Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pengganti Patrick Kluivert masih terus menjadi perbincangan. Terbaru, nama John Herman disebut-sebut berpotensi menggantikan mantan pelatih Timnas tersebut.

Lalu, seberapa besar peluang John Herdman menjadi pelatih Timnas Indonesia?

Apa kelebihannya dibanding Patrick Kluivert atau Shin Tae-yong, serta seberapa kuat pengaruhnya dalam menangani para pemain Timnas? Isu ini akan diulas bersama analis sepak bola Haris Pardede.

#timnasindonesia #pelatih #pssi

Baca Juga [FULL] OTT KPK Berulang di Daerah, Seberapa Efektif Efek Jera bagi Kepala Daerah? di https://www.kompas.tv/nasional/639177/full-ott-kpk-berulang-di-daerah-seberapa-efektif-efek-jera-bagi-kepala-daerah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/639178/full-peluang-john-herdman-latih-timnas-indonesia-apa-kelebihannya
Transkrip
00:00Rumor soal John Hartman akan melatih Timnas Indonesia kian santer terdengar, sodara.
00:05Kabarnya, mantan pelatih Kanada ini rela menolak tawaran dari Timnas Jamaica.
00:11Sebelumnya, sodara PSSI telah mengumumkan keputusan mengenai penunjukan pelatih Timnas Indonesia akan dilakukan usai SEA Games lewat rapat EXO.
00:19Namun, rumor santer beredar di jagad maya.
00:22John Hartman menjadi kandidat paling kuat, menangani J.I.J.S. dan juga koleganya.
00:27Rumor ini dipicu dari media Honduras, yaitu Diaro Dijen yang mengklaim Hartman menolak tangani Jamaica di Piala Dunia 2026 dan lebih memilih Indonesia.
00:39Kabar ini begitu kencang di media sosial, sodara?
00:42John Hartman memang terkenal sebagai pelatih yang visioner.
00:45Pengalamannya menjadi ahli pikir strategi Kanada juga begitu spesial.
00:50Pasca Patrick Clifford dipecat Oktober lalu, sodara PSSI langsung gencar mencari sosok yang layak untuk mengisi kursi kosong pelatih Timnas.
01:03Setelah melakukan sejumlah wawancara di Eropa dan beberapa nama yang masuk dalam radar PSSI,
01:08beberapa nama yang dikaitkan dengan calon pelatih Timnas, antara lain ada Jesus Kasas, ada Hemir Harkmingson, ada John Heitinga, dan juga ada John Hartman, hingga Giovanni Van Bronkos.
01:22Pertanyaannya, seberapa kuat peluang George Hartman ini menjadi pelatih Timnas Indonesia?
01:33Apa kelebihannya dibandingkan dengan Patrick Clifford dan juga STY?
01:37Lalu seberapa kuat pengaruhnya bisa menangani Timnas kita?
01:41Kita mengulasnya bersama dengan analis sepak bola, Bung Haris Pardede atau Akrab Akusapa, Bung Harpa.
01:46Selamat petang, Bung Harpa.
01:48Selamat petang, Bung Yasser.
01:49Akhirnya perbincangan kita mencuat pada satu nama lagi nih, John Hartman.
01:53Anda sendiri sudah dapat kabar bahwa John Hartman ini berpeluang kuat jadi pelatih Timnas? Kita.
02:00Ya, beberapa nama kan memang tampaknya cukup santer ya, dikaitkan dengan kursi kepelatihan Timnas Garuda.
02:08Dalam beberapa waktu terakhir dan Ketua BTN Pak Sumarji juga sudah sempat terbang ke sejumlah negara ya,
02:14untuk melakukan pendekatan lah seperti itu.
02:18Dan di akhir-akhir dua nama mengkerucut dan ini memang sesuai dengan apa yang direncanakan rundownnya oleh federasi.
02:27Jadi speknya diminta kepada Direktur Teknik, Direktur Teknik kemudian memberikan beberapa kandidat,
02:33lalu kemudian PSSI melakukan pendekatan dan finalnya, finalisasinya nanti biasanya ada satu atau dua kandidat yang akan dipilih dalam suasana kolektif kolegial di federasi.
02:42Dua nama yang terakhir mengerucut itu kan kalau kita dengarkan ada pelatih asal Belanda Giovanni Van Brockhorst dan juga John Hartman.
02:51Ini pelatih asal Inggris.
02:53Nah dan terakhir dalam dua hari terakhir ya, nama John Hartman ini yang paling kencang kedengeran,
03:00dikaitkan dengan kursi kepelatihan Timnas Garuda kita mengandalkan Patrick Leavert.
03:04Oke, dari menurut Anda kalau di atas kertas, kita berbicara soal pengalaman dan juga track record dari John Hartman,
03:11menurut Anda ini sudah mampu untuk melatih Timnas kita?
03:16Kalau mampu melatih, ya pasti harusnya mampu melatih, tapi apakah dia bisa deliver atau enggak, itu yang waktu akan membuktikan.
03:24Tidak ada jaminan, nama besar, tidak punya nama besar itu pasti akan linier dengan hasil lahirnya.
03:32Jadi nama besar tidak ada jaminan akan sukses, enggak punya nama besar pun bukan jaminan tidak akan berhasil atau pasti gagal.
03:39Yang pasti kita hanya bisa menduga-duga, kita hanya bisa menganalisa dan ya ini negara demokrasi,
03:45kita bebas berbicara untuk melihat kira-kira seperti apa nih kecocokan antara pelatih baru nanti siapapun yang ditunjuk dengan suasana tim nasional kita.
03:56Bisa aja, kita mungkin melihat tadinya kurang pas, tapi ternyata karena dia punya passion, memang dia punya kemampuan, lama-lama cocok juga.
04:04Tapi sebaliknya, bisa kita pikir ini kalinya paling cocok, tapi begitu jalan ternyata gagal total.
04:09Jadi semua kemungkinan bisa, yang bisa kita lakukan adalah menganalisa, sekali lagi karena kita adalah negara demokrasi,
04:15dan kemudian kita menunggu hasilnya nanti karena kalau memang dia bisa membuktikan,
04:20pasti orang akan cinta juga dengan dia dan kemudian akan bisa menatap masa depan.
04:25Menatap masa depan sepak bola Indonesia.
04:28Kalau kita sering berbincang, Bung Harpa, soal siapa kandidat kuat, kemarin sebelumnya kita bahas juga,
04:33tapi akhirnya terganti lagi nama yang baru, yaitu John Hartman.
04:35Menurut Anda nih, yang mungkin punya informasi-informasi orang dalam ini,
04:39ini sudah kuat banget kah ini John Hartman akan menjadi kandidat pelatih timnas kita?
04:46Iya, terminologi yang bisa saya sampaikan atau kita sampaikan di sini,
04:50hanya dia adalah kandidat yang paling serius, yang mungkin melatih timnas Indonesia.
04:55Karena sekali lagi ketokpalunya kan nanti tetap di federasi.
04:58Dan itu harus selalu sesuai melalui prosedur yang sudah diterangkan oleh wakil ketua umum 1 PSSI
05:05pas dari Indonesia Mali di sebuah sosial TV.
05:07Ya, prosesnya seperti yang saya katakan tadi.
05:09Kalau itu sudah ketok palu, ya berarti sudah resmi gitu.
05:11Karena kita hanya bisa menduga, hanya mendengar, segala macam.
05:14Kan bisa saja berubah.
05:16Kan itu nggak pernah terjadi.
05:17Segala sesuatu bisa berubah dalam waktu hitungan jam.
05:20Jadi, ya kabarnya kemarin sudah ada rapat atau pertemuan SKO PSSI.
05:26Salah satunya adalah mencoba untuk mendorong salah satu kandidat pelatih timnas kita yaitu John Hartman.
05:32John Hartman, ya.
05:33Kalau bisa minta nih analisis dari Anda, kira-kira yang menjadi alasan atau kelebihannya deh dibandingkan dengan pelatih sebelumnya Parti Cleverty ini apa?
05:43Ya, pasti kita analogikan seperti mencari pekerja lah di kantor kan.
05:48Ya, pasti pertama, budget selalu saya katakan yang paling fundamental itu budget dulu.
05:53Apalagi kita ini dalam kondisi keuangan yang saya tahu cukup, apa ya, cukup bonyok lah ya.
05:59Seperti itu, bayar Cicilan Sintayong, Patrick Clever juga.
06:03Ada denda juga saat di round 4, saat melawan IRA kan ada indisipliner dari penonton.
06:08Itu dendanya satu miliar lebih.
06:09Jadi, dan kemudian loss of opportunity kita tidak ada FIFA Mestri bulan November.
06:13Sehingga kembali ke budget nih.
06:15Karena katanya sih gajinya itu kalau nggak salah 50 miliar setahun atau seperti apa ya.
06:21Jadi, ini kan juga pustim menyesuaikan dengan keuangan PSSI yang pun tahun depan tidak akan mendapat guyuran dari Menpora.
06:28Nah, yang kedua, kita pasti lihat CV-nya lah, standar.
06:31Kalau saya lihat CV-nya sih sebenarnya ya oke lah gitu ya.
06:35Kita tidak bisa bilang dia jelek banget, walaupun kemarin atau terakhir itu agak kecoreng CV bagusnya ketika melatih Toronto.
06:45Tapi secara umum ya wajar, pelatih mau sekelasan celoti pun pernah, pernah apa ya, kurang berhasil gitu kan.
06:53Tapi secara umum sih ya oke-oke aja, normal.
06:56Hanya mungkin yang menjadi tantangan adalah dia tidak punya pengalaman di Asia.
07:05Sekali lagi ini hanya saya katakan tantangan ya.
07:08Bukan nanti jangan dibilang lagi kok udah pesimis enggak.
07:11Karena itu juga penting.
07:12Tetap kita sama-sama optimis ya dengan pelatih baru yang dipilih nanti pasti ya ya.
07:16Kalau saya lebih suka menggunakan katanya itu wait and see.
07:20Oke, wait and see.
07:21Ya, saya tidak mau pesimis, tidak mau optimis juga.
07:24Kita lihat aja dulu pelan-pelan.
07:25Nanti kan ada FIFA Series bulan Maret.
07:28Nah, nanti kita lihat bagaimana racikannya.
07:30Itu pun belum ujuk-ujuk untuk mengatakan.
07:33Kan nanti butuh ada proses.
07:34Nanti kita lihat perkembangannya, progresnya.
07:36Dan nanti ada Julie juga ada AFF.
07:38Nah, dari situ nanti kita akan bisa lihat seperti apa tim nasional kita.
07:43Mampukah dia membersihkan tim nasional kita dari puing-puing ini menjadi sesuatu
07:47seperti yang dilakukan di tim nasional Kanada 2018 sampai 2023.
07:52Oke, yang jelas kita nantikan.
07:53Seperti kata Bung Harpa, wait and see aja dulu.
07:56Optimis enggak, pesimis juga enggak.
07:58Yang penting kita lihat nih.
07:59Kasih kesempatan yang jelas kita nantikan.
08:00Seperti apa PSSI akhirnya menentukan siapa pelatih tim nas kita.
08:03Terima kasih Bung Harpa telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
08:06Salam sehat.
08:07Ya, salam sehat.
08:08USE Jidah Saudara Kompas Petang masih akan hadir dengan informasi USE.
Komentar

Dianjurkan