Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Banjir bandang yang menerjang Desa Sipange, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyisakan duka mendalam, terutama bagi anak-anak korban bencana. Di balik lumpur dan puing bangunan, mereka harus menghadapi kehilangan rumah sekaligus rasa aman yang selama ini melindungi masa kecil mereka.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dua bocah korban banjir bandang bertahan di tenda pengungsian darurat dengan alas terpal yang dingin. Dengan suara lirih, salah satu anak menceritakan rumah keluarganya yang berwarna biru telah rusak parah diterjang arus banjir.

———

Baca berita terpercaya lainnya di www.suaramerdeka.com dan unduh aplikasi Suaramerdeka.com di App Store & Play Store.

#suaramerdeka #suaramerdekacom #suaramerdekanetwork #BanjirBandang #TapanuliTengah #KorbanBanjir #AnakKorbanBencana #Pengungsian #BencanaAlam #BanjirSumatera

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Banjir bandang yang menerjang desa Sipange, kecamatan Kolang, kabupaten Tapanuli Tengah
00:05menyisakan duka mendalam terutama bagi anak-anak korban bencana.
00:09Di balik lumpur dan puing bangunan, mereka harus menghadapi kehilangan rumah sekaligus rasa aman
00:15yang selama ini melindungi masa kecil mereka.
00:18Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dua bocah korban banjir bandang
00:24bertahan di tenda pengusian darurat dengan alas terpal yang dingin.
00:28Dengan suara lirih, salah satu anak menceritakan rumah keluarganya yang berwarna biru
00:33telah rusak parah di terjang arus banjir.
00:49Tak hanya itu, dua rumah milik keluarganya hancur bersamaan akibat banjir bandang yang datang secara tiba-tiba.
00:56Kini, hari-hari mereka dihabiskan di pengungsian dengan keterbatasan fasilitas
01:01dan ketidakpastian akan masa depan.
01:04Kisah Pilu ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap bencana alam,
01:08anak-anak adalah kelompok paling rentan yang kehilangan lebih dari sekedar harta benda.
Komentar

Dianjurkan