00:00Aksi kemarin memang spontanitas
00:12Tampak neplek karena mungkin saya capek
00:18Kemudian melihat situasi, kondisi di lapangan yang sudah parah
00:25Yang awalnya kami dengan niat-niat tidak ada niat untuk membantu membaiki pemerintah dan sebagainya
00:32Karena saya juga bagian dari pemerintah
00:34Cuman karena kondisi dari penujat hingga ke silombolanak ini
00:41Sudah segini pekerjaan kita belum kelir-kelir juga bagian daripada rasa jenuh ada
00:47Terus kemudian yang selanjutnya karena memang ini jalan pariwisata
00:53Dan akses utama jalan pariwisata berhubung antara kota dengan pariwisata
00:59Serta kutu dan sebagainya disini sangat atensi
01:02Dan dalam pekerjaan itu kan selihat intensitas pengguna jalan sangat tinggi
01:11Baru dikerjakan sudah dijelas, lalu kita kasih rambu-rabu dan sebagainya
01:16Kadang itu yang membuat saya marah
01:19Kedua, aksi saya yang refleks itu dalam benak saya mikir ini pukulan kita untuk kita semua
01:27Saya pribadi, kemungkinan pemerintah, tentu masyarakat
01:31Umum pengguna jalan maupun di sekitar pengguna jalan
01:35Karena tahun 90-an ini kan masih banyak akses-akses yang masih bagus ya
01:42Ternyata rusak jalan ini bukan karena tidak diperhatikan pemerintah juga
01:47Tetapi karena memang ada faktor-faktor lain
01:50Seperti sandulan air yang ketutup, pendangkalan
01:55Bahkan sama sekali ditutupi sama sekali
01:59Ini yang menjadi salah satu faktor
02:01Kemudian yang kedua, karena memang alat-alat potong dan sebagainya kan lindungi di sini
02:06Pembangunan potong, pila, kotel, bahkan produk-produk besar
02:10Di sini semua
02:12Sehingga kalau melihat kapasitas kekuatan alat asfalt atau beton ini
02:18Dengan berat kendaraan itu tidak sepanjang
02:23Terima kasih telah menonton!
02:53Terima kasih telah menonton!
03:23Selamat menonton!
Komentar