Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jaksa Agung Sinitiar Burhanuddin melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemicu bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera bukan fenomena alam biasa.

Ia mengatakan bahwa hasil analisa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) terdapat alih fungsi lahan yang menjadi pemicu banjir bandang.

"Diperoleh temuan terdapat korelasi kuat bahwa bencana banjir besar di Sumatera bukan hanya fenomena alam biasa, melainkan terarah pada alih fungsi lahan yang masif di hulu sungai daerah aliran sungai yang bertemu curah hujan yang tinggi. Sehingga dampak hilangnya tutupan vegetasi di hulu daerah aliran sungai yang menyebabkan daya serap tanah berkurang," ujar Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Rabu (24/12/2025).

Ia menambahkan bahawa Satgas PKH telah memeriksa 27 korporasi dan sejumlah individu terkait banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Baca Juga Rp6,6 Triliun Uang Sitaan Satgas PKH, Belum Termasuk Kasus Hutan 3 Daerah Bencana di Sumatera di https://www.kompas.tv/nasional/639522/rp6-6-triliun-uang-sitaan-satgas-pkh-belum-termasuk-kasus-hutan-3-daerah-bencana-di-sumatera

#prabowo #jaksaagung #sumatera

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/639551/blak-blakan-jaksa-agung-lapor-prabowo-alih-fungsi-lahan-picu-bencana-banjir-sumatera
Transkrip
00:00seluas 6.330,78 hektare.
00:05Bapak Presiden, hadirin yang saya muliakan.
00:08Perlu kami sampaikan keterikan dengan bencana banjir badang
00:11yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
00:16Satgas PKH telah melakukan identifikasi dengan temuan
00:19yakni sejumlah besar etitas, ekorporasi, dan perorangan
00:24terindikasi kontribusi terhadap bencana bandang
00:27dan Satgas PKH telah melakukan kalifikasi
00:30terhadap 27 perusahaan yang tersebar di tiga provinsi tersebut.
00:36Padahal berdasarkan hasil kalifikasi Satgas PKH
00:38dan hasil analisa pusat riset interdiscipliner ITB
00:44diperoleh temuan, terdapat korelasi kuat
00:49bahwa bencana banjir besar di Sumatera
00:51bukan hanya fenomena alam biasa
00:53melainkan terarah pada alih fungsi lahan yang masif
00:57di hulu sungai daerah aliran sungai
00:59yang bertemu dengan surah hujan yang tinggi
01:01sehingga dampak hilangnya tutupan vegetasi
01:04di hulu daerah aliran sungai
01:06yang menyebabkan daya serap tanah berkurang.
01:10Aliran air pengukaan meningkat, tajam,
01:12hujan ekstrim, dan banjir bandang
01:14akibat permukaan air meluber ke pemukaan.
01:16Ada pun rekomendasi Satgas PKH menikah pihal tersebut
01:21yang dimelanjutkan proses intensifikasi
01:24terhadap semua subyek hukum yang dicurigai
01:27baik di Sumut, Aceh, maupun Sumbar
01:30yang melibatkan seluruh stakeholder.
01:33Setgas PKH, Kementerian Lingkungan Hidup,
01:36Kementerian Kehutanan, Polri
01:38guna menyelamatkan langkah menghindari
01:39tumpang tinggi pemeriksaan dan percepatan
01:42penuntasan kasus secara efektif
01:44sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
01:50Sebelum mengakhiri laporan ini,
01:52saya sampaikan tidak lupa saya mengucapkan
01:54apresiasi yang rasa terima kasih
01:56yang sebesar-besarnya kepada
01:58serenap jajaran Kementerian,
02:00lembaga yang telah bekerja keras
02:01mewakapkan waktu dan tenaganya
02:03untuk bersinergi dalam lalu buaya
02:05penertiban kawasan hutan yang tergadung
02:07dalam Satgas PKH bentukan Bapak Presiden.
02:13Hukum harus.
02:14Setegak dan penegakan hukum yang tegas
02:16diperlukan suatu rangka penjaga
02:19serbetas nasional.
02:21Kita pastikan bahwa kehutanan
02:23sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa
02:24merupakan anugerah yang dimiliki
02:27bangsa Indonesia harus dikelola
02:29dan dilestarikan untuk kepentingan rakyat,
02:31bukan hanya untuk kepentingan
02:33segelintir kelompok orang.
02:34Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan.
02:38Semoga kita sudah bisa mendapatkan bimbingan
02:40perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa
02:42dalam upaya bersama
02:43membangun masa depan bangsa
02:45dan negara Indonesia yang semakin adil,
02:47makmur, sejahtera.
02:48Amin, amin.
02:50Ya Rabbal Alamin.
02:51Sekian, terima kasih.
02:52Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:55Salam sejahtera buat kita semua.
02:57Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:57Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:59Salam kebajikan.
03:07Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan