Jakarta - Seorang bocah berbaju batik, celana panjang krem, dan peci hitam tampak gelisah menanti iring-iringan Presiden Prabowo Subianto usai peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa hari lalu. Dengan tubuh kecilnya, ia berdiri di tepi jalan bersama warga lain, menyimpan harapan sederhana: berfoto bersama sang Presiden.
Saat kendaraan taktis Maung yang ditumpangi Presiden Prabowo melintas, bocah itu spontan berteriak sambil hendak berlari mendekat. Presiden tampak berdiri di atas kendaraan sambil melambaikan tangan ke arah warga. Namun langkah bocah tersebut tertahan oleh tiga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga.
Tak menyerah, bocah itu terus memanggil nama Prabowo. Ia bahkan mencopot peci hitam yang dikenakannya lalu melambai-lambaikannya ke udara, berusaha menarik perhatian Presiden. Usahanya membuahkan hasil. Presiden Prabowo tiba-tiba menunjuk ke arah bocah tersebut dan memberi isyarat agar ia didekatkan. Kendaraan Maung pun berhenti.
Dengan bantuan petugas, bocah bersongkok hitam itu kemudian naik ke atas kendaraan Maung. Awalnya ia hanya menyalami Presiden sambil mencium tangan, namun Prabowo mengizinkannya untuk naik ke atap Maung dan berfoto bersama beberapa saat.
Presiden Prabowo tampak memeluk bocah tersebut. Kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya. Mereka bahkan sempat melambaikan tangan bersama ke arah warga yang memadati dua lajur jalan. Momen hangat itu disambut sorak sorai masyarakat yang menyaksikan langsung kedekatan seorang pemimpin dengan anak kecil.
Pro TV - Televisi Digital Berjaringan
Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi) - SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE : @protv_official | PROMEDIA TV www.protv.id
Jadilah yang pertama berkomentar