00:00Anak politisi PKS yang tewas diduga dibunuh di rumahnya dimakamkan hari ini.
00:06Setelah selesai diotopsi dan disolatkan, jenazah anak politisi PKS yang tewas di dalam rumah mewahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum,
00:15Makam Balung Kelurahan Citangkil, kota Cilogon, Panten.
00:20Wakil Bupati Serang, Muhammad Najid Hamas, yang juga kerabat keluarga korban mengatakan,
00:25bahwa korban anak yang riang dan penurut kepada kedua orang tuanya.
00:29Saat ini keluarga menyerahkan proses hukum, kasus pembunuhan putranya kepada polisi.
00:34Keluarga berharap pelaku segera ditangkap.
00:47Ini kan orang penurut dan suadahnya kelagus, walaupun bisa 9 tahun, tapi ketatuan kepada orang tua ini luar biasa.
00:58Ini adalah contoh bagi anak-anak sehusian.
01:00Dari penegah hukum seperti apa?
01:02Ya, kita silakan, terlihat dengan yang lain, terkait dengan kejadian ini, kita silakan percayakan kepada teman-teman dari polisi.
01:10Tapi kita doakan, semoga semuanya akan pelakunya ditentukan dan diberi hukuman sesuai dengan ketentuan.
01:20Dari hasil pemeriksaan polisi, digetaui korban sempat menelepon orang tuanya sebelum terluka untuk meminta pertolongan.
01:34Korban ditemukan terluka oleh keluarga dan langsung dibawa ke rumah sakit.
01:39Namun, nyawanya tidak tertolong.
01:41Polisi langsung memeriksa CCTV rumah mewah dan 8 orang saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan anak politisi PKS.
01:50Duka mendalam, dirasakan keluarga anggota Dewan Pakar Keadilan Sujahtera, Maman Suherman.
02:12Anaknya yang berusia 9 tahun, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka mendakajam.
02:17Polisi menyebut sebelum tewas, korban sempat menelpon sang ayah untuk meminta pertolongan.
02:25Namun, saat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.
02:30Dari hasil olah TKP dan otopsi, polisi memastikan korban diduga dibunuh jika merujuk pada luka yang ada pada jasad korban.
02:38Pemeriksaan masih tetap berlanjut.
02:42Karena dari, untuk dugaan kasus pembunuhan seperti ini, untuk runo timeline harus jelas.
02:50Lalu, keterangan alibi dari para saksi juga harus jelas.
02:55Makanya butuh waktu cukup lama.
02:58Sampai sekarang, ke-8 saksi pun masih dalam tahap pemeriksaan.
03:01Ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit.
03:13Makanya sudah dari Porsilgon sudah membuat LP yang mencetumkan dugaan terhadap kasus pembunuhan.
03:26Jadi, bukan perampokan.
03:29Begitu, Mbak.
03:31Saat ini, polisi sudah memeriksa CCTV dan mendalami kesaksian 8 orang.
03:37Namun, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini karena masih mendalami kesaksian dan motif pembunuhan.
03:44Suherdi, Kompas TV, Celegon, Banten.
03:50Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan CCTV,
03:54anak politisi PKS diduga tewas dibunuh di rumah mewah.
03:59Lantas siapa pelaku pembunuhannya?
04:01Lebih lengkap untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan anak politisi PKS,
04:06kita terhubung dengan pakar psikolog forensik Reza Indragiri Amriel.
04:11Selamat petang, Bung Reza.
04:14Kalau dilihat dari kasus ini, dari hasil otopsi dan olah TKP,
04:18polisi menyebut ini kemungkinan besar adalah dugaan pembunuhan.
04:23Apa yang Anda lihat dari bukti-bukti yang bisa memperkuat dugaan polisi ini?
04:27Kalau kita gunakan kata pembunuhan, maka itu bermakna kita merujuk kepada pasal 338 KWAP.
04:35Tapi kalau kita terjemahkan dulu ke dalam bahasa Inggris homicide,
04:39homicide bermakna meninggalnya seseorang akibat perbuatan orang lain.
04:43Meninggalnya seseorang akibat perbuatan orang lain tidak semata-mata akibat pembunuhan,
04:48dengan kata lain tidak semata-mata akibat pasal 338.
04:52Tapi ada orang yang meninggal akibat perbuatan orang lain,
04:54misalnya akibat dalam bentuk penganyayaan,
04:58dalam bentuk pengeroyokan,
05:00dalam bentuk pembunuhan berencana,
05:02dan seterusnya yang mengakibatkan bahwa ternyata kemungkinan penggunaan pasalnya menjadi sangat beragam.
05:07Karena itu, menurut saya, memang kita patut berspekulasi di pembunuhan,
05:11tapi sesungguhnya pada tahap sekarang,
05:14menurut saya akan lebih tepat seandainya otoritas penegakan buku menggunakan istilah
05:18korban meninggal akibat perbuatan orang lain.
05:22Oke, karena kemungkinannya masih bisa beragam.
05:24Lalu, ini kan korban disebut sempat menelpon orang tuanya.
05:30Apakah di sini bisa ditelusuri siapa dugaan dari pelakunya?
05:37Memahami dari pemberitaan bahwa korban berusia 9 tahun
05:41dan mengalami luka yang sedemikian parah dan banyak,
05:47boleh jadi orang yang menghabisi korban
05:50tidak sungguh-sungguh menjadikan korban sebagai target asinya.
05:56Boleh jadi pelaku mengincar pihak lain yang punya keterkaitan dengan korban,
06:02misalnya orang tua korban.
06:04Namun, karena tidak mungkin melakukan serangan secara frontal
06:08terhadap orang tua korban, maka korban dijadikan sebagai objek pengganti
06:12pengganti atau substitusi.
06:14Dengan kata lain, yang ingin saya katakan bahwa
06:17antara perilaku dengan motif belum tentu linear.
06:21Bahwa, sekali lagi, belum tentu orang yang menghabisi korban
06:26adalah orang yang sungguh-sungguh punya kepentingan bagi meninggalnya korban.
06:30Tetapi, pihak yang menjadi pihak kepentingan si pelaku adalah pihak lain.
06:37Namun, karena tidak bisa mencapai pihak tersebut,
06:39maka dicarilah pihak pengganti yang dalam hal ini adalah korban.
06:43Pertanyaan, kenapa korban yang satu ini dijadikan sebagai substitusi?
06:48Ya, karena hitung-hitungan atas kertas,
06:50anak-anak memang termasuk dalam kelompok yang rentan menjadi korban kerjatan.
06:54Lemah secara fisik, lemah secara psikis, dan juga mungkin lemah secara sosial.
07:01Ya, Bung Reza, jika Anda menyebutkan bisa jadi ini korban adalah substitusi, pengganti.
07:07Apakah ada kemungkinan besarnya bahwa pelaku merupakan orang dekat
07:12atau orang yang kenal dengan keluarga korban?
07:17Tentu harus dilakukan pemeriksaannya oleh pihak kepolisian.
07:20Tetapi, saya membayangkan bahwa sang pelaku memiliki akses ke rumah tersebut.
07:27Kemudian, bisa memperkirakan kondisi dalam rumah tersebut seperti apa.
07:32Mungkin anak dalam kondisi tidak terjaga atau sendirian saja.
07:36Nah, penalaran-penalaran semacam itu dan perbuatan sedemikian rupa,
07:40hitung-hitungan memang kemungkinan dilakukan oleh orang yang sudah mengenal
07:47kondisi atau situasi rumah dan keluarga pemilik rumah tersebut.
07:53Apakah bisa disebut sebagai orang dekat?
07:55Hari ini tampaknya kita harus memberikan definisi ulang tentang kata dekat ataupun jauh.
08:00Tetapi, ketimbang menggunakan kata dekat atau jauh,
08:05saya memilih menggunakan istilah orang yang mengenal situasi rumah dan keluarga pemilik rumah tersebut.
08:12Kalau kita lihat background dari keluarga ataupun orang tua dari korban ini yang merupakan politisi juga,
08:22apakah ada kemungkinannya ini berkaitan dengan pekerjaan dari orang tua korban?
08:27Sebagai mana yang saya katakan tadi, saya tidak membayangkan bahwa ada anak kecil burusnya 9 tahun
08:34yang memicu orang lain untuk melakukan kekerasan yang sedemikian ekstrim,
08:40melakukan penusukan hingga puluhan.
08:43Saya tidak membayangkan anak sungguh-sungguh punya persoalan dengan pihak lain,
08:47sehingga dia maaf harus dihabisi dengan tindak kekerasan yang sedemikian ekstrim.
08:51Karena itu, saya berspekulasi bahwa adakah kemungkinan bahwa sang pelaku tidak sungguh-sungguh punya kepentingan dengan korban,
09:01tetapi dengan pihak lain yang memiliki keterkaitan atau hubungan dengan korban.
09:06Siapa itu? Yang paling dekat adalah keluarga korban.
09:10Apalagi ketika kemudian disebut bahwa misalnya,
09:13keluarga korban berlatar belakang politisi,
09:16kemudian juga dari kalangan sosial ekonomi atas,
09:20maka informasi-informasi semacam itu sekali lagi membuka ruang spekulasi
09:25bahwa tidak terlalu kemungkinan bahwa pembunuhan atau maaf dihabisinya korban oleh sang pelaku ini
09:32bersangkut paut dengan status sosial ekonomi maupun pekerjaan orang tua korban.
09:38Baik, terima kasih atas perspektif dan insight dari psikolog forensik Reza Indragiri di Kompas Petang Sore ini.
09:45Terima kasih, Bung Reza.
Komentar