00:00Saudara, sudah tiga kali Presiden Prabowo meninjau lokasi bencana di Sumatera.
00:05Presiden telah memerintahkan jajarannya untuk all out untuk mengatasi bencana ini.
00:10Seberapa besar pengaruh kedatangan ke lokasi bencana dan proses percepatan pemulihan di lokasi bencana Sumatera.
00:17Apa pesan yang ingin disampaikan Presiden lewat kedatangannya ke lokasi bencana di Sumatera?
00:21Kita akan membahasnya bersama anggota Komisi 2 DPR Fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
00:25dan juga peneliti POSDEM Universitas Andalas Ferry Amsari.
00:29Selamat sore ya Bapak-Bapak, semoga sehat-sehat selalu.
00:32Selamat sore.
00:33Kita ke Bang Doli.
00:35Bang Doli, untuk saat ini sudah tiga pekan kemudian Presiden juga telah tiga kali mengunjungi Aceh,
00:41tiga kali mengunjungi Sumatera Utara dan saat ini di Sumatera Barat.
00:45Porsi saat ini adalah percepatan dan pemulihan selain memberikan bantuan langsung kepada warga.
00:51Seperti apa Anda melihat bahwa situasi saat ini percepatan dilakukan oleh pemerintah?
00:55Iya, saya kira apa namanya, ini satu tindakan yang konkret ya.
01:02Jadi Presiden hands-on, jadi mengambil alih langsung proses penanggulangan bencana yang ada di tiga provinsi itu.
01:12Dan tadi seperti diketahui, ya sudah berkali-kali sebetulnya mulak-balik mundar-mandir dan tidak hanya seorang Presiden,
01:20tapi kehadiran Presiden itu kan pasti diikuti menteri-menterinya dan kemudian ketika Presiden pulang pun menteri-menterinya juga paling bergantian.
01:28Nah jadi artinya perhatian terhadap masyarakat kita di sana itu cukup serius dilakukan oleh pemerintah kita.
01:39Nah saya waktu itu kan juga sempat ada diskusi ya tentang apakah perlu penetapan status bencana, status bencana nasional atau tidak gitu ya.
01:52Nah menurut saya dengan kehadiran Presiden yang sudah berkali-kali dan menunjukkan atensi peningannya itu,
02:00saya kira ya perdebatan itu menurut saya menjadi tidak penting.
02:05Nah yang penting adalah apa yang kemudian lakonan Presiden ini itu ditindaklanjuti oleh jalan tingkat berikutnya
02:13dan kemudian bisa terlihat progresnya.
02:16Nah kita bisa bagi ya.
02:18Dulu misalnya di awal-awal bencana itu tentu yang diupayakan adalah penyelapanan manusianya ya.
02:24Dan kalaupun kemudian ada korban jiwa, ya itu diketahui, dicari, ada yang gila dicari dan kemudian diurus dengan baik.
02:33Nah sekarang ini kan tahapan pemulihan ya.
02:36Pemulihan pas ke bencana yang nanti kemudian ditindaklanjuti ada mungkin daerah-daerah yang sudah masuk tahap rehabilitasi.
02:41Baik, kami tangkap poinnya, Bang Doli.
02:44Kami ke Bang Ferry.
02:45Bang Ferry, sekarang saat ini situasinya 159 terdatang meninggal dunia.
02:49Dan tadi kata Bang Doli, tidak penting lagi status bencana nasional karena Presiden hands on atau turun langsung dan juga mempercepat dengan bantuan.
02:58Seperti apa Anda memandang bahwa saat ini ada polemik terkait dengan status bencana nasional ini demi mempercepat bantuan, terutama bantuan dari internasional?
03:07Ya, pertama kalau berdasarkan menurut pencanaan ya, status itu kan punya indikator.
03:17Dan kita ketahui bahwa indikatornya itu sudah terpenuhi untuk dinyatakan sebagai bencana nasional.
03:24Misalnya jumlah korban, dampak, dan lain-lain yang bagi saya penting untuk bisa mengetahui sejauh mana tindaklanjut dalam proses penanganan ini.
03:38Karena begitu ditetapkan sebagai bencana nasional, dan itu tanggung jawabnya beralih kepada pemerintah pusat, baik kemudian fungsi koordinasi penanggulangan maupun sebagai pemimpin penanggulangan terdiri.
03:57Dan kita ketahui lah, kebutuhan anggaran ini tentu akan bertembalik kepada pusat.
04:02Dia menurut saya disana letak permasalahannya ya, karena kebutuhan anggarannya sangat minim, keberadaan anggaran yang sangat minim, sementara kebutuhan anggaran sangat besar.
04:13Kedua, kedatangan Presiden itu kan menyembuhkan luka psikologi di tempat yang dikunjungi Presiden.
04:20Tetapi tidak akan pernah secara utuh menyembuhkan luka itu, apalagi yang tidak didatang.
04:27Nah saya tidak melihat ya peran Presiden yang sangat strategis terkait penanggulangan ini.
04:33Sampai hari ini Presiden tidak menjelaskan apa strateginya sebagai Kepala Negara Kepala Pemerintahan dalam penanggulangan bencana.
04:43Bagaimana komposisi beban penanggulangan itu?
04:45Baik yang diberikan kepada BNPB, kepada pemerintah daerah, kepada badan besar, dan masyarakat sipil.
04:53Presiden sama sekali tidak mampu menjelaskan angka-angka yang terlepas.
04:58Misalnya, dia tidak pernah menjelaskan dari jumlah rumah yang rusak parah, kira-kira negara akan melakukan peran apa.
05:08Dari banyaknya jalan yang putus, negara akan melakukan apa.
05:12Kira-kira dari jumlah orang-orang yang kemudian terkena dampak mentalitasnya, apa peran negara untuk melakukan deal-in.
05:22Presiden kan tidak mungkin hanya sekedar makan di tempat pengungsian.
05:26Karena itu juga bukan jatah Presiden harusnya itu.
05:29Tetapi bagaimana Presiden memastikan agar makanan dan kebutuhan logistik orang-orang yang berada di daerah-daerah belum tertutup,
05:39itu betul-betul sudah mampu diberikan oleh negara.
05:43Ya, untuk saat ini ada bantuan personel dikerahkan dan juga ada bantuan huntara,
05:49namun tentu unitnya masih dalam penggodokan dan juga masih dalam penetapan melihat dari dampak 3,2 juta warga yang terdampak baik Banjar Bandang.
05:59Lalu seperti apa Bang Doli?
05:59Tadi Bang Ferry menyatakan bahwa ini belum ada langkah strategik, terutama untuk rehabilitasi ke depan dan pemulihan lebih menyeluruh.
06:07Iya, saya tadi mengkoreksi sedikit ya, saya belum mengatakan apakah kita berhenti atau tidak menetapkan status bencana nasional atau tidak.
06:20Tapi setidaknya hari ini, ya sambil misalnya orang menunggu, katakanlah begitu ya,
06:26kita menunggu apakah memang masih perlu untuk ditetapkan status bencana,
06:29karena ketidaknya pemerintah, khususnya presiden, itu sudah mengambil langkah-langkah yang menurut saya langkah-langkah taktis ya.
06:37Nah, dan saya yakin ya, ketika seorang presiden datang di sana, ada gubernur, ada bupati, gitu ya,
06:44ada stakeholder yang lain ya, masyarakat didengarkan langsung,
06:50ya saya berkeyakinan sekali sebetulnya pasti akan sudah ada pembicaraan-pembicaraan yang lebih konkret bicara tentang
06:57bagaimana mengatasi atau langkah-langkah berikutnya seperti apa.
07:00Benarik, kalau tadi Anda bilang bahwa bantuan asing itu tetap diperlukan juga, maksud Anda?
07:07Atau dengan status itu bantuan diperlukan?
07:10Nah, kan begini, sekarang kan kalau status bantuan asing itu, saya juga begini ya,
07:15saya berupaya memahami apa yang menjadi latar belakang pemerintah khususnya presiden.
07:22ya, kan berkali-kali mengatakan, Pak Presiden mengatakan bahwa kita negara yang besar,
07:30ya, kalaupun kemudian kita diterpa masalah, diuji oleh bencana,
07:35kita harus yakin kita bisa menyelesaikannya dengan tangan sendiri, kira-kira begitu.
07:39Nah, itu yang sekarang ditunjukkan oleh presiden, ya, dan saya kira keyakinan itulah yang membuat
07:45kenapa sampai sekarang masih penuh pertimbangan diangkatnya status nasional bencana ini secara nasional, gitu ya,
07:53supaya menunjukkan bahwa, dan itu dikonkretkan langsung bahwa memang langsung presiden turun berkali-kali ke sana,
08:00menunjukkan bahwa memang dia berupaya menyelesaikannya.
08:01Ya, walaupun Indonesia juga kerap aktif ya untuk memberikan bantuan pada saat negara sahabat tengah
08:06dilanda bencana, dan juga saat ini beberapa negara membangun solidaritas untuk membantu Indonesia,
08:11namun saat ini terbentur oleh peraturan.
08:13Untuk saat ini, Bang Ferry, menurut Anda apakah langkah strategis itu juga perlu ditampilkan
08:18dengan berkantor di lokasi bencana, dan juga menentukan langkah-langkah yang langsung di mata presiden
08:25melihat situasi di sana?
08:27Ya, tentu pertimbangan berkantor di lokasi itu bicara soal bagaimana menanggungan bencana
08:34yang secara teknis bisa dilakukan oleh presiden dengan panah buahnya yang sangat banyak.
08:40Tahu sepeda Pak, bagi makan, menjelaskan siapa menteri yang hadir, saya rasa juga tidak diperlukan.
08:48Koordinasi tetap bisa dilakukan dari Jakarta, sepanjang betul-betul arah-betul kepasasaran.
08:56Kedua, kita tahu ada banyak kebimbangan besar presiden dalam konteks kasus penanggulangan bencana ini.
09:05Misalnya, anggota kabinet, bahkan para politisi menyampaikan bahwa
09:10itu bantuan yang dikumpulkan oleh personal orang-orang warga negara itu berlebihan pamerannya.
09:18Padahal negara jauh lebih besar.
09:20Kedua, bantuan asing kita sanggup.
09:22Ini kan bicara soal gengsi saja.
09:25Tidak bicara soal kebutuhan warga negara yang secepatnya
09:29untuk dapat menjalani proses hidup berikutnya.
09:33Jadi, kenapa pembicara yang terlihat lebih banyak gengsi seorang presiden?
09:39Bagi saya, pemimpin yang baik itu adalah yang akan menyampaikan bahkan
09:43dia akan memohon-mohon kepada...
09:44Maksudnya, Anda menilai bahwa presiden belum menyerap inspirasi dari masyarakat, gitu?
09:50Ya, dia akan memohon-mohon kepada warga asing, negara asing.
09:54Bantu warga negara saya kalau memang ini memperbaiki warga negaranya.
10:00Apalagi kita hidup bertetangga.
10:02Dan prinsipnya, apa? Politik bebas aktif.
10:05Kenapa kemudian tidak ada keinginan untuk menerima bantuan itu kalau memang tidak sanggup?
10:11Bagi saya, jangan utamakan gengsi sementara pertanggungannya adalah nasib warga negara.
10:18Baik, kita nantikan bagaimana komitmen pemerintah untuk mempercepat memberikan bantuan,
10:22terutama yang terdampak dan juga yang terisolasi hingga saat ini
10:26untuk mendapatkan bantuan makanan, medis, dan juga obat-obatan.
10:29Terima kasih sekali lagi Bang Ferry Amsari, peneliti poskod.
10:32Bistaz Andalas dan juga Bang Ahmad Woli Kurnia,
10:35anggota Komisi 2 DPR Fraksi Partai Gokal.
10:38Sehat-sehat selalu Bapak-Bapak.
Komentar