00:00Nah, Denso agak khawatir ya kalau penanganannya dianggap mengecewakan,
00:05maka itu bisa membahayakan pemerintahan dalam hal ini Pak Prabowo.
00:10Tadi soalnya kamu nyinggung soal elektabilitas.
00:14Mengganggu, itu satu. Pak Prabowo ini kan baru setahun, menuju empat tahun.
00:19Kalau saya pribadi, saya jujur ya, pilihan presiden yang diberikan kepada saya kemarin itu
00:24gak ada satupun yang membuat saya terpanggil, jujur.
00:27Tapi, apapun yang pilih masyarakat, kita harus fair.
00:31Mau berapa persen yang kita pilih itu Pak Prabowo menang, mau kamu pilih atau enggak,
00:36eh, you harus ke Satria, bro. Ini presiden lu, jaga gitu loh.
00:39Saya ingin menjaga Bapak, supaya pada saat lima tahun Bapak bekerja, Bapak bisa menyelesaikan dengan baik.
00:45Jangan sampai lima tahun itu berakhir pora-pora anda, kita kan juga gak mau gitu.
00:49Karena kalau Bapak kenapa-napa, kita juga kenapa-napa gitu.
00:51By the way, Denso, tapi kalau misalnya ngomong politik gini, pernah gak ditelepon untuk bilang,
00:55Udahlah lu gak usah ikut-ikutan politik gitu.
00:58Saya pernah ditelepon ditawarin untuk menjadi bagian dari politik, dengan penawarannya sangat menggiurkan.
01:04Sudah jadi apa?
01:04Saya gak bisa mocorin, cuma pastinya salah satu, ya penting lah gitu, dengan...
01:12Stafsus?
01:13Ya, ya di daerah situ lah ya. Tapi kemudian saya gak bisa mocorin, kan dia gak enak juga.
01:20Terus kemudian dengan ya nilai-nilai materi yang bisa cukup baik gitu loh.
01:25Kenapa ditolak?
01:26Karena saya ngerasa belum kesana panggilan saya.
01:30Saya masih merasa, saya masih harus mengerjakan apa yang saya harus kerjakan sekarang, tapi saya siap membantu.
01:35Membantu untuk apa? Membantu untuk menjaga negara ini menjadi lebih baik sebagai bagian dari warga negara.
01:40Saya gak ngerasa kontribusi saya gede kok.
01:42Tapi dengan kalau misalnya, dengan apa yang saya punya bisa membantu, saya kasih gitu loh.
01:47Saya mulai ada panggilan kesana karena saya melihat bahwa mungkin usia,
01:50dimana ya sudah waktunya saya...
01:53Sudah berhikmat.
01:54Ya, dulu saya bantu negara lewat jadi atlet.
01:57Bela negara sebagai atlet, sebagai wajah dari tim nasional, wajah dari tim nasional sekarang.
02:02Ya, dengan saya dikasih kepercayaan oleh masyarakat, mungkin lewat podcast, lewat mana ya.
02:06Kalau misalnya saya bisa bantu dengan bersuara, kenapa tidak gitu.
02:10Cuma saya juga tidak mau kemudian saya menggunakan suara saya hanya untuk sekedar mengejar exposure.
02:16Karena untuk mengejar exposure itu buat saya tidak fair sekali.
02:20Kemudian saya menunggangi kondisi politik dan isu sosial yang ada di dalam.
02:25Tapi saya tidak punya ketulusan dalam mengaplikasikan apa yang harus saya kerjakan berupa podcast,
02:30atau berupa memanggil narasumber.
02:33Seolah-olah saya harus jadi berpihak kepada satu sisi.
02:36Itu menurut saya tidak fair sekali.
02:37Oke, jadi kalau soal podcast itu, kamu juga punya purpose ya artinya ya.
02:44Tidak melulu tentang sekedar mencari adsense, mencari viewers.
02:50Tapi, nah itu salah satu keberpihakan terhadap satu isu itu juga seorang Densu miliki.
02:58Aduh, sekali lagi aku masih penasaran.
02:59Jadi, tadi soalnya wah ini jangan sampai menunggangi Pak Prabowo.
03:07Kenapa menurutmu, kan udah kamu sendiri merasa lihat ya bagus, sudah ada di situ TNI POR, ya of course.
03:14Tapi apa aspek politik apa yang menurut kamu ini berbahaya kalau kelamaan ditanganinya dan berbeda dengan persepsi publik saat ini?
03:22Iya, karena setiap pemerintahan itu, setiap kepemimpinan yang ada di situ, pasti ada konternya, gak mungkin gak.
03:30Sejarah sudah menyatakan itu.
03:31Dan tidak mungkin hanya dua sisi.
03:33Yang satu oposisi, pasti ada pihak ketiganya, gak mungkin gak.
03:38Pihak ketiga apa? Yang berhubungan dengan segala sesuatu untuk kepentingan, pasti masalah ini.
03:44Nah, oleh karena itu menurut saya, apa yang sekarang ini dialami oleh Pak Prabowo, pasti akan terguncang dari dua sisi.
03:49Pihak oposisi pasti mengguncang, dari pihak yang ketiga juga pasal.
03:52Kita gak punya oposisi.
03:53Oposisi Pak Prabowo masih gak ada, pasti ada.
03:55Secara di parlemen ya, tidak ada pd perjuangan.
04:01Tetapi kan selama ini kan hubungannya, banyak aktivis bilang, sebenarnya kita gak ada penyeimbang, semuanya kan berjalan.
04:10Dalam sistem pemerintahan, baru era ini, kursi atau persentase di parlemen yang sama dengan eksekutif itu terbesar sepanjang sejarah.
04:21Pak SB, Pak Jokowi itu paling tidak masih ada, mereka yang di parlemen yang tidak ada di kabinet itu paling tidak di atas 20%, di atas 30%, partainya lebih dari satu.
04:35Baru kali ini loh terbesar sepanjang sejarah, hanya satu partai yang di parlemen yang gak ikut eksekutif.
04:40Jadi rasanya mau bilang kita ada oposisi, gak ada tuh.
04:43Ya itu secara apa yang kita lihat, cuma kan di balik layar itu semua kan pasti ada, gak mungkin gak ada.
04:48Ini yang aku bicarakan bukan hanya yang terlihat, tapi apa yang tersirat juga kan pasti ada di situ.
04:54Menurut aku gak mungkin gak ada, dan itu udah pasti ada gitu.
04:57Memunculkan wajahnya itu kan tinggal masalah waktu saja.
05:01Tapi apa yang sekarang terjadi dengan polemik-polemik yang dihadapi di era pemerintahan Pak Prabowo itu menunjukkan kan bahwa pihak itu ada gitu.
05:09Banyak loh di sosial media baser-baser yang kemudian menghantam narasi-narasi pemerintah, di mana pemerintah itu sendiri juga, ya jujur ya, komunikasi publiknya itu memancing.
05:22Membuka ruang.
05:23Membuka ruang untuk digoreng dan ditabrakan gitu loh.
05:26Itu yang saya kadang-kadang menyayang.
05:28Contoh misalnya contoh.
05:29Saya gak berani.
05:31Sudah tahu sendiri lah di publik seperti apa gitu.
05:33Saya merasa kayak, apa sih ini tujuan daripada statement ini tujuannya apa gitu loh, pengen dinunjukin apa gitu loh.
05:42Karena sebuah kalimat yang keluar itu seperti senjata atau pisau yang kemudian dia bisa melukai atau bisa untuk memotong sesuatu demi menolong seseorang gitu.
05:50Jadi kadang-kadang aku ngelihat statement-statement yang keluar, gak mungkin ini orang yang tidak pintar, ini orang pintar semua.
05:57Rata-rata pasti orang sekolah tinggi.
06:00Tapi kenapa statement-statement yang keluar itu seperti seolah-olah ingin memancing bahwa narasi itu bisa kita goreng dan kemudian kita...
06:08Bikin publik marah lah gitu kan.
06:09Marah gitu loh.
06:10Ada hal yang ada di pemerintahan sekarang gak kurang-kurang lah pintarnya gitu.
06:14Menurut aku begitu.
06:15Jadi aku suka menyayangkan bahwa komunikasi antara pemerintah pusat sendiri atau pemerintah daerah sendiri, ya pemerintah lah pada keseluruhan.
06:24Dengan rakyatnya itu kayak orang musuhan.
06:26Jadi kayak aku melihat kayak orang di rumah tangga, yang satu ngomong pakai bahasa apa, yang satu ngomong pakai bahasa apa.
06:33Jadi kayak love language-nya gak nyambung.
06:37Jadi aku ngerasanya gitu.
06:38Nah aku ngerasa kayak ini kalau love language-nya nyambung, ini pasti negara keren banget.
06:43Nah rakyat itu semuanya punya kepentingan yang satu gitu loh.
06:49Rakyat kita itu sabar.
06:51Sabar.
06:53Dari tahun ke tahun bagaimana penderitaan yang mereka alami, luka yang mereka bawa, mereka itu sabar loh.
07:00Jadi jangan kesabaran ini, jangan taken for granted.
07:07Ah kan sabar ini, jadi kemudian bisa jadi semena-mena atau ya lu emang sebagai rakyat ya lu terima aja.
07:14Betul.
Komentar