Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Beritawa bersama Fajar Mukti, membahas polemik deforestasi yang menjadikan Banjir Sumatera semakin parah.

Banjir bandang di Sumatera membawa kayu gelondongan dalam jumlah besar ke aluran sungai.

Masyarakat mempertanyakan asal kayu tersebut, sementara seorang pejabat menyebut kayu berasal dari pohon roboh alami.

Data deforestasi menunjukkan pada 2020-2021 terjadi kehilangan hutan sekitar 113 ribu hektare, 2021-2022 sekitar 104 ribu hektare, dan pada 2024 meningkat menjadi sekitar 175 ribu hektare.

Sejumlah wilayah terdampak banjir diketahui mengalami alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga Kilasan Peristiwa Besar 2025: Polemik Ijazah Jokowi hingga Bencana Banjir dan Longsor Sumatera di https://www.kompas.tv/nasional/641004/kilasan-peristiwa-besar-2025-polemik-ijazah-jokowi-hingga-bencana-banjir-dan-longsor-sumatera

#banjir #kelapasawit #deforestasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/641011/beritawa-bersama-fajar-mukti-satir-di-balik-banjir-bandang-sumatera-polemik-deforestasi
Transkrip
00:00Selamat malam pemirsa di seluruh tanah air, selamat datang di program Beritawa.
00:04Berita sangat serius, tapi kok bikin ketawa ya?
00:07Malam ini kita akan membahas berita yang kalau tidak disampaikan dengan humor,
00:13bisa kita bikin nangis bareng-bareng.
00:15Berita pertama, banjir bandang di Sumatera membawa kayu kelondongan besar,
00:21membesar janji politik.
00:23Yang kayu susah untuk diangkat, yang janji susah untuk diwujudkan.
00:27Pemirsa, beberapa waktu lalu, kita melihat banjir Sumatera membawa banyak klok kayu,
00:33sehingga sungai-sungai yang biasanya tempat rumah ikan, sekarang banyak akan kayu.
00:37Saya yakin ikan lele di dalam sungai pun juga kaget ketika pulang ke rumah,
00:41loh sejak kapan rumah saya pakai dinding kayu itu?
00:43Sudah ada nomernya lah.
00:45Nah, di sini masyarakat mulai bertanya-tanya,
00:48ini kayu dari mana?
00:50Tapi ada satu pejabat dengan sangat percaya diri menjawab,
00:53itu kayu dari pohon yang roboh secara alam.
00:57Media sosial terkait dengan kayu-kayu yang menyertai arus panceng.
01:04Hasil analisis sumber-sumbur kayu itu,
01:07gue tekan lelewa wami juga,
01:09satu adalah kayu lapu,
01:11dua juga kayu yang akibat tadi,
01:14sepulang tadi,
01:15pohon tumbang ya.
01:16Mungkin dalam pengetahuan beliau,
01:19alami itu adalah isinya hutan-hutan,
01:22hewan tumbuhan, air, dan juga gergaji mesin.
01:26Dan masyarakat di sana melihat langsung kalau kayunya di sana sangat rapi,
01:30seperti baru dilepas dari tangan mandor.
01:33Kalau itu beneran alami,
01:34alami yang dimaksud itu adalah roboh karena hutan,
01:38eh maaf, karena hujan,
01:40karena angin,
01:42karena tanah,
01:43dan faktor-faktor alam tersebut,
01:45kalau itu disebut alami,
01:46saya tanya kepada Bapak yang memberi pernyataan tersebut,
01:50Bapak Avatar.
01:51Mari kita sampaikan data resmi supaya kita tidak dibilang halu.
01:53Pada tahun 2020 hingga 2021,
01:56deforestasi kurang lebih 113.000 hektare.
01:59Di tahun 2021 hingga 2022,
02:02deforestasi kurang lebih 104.000 hektare.
02:04Tahun 2024 itu naik lagi kurang lebih 175.000 hektare.
02:10Pedeknya begini,
02:11bagaimana kalau setiap ribu hektare,
02:13hutan yang gundul,
02:14imbasnya,
02:15kita bikin satu pejabat,
02:19digundulin kepalanya.
02:21Saya yakin kalau statistik itu terus naik,
02:23satu gedung pemerintahan isinya silau.
02:27Dan yang menarik,
02:29banyak daerah banjir itu,
02:30bukaannya untuk perkubunan kelapa sawit.
02:32Sawitnya sih tumbuh dari jauh tampak hiiko royo-royo.
02:36Tapi ketika didekati,
02:37akarnya itu cuma serabut yang gampang tercerabut.
02:40Sangat mudah untuk longsor.
02:41Ya seperti banyak kebijakan sekarang.
02:43Seorang YouTuber dari channel Roadtrip Indonesia,
02:46Bang Den,
02:46pernah lewat jalur Bukit Barisan dari Bengkulu sampai Aceh.
02:50Dan dia bilang,
02:50hutan di sini banyak yang hilang diganti sawit.
02:53Diganti lahan.
02:54Kayak nonton film Hutan The Vanishing.
02:57Kalau Bang Den Turing,
02:58saya sangat saran ini Bang,
03:00bawa teman yang banyak,
03:01karena nanti takutnya yang hilang gak cuma hutan.
03:04Lalu muncul film baru,
03:05YouTuber The Missing.
03:08Hati-hati Bang Den.
03:10Dan ini semua bukan cuma opini pemirsa,
03:13karena warga di sana langsung melihat
03:14tebing-tebing di sana maksud saya,
03:16sudah mulai coklat yang awalnya hijau.
03:18Yang dimaksud sudah pasti gundul,
03:20bukan berarti di sana sekarang menjadi tempat pramuka camping.
03:23Gundul di sana.
03:25Kita semua tahu,
03:26sawit itu penting untuk ekonomi.
03:28Tapi kalau semua bukit dibuka,
03:30semua pohon ditebang,
03:31lalu ketika banjir datang,
03:33ada yang bilang,
03:34ini akibat hujan ekstrim.
03:36Padahal,
03:37ini akibat hujan ekstrim.
03:40Dan izin pembukaan lahan ekstrim.
03:43Kalau ada pejabat bilang kayu itu roboh alami,
03:46kita senyum saja,
03:47karena kita tahu,
03:49yang alami itu banjirnya.
03:51Dan kebijakan-kebijakan itu dibuat oleh tangan manusia.
03:54Dan saya berharap suatu hari nanti,
03:58kita dapat konferensi pers yang jujur,
04:00di konferensi pers itu mengatakan,
04:02maaf,
04:03kami kecolongan.
04:04Kecolongan izin,
04:05kecolongan pengawasan,
04:07kecolongan pohon,
04:08kecolongan bukit,
04:09kecolongan hutan.
04:10Tapi ya sudah lah,
04:11di negara ini yang paling cepat hanyut hanyalah hutan.
04:14Tidak dengan jabatan.
04:16Jadi, Pak Mirsa,
04:18malam ini kita tidak menertawakan bencana,
04:20tapi memang kadang pernyataan-pernyataan pejabat
04:23lebih lucu dari komika.
04:26Hutan hilang,
04:28bukit gundul,
04:30sungai bawa kayu gelondongan.
04:32Lalu ketika ditanya,
04:34jawabannya,
04:36pohon roboh alami.
04:39Padahal bukan itu yang dialami.
04:41Jawabannya itu kayak gak mikir,
04:43kayak instan,
04:45ala-ala bikin mi.
04:46Next time ya, amit-amit.
04:48Maaf, Pak, ada rumah hanyut.
04:49Oh, tenang, Mas.
04:51Alami.
04:52Tapi maaf, Pak, itu rumah Bapak.
04:54Waduh, Mas, tolong, Mas.
04:56Tenang, Pak.
04:57Alami.
04:59Pemirsa, mari kita jaga hutan,
05:01jaga logika, dan jaga kewarasan,
05:03jauhkan keluarga dari pernyataan-pernyataan
05:05alasan-alasan pejabat.
05:07Terima kasih.
05:08Akhir kata saya akan tutup dengan tagline
05:09pernyataan bisa dibuat-buat,
05:12tapi data tak bisa disuap-suap.
05:14Ya, wajar bukti.
05:15Menyampaikan dari Beritawa,
05:17undur diri, selamat malam.
Komentar

Dianjurkan