Rentetan kasus dugaan kredit fiktif yang menyeret sejumlah oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Provinsi Riau menuai sorotan tajam dari pengamat ekonomi.
Pola kejahatan yang berulang dinilai bukan lagi sekadar ulah individu, melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola dan sistem pengawasan internal perbankan.
Pengamat ekonomi Dahlan Tampubolon menilai kasus-kasus tersebut berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan, khususnya di daerah.
00:01Rentetan kasus dugaan kredit fiktif yang menyeret sejumlah oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia, BRI,
00:06di Provinsi Riau menuai sorotan tajam dari pengamat ekonomi.
00:10Pola kejahatan yang berulang dinilai bukan lagi sekadar ulah individu,
00:14melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola dan sistem pengawasan internal perbankan.
00:18Pengamat ekonomi Dahlan Tampu Bolon menilai kasus-kasus tersebut berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan, khususnya di daerah.
00:26Kalau soal dampaknya kekepercayaan masyarakat, ini urusannya sudah gawat.
00:32Kredit fiktif ini bukan cuma soal duit yang raib, tapi sudah masuk ke krisis kepercayaan, kata Dahlan, Senin 12 Januari 2025.
00:41Menurutnya, berulangnya kasus kredit fiktif membuat masyarakat semakin was-was dalam menyerahkan data pribadi kepada pihak ban.
00:48Kekhawatiran penyalahgunaan identitas oleh oknum internal dinilai dapat memicu ketakutan masyarakat untuk berurusan dengan lembaga keuangan.
00:54Orang jadi takut setiap kali menyerahkan KTP atau data pribadi.
00:59Mereka khawatir namanya dicatut untuk utang yang tidak pernah diajukan.
01:04Kalau kepercayaan ini runtuh, ban cuma tinggal gedung tanpa nyawa, tegasnya.
01:09Dahlan menilai dampak kredit fiktif tidak berhenti pada hilangnya kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas perbankan daerah.
01:16Ia menyebut praktik tersebut dapat menyebabkan lonjakan non-performing loan, NPL, atau kredit macet.
01:22Di atas kertas mungkin terlihat sehat, tapi setelah diaudit, ternyata isinya banyak, masuk angin.
01:30Kalau terjadi di banyak unit, modal ban bisa terkikis, likuiditas terganggu, dan kemampuan menyalurkan kredit ikut terhambat, jelasnya.
01:39Kondisi tersebut, lanjut Dahlan, berisiko merusak mesin penggerak ekonomi daerah,
01:43terutama di riau yang ditopang oleh sektor perkebunan, perdagangan, dan UMKM.
Jadilah yang pertama berkomentar