- 3 bulan yang lalu
KOMPAS.TV - Bendera putih berkibar di sepanjang jalan dari Pidie Jaya menuju Samalangan, Bireuen, Aceh.
Lalu apa maksud pengibaran bendera putih di Aceh? Apakah masuknya bantuan asing seperti yang diharapkan korban bencana akan mempercepat pemulihan pascabencana?
Kita bahas bersama Ahmad Irawan, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar dan Humam Hamid, Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Aceh.
Baca Juga Polemik Penanganan Banjir: PDIP Sebut Ada 'Gap', Pengungsi Masih Susah Air, Begini Respons Istana di https://www.kompas.tv/nasional/638616/polemik-penanganan-banjir-pdip-sebut-ada-gap-pengungsi-masih-susah-air-begini-respons-istana
#banjirsumatera #banjir #universitassyiahkuala
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638617/blak-blakan-guru-besar-usk-aceh-kritik-penanganan-banjir-soroti-pemasangan-bendera-putih-kelaparan
Lalu apa maksud pengibaran bendera putih di Aceh? Apakah masuknya bantuan asing seperti yang diharapkan korban bencana akan mempercepat pemulihan pascabencana?
Kita bahas bersama Ahmad Irawan, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar dan Humam Hamid, Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Aceh.
Baca Juga Polemik Penanganan Banjir: PDIP Sebut Ada 'Gap', Pengungsi Masih Susah Air, Begini Respons Istana di https://www.kompas.tv/nasional/638616/polemik-penanganan-banjir-pdip-sebut-ada-gap-pengungsi-masih-susah-air-begini-respons-istana
#banjirsumatera #banjir #universitassyiahkuala
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638617/blak-blakan-guru-besar-usk-aceh-kritik-penanganan-banjir-soroti-pemasangan-bendera-putih-kelaparan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Lalu apa sebenarnya maksud pengibaran bendera putih di Aceh?
00:03Apakah masuknya bantuan asing seperti yang diharapkan para korban bencana
00:08akan bisa mempercepat pemulihan pasca bencana?
00:12Kita bahas bersama Ahmad Irawan, anggota Komisi 2 DPR dari fraksi Partai Golkar.
00:16Mas Irawan, selamat malam.
00:17Malam, Mbak.
00:18Ada juga bergabung bersama kami, Humam Hamid, Guru Besar Universitas Syah Kuala Aceh.
00:24Selamat malam, Pak Humam.
00:27Selamat malam, Mbak Audrey.
00:29Saya mau tanya dulu ke Pak Humam.
00:32Pak Humam, sebenarnya bendera putih saat ini yang dikibarkan warga Aceh
00:37mensyaratkan apa, Pak, sebenarnya?
00:41Itu gampang sekali.
00:42Itu kan orang-orang yang bukan putus asa, tapi itu isyarat darurat.
00:50Jadi, masyarakat Aceh itu dalam pacaan saya
00:53mengibarkan bendera putih itu menyebutkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir dengan mereka.
01:02Itu saja persoalannya.
01:04Kan ada bantuan yang sampai sekarang dilakukan, baik itu bisa melalui laut, melalui udara.
01:12Itu tidak cukup bagi warga di sana.
01:14Apa yang sebenarnya dirasa paling kurang?
01:16Sebenarnya sudah dijawab oleh Pak Prabowo kemarin.
01:20Sebenarnya semua ini, sekarang kalau kita lihat, kita putar semua.
01:25Ada tiga bupati yang menyerah.
01:28Ada gubernur yang menangis.
01:30Ada seorang Prabowo yang begitu kuat, begitu sampai ke melihat kenyataan di lapangan,
01:40itu dengan spontan keluar, saya tidak punya tongkat Nabi Musa.
01:46Itu artinya apa?
01:49Dia secara gak sadar sudah melihat beban yang amat sangat besar.
01:55Beberapa asesmen mengatakan bahwa siklon kali ini itu, senyari ini itu lebih dahsyat dari tsunami.
02:08Itu saja persoalannya.
02:10Dan negara masa saja sampai hari ini belum mampu.
02:14Kebutuhan warga, belum sangat mampu.
02:17Itu saja, Audrey.
02:18Oke, jadi kalau tolong...
02:20Jadi begini, ada memori kolektif yang gak bisa dilupakan.
02:25Negara itu hadir penuh ketika tsunami.
02:30Dan ini hari ke-20 hari ini.
02:32Bayangkan Banda Aceh saja, ibu kota Aceh,
02:36yang tidak ada urusan dengan senyar 25 ini,
02:40hari ini masih mati kota ini.
02:42Listrik ini maksudnya?
02:43Tidak ada listrik, tidak ada apa namanya.
02:47Telepon, ini susah sekali ini.
02:51Jadi sebenarnya tanpa bendera putih pun,
02:55kita sudah tahu amat sangat darurat untuk Aceh.
02:59Jadi bendera putih itu adalah ekspresi save us.
03:04Save us.
03:05Itu saja.
03:06Oke.
03:06Itu saja.
03:07Oke.
03:07Mas Irawan, ini warga sudah menyerah.
03:09Menyerah bukan berarti yang bagaimana,
03:12tapi menyerah pada keadaan dan
03:14bermaksud untuk,
03:16ayolah begitu, ada bantuan yang lebih.
03:18Selama ini ternyata bantuan-bantuan yang dirasakan
03:20tidak terlalu benar-benar terserap oleh masyarakatnya, Mas Irawan.
03:24Apa yang terjadi sebenarnya?
03:25Memang kalau kita tadi mendengar Prof. Uman,
03:29ini adalah satu bentuk ekspresi yang disampaikan oleh masyarakat di Aceh.
03:36dan saya kira ini juga harus didengar oleh pemerintah,
03:42tetapi tidak hanya pemerintah pusat yang terus menerus kemudian dituntut
03:46untuk kemudian melaksanakan kewajiban negara.
03:49Tapi ini harus terbangun satu kerjasama yang penuh antara pemerintah dan pemerintah daerah
03:57untuk kemudian memenuhi ekspektasi masyarakat yang terkena dampak bencana tadi.
04:04Tapi yang perlu saya sampaikan di dalam forum ini bahwa
04:11sebenarnya yang dilakukan oleh pemerintah pada saat ini,
04:16bahkan kalau kita lihat hasil rapat paripurna kabinet terakhir itu semua,
04:23Presiden sudah mengarahkan agar ada penggerahan sumber daya ke daerah bencana tersebut.
04:28Dan saya kira tadi termasuk tadi yang disampaikan bahwa
04:31sebenarnya makna yang dimaksud oleh Pak Prabowo terkait bahwa tidak punya tongkat Nabi Busa itu
04:36yang tadi juga disampaikan oleh Prof. Umam.
04:40Sebenarnya lebih kepada bahwa tidak ada penanganan bencana yang bisa selesai dalam sehari.
04:47Memang membutuhkan satu proses yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah.
04:54Saya mau nanya kembali kalau gitu ke Pak Umam.
04:56Pak Umam sebenarnya kalau katakanlah dari skala 1 sampai 10 sebenarnya tolak ukur
05:01yang bisa dikatakan yang bisa terasa bantuannya ini dari skala 1 sampai 10
05:06berapa bisa? Bisa dinilai kah Pak Umam?
05:09Sangat suka untuk menilai.
05:13Sekarang begini saya bayangkan puluhan ribu rumah
05:16di paling kurang lima kabupaten kota itu
05:20paling kurang lima
05:22itu tertimbun lumpur 2,5 meter.
05:29Dan sampai hari ini belum ada huntara.
05:32Ini hari ke-20.
05:32Mereka jelas nggak tahu mau di mana nginepnya itu.
05:39Ada yang nginep di rumah, ada yang nginep di masjid.
05:43Kalau tenda-tendanya dibuat pemerintah?
05:45Ada yang lapar.
05:46Ada yang lapar.
05:47Maaf ini.
05:47Ada yang lapar ini.
05:49Belum lagi di daerah wilayah tengah.
05:52Itu sangat suka.
05:55Ketika dia berlaporan di kabinet segala macam.
05:58Itu yang ada adalah kebenaran administratif.
06:02Laporan petanya bagus, jumlahnya segala macam.
06:07Itu adalah kebenaran administratif.
06:10Terutama dari Ketua BNPB.
06:12Maaf saja.
06:13Yang kedua, ketika dia ke lapangan,
06:17itu namanya dia mendapat sebuah ground truth.
06:21Kebenaran yang ada di lapangan.
06:24Dia melihat bagaimana time yang itu habis
06:26dikenangi oleh lumpur.
06:27Dia terbang kemudian ke penerameria.
06:31Dia terbang kemudian ke wilayah tengah.
06:34Dia lihat hancur sekali.
06:37Yang dia katakan itu,
06:38dia nggak mengatakan secara terbuka.
06:41Tapi yang dia katakan adalah kapasitas aja itu
06:44nggak mampu mengurus.
06:46Jadi oke, jadi saya mau kita satu-satunya bahas.
06:49Kalau tadi dibilang katanya bahwa ini hanyalah kebenaran administratif saja.
06:53Kenyataannya di lapangan nggak begitu, Mas?
06:55Ya, saya ingin meneruskan tadi.
06:56Termasuk tadi yang disinggung bahwa
06:58pemerintah daerah tidak mampu menangani bencana.
07:02Sebenarnya itulah yang perlu kita koreksi
07:06dari proses birokratisasi penanggulangan bencana.
07:09Jadi sebenarnya itu persyaratan administratif
07:11bahwa ketika kabupaten, kota kemudian tidak mampu,
07:14maka prosedur penanganan bencana dilaksanakan oleh provinsi.
07:17Jadi bukan tidak mampu dalam arti material,
07:21tapi dalam arti formil bahwa
07:22perlu ada kerjasama di tingkatan provinsi.
07:27Tapi sudah berminggu-minggu bukannya hal ini
07:29harusnya sudah selesai di tingkat-tingkat seperti ini.
07:31Ya, makanya kemudian yang...
07:33Itu kan sudah selesai sebelumnya.
07:36Itu kan sudah selesai dan saat ini...
07:38Ini bencana ya.
07:40Maaf ya.
07:40Ini bencana.
07:42Bencana nggak menunggu laporan.
07:44Bencana nggak menunggu rapat.
07:46Bencana itu kematian, kemudian kelaparan.
07:50Tidak ada rapat di situ.
07:52Yang ada adalah judgment
07:53yang paling kelihatan saja ketika tsunami.
07:56Day 5, selesai itu.
07:59Ini sudah hari ke-20.
08:02Tolong Pak Irawan ini ngomong di DPR.
08:05Kita mau dengar di DPR.
08:07Diam semua DPR di Jakarta.
08:09Membiarkan saudaranya itu di Sumatera Barat.
08:12Di Sumatera Utara.
08:13Artinya dirasakan sama warga ini terkesan ada pembiaran.
08:16Nah itu yang sebenarnya begini.
08:19Kalau kami lihat apa yang dikerjakan oleh pemerintah
08:23terus pemerintah daerah sejak hari pertama sampai dan hari ke-20 ini
08:28adalah suatu usaha yang sungguh-sungguh dan seksama.
08:32Makanya kemudian rapat-rapat itu penting untuk kemudian mengkoordinasikan dan mengintensifkan.
08:37Dan saya lihat, kami menilai bahwa juga pemerintah juga telah melakukan sesuatu yang maksimal yang bisa dilakukan sampai saat ini.
08:45Makanya kemudian kami DPR menuntut agar tahu mana kemudian yang memang menjadi prioritas pada saat ini
08:50agar penanganannya bisa dilakukan secara tepat dan cepat.
08:54Tadi seperti Profesor Umar menyampaikan ada satu kebutuhan terkait hunian sementara.
08:59Itu yang kami dorong.
09:00Kalau kelaparan kami belum pernah menerima laporan bahwa terjadi kelaparan.
09:05Karena kebutuhan pangan itu yang justru menjadi prioritas.
09:09Saya melihat dari apa yang kami disampaikan kepada kami.
09:12Satu kebutuhan pangan, yang kedua adalah kebutuhan listrik,
09:17terus kemudian kebutuhan hunian sementara,
09:22terus pencarian korban yang tanahnya mulai mengering itu dilakukan.
09:26Nah dari laporan update yang kami terima,
09:29yang saat ini adalah yang menjadi prioritas adalah aksesibilitas distribusi atau logistik itu.
09:36Karena jalan masih...
09:37Oke, Mas Irawan kalau gitu dengan banyaknya tadi permasalahan
09:39ada masalah infrastruktur, hunian sementara, makanan juga,
09:43kemudian juga mungkin sekolah-sekolah,
09:45warganya mau bekerja, gimana caranya?
09:49Pertanyaannya kenapa kalau begitu tidak membuka saja seluas-luasnya bantuan asing?
09:52Nanti ya usah jadinya Bapak-Bapak bersama kami di Sampai Indonesia Malam.
09:56Beberapa waktu lalu sudah memimpin ratas percepatan penanganan bencana, Mas Irawan.
10:00Hari ini juga malam ini Presiden tiba di Sumatera Barat.
10:03On off meskipun tidak ke Jakarta, kemudian kembali ke Aceh, ke Sumatera Utara, dan kini Sumatera Barat,
10:12pertanyaannya penanganan yang masih saja dirasa kurang oleh warga Aceh,
10:18kenapa tidak kemudian membuka lebar seluas-luasnya bantuan asing
10:23biar mempercepat sisi-sisi yang kurang biar bisa ditutupi segera?
10:28Situasi bencana memang tidak pernah mudah, Mbak.
10:32Kami sangat memahami situasi yang ada di lapangan
10:36dan kita juga telah merasakan kondisi seperti darurat bencana seperti saat ini berulang kali.
10:44Tentu yang kita butuhkan saat ini adalah
10:47bagaimana membangun optimisme dan solidaritas kita untuk melewati masa bencana ini.
10:52Nah yang selanjutnya yang ingin saya sampaikan bahwa
10:54Presiden telah menyampaikan bahwa kita punya kemampuan dan kekuatan
10:59yang memadai dalam menanggulangi bencana
11:02tidak hanya di Aceh tetapi juga di Sumatera Barat dan juga di Sumatera Utara.
11:08Nah inilah kami yang di DPR mendorong agar kemudian
11:11pemerintah, kementerian, lembaga bersama pemerintah daerah
11:15agar menerjemahkan kekuatan dan kemampuan dari negara kapasitas pemerintah ini
11:21agar kemudian dirasakan oleh masyarakat, dirasakan oleh rakyat
11:25dan mendekatkan kebijakannya dengan realita bencana
11:28memang yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat
11:30agar kemudian tuntutan agak terkait dengan status ini
11:35menjadi tidak anu gitu, menjadi tidak relevan.
11:40Yang penting saat ini adalah bahwa pemerintah dan pemerintah daerah itu
11:43bekerja keras sama halnya ketika status bencana nasional ini ditetapkan.
11:47Kaitannya dengan bantuan luar negeri sekali lagi
11:50bahwa pemerintah tidak menutup mata
11:54atau tidak menutup bahwa keinginan atau niat baik
11:58negara-negara sahabat, organisasi-organisasi internasional
12:02Tapi pemerintah daerahnya meminta bantuan dari PBB loh Mas
12:04Kenapa?
12:05Ada pemerintah daerah juga yang meminta bantuan dari PBB?
12:07Itulah yang perlu juga kami apresiasi dari Pak Mualim
12:11sebagai pemimpin daerah untuk kemudian mencari
12:15mencari bantuan-bantuan yang bisa membantu
12:17pemerintah masyarakat di Ajasana
12:21itu bukan sesuatu yang perlu disalahkan gitu
12:26tetapi ini bisa saling menguatkan
12:29karena memang kalau kaitannya dengan hubungan luar negeri
12:31itu adalah menjadi kewenangan pemerintah pusat
12:34Oke, kembali ke Pak Umam
12:36Pak Umam kalau dikatakan tadi Mas Irawan
12:37sebenarnya pemerintah juga tidak abah ya
12:40untuk membuka selos-selosnya
12:43Karena kita mampu
12:44Tapi untuk sementara kita mampu
12:46begitu bisa menangani dulu dari lintas kementerian pemerintahan pusat
12:48kementerian lembaga sampai ke pemerintahan
12:51atau di daerah begitu
12:52Tapi pertanyaannya sebenarnya
12:53apa sih keluarga inginkan Pak Umam?
12:59Beri siap bicara?
13:00Ya, Pak Umam
13:03Halo
13:03Mbak Audrey
13:05Ya
13:05Apakah Indonesia tidak mampu menengahnya sendiri?
13:11Kan itu pertanyaannya kan?
13:12Indonesia mampu
13:13Sangat mampu
13:15Tetapi cara yang kuat
13:17tidak sendirian bekerja dalam krisis yang sangat besar
13:23Kita ini upper middle class
13:27Kalau dari segi status kita
13:30Jepang itu develop
13:32Amerika itu super power
13:35Ketika krisis
13:37Mereka membuka
13:38Gak usah malu
13:40Ini adalah
13:41Solidaritas Internasional
13:43Kita bantu orang
13:45Jadi
13:45Ini bukan air
13:47Jadi bukan masalah gengsi gitu Pak Umam
13:48Bukan air
13:49Tsunami itu ada
13:56Bagaimana?
13:56Gimana?
13:57Jadi artinya bukan
13:58Artinya bukan semata-mata
14:00Ini juga contoh
14:01Banda Aceh
14:02Tidak bagus
14:03Komunikasinya
14:05Internanya tidak bagus ini
14:07Tidak apa-apa
14:07Silahkan Pak
14:08Kita bisa mendengar dengan jelas
14:09Pak Umam
14:10Membuka
14:15Apa namanya
14:18Pintu
14:18Ya, ya terdengar
14:22Jadi membuka pintu
14:23Untuk buat teman asing
14:24Bukan tanda kelemahan
14:26Negara kuat
14:29Benar
14:30Tapi negara kuat
14:31Dalam menghadapi
14:32Krisis yang amat
14:34Sangat besar
14:35Seperti ini
14:36Tidak bekerja
14:37Sendirian
14:38Ya
14:40Saya kira
14:41Beginilah
14:42Kalau saya mau ngomong
14:43Aceh ini
14:45Punya memori kolektif
14:46Bagaimana
14:47Negara itu
14:48Memberikan kasih sayang
14:50Dengan tanda peti
14:51Kepada warganya
14:52Ketika mereka
14:53Tertimpa
14:55Dengan
14:55Bantuan besar
14:56Hari ini
14:57Itu belum ada
14:59Saya
14:59Saya bukan
15:00Mengatakan
15:01Tidak ada
15:01Dan ini adalah hari ke-20
15:03Tadi Mas Irawan
15:04Mengatakan
15:04Sebuah kata kunci
15:06Aksesibilitas
15:07Ada makanan
15:09Tidak nyampe
15:10Itu
15:13Di wilayah
15:13Tidak itu patah
15:14Jalannya itu
15:15Orang-orang
15:16Mengangkut
15:17Individu
15:19Keluarga
15:1920 km berjalan
15:21Menjemput makanan
15:23Bagaimana
15:24Kalau yang single parent
15:25Bagaimana
15:25Orang tua
15:26Bagaimana
15:27Yang orang sakit
15:28Ini luar biasa
15:30Jadi
15:31Lagi-lagi ya
15:32Jangan marah
15:33Kenapa orang
15:34Menaikan bendera putih
15:36Pertanyaannya adalah
15:38Kenapa
15:38Orang
15:39Menaikan bendera putih
15:40Itu yang
15:41Beli-beli
15:41Jangan melihat
15:42Kepala tanda
15:42Tapi lihat
15:43Kenapa
15:43Menaikan bendera putih
15:44Tanda bendera putih
15:46Tarurat
15:47Save us
15:48Save us
15:49Itu
15:49Jadi itu
15:52Tolong
15:53Selamatkan
15:54Tidak ada
15:56Maksud
15:56Menghinaan
15:57Tidak ada
15:57Maksud
15:58Menghina negara
15:58Tidak ada
15:59Maksud
15:59Merendahkan
16:00Kedulatan
16:02Tidak ada
16:03Tidak ada
16:04Tapi disini mungkin
16:05Titik lelahnya ya
16:06Titik lelah dari
16:07Berhari-hari ya
16:08Pak Umam ya
16:09Berharap ada
16:11Bantuan
16:11Segera
16:12Tapi ternyatanya
16:13Di 20 hari
16:14Pasca penanganan ini
16:15Nampaknya belum
16:16Semua merata
16:17Mas Irawan
16:18Yang dirasakan oleh warga
16:19Begini Mbak
16:19Mas Irawan
16:21Kalau saya boleh
16:22Sebentar ya
16:22Coba
16:24Suruh
16:25Terbang
16:25Teman Anda
16:26Dari Jakarta
16:27Ke Banda Aceh
16:28Sampai
16:29Ke airport
16:29Banda Aceh itu
16:30Hari ke-20
16:31Belum ada sinyal disitu
16:32Ini Bukota Provinsi
16:34Yang tidak kena musibah
16:36Listrik tidak ada
16:39Yang merata
16:40Ini kita giliran
16:4112 jam
16:4210 jam
16:43Paling tinggi
16:4415 jam
16:45Yang hidup
16:46Banyak di
16:46Di pendopo
16:48Kantor gubernur pun
16:49Ya mereka punya sendiri
16:52Tapi masyarakat
16:52Tidak bisa
16:53Dalam era
16:55Yang seperti ini
16:56Menurut saya
16:56Orang pun harus
16:58Merubah
16:58Definisi negara gagal
17:00Itu masih dirubah
17:01Jangan-jangan kita gagal
17:03Ini kalau menurut
17:03Sekarang ini
17:04Definisinya
17:04Oke
17:05Pak Umam
17:06Mas Kepang sudah tangkap
17:07Kalau gitu pertanyaannya
17:08Mas Irawan
17:08Gimana caranya
17:09Meyakinkan para korban banjir ini
17:10Jadi pernyataan-pernyataan ini
17:12Bukan hanya sekedar ucapan
17:13Tapi benar-benar realita
17:14Dan semuanya terasa
17:16Tadi seperti Pak Umam bilang
17:17Kasih sayangnya itu sangat terasa
17:19Sekali ke semua lapisan
17:20Ya negara dan pemerintah
17:22Sangat memahami
17:24Apa yang kemudian dirasakan
17:26Oleh masyarakat di
17:28Aceh, Sumber dan
17:29Sumatera Utara saat ini
17:30Makanya kemudian
17:32Di rapat Kabinet Paripurna terakhir
17:34Yang kami juga saksikan
17:36Semua sumber daya negara
17:38Sumber daya pemerintah
17:39Pada saat ini
17:39Diarahkan untuk kemudian
17:41Melaksanakan tanggap darurat
17:43Dan tahapan rehabilitasi
17:45Di sana
17:45Makanya kemudian
17:46Saya termasuk
17:47Meyakini bahwa
17:48Adanya bendera putih
17:50Yang ada di
17:50Pidi Jaya
17:51Atau di sepanjang jalan tersebut
17:53Tidak membuat negara
17:54Merasa lebih rendah
17:55Atau tersinggung
17:56Dengan keadaan tersebut
17:57Oleh karena itu
17:58Bahwa
17:59Kami DPR mendorong
18:01Agar kemudian
18:02Titik-titik yang
18:03Memang ada pengliaran
18:04Bendera putih tersebut
18:05Sebagai satu ekspresi
18:07Bahwa ada harapan
18:08Untuk kemudian
18:09Mendapatkan intervensi
18:10Pemerintah
18:11Atau kebutuhan pokok
18:13Yang harus dipenuhi oleh pemerintah
18:14Untuk kemudian
18:15Segera mencari titik-titik
18:16Lokasi tersebut
18:18Agar kemudian
18:18Memang negara
18:19Atau rakyat
18:20Merasakan
18:21Peran serta
18:22Negara
18:23Atau pemerintah
18:24Dalam menanggulangi
18:26Bencana
18:26Dan memenuhi harapannya
18:28Untuk kemudian
18:29Mendapatkan pertolongan
18:30Terkait dengan
18:30Kebutuhan
18:31Pokok tersebut
18:32Kalau gitu
18:33Pak Umam
18:34Apa yang diinginkan
18:37Percepatan
18:37Apa yang kini diinginkan
18:38Dari semuanya
18:39Atau ada yang lebih spesifik lagi
18:41Ini biar didengarkan
18:42Sama Mas Irawan
18:43Dan bagi
18:44Menteri-menteri
18:45Yang saat ini menonton
18:46Nanti kami sampaikan
18:47Ya
18:47Gini Mas Irawan
18:49Tolong Anda tanya
18:50Ke Kabinet
18:51Ini perpanjangan
18:53Dua minggu kedua
18:55Apa artinya itu
18:58Apakah itu
18:59Lelah birokrasi
19:00Apakah itu
19:03Kompleksnya masalah
19:04Masalah birokrasi
19:06Tidak terlalu panjang
19:07Jadi ini kita lihat ini
19:09Bahwa negara
19:10Sudah mengakui
19:11Sangat kompleks
19:13Masalah
19:13Jadi kita gak usah
19:14Ngomong lagi ini
19:15Masalah bendera putih
19:16Negara sudah mengakui kok
19:17Di perpanjang
19:19Masa darurat
19:21Untuk
19:23Dua minggu kedua
19:24Dua minggu pertama
19:25Setelah
19:27Dua minggu pertama
19:28Ini akan ada
19:28Dua minggu kedua
19:29Mudah-mudahan
19:30Gak ada dua minggu ketiga
19:31Jadi
19:32Gak usah pakai
19:33Indikator ilmiah
19:34Profesor doktor ini
19:35Akal sehat sajalah
19:36Gak usah tanya
19:39Ke bencanaan
19:41Gak usah
19:41Lihat
19:43Dua minggu kedua
19:45Ya
19:46Jadi gak usah
19:47Tanya lagi
19:47Isunya bukan lagi
19:49Bendera putih
19:49Isu kedua adalah
19:54Banda Aceh ini lumpuh
19:55Sebagai ibu kota
19:57Yang melayani
19:5718 kabupaten kota
19:59Yang kena
19:59Dan Banda Aceh
20:01Alhamdulillah
20:01Gak ada apa-apanya
20:02Kok Banda Aceh
20:03Kemudian ada musibah
20:05Begitu
20:05Oke
20:06Banda Aceh
20:08Gak ada lisa
20:08Sampai hari ini
20:09Gak jelas
20:09Sampai kapan siap
20:10Jadi artinya
20:12Yang diharapkan
20:12Ingin semuanya cepat ya
20:13Pak
20:13Jadi tolong
20:14Nanti
20:15Cari alinya
20:16Lihat kembali
20:18Apa definisi negara gagal
20:20Coba lihat nanti
20:21Saya tidak mengatakan
20:25Ini sudah gagal
20:25Mungkin masih direvisi ini
20:27Oke
20:27Abad ke-21
20:29Beda definisi negara gagal
20:31Dengan abad ke-20
20:32Ketika digital
20:34Ketika energi
20:35Itu lebih baik
20:37Tidak ada pangan
20:38Oke
20:38Daripada
20:40Tidak ada komunikasi
20:42Oke
20:42Yang kita tangkap disini adalah
20:44Percepatan Mas Irawan
20:45Harus disampaikan segera ya
20:46Mas Irawan ya
20:47Pasti
20:47Pasti
20:48Pasti bawa
20:49Itu
20:51Apa namanya
20:52Tanya ke kabinat
20:53Apa mereka tidur itu
20:54Apa mereka
20:55Memberingat
20:56Laporan yang
20:57Tidak benar kepada Presiden
20:59Baik-baik
20:59Singkat aja Mas Irawan
21:00Tentu ini akan
21:02Terus kita dorong pemerintah
21:03Untuk terus bekerja
21:05Keras
21:06Untuk dalam rangka
21:07Memenuhi
21:08Keras dan cepat ya Mas ya
21:09Tentu harus cepat
21:10Dan tepat
21:11Dan prioritas
21:12Dan
21:12Dan saya kira
21:14Perlu tadi
21:14Diklanifikasi dari Prof
21:16Kita jauh dari kata
21:17Negara gagal
21:17Karena sampai saat ini
21:18Pemerintah sedang bekerja
21:20Kementerian, lembaga, pemerintah daerah
21:21Sedang bersungguh-sungguh
21:22Untuk bekerja di lapangan
21:23Mas Irawan terima kasih
21:24Pak Umam terima kasih
21:26Selamat malam
21:27Bapak-bapak
21:27Kalau saya boleh katakan
21:28Saya tidak mengatakan negara gagal
21:30Oke
21:30Tapi dengan kejadian ini
21:31Kita mesti melihat kembali
21:32Apa definisi negara gagal
21:34Oke
21:34Dan kontek abad ke-21
21:36Baik, terima kasih
21:37Terima kasih Prof
21:38Pak Umam
21:39Terima kasih Mas Yrawan
21:40Tolong ya
21:41Ya Prof
Komentar