00:00Intro
00:00Segera tahun 2025 telah berlalu dan kini muncul harapan baru di tahun yang baru
00:27Sepanjang 2025 kami menyoroti 4 peristiwa yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat
00:34Mulai dari penanganan pasca bencana di Pulau Sumatra
00:37Polemik tudingan ijasa palsu Presiden ke-7
00:40Belum lagi soal implementasi program makan bergizi gratis
00:44Hingga misteri kematian diplomat muda Arya Daru yang terus diburu
00:48Lalu apakah 4 peristiwa ini akan kembali mewarnai tahun baru 2026?
00:53Inilah episode ke-55 Dipo Investigasi, saya Dipo Terbahagia
00:58Kami hadirkan investigasi 4 peristiwa di sepanjang tahun 2025
01:02Terima kasih telah menonton!
01:06Terima kasih telah menonton!
01:36Perlu bantuan pak?
01:42Sudah pak, tidak maka oke
01:42Saya tunjukkan ya saudara ini kondisi pak Yus yang harus berjalan setiap hari mencari bantuan
01:50Seringkali sudah jauh-jauh keluar
01:54Pulang tidak membawa apa-apa
01:57Hanya membawa lelah dan keringat meminta
01:59Tantal 27
02:05Kalau gak salah air yang langsung naik
02:07Ini malah datang
02:08Kalau dibilang 100%
02:11Kota Lintang bawah ini hangus semua
02:13Saudara untuk pertama kali secara eksklusif saya akan tunjukkan
02:21Ini adalah kamar yang dulu digunakan oleh
02:25Residen ketujuh Jokowi Dodo pada saat melakukan KKN di desa Ketoyan
02:30Tempat tidurnya di mana pak?
02:31Tidak di sini?
02:32Tidak di sini
02:33Posisi di sini ya?
02:34Tidak di sini
02:35Ini ijazahnya Bung Hatta
02:39Ini kan bangga banget kita
02:40Orang Indonesia dipajang ijazahnya di negara Belanda
02:43Artinya Anda ingin menyebutkan bahwa
02:45Tidak ada alasan dari Presiden ketujuh Jokowi
02:47Tidak menunjukkan ijazahnya
02:49Betul aneh
02:50Ini beberapa peralatan yang
02:58Secara kasat mata
03:00Tidak terlalu bersih
03:02Bahkan di sini ada karat-karat
03:03Ini salah satu alat memasak
03:07Kondisinya banyak noda hitam di dalam
03:09Ini setelah makan ada perubahan kondisi
03:15Sore
03:15Apakah merasa
03:19Mungkin sedikit khawatir
03:20Trauma
03:21Bagaimana polisi
03:35Bisa memastikan bahwa peristiwa ini
03:37Tidak melibatkan pihak lain
03:39Ketika tidak ada bukti otensif
03:41Cuma satu DNA saja yang ada di dalam
03:44Ruangan kos kamar ini
03:46Yaitu milik
03:47Saudara adil
03:49Saya akan coba buktikan
03:50Saudara apakah betul ada kemungkinan
03:52Orang keluar dari jendela
03:53Saya akan coba saudara
03:54Apakah sobit atau tidak
03:56Satu bulan pasca bencana
04:05Banjir bandang dan tanah longsor
04:07Masyarakat Aceh Tami yang terus
04:09Berjuang hidup
04:10Di tengah segala
04:10Keterbatasan yang ada
04:12Meski pemulihan
04:13Meski pemulihan pasca bencana terus dilakukan oleh pemerintah
04:17Namun ada satu tantangan nyata yang harus dihadapi
04:20Yakni menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat
04:23Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya sebelumnya
04:29Mengatakan bahwa sejak detik pertama
04:31Pemerintah telah bekerja keras untuk menangani bencana
04:34Di Pulau Sumatera
04:36Lalu seperti apa kondisi porak-poranda
04:38Pada minggu pertama
04:39Di lokasi bencana
04:41Kami hadirkan kembali investigasi secara langsung
04:43Di Kabupaten Aceh Tamiah
04:45Setelah saya menginjakan kaki di Pulau Sumatera
04:59Saya akan coba memotret
05:01Seperti apa kondisi
05:02Di Provinsi Aceh
05:04Yang porak-poranda
05:06Gimana kabar pak sehat pak
05:08Alhamdulillah sehat
05:09Bapak rumahnya yang mana pak
05:10Terendam pak
05:13Terendam airnya
05:15Terendam airnya sampai atas
05:19Ibu rumahnya yang
05:22Ibu rumahnya ini
05:23Oh ini ibu sama bapak
05:26Kami gak bisa nyelamat
05:29Kenapapun
05:30Tapi cuma nyawa yang kami bawa sama paju di badan
05:33Kami bertahan di atas sana
05:36Terus kami lari ke sana
05:38Karena air terlalu tinggi
05:40Kami lari ke kecamatan
05:42Ini rumahnya bahkan pindah ke tengah jalan
05:45Karena bergeser akibat banjir bandang
05:48Oke
05:50Saya izin lihat rumahnya dulu ya bu ya
05:52Ya boleh
05:53Di sini pak
05:54Saya tunjukkan saudara ini rumah yang
05:56Bisa dilihat ya bagian dalamnya
05:58Ini rumah
05:59Yang biasa ditempati warga
06:01Dan berpindah ke tengah jalan
06:02Akibat banjir bandang yang terjadi
06:05Oke
06:07Ibu yang punya rumah ini
06:10Dari situ
06:12Awal rumah ibu
06:15Itu dimana bu?
06:16Itu sih bu
06:17Bisa gak?
06:18Tidak
06:18Ini ya
06:20Yang ada pohon-pohon ini
06:21Iya
06:21Lahan kosong ini
06:23Oh lahan kosong ini
06:25Adalah rumah ibu ya
06:26Iya newa
06:27Aku disini
06:27Saya akan coba naik saudara
06:34Untuk melihat kondisi
06:36Nenek
06:37Waalaikumsalam
06:43Waalaikumsalam
06:45Setelah benjana ibu tinggal disini
06:48Ibu naik lotek
06:52Tapi ibu
06:54Naik turun rumah
06:56Ini ke panggung ini
06:57Kita naik lewat sini bu
06:58Lewat tangga ini
06:58Berarti
06:59Kami tolak gini
07:01Oh ibu-ibu bawah
07:02Iya
07:03Kalau enggak gak bisa
07:04Kami tolak gini
07:06Kami naikkan
07:07Makanan, minuman bu
07:08Air bersih mungkin
07:10Cukup
07:11Ini air apa bu?
07:14Ini air sumur
07:14Boleh saya lihat bu?
07:17Saya lihat ya
07:17Maaf ya
07:18Ini
07:19Ini dipakai buat apa bu?
07:23Ini diminum juga bu?
07:27Ya itu
07:27Ya itu
07:28Kami rambut
07:28Pak
07:29Itu
07:29Rambut bulu itu
07:31Ras gak ada
07:32Kenapa ini lagi
07:34Tansyarat
07:35Buntuk kemarin ya
07:36Ini saya lihat ibu ya
07:40Karena sama sekali gak ada baguan apapun
07:49Itu lah yang kami minum
07:50Bapak isin boleh
08:07Ngobrol sebentar pak
08:10Bapak membawa beras ini dari mana pak?
08:13Saya dari atas titik tadi pak
08:14Ada orang yang ngasih pak
08:16Ada yang ngasih?
08:17Ada yang ngasih pak
08:17Bapak jalan sendiri?
08:19Jalan sendiri pak
08:20Mohon maaf ya pak ya
08:21Iya pak
08:21Dengan kondisi seperti ini pak?
08:23Bara ilang pak
08:24Rumah bapak?
08:25Ilang pak
08:26Hanya
08:26Hilang?
08:29Titiknya dimana pak?
08:30Paling ujung pak
08:31Paling ujung?
08:32Ini bapak mau kemana?
08:33Saya balik ke sana pak
08:35Boleh saya ikut mungkin pak?
08:36Bapak mau balik sekarang atau nanti?
08:38Sekarang pak
08:39Boleh saya ikut?
08:40Boleh
08:40Dengan kondisi seperti ini
08:42Bapak biasanya jalan ngaki berapa jauh?
08:44Kalau sini pak
08:45Sekitar 1 kilo ada pak
08:461 kilo bapak pulang pergi
08:48Iya pak
08:48Pak izin boleh saya bantu mungkin pak ya
08:50Ini
08:50Supaya lebih
08:52Berasnya mau saya bawa juga pak
08:54Tidak apa-apa
08:55Perlu bantuan pak?
09:00Sudah pak
09:00Saya tunjukkan ya saudara
09:02Ini
09:02Kondisi pak Yus yang harus
09:05Berjalan setiap hari
09:07Mencari bantuan
09:09Dan kondisi
09:13Tidak mudah ya
09:15Oke
09:23Cati ya pak ya
09:25Ini ada satu pohon besar
09:51Yang tumbang
09:53Akibat banjir bandang
09:54Di dalam masih lebih banyak pak
09:56Di dalam masih lebih banyak?
09:58Lebih banyak lagi pak
09:59Oke
09:59Dan ini memang tidak dekat ya pak ya
10:05Sudah jalannya hancur
10:06Lokasinya juga jauh
10:08Hati-hati ya pak ya
10:12SudahHz
10:14Sudah hati pak?
10:27Baik
10:28Sudah hati pakä»– Nu
10:28saya tunjukkan saudara itu rumah atau rumah tetangga ya Pak ya rumah tetangga yang digunakan
10:44oleh Pak Yus untuk tinggal sementara waktu oke dari banjir besar rumah bapak di belakang ya
10:50jauh di belakang sana Pak oke enggak bisa kita lalui Pak nggak bisa ya
10:53istirahat dulu Pak ini Pak saya disini nggak ada selama banjir saya disini nah ini saya di rumah saya
11:12di belakang sana Pak udah nggak ada lagi Pak di belakang sana selama banjir dari pertama air naik
11:17saya disini lah Pak sepaskan aja dan kami keluar ya dapat nih kok tapi biasanya bapak keluar selalu
11:24dapat atau juga Pak enggak juga juga Pak karena di luar terlalu rame Pak apalagi saya dengan kondisi
11:30ini menurutnya berebut tapi Bapak mungkin seringkali sudah jauh-jauh keluar ya baru langsung tidak pulang
11:37tidak membawa papa hanya membawa lelah dan keringat mungkin Pak untuk saat ini mungkin nomoran Bapak
11:44yang baru sampai ke ujung sini gambarnya anda lihat adalah tumbukan kayu sedara yang ada di mungkin
12:04pesisir ataupun bantaran Sungai Tamiang yang terbawa oleh banjir bandang dan kan banyak sekali
12:12menghancurkan rumah warga itu juga ada anak-anak ya anak-anak bermain disini nggak pakai sendal
12:19Oke lihat ya
12:22penuhin dan anak-anak
12:24penuhin dan anak-anak
12:26hancur rumah
12:28hancur semua rumah
12:31keluarga orangnya habis
12:32belum makan belum
12:33belum
12:35belum
12:36belum
12:37belum
12:37belum
12:38belum
12:38kan
12:39kami ada keluarga ini
12:41itu banyak bayi
12:42tapi yang besar-besar kami tahan lupa
12:44Kami minum bagi anak-anak kecil
12:46Karena makan, kalau air kami nampak banjir
12:50Kami minum, kami rebus
12:51Makan, karena ada air bersih
12:53Ada apa-apa
12:56Ada akses untuk kami ke sana
12:57Kalau kami rancang
13:00Tidak apa-apa
13:01Yang penting anak-anak kecil ini
13:03Karena kami dari pertama banjir
13:06Kalau dibilang kembali
13:07Kami akan tidak ngusik
13:08Karena kami dihantam air
13:09Sampai 27
13:10Kalau tidak salah air yang langsung air
13:13Ini malah datang
13:14Malam Jumat ada orang yang ngomong
13:16Tolong, tolong kami lapar
13:18Setiap hari, om
13:19Tolong kami lapar
13:21Tolong ada sakit
13:22Kami tidak bisa tolong
13:23Kami bertahan di situ semuanya
13:25Keluarga-keluarga
13:26Ada suara itu, ya?
13:27Suara itu setiap hari
13:28Sampai kami terngiung, om
13:29Semua ini jadi saksi kami
13:32Tidak bisa ngomong apa-apa kami
13:34Kalau dibilang trauma-trauma kali
13:36Dengan air kami trauma
13:38Karena ini memang kami anak kecil
13:40Dihantam dengan bata
13:41Kami hanya baju di badan ini
13:43Dan pertama baju di badan semua
13:46Kalau dibilang 100%
13:48Kota lintang bawah ini
13:49Hangus semua
13:50Tidak ada tersisa
13:51Saya ingin tunjukkan
14:03Ini
14:04Apa, Pak?
14:06Rapot
14:06Rapot?
14:08Iya, rapot sekolah
14:09Rapot sekolah?
14:11Iya
14:11Tenang, Pak Encik
14:13Ini saya akan tunjukkan, saudara ini
14:15Salah satu
14:18Rapot ya
14:20Milik
14:21Murid yang ada di sini
14:24Tebal sekali ya
14:27Tempornya
14:28Tapi lambang Garudanya masih terlihat
14:30Ini bisa dilihat ya
14:51Temukan kayunya sangat banyak
14:52Dan
14:54Tidak hanya lumpur yang menyulitkan untuk melihat
14:57Pondok pesantren ini
14:59Tapi juga kayu ini
15:00Tentu menjadi tantangan yang sangat besar
15:03Tidak hanya untuk dibersihkan
15:04Tapi juga untuk akses
15:06Dari pihak-pihak yang ingin
15:08Mungkin saja
15:09Mengambil
15:10Barang-barang mereka
15:12Aksesnya ini ya, Pak?
15:17Iya
15:17Dari sini ada
15:18Dari yang ada
15:19Ini harus berhati-hati ya
15:23Karena masih tertutupi lumpur
15:25Dan tentu masih ada material kayu
15:29Oke, dan ini adalah lantai dua
15:36Dari Pondok pesantren Darul Mulisin
15:39Yang bahkan juga masih tertutupi lumpur
15:41Bekasnya, Pak
15:43Oh, tinggi sekali ya
15:46Pantai dua
15:48Coba lihat
15:49Bahkan sebagian kepala saya
15:52Sebagian hidung
16:07Bisa kita turun, Pak?
16:09Sudah, tapi kayaknya mendaki gunung
16:10Kayak mendaki gunung
16:11Nah, ini turunnya
16:12Oke
16:13Saya akan coba ya, Saudara ya
16:14Tentu harus tetap berhati-hati
16:16Karena ini
16:17Cukup berbahaya, Pak ya
16:20Iya
16:20Tangganya tidak terlihat sama sekali, Pak
16:24Nggak
16:24Ini turun tangga menuju
16:29Masjid Darul Mulisin
16:32Tapi seperti turun gunung ya, Pak
16:35Ini menuruni tangga dengan gelondongan kayu
16:48Ini adalah bagian dalam ya, dari
16:50Kecil dan banyak kayu ya
16:52Betul-betul seperti menuruni gunung, Pak
16:56Tapi ini menuruni tangga dengan gelondongan kayu
17:01Ini adalah bagian dalam ya, dari
17:17Masjid Darul Mulisin
17:19Bisa dilihat ya, lumpurnya ternyata kalau dilihat dari luar
17:23Itu mungkin tidak terlalu tebal ya, Pak ya
17:26Tapi kalau dilihat
17:27Ataupun dimasuki
17:28Bisa dilihat
17:29Selutut orang dewasa
17:31Dan ini rata
17:32Semua sudut
17:34Tertutupi lumpur
17:36Terima kasih telah menonton!
18:06Sudara untuk pertama kali secara eksklusif saya akan tunjukkan
18:19Ini adalah kamar yang dulu digunakan oleh Presiden Ketujuh Jokowi Dodo pada saat melakukan KKN di Desa Ketoyang
18:28Artinya Anda ingin menyebutkan bahwa tidak ada alasan dari Presiden Ketujuh Jokowi tidak menunjukkan ujasanya
18:35Betul aneh, sangat aneh
18:37Terima kasih telah menonton!
18:39Terima kasih telah menonton!
18:41Terima kasih telah menonton!
18:43Terima kasih telah menonton!
18:45Terima kasih telah menonton!
Komentar