak atau beberapa penghargaan lah.
02:23Selamat bro.
02:23Nah kita, baru-baru ini kita juga melakukan, mungkin Kementerian yang paling banyak mengundang
02:30atau bekerjasama dengan KPK adalah Kementerian Agama.
02:33Saya sadar itu karena instansi yang paling besar di Republik ini adalah Kementerian Agama kan.
02:39Vertikal kan, mulai dari Kementerian Agama sampai ke Kauah di tingkat kecamatan.
02:46Karyawan kami 350 ribu.
02:50Saya tadi pagi juga, itu minggu kemarin juga, mengundang kejaksaan, mengundang wakil kepala KPK ya, untuk berikan masukan.
03:06Jadi setiap ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya inspektorat ya, itu kita selalu mengundang para pihak itu untuk memberikan masukan.
03:16Demi untuk membersihkan Kementerian Agama ini ya.
03:20Karena bagi kami, saya ingat terus apa yang disampaikan oleh Prof. Hamka Buya, Hamka dulu.
03:26Hati-hati Kementerian Agama.
03:28Kementerian Agama itu backgroundnya itu seperti kain putih ya.
03:30Noda hitam itu akan pasti akan sangat norak.
03:34Tapi kalau instansi lain mungkin backgroundnya biru, coklat, hijau.
03:39Jadi tintanya, nodanya enggak terlalu norak.
03:42Nah saya ingatkan kepada teman-teman semua Kementerian Agama, ingat pesannya Buya Hamka, memasangkan hati-hati.
03:50Masyarakat itu ekspektasinya itu pinginnya, aparat Kementerian Agama itu kayak malaikat itu.
03:56Persoalannya kan kita bukan malaikat, maka itu perlu ada nasihat dari berbagai pihak untuk,
04:01menciptakan proses penyedaran.
04:04Bagaimana supaya kita jangan sampai menjadi pelaku korupsi di Kementerian Agama ya.
04:08Karena siapa lagi yang akan jadi contoh kalau Kementerian Agama tidak mampu menjadi contoh.
04:13Biarkan lain yang lalu masa lalu, tapi akan datang kita harus memberisikan lembaran putih,
04:17menciptakan suatu keadaan yang sangat indah.
04:20Itu ekspektasi kita, harapan kita.
04:23Mudah-mudahan Tuhan mengabulkan ya kan.
04:24Dan artinya mungkin ada formulasi khusus, bagaimana kan gini, Indonesia ini kan beruntung
04:32karena titik temu antara nilai kebangsaan dan teologis itu tadi ada di ideologi Pancasila pertama
04:38soal ketuhanan yang Maha Esa.
04:39Artinya segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan itu kan seharusnya bisa diturunkan gitu.
04:46Ada gak upaya khusus yang misalnya secara khusus misalnya terkait korupsi, mungkin banyak isu lain
04:51tapi saya memberikan contoh yang korupsi gitu, yang berangkat dari pertemuan antara teokrasi atau teologi itu.
04:59Nah itulah indahnya Indonesia karena memiliki Pancasila.
05:03Pancasila itu adalah melting pot yang mampu meramu semua organ yang ada di Indonesia termasuk nilai-nilai yang ada di
05:11dalamnya kan.
05:11Jadi semua agama di Indonesia, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu
05:22menerima Pancasila sebagai bagian yang tegur daripada agamanya itu.
05:28Jadi kita bisa menjadi orang Muslim Indonesia 100%
05:32tapi pada saat yang bersamaan kita juga bisa menjadi menerima Pancasila 100%
05:39karena gak ada satu pun yang bertentangan dengan Islam.
05:43Ternyata juga hal yang sama juga terjadi pada agama-agama lain.
05:47Memberikan pengakuan bahwa Pancasila dengan lima silanya itu adalah patokan dasar juga pada agama yang bersangkutan.
05:53Dengan demikian titik yang pertemukan kita adalah Pancasila ini.
05:59Nah jadi dengan adanya kekuatan Pancasila, sampai kalau kami keluar negeri ya di Timur Tengah,
06:04banyak sekali yang menanyakan apa itu Pancasila.
06:08Jadi saya mencoba menjelaskan.
06:10Kita bukan negara Islam di Indonesia.
06:13Dalam arti konstitusinya ada mereka merek negara Islam.
06:18Tapi nilai-nilai Islam tidak ada yang tercekal untuk bisa diterapkan di Indonesia.
06:23Semuanya bisa diterapkan.
06:26Jadi agama lain juga tidak ada ajaran agama lain yang tidak bisa diterapkan di Indonesia.
06:32Semuanya bisa diterapkan.
06:33Berarti Indonesia ini adalah suatu danau besar yang mampu menampung semua.
06:40Dan tanpa harus menimbulkan riak-riak satu sama lain.
06:43Inilah indahnya Indonesia.
06:44Saya ingin bergeser sedikit.
06:47Masih terkait dengan ajaran agama.
06:49Tetapi ada satu contoh solidaritas sosial yang bersumber dari perintah agama namanya zakat.
06:56Sampai ke contoh umat Islam.
06:58Dalam satu kesempatan Presiden Prabowo bahkan sangat emosional mengucapkan terima kasih atas peran zakat.
07:06Kita simak dulu sambutan Presiden Prabowo dalam kesempatan bersama Basnas.
07:16Anda mewakili bangsa Indonesia.
07:20Anda mewakili umat Islam di Indonesia.
07:31Bantuan Anda sangat dirasakan.
07:42Saya terima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan Saudara Basnas yang organisir.
07:52Luar biasa. Terima kasih.
07:57Sebuah ungkapan yang sangat emosional sekaligus memberikan pesan bahwa betapa pentingnya hubungan antara nilai agama dengan nilai kebangsaan.
08:08Ini kan Basnas ini kan diatur oleh negara tapi juga bermanfaat untuk umat.
08:13Kalau lihat potensinya tahun 2025 kan bisa 50 triliun rupiah potensi dari pengumpulan zakat itu.
08:24Sebenarnya apa sih yang harus bisa lebih didorong bahwa pemanfaatan ini lebih tersosialisasi?
08:32Jadi publik bisa lebih tahu tidak hanya urusan satu umat saja tetapi mungkin kebermanfaatannya bisa dilakukan untuk lintas agam misalnya.
08:42Iya.
08:43Saya suka menggunakan istilah pundi-pundi umat.
08:49Kalau dalam Islam itu mencontoh Rasulullah pada masanya ya.
08:54Direktur eksekutifnya pada waktu itu adalah Abi Huraira.
08:57Dia mengetuai Baitul Mal.
09:00Baitul Mal itu ada beberapa laci-laci nya disitu.
09:04Ada zakat, ada infak, ada sadaqah, ada jariah, ada hibah, ada wasiat, ada lukatah, ada fai, ada ganima, ada hibah,
09:15ada wasiat, ada mudaraba, ada musyarakah, ada wadiah, ada hiwalah.
09:20Belum lagi ada yang disebut dengan pajak waktu itu juga ada jis ya namanya.
09:27Dan 27 pundi-pundi umat yang dikoleksi oleh Abi Huraira pada waktu itu.
09:33Itu ada misalnya satu contoh ya.
09:36Ini hadis ada dasarnya ya.
09:39Rasulullah kasihan tuh ada rumah ibadah sebutlah gereja pada waktu itu ya.
09:47Terbengkalai kok gak pernah diselesaikan.
09:50Kasian tuh umatnya mau beribadah tapi gak ada rumah ibadah.
09:53Kenapa gak diselesaikan?
09:55Gak ada dananya ya Rasulullah.
09:57Bantu tuh.
09:58Ambilkan, bantu penyelesaian rumah ibadah itu.
10:01Jangan ambilkan dari zakat dan wakaf.
10:04Tapi ambilkan dari pundi-pundi hibah.
10:06Jadi ada hibah.
10:08Hibah itu bisa untuk siapa-apa dan apa saja.
10:10Termasuk pada muslim.
10:12Tapi kalau zakat itu sangat-sangat terbatas.
10:17Ada asnafnya ya kan.
10:19Tidak boleh selain itu.
10:21Asnaf itu kan misalnya pakir miskin.
10:23Ya termasuk disitu juga orang yang berhutang.
10:28Kemudian juga mu'alaf dan seterusnya.
10:31Saya jadi mungkin kesempatan juga untuk menjelaskan.
10:34Saya jadi ingat betul ketika sempat ada pro kontra soal pernyataan Prof Nasar.
10:38Saya jadi paham.
10:38Yang dimaksud oleh Prof Nasar adalah ingin mengoptimalkan instrumen filantropi selain zakat.
10:44Ada infab, ada wakaf.
10:46Tapi itulah tantangannya era sekarang itu.
10:49Prof salah satunya adalah tantangan komunikasi dan tantangan teknologi.
10:52Prof ingin menyampaikan, tadi sudah disampaikan juga.
10:55Saya ingin sekaligus menjelaskan meskipun sudah selesai menurut saya.
10:59Tetapi tidak ada salahnya menjelaskan konteksnya optimalisasi instrumen filantropi selain zakat.
11:05Jadi maksud saya pada waktu itu ya di forum terbatas itu ya.
11:11Pengalaman pada masa Nabi ya.
11:13Itu zakat itu bukan segala-galanya.
11:15Bukan satu-satunya.
11:16Bukan satu-satunya.
11:17Tapi ada lembaga-lembaga keuangan di luar negeri juga misalnya ada wakaf ya seperti menteri wakaf di Kuwait, menteri wakaf
11:25di Jordan, menteri wakaf di Emirat Arab, dan Qatar.
11:31Di tim bertengah itu lebih dominan wakaf ya.
11:34Karena wakaf itu bisa lebih banyak daripada zakat.
11:37Dan peruntukannya pun juga bisa lebih luas.
11:39Kalau zakat itu tidak bisa.
11:42Zakat dibakai membangun segala macam.
11:45Selain yang ditekskan dalam Al-Quran itu, dalam Al-Quran itu, itu tidak boleh.
11:50Nah jadi kalau mau membangun umat di masa depan itu, ya jangan hanya zakat dikedepankan.
11:56Kita kan sedikit-sedikit zakat.
11:59Zakat itu adalah pemberian kecil, terkecil umat Islam.
12:02Cuma 2,5 persen.
12:06Bandingkan dengan kekayaan kita, bunga tabungan kita atau deposito lah.
12:11Itu bisa sampai 6 persen ya kan.
12:15Nah sedangkan zakat itu cuma 25 persen.
12:18Nah jadi kita ingin memberiakan semua potensi umat ini.
12:23Misalnya, kurban ya.
12:25Orang yang berkurban itu, itu bisa sampai 30 triliun.
12:29Orang yang akikah.
12:31Akikah itu kan berapa anak laki-laki kan 2 ekor kambing itu kan.
12:34Saya sudah koordinasi dengan Kepala Birofusat Statistik.
12:38Berapa anak laki-laki lahir setiap tahun?
12:40Berapa anak perangkut lahir?
12:42Satu kambing itu sama dengan 3 juta, sama dengan sekian.
12:45Itu sekitar 30 triliun juga.
12:48Nah belum lagi, apa yang kita sebut dengan zakat.
12:51Zakat itu kalau kita profesionalkan,
12:53undang-undangnya regulasinya diperbaiki.
12:56Potensi zakat itu, jumlah umat Islam yang berkat.
12:59Tapi Islam menyimpan uangnya di bank, apakah dalam bentuk tabungan atau deposito.
13:04Seharusnya, zakat itu per tahun itu 320 triliun.
13:10Nah kita baru mengumpulkan 41 triliun kemarin.
13:13Nah, wakaf seharusnya lebih besar.
13:15Coba kita bandingkan negara lainnya.
13:18Baru pulang dari Jordan dengan Bapak Presiden.
13:20Pengumpulan zakatnya hanya 20 miliar dirham.
13:29Tapi wakafnya 600 dirham.
13:32Kuwait itu jauh lebih besar wakafnya daripada zakatnya.
13:35Kemudian Emirat Arab, Qatar.
13:38Jauh lebih besar wakafnya daripada zakatnya.
13:40Nah, kalau kita hanya mengandalkan.
13:42Dan itu pesan yang mau disampaikan oleh.
13:43Itu mesej yang kita akan pesan.
13:44Tapi itulah.
13:45Kalau kita kumpulkan semuanya, itu kurang lebih, kalkulasi saya kotor ya.
13:50Itu 1200 triliun per tahun.
13:53Baik.
13:53Bisa.
13:54Jadi, untuk biaya umat itu mungkin tidak perlu menggunakan pajak.
13:58Biar pajak itu dipakai untuk membangun infrastruktur.
14:01Belum lagi katolik.
14:02Katolik itu juga ceritinya besar tuh.
14:05Kristen.
14:07Kemudian juga Hindu-Buddha, Kongucu.
14:10Itu kalau semuanya kita organize.
14:12Saya sudah minta kepada dirijen kami yang dirijen-dirijen tersebut itu.
14:16Coba kita datangkan dulu berapa itu.
14:19Nah, ternyata jumlahnya tidak sedikit.
14:21Nah, mungkin akan datang.
14:23Kita akan profesionalkan.
14:24Nah, kalau itu kita himpun.
14:26Itu dahsyat itu ya.
14:28Sangat dahsyat.
14:29Dan itu bisa sangat membantu orang-orang miskin.
14:33Kalau itu terkumpul dengan bagus.
14:34Seharusnya tidak ada orang miskin mutlak di Indonesia.
14:37Dan itu pesan utama yang disampaikan oleh Prof. Nasar.
14:40Terima kasih.
14:42Terima kasih.
14:43Terima kasih.
14:43Terima kasih.
14:44Terima kasih.
Komentar