00:00Terima kasih Anda masih bersama kami di program Rosy.
00:04Edisi Natal kali ini saya bersama Denny Sumargo.
00:06Ia dikenal dengan konten Curhat Dong Bang.
00:09Curhat Bang gak pake dong.
00:11Oh iya dong.
00:12Curhat Bang di podcastnya yang saat ini subscribernya udah 8,78 juta.
00:18Enggak, 8 jutaan lebih lah gitu.
00:21Emang kenapa sih kalau patokan subscriber ya?
00:24Orang-orang tuh selalu melihat podcast besar tuh patokannya subscriber ya?
00:27Iya, itu menunjukkan bahwa banyak yang ngikutin.
00:34Iya, well itu tidak salah satu jaminan tapi itu menunjukkan bahwa kamu sekarang berpengaruh.
00:39Saya tuh gak sadar kalau saya berpengaruh jujur Mbak Rosy.
00:42Saya tuh baru sadar memang ya mungkin di tahun 2025 ini saya mulai merasa sadar kenapa.
00:47Karena ada beberapa kejadian yang membuat saya ngeliat ini pengaruh podcast ini udah sampai sejauh ini ya ternyata.
00:52Iya, iya. Padahal kan awalnya kamu kan bikin Curhat Bang itu kan lebih kepada isu-isu personal ya.
00:58Ya yang gak penting sih sebenarnya gitu loh.
01:00Ya bukan gak penting lah, ringan gitu.
01:02Ringan betul.
01:03Terakhir soal bencana Sumatera kamu mau ancarai Dirty Vote dan didulaksono.
01:10Nggak ditelepon tuh sama seseorang di pemerintahan.
01:19Udah mulai di tepi jurang Anda ya?
01:21Iya kayaknya ya. Tapi aku gak ngerasa aku bermain di tepi jurang.
01:24Kenapa? Karena menurut aku jurang apapun itu selama kita tulus kita bisa lewati dengan baik.
01:29Nggak takut ini ya? Nggak takut kehilangan pendukung yang tadinya melihat Denny Sumargo tuh udahlah kita ngomong yang seru-seru tentang si ini, pacaran sama si ini, ini kenapa ini kenapa wulan guritno kunisnya gak mulus gitu.
01:46Nggak takut ya misalnya dibilang bahwa udah lu gak usah ikut-ikutan politik gitu.
01:50Mengapa politik kemudian buat kamu matters?
01:52Jadi gini, di podcast aku itu aku punya banyak sekali POV.
01:59Ada politiknya berapa persen, ada sportnya berapa persen, ada isu rumah tangganya berapa persen, ada isu sosialnya berapa persen, ada isu kriminalnya berapa persen, dan lain-lain gitu loh.
02:09Karena memang secara ketertarikan saya tertarik dengan semua itu.
02:12Jadi saya tertarik dengan semua komponen dalam kehidupan, bahkan untuk masalah gaib gitu.
02:17Jadi buat aku sendiri pribadi, itu hal-hal yang mendasari saya secara insting, kemudian mengundang, membahas, dan mengembangkan konten itu sendiri.
02:27Dan yang kedua, kebutuhan saat itu.
02:29Saat itu kadang-kadang hati saya terpanggil untuk ikut membantu dan menyuarakan lewat platform saya.
02:34Jadi saya harus memutar otak bagaimana caranya supaya materi yang kita bahas, narasumbernya juga tepat.
02:40Seperti apa yang Mbak Rosy lakukan pasti, bersama dengan tim yang lain.
02:44Supaya isinya juga dedek, edukasinya dapet, tapi dibawahnya juga dibungkusnya dengan asik gitu.
02:50Karena isu berat bisa juga dibawakan dengan santai kan.
02:54Betul sekali, karena berapa kali aku coba lihat orang selalu meminta konten-konten edukasi.
03:00Tapi begitu dibikinin, orang ga nonton banget gitu loh, ga banyak yang nonton gitu.
03:04Malah sukanya yang aib-aib orang.
03:06Nah ketika dibikinin yang aib, ada juga kadang-kadang yang komplain, ada juga yang engga.
03:10Dimana eh jangan buka-buka aib gitu loh.
03:12Jadi memang ada plus minus.
03:16Cuma buat aku kembali kepada, takut ga kalau kehilangan penonton atau fans?
03:20Tujuan aku sebenarnya awalnya bukan mencari fans atau pengikut.
03:24Karena buat aku fans atau pengikut itu sesuatu yang harusnya datang bersifat organik.
03:29Tapi materi yang aku ingin ciptakan adalah sesuatu yang akhirnya bisa bersifat panjang.
03:36Aku sering banget bikin konten cerita orang yang percaya atau engga, saya yakin 10 tahun lagi orang masih nonton.
03:44Oh iya?
03:44Karena ada nilai kehidupan di dalam konten itu.
03:47Oh oke, jadi kayak everlasting stories ya.
03:50Betul.
03:50Dimana orang bisa belajar dari kesalahan orang itu, bisa belajar dari pengalaman orang itu, atau bisa mencari sebuah jawaban di dalam konten itu.
03:58Tapi kamu juga pernah tuh, aku heran, apa sih, kenapa orang mati jadi kuntilanak?
04:04Nah itu sebenarnya lebih kurang penting ya, karena saya juga bingung dengan arah sumber saya saat itu, makanya saya undang.
04:10Saya pengen denger ceritanya, bagaimana cerita gaibnya seperti apa.
04:15Karena kadang-kadang ketika kita interview orang, itu kan kadang-kadang gak semua ceritanya nyambung juga sama logika kita.
04:19Nah ketertarikan saya terhadap semua hal itu serendom itu, Mbak Rosy.
04:24Oh iya?
04:25Dan buat saya itu semua sangat menyenangkan gitu loh.
04:28Karena untuk menjadi pintar bukan pilihan paling utama buat saya.
04:31Kadang-kadang menjadi orang anak kecil yang polos, yang kayak ngedegeri cerita dong itu seru juga gitu.
04:37Dan buat aku itu semua menjadi bagian daripada podcastku.
04:42Sport, apa lagi tadi?
04:44Sport, isu sosial, isu rumah tangga, ya perselingkuhan dan lain-lain.
04:50Kemudian isu sport, kemudian gaib, politik, semua ada.
04:55Man, semua sama? Gak ada yang paling interest?
04:58Aku sebenarnya jujur ya, kalau ditanya interest, aku tuh gak terlalu interest interview orang.
05:03Oh, lah kenapa bisa jalan dengan sukses?
05:06Saya juga bingung.
05:07Jadi saya tuh gak suka nonton podcast, saya gak suka nonton interview,
05:12saya gak suka interview orang, dan saya gak suka di interview sebenarnya.
05:16Cuman memang ternyata it's just a part of life dimana saya harus belajar menikmati.
05:20Waktu itu saya bikin konten lebih ke sport.
05:23Ke basket sombong waktu itu.
05:24Karena saya suka activity, dan berkeringat, dan juga very mobile.
05:28Setelah itu ya pasti ada jenuhnya juga.
05:31Nah abis aku diundang podcast sama Deddy Kobusier,
05:34terus aku berpikir, eh gue bisa gak ya ngelakuin apa yang Deddy lakuin?
05:37As simple as that.
05:38Jadi terinspirasi sama Deddy?
05:41Podcastnya Deddy.
05:42Karena aku kalau ngeliat Om Deddy itu kalau misalnya podcast orang,
05:44kayaknya dia kalau podcast orang itu seru sekali.
05:47Nah aku juga pengen berada di posisi yang sama.
05:50Coba aku bikin dengan konsep yang versi gue, yang sederhana,
05:54itu di meja makan saya.
05:56Jadi saya gak bikin studio, itu meja makan saya dengan tampilan yang sangat sederhana,
05:59dan waktu pertama kali saya bikin podcast, itu gak ada lighting tambahan.
06:04Jadi lampunya cuma kuning-kuning gitu, Mbak.
06:06Gitu loh, jadi kalau nonton yang dulu-dulu itu kerasa sekali.
06:09Waduh, ini kayak tempo dulu gitu loh.
06:11Yaudah aku bikin podcast dengan mengundang salah satu yang lagi viral saat itu,
06:16Lutfi, dengan kata-kata anjay,
06:19yang kemudian itu menjadi polemik di masyarakat,
06:21dalam hati gue, ini apa ya?
06:23Akhirnya saya undang, rasa penasaran aja saya undang.
06:25Oke.
06:25Saya posting, video pertama ya nonton satu hari 500 ribu.
06:29Saya kaget.
06:30Ih, orang nonton ya?
06:32Berarti saya ada bakat ini, gitu ya.
06:35Saya terusin aja, seorganik itu.
06:37Sampai akhirnya saya belajar dari satu video ke video lain,
06:40tahun ke tahun,
06:40dimana podcast saya itu diframing dengan banyak cerita.
06:44Orang meninggal, podcast keramat.
06:46Terus kemudian kasus donasi.
06:48Wah banyak banget.
06:49Jadi saya sampai ngerasa kayak,
06:51saya ditaruh Tuhan di sini, ini kenapa ya?
06:53Apa ada maksud Tuhan dengan saya di podcast ini?
06:56Kalau memang ada maksud Tuhan dengan saya di podcast ini,
06:58dengan otoritas yang dikasih ke saya,
07:02izinkan saya menggunakannya untuk kebaikan suatu hari nanti.
07:06Bener banget.
07:07Gitu.
07:07Itu kamu udah dipakai Tuhan.
07:10Semoga ya.
07:11Untuk punya podcast, subscribernya luar biasa,
07:15dan Densu, lu tau gak, lu sekarang bagian orang,
07:18ya mungkin orang bilangnya influencer ya.
07:20Tapi ada yang lebih besar dari itu.
07:24Kamu membentuk opini dan itu sesuatu yang tugas yang gak gampang.
07:33Karena tadi yang aku bilang harus tetap punya purpose kan.
07:38Sebagai pembentuk opini,
07:39opini seperti apa yang ingin kamu shape,
07:43apa yang ingin kamu lekatkan gitu.
07:45Betul.
07:46Gak mudah, tapi dari se-cuman se-organik itu katanya kamu bilang.
07:52Tapi kamu udah jadi kayak gini, itu luar biasa banget, Dan.
07:54Udah jalan, ibaratnya jalan yang Tuhan kasih buat saya.
07:57Tapi tanggung jawabnya besar.
07:58Tanggung jawab itu disitu besar.
07:59Aku mau tanya itu, kamu merasa punya tanggung jawab gak?
08:03Ya.
08:03Ketika wawancara, kalau mati dari kuntilanak,
08:06terus ini,
08:08kira-kira pesan orang.
08:09Sudah lah, kalau masalah begitu,
08:10tonton aja, udah itu hiburan gitu loh.
08:12Jangan usah banyak cincong ya.
08:13Iya, kalau masalah-masalah lain, okelah saya ikut coba untuk membantu sejauh mana.
08:18Ya banyak yang.
08:19Tapi dari pelajaran saya,
08:20kadang-kadang tanggung jawab itu juga kita harus bijak dalam mengambil sikap.
08:26Saya saking,
08:28saya menjadikan tanggung jawab itu sebagai prioritas dalam hidup saya.
08:31Saya terperangkap di dalam satu kondisi.
08:34Yang saya,
08:36jujur kalau ditanya saya sesali, saya sesali.
08:38Tapi saya bukan orang yang hidup dalam penyesal.
08:40Apa itu?
08:41Jadi ketika saya akhirnya coba untuk membantu pihak-pihak yang bersengketa,
08:47ternyata niat saya itu dipergunakan untuk kepentingan yang lain.
08:51Di situ saya akhirnya melihat bahwa ini pola politik yang sangat berbahaya.
08:55Dan kita gak boleh terlalu naif.
08:57Ya.
08:58Dan saya juga tidak bisa kemudian mengatakan,
09:00saya orang baik.
09:01Saya juga gak bisa mengatakan,
09:03apa yang saya lakukan itu tulus.
09:04Karena itu akan menjadi satu kalimat yang akan di framing seolah-olah,
09:08ya kalau orang tulus tidak akan ngomong dirinya tulus.
09:10Kalau orang baik tidak ngomong dirinya baik.
09:12Tapi saya harus bisa keluar dari situ dengan sikap dan tindakan.
09:15Akhirnya ada konsekuensi yang harus saya ambil,
09:17dan ada luka yang harus saya terima.
09:19Dan saya berkata pada diri saya,
09:22ini pelajaran paling besar Dini.
09:24Bahwa apa yang kita lakukan,
09:26konsekuensinya tetap ada.
09:28Siap gak?
09:28Kalau cuma mau main aman,
09:31tidak mau terluka,
09:32kita gak bisa panjang nih.
09:34Dan kita mungkin tidak akan pernah lebih besar daripada ini.
09:37Akhirnya saat itu saya memutuskan bahwa,
09:39oke,
09:39kita harus berjalan untuk siap menerima segala konsekuensi,
09:42hujatan masyarakat,
09:43dan mungkin ketidaksetujuan masyarakat,
09:46yang akhirnya dilempar ke kita.
09:48Akhirnya saya dari situ tuh,
09:49baru bisa ngerti,
09:50oh posisi pemerintah tuh kayak gini juga kali ya.
09:52Posisi presiden kayak gini juga.
09:54Berarti dari situ pelajaran berharga kamu menjadi seorang podcaster,
09:58yaitu,
09:59oh ini sebuah tugas yang gak cuma ngemeng-ngemeng.
10:03Tetapi ada satu yang lebih mulia juga dari situ,
10:07selain hiburan,
10:09tetapi ada satu tanggung jawab yang harus diemban.
10:12Bahwa luka itu ada,
10:13itu ada perjalanan,
10:15tetapi itu justru kayaknya bikin kamu makin tumbuh dan makin besar.
10:21Mungkin ya,
10:21karena bagian daripada kehidupan itu adalah penderitaan.
10:24Penderitaan itu kan shape the person gitu loh.
10:27Bagaimana besi mengasah besi,
10:28manusia mengasah manusia,
10:30keadaan mengasah mentalitas kita untuk bertumbuh jadi lebih besar.
10:33Karena alam itu tidak pernah salah memilih.
10:36Alam itu sudah menyiapkan sebuah kondisi untuk nge-pressure
10:38dan memberikan challenge untuk semua pihak,
10:40tapi yang keluar,
10:42pasti orang itu dan orang itu yang pasti terpilih.
10:44Luar, ya.
10:45Gitu, itu yang saya belajar ya.
10:47Wah, kita sudah mendengar kotbah,
10:50ibadah Natal.
Komentar