00:00Selamat malam pemirsa di seluruh tanah air, selamat datang di program Beritawa.
00:04Berita sangat serius, tapi kok bikin ketawa ya?
00:07Malam ini kita akan membahas berita yang kalau tidak disampaikan dengan humor,
00:13bisa kita bikin nangis bareng-bareng.
00:15Berita pertama, banjir bandang di Sumatera membawa kayu kelondongan besar,
00:21membesar janji politik.
00:23Yang kayu susah untuk diangkat, yang janji susah untuk diwujudkan.
00:27Pemirsa, beberapa waktu lalu, kita melihat banjir Sumatera membawa banyak klok kayu,
00:33sehingga sungai-sungai yang biasanya tempat rumah ikan, sekarang banyak akan kayu.
00:37Saya yakin ikan lele di dalam sungai pun juga kaget ketika pulang ke rumah,
00:41loh sejak kapan rumah saya pakai dinding kayu itu?
00:43Sudah ada nomernya lah.
00:45Nah, di sini masyarakat mulai bertanya-tanya,
00:48ini kayu dari mana?
00:50Tapi ada satu pejabat dengan sangat percaya diri menjawab,
00:53itu kayu dari pohon yang roboh secara alam.
00:57Media sosial terkait dengan kayu-kayu yang menyertai arus panceng.
01:04Hasil analisis sumber-sumbur kayu itu,
01:07gue tekan lelewa wami juga,
01:09satu adalah kayu lapu,
01:11dua juga kayu yang akibat tadi,
01:14sepulang tadi,
01:15pohon tumbang ya.
01:16Mungkin dalam pengetahuan beliau,
01:19alami itu adalah isinya hutan-hutan,
01:22hewan tumbuhan, air, dan juga gergaji mesin.
01:26Dan masyarakat di sana melihat langsung kalau kayunya di sana sangat rapi,
01:30seperti baru dilepas dari tangan mandor.
01:33Kalau itu beneran alami,
01:34alami yang dimaksud itu adalah roboh karena hutan,
01:38eh maaf, karena hujan,
01:40karena angin,
01:42karena tanah,
01:43dan faktor-faktor alam tersebut,
01:45kalau itu disebut alami,
01:46saya tanya kepada Bapak yang memberi pernyataan tersebut,
01:50Bapak Avatar.
01:51Mari kita sampaikan data resmi supaya kita tidak dibilang halu.
01:53Pada tahun 2020 hingga 2021,
01:56deforestasi kurang lebih 113.000 hektare.
01:59Di tahun 2021 hingga 2022,
02:02deforestasi kurang lebih 104.000 hektare.
02:04Tahun 2024 itu naik lagi kurang lebih 175.000 hektare.
02:10Pedeknya begini,
02:11bagaimana kalau setiap ribu hektare,
02:13hutan yang gundul,
02:14imbasnya,
02:15kita bikin satu pejabat,
02:19digundulin kepalanya.
02:21Saya yakin kalau statistik itu terus naik,
02:23satu gedung pemerintahan isinya silau.
02:27Dan yang menarik,
02:29banyak daerah banjir itu,
02:30bukaannya untuk perkubunan kelapa sawit.
02:32Sawitnya sih tumbuh dari jauh tampak hiiko royo-royo.
02:36Tapi ketika didekati,
02:37akarnya itu cuma serabut yang gampang tercerabut.
02:40Sangat mudah untuk longsor.
02:41Ya seperti banyak kebijakan sekarang.
02:43Seorang YouTuber dari channel Roadtrip Indonesia,
02:46Bang Den,
02:46pernah lewat jalur Bukit Barisan dari Bengkulu sampai Aceh.
02:50Dan dia bilang,
02:50hutan di sini banyak yang hilang diganti sawit.
02:53Diganti lahan.
02:54Kayak nonton film Hutan The Vanishing.
02:57Kalau Bang Den Turing,
02:58saya sangat saran ini Bang,
03:00bawa teman yang banyak,
03:01karena nanti takutnya yang hilang gak cuma hutan.
03:04Lalu muncul film baru,
03:05YouTuber The Missing.
03:08Hati-hati Bang Den.
03:10Dan ini semua bukan cuma opini pemirsa,
03:13karena warga di sana langsung melihat
03:14tebing-tebing di sana maksud saya,
03:16sudah mulai coklat yang awalnya hijau.
03:18Yang dimaksud sudah pasti gundul,
03:20bukan berarti di sana sekarang menjadi tempat pramuka camping.
03:23Gundul di sana.
03:25Kita semua tahu,
03:26sawit itu penting untuk ekonomi.
03:28Tapi kalau semua bukit dibuka,
03:30semua pohon ditebang,
03:31lalu ketika banjir datang,
03:33ada yang bilang,
03:34ini akibat hujan ekstrim.
03:36Padahal,
03:37ini akibat hujan ekstrim.
03:40Dan izin pembukaan lahan ekstrim.
03:43Kalau ada pejabat bilang kayu itu roboh alami,
03:46kita senyum saja,
03:47karena kita tahu,
03:49yang alami itu banjirnya.
03:51Dan kebijakan-kebijakan itu dibuat oleh tangan manusia.
03:54Dan saya berharap suatu hari nanti,
03:58kita dapat konferensi pers yang jujur,
04:00di konferensi pers itu mengatakan,
04:02maaf,
04:03kami kecolongan.
04:04Kecolongan izin,
04:05kecolongan pengawasan,
04:07kecolongan pohon,
04:08kecolongan bukit,
04:09kecolongan hutan.
04:10Tapi ya sudah lah,
04:11di negara ini yang paling cepat hanyut hanyalah hutan.
04:14Tidak dengan jabatan.
04:16Jadi, Pak Mirsa,
04:18malam ini kita tidak menertawakan bencana,
04:20tapi memang kadang pernyataan-pernyataan pejabat
04:23lebih lucu dari komika.
04:26Hutan hilang,
04:28bukit gundul,
04:30sungai bawa kayu gelondongan.
04:32Lalu ketika ditanya,
04:34jawabannya,
04:36pohon roboh alami.
04:39Padahal bukan itu yang dialami.
04:41Jawabannya itu kayak gak mikir,
04:43kayak instan,
04:45ala-ala bikin mi.
04:46Next time ya, amit-amit.
04:48Maaf, Pak, ada rumah hanyut.
04:49Oh, tenang, Mas.
04:51Alami.
04:52Tapi maaf, Pak, itu rumah Bapak.
04:54Waduh, Mas, tolong, Mas.
04:56Tenang, Pak.
04:57Alami.
04:59Pemirsa, mari kita jaga hutan,
05:01jaga logika, dan jaga kewarasan,
05:03jauhkan keluarga dari pernyataan-pernyataan
05:05alasan-alasan pejabat.
05:07Terima kasih.
05:08Akhir kata saya akan tutup dengan tagline
05:09pernyataan bisa dibuat-buat,
05:12tapi data tak bisa disuap-suap.
05:14Ya, wajar bukti.
05:15Menyampaikan dari Beritawa,
05:17undur diri, selamat malam.
Komentar