Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CILEGON, KOMPAS.TV - Misteri tewasnya anak politisi PKS di rumah mewah Kota Cilegon, Banten, belum terungkap. Hingga saat ini, delapan saksi telah diperiksa.

Teka-teki kematian bocah laki-laki berusia 9 tahun yang diduga tewas dibunuh di rumahnya di Cilegon, Banten, masih menjadi tanda tanya. Polisi kini masih memburu pelaku.

Jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Makam Balung, Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon.

Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa delapan saksi. Polisi memastikan peristiwa ini bukan kasus perampokan karena tidak ada barang berharga yang hilang.

Korban merupakan anak ketiga dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera Kota Cilegon.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najid Hamas, yang juga masih kerabat keluarga korban, berharap pelaku segera ditemukan.

Seperti diketahui, Selasa malam, korban ditemukan tewas akibat senjata tajam di rumahnya di Cilegon, Banten. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

Kejadian pertama kali diketahui oleh sang ayah yang merupakan anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera Kota Cilegon, Maman Suherman, melalui telepon dari kakak korban.

Pakar psikolog forensik, Reza Indragiri, menduga korban bukanlah target sebenarnya. Menurut Reza, pelaku mungkin mengincar kerabat korban, seperti orang tua.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi korban. Kini publik menunggu polisi untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Baca Juga CCTV Rusak 2 Minggu, Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS Masih Jadi Misteri di https://www.kompas.tv/regional/638709/cctv-rusak-2-minggu-kasus-pembunuhan-anak-politisi-pks-masih-jadi-misteri

#anakpolitisi #pks #pembunuhan #cilegon

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/638720/reza-indragiri-soal-tewasnya-anak-politisi-pks-diduga-korban-bukan-target-utama
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih digelar perkara.
00:07Saudara misteri tewasnya anak politisi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS
00:11di rumah mewah kota Cilegon, Banten belum terungkap.
00:16Hingga saat ini 8 saksi telah diperiksa.
00:23Teka-teki kematian bocah laki-laki berusia 9 tahun
00:27yang diduga tewas dibunuh di rumahnya di Cilegon, Banten
00:30masih menjadi tanda-tanya.
00:32Polisi kini masih memburu pelaku.
00:34Jenasah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum
00:36Makam Balung, Kelurahansi Tangkil, kota Cilegon.
00:39Polisi gak kini masih menyelidiki kasus itu
00:41dengan memeriksa delapan saksi.
00:43Polisi memastikan peristiwa ini bukan kasus perampokan
00:47karena tidak ada barang berharga yang hilang.
00:50Ada pun saksi yang telah diminta keterangan
00:55sejumlah delapan saksi
00:58itu terdiri dari pihak keluarga dan pihak lain.
01:03Penyidik mengoptimalkan proses penyidikan
01:08untuk mengungkap kepada seseorang yang bertanggung jawab
01:12terhadap perbuatan yang mengibatkan
01:15seseorang korban meninggal dunia akibat kekerasan.
01:21Korban merupakan anak ketiga dari anggota
01:23Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera, kota Cilegon.
01:26Wakil Bupati Serang, Banten, Muhammad Najid Hamas
01:29yang juga masih kerabat keluarga korban berharap
01:31pelaku segera ditemukan.
01:34Anaknya ini kan orang penurut ya.
01:37Dan dia, apa namanya,
01:39keadaan dia yang bagus,
01:40dia baru berusia 9 tahun,
01:41tapi ketatan kepada orang tua ini luar biasa.
01:44Ini di contoh bagi anak-anak seusia.
01:47Kita menyenangkan keaktifisian
01:49supaya lebih tidak ada intervensi apun,
01:53tapi kita doakan semoga semuanya lancar
01:55pelakunya ditemukan
01:57dan diberi hukuman sesuai dengan ketentuan orang-orang.
02:03Seperti diketahui,
02:04selasa malam lalu,
02:05korban ditemukan tewas akibat senjata tajam di rumahnya
02:08di Cilegon, Banten.
02:09Meski sempat dilarikan ke rumah sakit,
02:11namun nyawanya tidak tertolong.
02:13Kejadian pertama kali diketahui sang ayah
02:15yang merupakan anggota dewan pakar
02:17Partai Keadilan Sejahtera PKS Kota Cilegon,
02:20Maman Suherman,
02:21via telpon dari kakak korban.
02:23Pakar psikolog forensik,
02:24Reza Endregri menduga,
02:25korban bukanlah target sebenarnya.
02:28Menurut Reza,
02:28pelaku mungkin mengincar kerabat dari korban
02:31seperti orang tua.
02:32Boleh jadi,
02:35pelaku mengincar pihak lain
02:37yang punya keterkaitan dengan korban.
02:39Misalnya, orang tua korban.
02:42Namun,
02:42karena tidak mungkin melakukan serangan secara frontal
02:45terhadap orang tua korban,
02:47maka korban dijadikan sebagai objek pengganti
02:50atau substitusi.
02:52Polisi juga masih menunggu hasil otopsi korban.
02:55Kini publik juga menunggu
02:56polisi untuk mengungkap
02:57siapa pelaku pembunuhan itu.
02:59Tim Liputan,
03:01Kompas TV
Komentar

Dianjurkan