Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 bulan yang lalu
KOMPAS.TV - Program Dipo Investigasi menghadirkan kembali 4 peristiwa investigasi sepanjang tahun 2025.

Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bertemu dengan Yus, seorang penyandang disabilitas yang berjuang mencari bantuan usai rumahnya rusak berat.

Dengan segala keterbatasan fisik dan harus melewati jalanan yang hancur, Yus harus berjalan sejauh 1 km untuk mencari bantuan di tengah bencana banjir yang melanda Aceh.

Yus sehari-hari berprofesi sebagai penarik becak untuk menghidupinya. Ia mendapatkan 50.000 - 100.000 rupiah setiap menarik becak.

Dipo juga menyaksikan warga Aceh Tamiang terpaksa mencuci baju menggunakan air banjir yang penuh lumpur. Warga menuturkan belum mendapat air bersih, sehingga kesulitan untuk minum.

Dipo menelusuri Aceh Tamiang, Aceh. Ia bertemu dengan salah seorang korban banjir yang bernama Najwa.

Menurut Najwa, anak-anak yang berusia lebih dewasa harus menahan lapar untuk menyelamatkan anak-anak yang usianya lebih kecil. Untuk bertahan hidup, mereka terpaksa minum air banjir yang direbus, lantaran tidak ada makanan.

Dari kesaksiannya, saat air banjir mulai meninggi, balok kayu ikut terbawa arus dan menghantam.

"Setiap hari ada orang ngomong, tolong, tolong, kami lapar, setiap hari, om. Tolong, kami lapar, tolong, ada orang sakit, kami nggak bisa tolong. Kami bertahan di situ semuanya. Pak keluarga-keluarga. Suara itu setiap hari, sampai kami teringat, om. Semua ini jadi saksi kami. Nggak bisa ngomong apa-apa kami. Kalau dibilang trauma, trauma kali. Dengan air kami trauma," katanya.




Selengkapnya saksikan dalam Program Dipo Investigasi di KompasTV.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/642045/korban-disabilitas-di-aceh-terpaksa-berjalan-kaki-1-km-mencari-bantuan-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Intro
00:00Segera tahun 2025 telah berlalu dan kini muncul harapan baru di tahun yang baru
00:27Sepanjang 2025 kami menyoroti 4 peristiwa yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat
00:34Mulai dari penanganan pasca bencana di Pulau Sumatra
00:37Polemik tudingan ijasa palsu Presiden ke-7
00:40Belum lagi soal implementasi program makan bergizi gratis
00:44Hingga misteri kematian diplomat muda Arya Daru yang terus diburu
00:48Lalu apakah 4 peristiwa ini akan kembali mewarnai tahun baru 2026?
00:53Inilah episode ke-55 Dipo Investigasi, saya Dipo Terbahagia
00:58Kami hadirkan investigasi 4 peristiwa di sepanjang tahun 2025
01:02Terima kasih telah menonton!
01:06Terima kasih telah menonton!
01:36Perlu bantuan pak?
01:42Sudah pak, tidak maka oke
01:42Saya tunjukkan ya saudara ini kondisi pak Yus yang harus berjalan setiap hari mencari bantuan
01:50Seringkali sudah jauh-jauh keluar
01:54Pulang tidak membawa apa-apa
01:57Hanya membawa lelah dan keringat meminta
01:59Tantal 27
02:05Kalau gak salah air yang langsung naik
02:07Ini malah datang
02:08Kalau dibilang 100%
02:11Kota Lintang bawah ini hangus semua
02:13Saudara untuk pertama kali secara eksklusif saya akan tunjukkan
02:21Ini adalah kamar yang dulu digunakan oleh
02:25Residen ketujuh Jokowi Dodo pada saat melakukan KKN di desa Ketoyan
02:30Tempat tidurnya di mana pak?
02:31Tidak di sini?
02:32Tidak di sini
02:33Posisi di sini ya?
02:34Tidak di sini
02:35Ini ijazahnya Bung Hatta
02:39Ini kan bangga banget kita
02:40Orang Indonesia dipajang ijazahnya di negara Belanda
02:43Artinya Anda ingin menyebutkan bahwa
02:45Tidak ada alasan dari Presiden ketujuh Jokowi
02:47Tidak menunjukkan ijazahnya
02:49Betul aneh
02:50Ini beberapa peralatan yang
02:58Secara kasat mata
03:00Tidak terlalu bersih
03:02Bahkan di sini ada karat-karat
03:03Ini salah satu alat memasak
03:07Kondisinya banyak noda hitam di dalam
03:09Ini setelah makan ada perubahan kondisi
03:15Sore
03:15Apakah merasa
03:19Mungkin sedikit khawatir
03:20Trauma
03:21Bagaimana polisi
03:35Bisa memastikan bahwa peristiwa ini
03:37Tidak melibatkan pihak lain
03:39Ketika tidak ada bukti otensif
03:41Cuma satu DNA saja yang ada di dalam
03:44Ruangan kos kamar ini
03:46Yaitu milik
03:47Saudara adil
03:49Saya akan coba buktikan
03:50Saudara apakah betul ada kemungkinan
03:52Orang keluar dari jendela
03:53Saya akan coba saudara
03:54Apakah sobit atau tidak
03:56Satu bulan pasca bencana
04:05Banjir bandang dan tanah longsor
04:07Masyarakat Aceh Tami yang terus
04:09Berjuang hidup
04:10Di tengah segala
04:10Keterbatasan yang ada
04:12Meski pemulihan
04:13Meski pemulihan pasca bencana terus dilakukan oleh pemerintah
04:17Namun ada satu tantangan nyata yang harus dihadapi
04:20Yakni menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat
04:23Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya sebelumnya
04:29Mengatakan bahwa sejak detik pertama
04:31Pemerintah telah bekerja keras untuk menangani bencana
04:34Di Pulau Sumatera
04:36Lalu seperti apa kondisi porak-poranda
04:38Pada minggu pertama
04:39Di lokasi bencana
04:41Kami hadirkan kembali investigasi secara langsung
04:43Di Kabupaten Aceh Tamiah
04:45Setelah saya menginjakan kaki di Pulau Sumatera
04:59Saya akan coba memotret
05:01Seperti apa kondisi
05:02Di Provinsi Aceh
05:04Yang porak-poranda
05:06Gimana kabar pak sehat pak
05:08Alhamdulillah sehat
05:09Bapak rumahnya yang mana pak
05:10Terendam pak
05:13Terendam airnya
05:15Terendam airnya sampai atas
05:19Ibu rumahnya yang
05:22Ibu rumahnya ini
05:23Oh ini ibu sama bapak
05:26Kami gak bisa nyelamat
05:29Kenapapun
05:30Tapi cuma nyawa yang kami bawa sama paju di badan
05:33Kami bertahan di atas sana
05:36Terus kami lari ke sana
05:38Karena air terlalu tinggi
05:40Kami lari ke kecamatan
05:42Ini rumahnya bahkan pindah ke tengah jalan
05:45Karena bergeser akibat banjir bandang
05:48Oke
05:50Saya izin lihat rumahnya dulu ya bu ya
05:52Ya boleh
05:53Di sini pak
05:54Saya tunjukkan saudara ini rumah yang
05:56Bisa dilihat ya bagian dalamnya
05:58Ini rumah
05:59Yang biasa ditempati warga
06:01Dan berpindah ke tengah jalan
06:02Akibat banjir bandang yang terjadi
06:05Oke
06:07Ibu yang punya rumah ini
06:10Dari situ
06:12Awal rumah ibu
06:15Itu dimana bu?
06:16Itu sih bu
06:17Bisa gak?
06:18Tidak
06:18Ini ya
06:20Yang ada pohon-pohon ini
06:21Iya
06:21Lahan kosong ini
06:23Oh lahan kosong ini
06:25Adalah rumah ibu ya
06:26Iya newa
06:27Aku disini
06:27Saya akan coba naik saudara
06:34Untuk melihat kondisi
06:36Nenek
06:37Waalaikumsalam
06:43Waalaikumsalam
06:45Setelah benjana ibu tinggal disini
06:48Ibu naik lotek
06:52Tapi ibu
06:54Naik turun rumah
06:56Ini ke panggung ini
06:57Kita naik lewat sini bu
06:58Lewat tangga ini
06:58Berarti
06:59Kami tolak gini
07:01Oh ibu-ibu bawah
07:02Iya
07:03Kalau enggak gak bisa
07:04Kami tolak gini
07:06Kami naikkan
07:07Makanan, minuman bu
07:08Air bersih mungkin
07:10Cukup
07:11Ini air apa bu?
07:14Ini air sumur
07:14Boleh saya lihat bu?
07:17Saya lihat ya
07:17Maaf ya
07:18Ini
07:19Ini dipakai buat apa bu?
07:23Ini diminum juga bu?
07:27Ya itu
07:27Ya itu
07:28Kami rambut
07:28Pak
07:29Itu
07:29Rambut bulu itu
07:31Ras gak ada
07:32Kenapa ini lagi
07:34Tansyarat
07:35Buntuk kemarin ya
07:36Ini saya lihat ibu ya
07:40Karena sama sekali gak ada baguan apapun
07:49Itu lah yang kami minum
07:50Bapak isin boleh
08:07Ngobrol sebentar pak
08:10Bapak membawa beras ini dari mana pak?
08:13Saya dari atas titik tadi pak
08:14Ada orang yang ngasih pak
08:16Ada yang ngasih?
08:17Ada yang ngasih pak
08:17Bapak jalan sendiri?
08:19Jalan sendiri pak
08:20Mohon maaf ya pak ya
08:21Iya pak
08:21Dengan kondisi seperti ini pak?
08:23Bara ilang pak
08:24Rumah bapak?
08:25Ilang pak
08:26Hanya
08:26Hilang?
08:29Titiknya dimana pak?
08:30Paling ujung pak
08:31Paling ujung?
08:32Ini bapak mau kemana?
08:33Saya balik ke sana pak
08:35Boleh saya ikut mungkin pak?
08:36Bapak mau balik sekarang atau nanti?
08:38Sekarang pak
08:39Boleh saya ikut?
08:40Boleh
08:40Dengan kondisi seperti ini
08:42Bapak biasanya jalan ngaki berapa jauh?
08:44Kalau sini pak
08:45Sekitar 1 kilo ada pak
08:461 kilo bapak pulang pergi
08:48Iya pak
08:48Pak izin boleh saya bantu mungkin pak ya
08:50Ini
08:50Supaya lebih
08:52Berasnya mau saya bawa juga pak
08:54Tidak apa-apa
08:55Perlu bantuan pak?
09:00Sudah pak
09:00Saya tunjukkan ya saudara
09:02Ini
09:02Kondisi pak Yus yang harus
09:05Berjalan setiap hari
09:07Mencari bantuan
09:09Dan kondisi
09:13Tidak mudah ya
09:15Oke
09:23Cati ya pak ya
09:25Ini ada satu pohon besar
09:51Yang tumbang
09:53Akibat banjir bandang
09:54Di dalam masih lebih banyak pak
09:56Di dalam masih lebih banyak?
09:58Lebih banyak lagi pak
09:59Oke
09:59Dan ini memang tidak dekat ya pak ya
10:05Sudah jalannya hancur
10:06Lokasinya juga jauh
10:08Hati-hati ya pak ya
10:12SudahHz
10:14Sudah hati pak?
10:27Baik
10:28Sudah hati pakä»– Nu
10:28saya tunjukkan saudara itu rumah atau rumah tetangga ya Pak ya rumah tetangga yang digunakan
10:44oleh Pak Yus untuk tinggal sementara waktu oke dari banjir besar rumah bapak di belakang ya
10:50jauh di belakang sana Pak oke enggak bisa kita lalui Pak nggak bisa ya
10:53istirahat dulu Pak ini Pak saya disini nggak ada selama banjir saya disini nah ini saya di rumah saya
11:12di belakang sana Pak udah nggak ada lagi Pak di belakang sana selama banjir dari pertama air naik
11:17saya disini lah Pak sepaskan aja dan kami keluar ya dapat nih kok tapi biasanya bapak keluar selalu
11:24dapat atau juga Pak enggak juga juga Pak karena di luar terlalu rame Pak apalagi saya dengan kondisi
11:30ini menurutnya berebut tapi Bapak mungkin seringkali sudah jauh-jauh keluar ya baru langsung tidak pulang
11:37tidak membawa papa hanya membawa lelah dan keringat mungkin Pak untuk saat ini mungkin nomoran Bapak
11:44yang baru sampai ke ujung sini gambarnya anda lihat adalah tumbukan kayu sedara yang ada di mungkin
12:04pesisir ataupun bantaran Sungai Tamiang yang terbawa oleh banjir bandang dan kan banyak sekali
12:12menghancurkan rumah warga itu juga ada anak-anak ya anak-anak bermain disini nggak pakai sendal
12:19Oke lihat ya
12:22penuhin dan anak-anak
12:24penuhin dan anak-anak
12:26hancur rumah
12:28hancur semua rumah
12:31keluarga orangnya habis
12:32belum makan belum
12:33belum
12:35belum
12:36belum
12:37belum
12:37belum
12:38belum
12:38kan
12:39kami ada keluarga ini
12:41itu banyak bayi
12:42tapi yang besar-besar kami tahan lupa
12:44Kami minum bagi anak-anak kecil
12:46Karena makan, kalau air kami nampak banjir
12:50Kami minum, kami rebus
12:51Makan, karena ada air bersih
12:53Ada apa-apa
12:56Ada akses untuk kami ke sana
12:57Kalau kami rancang
13:00Tidak apa-apa
13:01Yang penting anak-anak kecil ini
13:03Karena kami dari pertama banjir
13:06Kalau dibilang kembali
13:07Kami akan tidak ngusik
13:08Karena kami dihantam air
13:09Sampai 27
13:10Kalau tidak salah air yang langsung air
13:13Ini malah datang
13:14Malam Jumat ada orang yang ngomong
13:16Tolong, tolong kami lapar
13:18Setiap hari, om
13:19Tolong kami lapar
13:21Tolong ada sakit
13:22Kami tidak bisa tolong
13:23Kami bertahan di situ semuanya
13:25Keluarga-keluarga
13:26Ada suara itu, ya?
13:27Suara itu setiap hari
13:28Sampai kami terngiung, om
13:29Semua ini jadi saksi kami
13:32Tidak bisa ngomong apa-apa kami
13:34Kalau dibilang trauma-trauma kali
13:36Dengan air kami trauma
13:38Karena ini memang kami anak kecil
13:40Dihantam dengan bata
13:41Kami hanya baju di badan ini
13:43Dan pertama baju di badan semua
13:46Kalau dibilang 100%
13:48Kota lintang bawah ini
13:49Hangus semua
13:50Tidak ada tersisa
13:51Saya ingin tunjukkan
14:03Ini
14:04Apa, Pak?
14:06Rapot
14:06Rapot?
14:08Iya, rapot sekolah
14:09Rapot sekolah?
14:11Iya
14:11Tenang, Pak Encik
14:13Ini saya akan tunjukkan, saudara ini
14:15Salah satu
14:18Rapot ya
14:20Milik
14:21Murid yang ada di sini
14:24Tebal sekali ya
14:27Tempornya
14:28Tapi lambang Garudanya masih terlihat
14:30Ini bisa dilihat ya
14:51Temukan kayunya sangat banyak
14:52Dan
14:54Tidak hanya lumpur yang menyulitkan untuk melihat
14:57Pondok pesantren ini
14:59Tapi juga kayu ini
15:00Tentu menjadi tantangan yang sangat besar
15:03Tidak hanya untuk dibersihkan
15:04Tapi juga untuk akses
15:06Dari pihak-pihak yang ingin
15:08Mungkin saja
15:09Mengambil
15:10Barang-barang mereka
15:12Aksesnya ini ya, Pak?
15:17Iya
15:17Dari sini ada
15:18Dari yang ada
15:19Ini harus berhati-hati ya
15:23Karena masih tertutupi lumpur
15:25Dan tentu masih ada material kayu
15:29Oke, dan ini adalah lantai dua
15:36Dari Pondok pesantren Darul Mulisin
15:39Yang bahkan juga masih tertutupi lumpur
15:41Bekasnya, Pak
15:43Oh, tinggi sekali ya
15:46Pantai dua
15:48Coba lihat
15:49Bahkan sebagian kepala saya
15:52Sebagian hidung
16:07Bisa kita turun, Pak?
16:09Sudah, tapi kayaknya mendaki gunung
16:10Kayak mendaki gunung
16:11Nah, ini turunnya
16:12Oke
16:13Saya akan coba ya, Saudara ya
16:14Tentu harus tetap berhati-hati
16:16Karena ini
16:17Cukup berbahaya, Pak ya
16:20Iya
16:20Tangganya tidak terlihat sama sekali, Pak
16:24Nggak
16:24Ini turun tangga menuju
16:29Masjid Darul Mulisin
16:32Tapi seperti turun gunung ya, Pak
16:35Ini menuruni tangga dengan gelondongan kayu
16:48Ini adalah bagian dalam ya, dari
16:50Kecil dan banyak kayu ya
16:52Betul-betul seperti menuruni gunung, Pak
16:56Tapi ini menuruni tangga dengan gelondongan kayu
17:01Ini adalah bagian dalam ya, dari
17:17Masjid Darul Mulisin
17:19Bisa dilihat ya, lumpurnya ternyata kalau dilihat dari luar
17:23Itu mungkin tidak terlalu tebal ya, Pak ya
17:26Tapi kalau dilihat
17:27Ataupun dimasuki
17:28Bisa dilihat
17:29Selutut orang dewasa
17:31Dan ini rata
17:32Semua sudut
17:34Tertutupi lumpur
17:36Terima kasih telah menonton!
18:06Sudara untuk pertama kali secara eksklusif saya akan tunjukkan
18:19Ini adalah kamar yang dulu digunakan oleh Presiden Ketujuh Jokowi Dodo pada saat melakukan KKN di Desa Ketoyang
18:28Artinya Anda ingin menyebutkan bahwa tidak ada alasan dari Presiden Ketujuh Jokowi tidak menunjukkan ujasanya
18:35Betul aneh, sangat aneh
18:37Terima kasih telah menonton!
18:39Terima kasih telah menonton!
18:41Terima kasih telah menonton!
18:43Terima kasih telah menonton!
18:45Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan