Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV -Warga di Pidie Jaya, Aceh, secara terbuka mengungkapkan rasa kecewa dengan mengibarkan bendera putih. Meski begitu, Presiden Prabowo tetap yakin bencana di Aceh masih bisa ditangani secara mandiri tanpa bantuan asing.

Kita bahas polemik ini bersama Staf Khusus KSP, Timothy Ivan Triyono, dan politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, serta juga ada salah satu pengungsi di Aceh Tamiang, Sudarma.

Baca Juga Kritik Sikap Prabowo di Banjir Sumatera, Usman Hamid Singgung Sila Ke-2 Pancasila & Nasionalisme di https://www.kompas.tv/nasional/638611/kritik-sikap-prabowo-di-banjir-sumatera-usman-hamid-singgung-sila-ke-2-pancasila-nasionalisme

#banjirsumatera #aceh #benderaputih #bantuaninternasional #istana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638616/polemik-penanganan-banjir-pdip-sebut-ada-gap-pengungsi-masih-susah-air-begini-respons-istana
Transkrip
00:00Warga DPD Jaya Aceh secara terbuka mengkapkan rasa kecewa dengan mengibarkan bendera putih.
00:07Meski begitu, Presiden Prabowo Subianto tetap yakin bencana di Aceh, Sumatera masih bisa ditangani secara mandiri tanpa bantuan asing.
00:15Kita bahas polemik ini bersama Stavtus KSP, Timothy Ivan Triyono, dan politisi PDI Perjuangan, anggota Komisi 2 DPR, Deddy Sitorus,
00:24dan juga salah satu pengungsi di Aceh, Tamiang Aceh, Pak Sudarma.
00:29Assalamualaikum, selamat sore, Bapak-Bapak, semoga sehat-sehat selalu.
00:33Selamat sore.
00:34Selamat sore.
00:36Ya, saya ke Pak Sudarma dulu sebagai pengungsi dan korban banjir bandang di Aceh, Tamiang,
00:42terutama kami turut prihatin sudah tiga pekan ini tentu proses bantuan dan juga penyaluran distribusi logistik terus dilakukan.
00:50Namun untuk saat ini, dari pengamatan Bapak ataupun Bapak yang saat ini berada pengungsi, seperti apa Pak? Bantuan hingga saat ini?
00:57Baik, tempatnya kami mengalami gangguan teknis.
01:02Kami ke Bang Deddy Sitorus.
01:04Bang Deddy, ini tentu ada semacam polaritas di mana masyarakat sempat mengimbarkan bendera putih,
01:12dan kemudian juga menyatakan bahwa tidak sanggup atau menyerah sebagai lambang simbol bendera putih itu.
01:18Lalu pemerintah juga saat ini menyatakan masih sanggup untuk memberikan bantuan bagi warga di situasi bencana korban atau terhadap korban longsor.
01:28Seperti apa Bang Deddy melihat gambaran terkait dengan situasi ini?
01:33Ya, kalau saya melihat ada gap ya, antara kondisi objektif yang dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah di sana,
01:48dengan kondisi subjektif yang diterima informasinya oleh pemerintah pusat.
01:55Nah, ini kan ada gap yang besar kalau menurut saya.
01:59Kalau dari sisi pengungsi saya melihat, apalagi berdasarkan berita-berita atau cuplikan video yang beredar di media sosial,
02:08baik dalam dan luar negeri, situasinya kan memang sudah melampaui ambang batas daya tahan psikis dan psikologis masyarakat ya,
02:16kalau menurut saya, karena bisa kita bayangkan situasi di mana ada puluhan ribu kepala keluarga atau orang.
02:25Sebagian masih terisolasi, tinggal di tempat-tempat yang tidak nyaman lah ya.
02:34Kita bayangkan kita tidur di teras rumah itu nggak bisa masuk.
02:39Jangankan berminggu-minggu, satu hari aja pun, satu malam saja pun sudah.
02:43Bikin kita terganggu pasti.
02:45Anda menilai gapnya di mananya Bang Deddy?
02:48Gapnya ini di mana?
02:49Antara warga kemudian di pemerintah pusat tidak mengetahui secara objektif yang tadi Anda sampaikan?
02:55Gapnya kan terbukti dari adanya respon masyarakat melalui pengibaran bendera putih
03:03dengan juga misalnya surat yang diajukan dari pemerintah provinsi Aceh ke lembaga-lembaga seperti UNDP dan Save the Children itu kan.
03:13Itu kan gapnya.
03:15Karena apa? Berdasarkan pertimbangan subjektif pemerintah telah dilakukan upaya yang maksimal, optimal.
03:23Kan begitu itu. Berdasarkan apa yang dipandang oleh pemerintah pusat.
03:27Di sisi lain, ada kondisi objektif yang dialami oleh masyarakat terdampak dan juga oleh pemerintah daerah,
03:36baik kabupaten maupun provinsi itu ada gap gitu sehingga timbul respon-respon itu.
03:44Karena apa? Karena mungkin masyarakat juga melihat ya maupun pemerintah, katakanlah ada malini pemerintah provinsi Nanggur Aceh dan Nusalam,
03:53melihat ada dua kebijakan yang kemudian mereka rasa tidak sesuai dengan kondisi objektif.
04:00Pertama apa? Misalnya keputusan pemerintah untuk tidak menetapkan Aceh, Sumut, dan Sumbar sebagai daerah rencana nasional.
04:11Kedua, pemerintah memutuskan untuk menutup adanya bantuan dari luar.
04:17Oke, kami tangkap di situ Bang Deddy.
04:20Kami bergeser ke Mas Timoti.
04:22Sebentar, Mas Timoti, untuk saat ini bahwa ada upaya bantuan internasional negara tetangga ingin memberikan,
04:28namun kemudian berdasarkan terangga Presiden bahwa Indonesia mampu untuk menanggi bencana ini.
04:34Lu seperti apa sebenarnya respons dari istana terkait dengan adanya juga masyarakat,
04:39mengibarkan bendera putih dan juga menyatakan membutuhkan atau percepatan terkait dengan bantuan?
04:45Iya, tentu begini ya.
04:48Pemerintah memahami bahwa pengibaran bendera putih di lokasi bencana sebagai ekspresi ya.
04:56Ekspresi duka, ekspresi kelelahan, ekspresi kekecewaan, dan juga permintaan pertolongan begitu.
05:04Nah, namun begini, saat kunjungan ke Aceh dan Langkat,
05:08Pak Presiden Prabowo sudah dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah tidak akan pernah meninggalkan masyarakat terdampak.
05:14Terdampak, begitu ya.
05:15Presiden mengatakan bahwa kalian ini keluarga saya,
05:19ya Bapak Ibu ini adalah keluarga kami, dan kami adalah keluarga Bapak Ibu.
05:23Kami tidak akan pernah meninggalkan sekalipun Bapak Ibu yang terdampak, begitu.
05:27Jadi artinya tegas bahwa Pak Presiden mengatakan bahwa
05:31negara akan hadir, negara akan selalu membersamai masyarakat, begitu.
05:34Nah, tadi kalau berkaitan dengan ada gap, saya rasa tidak ada gap ya, Pak Deddy,
05:40karena berulang kali saya bertemu dengan relawan-relawan yang habis dari Aceh,
05:45habis dari Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat.
05:48Rata-rata data yang saya punya dengan data yang dipunya oleh teman-teman relawan itu tidak beda jauh, begitu.
05:54Misal, waktu kemarin kami diskusi dengan Pak Masinton, ya, Bupati Tapanuli Tengah.
06:00Data yang disampaikan oleh Pak Masinton dengan data yang saya punya, itu tidak beda jauh.
06:05Jadi artinya tidak ada disinformasi, tidak ada perbedaan,
06:09ataupun gap data yang diterima oleh pemerintah pusat.
06:12Karena hampir setiap hari, BPPD di daerah, Pemprov di daerah,
06:17itu selalu mengupdate datanya ke pusat,
06:19dan kami di pusat juga memantau itu secara rutin dan secara berkala.
06:24Dan Pak Presiden Sidi sudah berulang kali mengatakan bahwa
06:27saya memonitor ini tiap hari, kami mengecek ini tiap hari, begitu.
06:31Kita lihat juga sekarang tentu posisi di Aceh,
06:35sudah ada pengungsi Pak Sudarma yang saat ini berada di pengungsian Aceh Tamiang.
06:40Pak Sudarma untuk saat ini tadi pemerintah menyatakan bahwa telah berupaya
06:44dan kemudian memberikan bantuan secara maksimal.
06:46Untuk saat ini, tiga pekan berlalu ke banjir bandang telah terjadi,
06:50dan kemudian saat ini bagaimana kondisi Anda, keluarga Anda,
06:53dan juga terkait dengan bantuan.
06:55Apakah masih sulit?
06:57Saya pribadi Pak, saya menurut kacamata saya Pak,
07:02saya domisi langsung di Aceh Tamiang,
07:06Kecamatan Karangbaru,
07:08Desa Madang Araf, khususnya Dusun Batamaku.
07:11Kalau dari pemerintah,
07:13pemerintah, saya pribadi dan rekan-rekan,
07:15karena saya memang aktif di Pusko,
07:1724 jam aktif di salah satu rumah yang betul-betul hanyut.
07:24Dalam posisi di sini air,
07:26kemarin itu menjelang banjir sekitar 5 meter.
07:29Bahkan anak-anak kami, termasuk anak saya,
07:31waktu kejadian banjir itu,
07:34kami ikat di antara batu batai itu,
07:36ada telop batu batai itu,
07:38kami ikat anak pakek-pakek selendang Pak,
07:39anak-anak kami di situ.
07:40Memang kami di sini termasuk desa yang terdampak banjir yang sangat besar juga Pak,
07:45sekitar 5 meter, 4 sampai 5 meter,
07:47bahkan ada yang lebih.
07:48Jadi kalau untuk bantuan dari pemerintah,
07:50yang kami rasakan,
07:51dan saya sebagian dirasakan,
07:53air-air ini tidak ada rekayasa,
07:55bahwasannya beras yang kami terima,
07:58sekitar beberapa mok,
08:01ada dua kali atau tiga kali,
08:03ada roti,
08:04beberapa bungkus lapor kakak,
08:07dan seperti mie.
08:07Yang kami rasakan selama ini bantuannya itu,
08:10banyak dari donasi-donasi keluarga-keluarga besar dari daerah lain,
08:15donasi-donasi masih kasih Quran,
08:19atau macam-macam dari daerah luar,
08:20yang menyokong kami Pak,
08:22untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari untuk anak-anak.
08:27Itu yang lebih besar kami rasakan Pak,
08:29dari secara pribadi-pribadi Pak,
08:31kami meminta penghutan-penghutan,
08:33biaya-biaya atau apa itu disumbangkan ke kami,
08:35itu yang kami rasakan Pak.
08:37Khususnya kalau untuk saat ini,
08:39tiga minggu menyelang pasca banjir,
08:41kami dari pemerintah memang merasa agak tertinggal sedikit Pak ya,
08:46bukan kami ini,
08:47banyak sakti ini di wilayah saya,
08:50beberapa mok perkaka itu.
08:52Artinya itu gelas ya,
08:54dalam arti bukan pembantuan berasnya masih kurang gitu ya Pak ya?
08:58Sangat kurang Pak,
08:59kalau bantuan beras itu,
09:01bahkan pertama kali kami dari dapat kejamatan,
09:03itu lebih kurang satu mok.
09:06Satu mok itu Pak,
09:07kami dalam perkaka,
09:09saya sendiri,
09:10satu kakak saya,
09:11enam orang.
09:12Ya Pak Sudarma,
09:13saat ini sudah ada perwakilan pemerintah,
09:15Mas Timothy Ivan,
09:17dari Stafsus KSP.
09:18Mungkin apa yang Anda ingin sampaikan,
09:19terutama Anda saat ini berada di titik,
09:22epicentrum di mana Aceh Tamiang juga terlibat,
09:24sekebat banjir bandang.
09:26Silahkan Pak Sudarma.
09:27Yang kami harapkan Pak,
09:29tolonglah kawan-kawan semua yang ada di luar,
09:32pemerintah,
09:34yang kami harapkan untuk selama ini,
09:37cepatlah Pak,
09:38tolonglah kami,
09:39pulihkanlah kami,
09:40ya salinglah membantu.
09:42Kami pun nanti,
09:42seandainya ada di luar daerah kami,
09:44nanti ada dampak-dampak bencana alam dan sebagainya,
09:47insya Allah kami,
09:48kalau kami sudah pulih,
09:49kami tidak akan gantian untuk,
09:51untuk berusaha Pak,
09:53untuk berusaha membantu saudara-saudara di luar.
09:55Ini pada saat hari ini,
09:57kami memang sangat membutuhkan Pak,
09:59membutuhkan seperti beras,
10:03air minum,
10:04air bersih Pak,
10:05alat-alat berat yang masuk ke desa-desa Pak,
10:07ke gang-gang dusun-dusun Pak.
10:08Kalau alat berat,
10:09saya sudah silahkan diri sendiri,
10:10di pinggir jalan Medan Bandar Aceh itu sudah mampir merata,
10:14kalau untuk masuk ke dalam,
10:15memang banyak belum terjama Pak,
10:18masuk-masuk ke dalam itu Pak.
10:19Ya silahkan Pak Mas Timoti,
10:21mungkin bisa direpon terkait dengan bantuan dan percepatan,
10:24terkait dengan pemulihan di Aceh Tamiang.
10:28Ya, tentu sekali lagi ini membuktikan bahwa,
10:30apa yang disampaikan oleh Pak Yudi,
10:32itu tidak berbeda dengan data yang kami punya di pusat.
10:35Sebagai contoh tadi,
10:37salah satu harapannya adalah berkaitan dengan air bersih.
10:40Memang dukungan air bersih untuk Provinsi Aceh ini,
10:44menjadi salah satu prioritas Kementerian PU.
10:46Kementerian PU saat ini telah mengerahkan 46 unit hidran umum,
10:52kapasitas 2.000 liter,
10:54lalu Kementerian PU juga sudah mengerahkan 30 unit toren kapasitas 550 liter,
10:598 mobil tangki air kapasitas 4.000 liter.
11:02Jadi memang kami sedang berupaya,
11:04Pak Yudi,
11:05mudah-mudahan nanti dukungan air bersih dari Kementerian PU,
11:08bisa segera menjangkau Aceh Tamiang di tempat Pak Yudi.
11:11Sekaligus nanti kami akan sampaikan kepada Kementerian PU
11:14bahwa di Aceh Tamiang masih sulit untuk air bersih.
11:17Nah, untuk yang lainnya berkaitan dengan Hunian,
11:19Huntara dan juga Huntap,
11:21Hunian Sementara dan Hunian Tetap,
11:22Huntara ini kan akan dikerjakan oleh BNPB,
11:25dan Huntap ini akan dikerjakan oleh Kementerian Perumahan.
11:28Nah, untuk Huntara sendiri,
11:29BNPB sudah melakukan pembangunan,
11:32di beberapa titik sudah melakukan pembangunan,
11:35di sumbar itu ada 1.068 unit yang nanti akan dibangun,
11:39sementara ini yang sudah terdata ya,
11:40lalu di Sumut ada 722 unit yang sementara sudah terdata,
11:45di Aceh ada 4 kabupaten-kota yang sudah mengusulkan.
11:47Nah, untuk Huntap sendiri,
11:49Kementerian Perumahan sudah merencanakan akan ada groundbreaking
11:52pembangunan 2.603 unit Hunian Tetap,
11:56yang nantinya akan dibayai oleh BNPB.
11:58ke Bang Deddy Sitorus juga.
12:00Bang Deddy, untuk saat ini,
12:01tadi adanya bantuan sudah,
12:04tapi belum mencukupi juga di pengungsian,
12:05dan juga warga yang di sana masih kesulitan,
12:07terutama lumpur yang sangat menumpuk tebal,
12:10dan membutuhkan alat berat,
12:11dan ini percepatan yang perlu dilakukan oleh pemerintah pusat,
12:14dan juga pemerintah daerah.
12:15Seperti apa Bang Deddy melihat bahwa
12:17porsi dari bantuan dan juga percepatan
12:21untuk menangani korban bencana banjir bandang?
12:26Ya, kalau saya ingin merespon dulu
12:29yang tadi Timothee bilang ya,
12:31tidak ada gap.
12:32Kalau tidak ada gap,
12:34tidak akan ada bendera putih dikembarkan.
12:36Satu,
12:38kalau tidak ada gap,
12:39pemerintah Naurpah Aceh Darussalam
12:42tidak akan kirim surat ke UNDP,
12:45dan ke Save the Children.
12:47Jadi saya kira ini kita bukan sedang
12:49mencari benar-salah.
12:52Persoalan dalam penanganan bencana,
12:54mitigasi bencana,
12:55itu sudah soal kecepatan.
12:57Kecepatan dan petepatan.
12:59Yang kedua apa?
13:00Soal hal-hal yang bersifat basic human needs.
13:04Yang paling mengerikan itu adalah soal air bersih,
13:07kan itu-itu.
13:08Nah, ini persoalan yang terdampak.
13:09Ini kan paling parah memang Aceh,
13:11dibanding Sumatera Utara,
13:13maupun Sumatera Barat, gitu.
13:15Nah, kalau saya sih,
13:18terus terang,
13:20okelah kalau bencanaan nasional
13:21tidak mau ditetapkan, gitu ya.
13:24Dengan berbagai pertimbangan pemerintah,
13:25that's their own policy, gitu.
13:28Tapi saya ingin kita kilas balik, lah.
13:31Jangankan negara seperti Indonesia,
13:33dengan sekala bencana yang seperti kemarin,
13:36negara seperti Amerika aja,
13:38saat Mbak Dekaterina itu.
13:39itu asking for help from the international communities, loh.
13:44Hampir 90 negara itu membantu Amerika
13:46mengatasi yang namanya
13:48bencana Mbak Dekaterina tahun 2005 itu.
13:52Apa yang mereka butuhkan cepat pada itu?
13:54Karena, apa namanya,
13:56ketersediaan, ya,
13:58di dalam negeri Amerika juga
13:59tidak sesuai.
14:01Misalnya, selimut, ya,
14:04meniskit, gitu kan.
14:05lalu obat-obatan
14:07sampai selimut,
14:09bahkan makanan siap saja.
14:10Oke, terakhir, oke.
14:11Itu, jadi, gini,
14:12hal yang biasa dalam pergaulan antarabangsa,
14:15kita saling membantu.
14:17Indonesia pun,
14:18kalau ada bencana di mana-mana,
14:20baik itu bencana alam maupun konflik,
14:22kita turun kok, gitu.
14:23Ya, terakhir ke Mas Timoti.
14:25Terlalu harus dipersoalkan, gitu.
14:27Ya, Mas Timoti,
14:27ini ada terkait dengan bantuan
14:29internasional
14:30ataupun kita menetapkan bencana nasional.
14:32Karena, kalau berdasarkan data
14:33dari Presiden
14:34atau pemerintah Sri Lanka
14:36dan juga Thailand,
14:37pada 4 hari setelah bencana,
14:38korban jiwanya hanya ratusan
14:40sudah menetapkan bencana nasional.
14:42Pada saat ini,
14:43seperti apa sebenarnya
14:43aspek humanitarian
14:45yang juga diperhatikan oleh
14:47internasional terhadap bantuan
14:49bagi Indonesia
14:50seperti apa dari pemerintah?
14:52Ya, tentu kami menghargai
14:54solidaritas internasional, ya.
14:55Kami menghargai
14:57perhatian
14:59dan juga dukungan
15:00dari saudara-saudara kita
15:02di negara sahabat
15:03dan juga organisasi internasional,
15:05begitu.
15:05Tetapi,
15:06Pak Presiden sudah berulang kekali
15:07menegaskan bahwa
15:08situasi di negara yang kita
15:11masih terkendali.
15:12Penanganan bencana masih terkendali.
15:13Terkendali ini bukan berarti selesai, ya.
15:15Terkendali ini artinya
15:16pemerintah sudah on the track.
15:18Pemerintah sudah bekerja dengan cepat
15:19dan maksimal
15:20untuk melakukan penanggulangan bencana, begitu.
15:23Tadi yang disampaikan bahwa
15:24apa namanya,
15:25bantuan-bantuan itu
15:26masih belum merata,
15:27tentu ini menjadi bagian dari evaluasi kami
15:30dan kami akan terus melakukan percepatan, begitu.
15:32Dan,
15:33Pak Presiden sudah berulang kali menegaskan
15:34bahwa sumber daya kita
15:35semuanya akan difokuskan
15:37untuk penanganan bencana
15:38di tiga provinsi, begitu, Mas.
15:40Jadi,
15:40saya rasa komitmen Pak Presiden,
15:42bahkan sore ini pun,
15:43Pak Presiden direncanakan
15:44akan kembali mengunjungi
15:46lokasi terdampak
15:47di Sumatera Barat.
15:48Rencananya Pak Presiden
15:49akan meninjau tiga lokasi, begitu ya,
15:52di Kabupaten Agam,
15:54lalu juga akan meninjau jembatan yang putus,
15:56lalu akan meninjau jalan yang putus, begitu.
15:59Jadi,
15:59saya kira komitmen Presiden
16:00terhadap penanganan bencana ini
16:02sangat konkret,
16:03sangat kuat,
16:04dan Pak Presiden akan
16:05memantau terus secara berkala.
16:06Aspirasi dari masyarakat
16:08terutama korban
16:09bencana banjir
16:10dari banjir bandang
16:11di Aceh, Sumatera Barat,
16:12dan Sumatera Barat,
16:13dan pemerintah pusat
16:14kita nantikan komitmennya
16:15untuk percepatan
16:16bantuan bagi masyarakat,
16:18terutama kebutuhan mendasar
16:19dan juga obat-obatan
16:20maupun medis.
16:21Terima kasih sekali lagi,
16:21Bapak-Bapak,
16:22Mas Ivan Triyono,
16:24dan juga Pak Sudarma,
16:25dan juga Dedy Sitorus
16:27bersama kami
16:27di Kompas Petang.
16:28Sehat-sehat selalu, Bapak-Bapak.
16:29Terima kasih.
16:30Terima kasih.
16:30Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan