Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CILEGON, KOMPAS.TV - Anak politisi PKS yang tewas diduga dibunuh di rumahnya dimakamkan hari ini.

Setelah selesai diotopsi dan disalatkan, jenazah anak politisi PKS yang tewas di dalam rumah mewah dimakamkan di tempat pemakaman umum Makam Balung, Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najid Hamas, yang juga kerabat keluarga korban mengatakan bahwa korban anak yang riang dan penurut kepada kedua orangnya.

Saat ini keluarga menyerahkan proses hukum kasus pembunuhan putranya kepada polisi. Keluarga berharap pelaku segera ditangkap.

Polisi menyebut dari hasil olah TKP dan pemeriksaan CCTV, anak politisi PKS diduga tewas dibunuh di rumah mewah. Lantas siapa pelaku pembunuhannya?

Lebih lengkap untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan anak politisi PKS di rumah mewah, ini kita terhubung dengan Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel.

Baca Juga Teka-Teki Anak Politisi Diduga Tewas Dibunuh, Polisi Periksa 8 Saksi| BERUT di https://www.kompas.tv/regional/638341/teka-teki-anak-politisi-diduga-tewas-dibunuh-polisi-periksa-8-saksi-berut

#anakpolitisi #pks #pembunuhan

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/638348/full-pakar-reza-indragiri-analisis-dugaan-pembunuhan-anak-politisi-pks-kompas-petang
Transkrip
00:00Anak politisi PKS yang tewas diduga dibunuh di rumahnya dimakamkan hari ini.
00:06Setelah selesai diotopsi dan disolatkan, jenazah anak politisi PKS yang tewas di dalam rumah mewahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum,
00:15Makam Balung Kelurahan Citangkil, kota Cilogon, Panten.
00:20Wakil Bupati Serang, Muhammad Najid Hamas, yang juga kerabat keluarga korban mengatakan,
00:25bahwa korban anak yang riang dan penurut kepada kedua orang tuanya.
00:29Saat ini keluarga menyerahkan proses hukum, kasus pembunuhan putranya kepada polisi.
00:34Keluarga berharap pelaku segera ditangkap.
00:47Ini kan orang penurut dan suadahnya kelagus, walaupun bisa 9 tahun, tapi ketatuan kepada orang tua ini luar biasa.
00:58Ini adalah contoh bagi anak-anak sehusian.
01:00Dari penegah hukum seperti apa?
01:02Ya, kita silakan, terlihat dengan yang lain, terkait dengan kejadian ini, kita silakan percayakan kepada teman-teman dari polisi.
01:10Tapi kita doakan, semoga semuanya akan pelakunya ditentukan dan diberi hukuman sesuai dengan ketentuan.
01:20Dari hasil pemeriksaan polisi, digetaui korban sempat menelepon orang tuanya sebelum terluka untuk meminta pertolongan.
01:34Korban ditemukan terluka oleh keluarga dan langsung dibawa ke rumah sakit.
01:39Namun, nyawanya tidak tertolong.
01:41Polisi langsung memeriksa CCTV rumah mewah dan 8 orang saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan anak politisi PKS.
01:50Duka mendalam, dirasakan keluarga anggota Dewan Pakar Keadilan Sujahtera, Maman Suherman.
02:12Anaknya yang berusia 9 tahun, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka mendakajam.
02:17Polisi menyebut sebelum tewas, korban sempat menelpon sang ayah untuk meminta pertolongan.
02:25Namun, saat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.
02:30Dari hasil olah TKP dan otopsi, polisi memastikan korban diduga dibunuh jika merujuk pada luka yang ada pada jasad korban.
02:38Pemeriksaan masih tetap berlanjut.
02:42Karena dari, untuk dugaan kasus pembunuhan seperti ini, untuk runo timeline harus jelas.
02:50Lalu, keterangan alibi dari para saksi juga harus jelas.
02:55Makanya butuh waktu cukup lama.
02:58Sampai sekarang, ke-8 saksi pun masih dalam tahap pemeriksaan.
03:01Ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit.
03:13Makanya sudah dari Porsilgon sudah membuat LP yang mencetumkan dugaan terhadap kasus pembunuhan.
03:26Jadi, bukan perampokan.
03:29Begitu, Mbak.
03:31Saat ini, polisi sudah memeriksa CCTV dan mendalami kesaksian 8 orang.
03:37Namun, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini karena masih mendalami kesaksian dan motif pembunuhan.
03:44Suherdi, Kompas TV, Celegon, Banten.
03:50Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan CCTV,
03:54anak politisi PKS diduga tewas dibunuh di rumah mewah.
03:59Lantas siapa pelaku pembunuhannya?
04:01Lebih lengkap untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan anak politisi PKS,
04:06kita terhubung dengan pakar psikolog forensik Reza Indragiri Amriel.
04:11Selamat petang, Bung Reza.
04:14Kalau dilihat dari kasus ini, dari hasil otopsi dan olah TKP,
04:18polisi menyebut ini kemungkinan besar adalah dugaan pembunuhan.
04:23Apa yang Anda lihat dari bukti-bukti yang bisa memperkuat dugaan polisi ini?
04:27Kalau kita gunakan kata pembunuhan, maka itu bermakna kita merujuk kepada pasal 338 KWAP.
04:35Tapi kalau kita terjemahkan dulu ke dalam bahasa Inggris homicide,
04:39homicide bermakna meninggalnya seseorang akibat perbuatan orang lain.
04:43Meninggalnya seseorang akibat perbuatan orang lain tidak semata-mata akibat pembunuhan,
04:48dengan kata lain tidak semata-mata akibat pasal 338.
04:52Tapi ada orang yang meninggal akibat perbuatan orang lain,
04:54misalnya akibat dalam bentuk penganyayaan,
04:58dalam bentuk pengeroyokan,
05:00dalam bentuk pembunuhan berencana,
05:02dan seterusnya yang mengakibatkan bahwa ternyata kemungkinan penggunaan pasalnya menjadi sangat beragam.
05:07Karena itu, menurut saya, memang kita patut berspekulasi di pembunuhan,
05:11tapi sesungguhnya pada tahap sekarang,
05:14menurut saya akan lebih tepat seandainya otoritas penegakan buku menggunakan istilah
05:18korban meninggal akibat perbuatan orang lain.
05:22Oke, karena kemungkinannya masih bisa beragam.
05:24Lalu, ini kan korban disebut sempat menelpon orang tuanya.
05:30Apakah di sini bisa ditelusuri siapa dugaan dari pelakunya?
05:37Memahami dari pemberitaan bahwa korban berusia 9 tahun
05:41dan mengalami luka yang sedemikian parah dan banyak,
05:47boleh jadi orang yang menghabisi korban
05:50tidak sungguh-sungguh menjadikan korban sebagai target asinya.
05:56Boleh jadi pelaku mengincar pihak lain yang punya keterkaitan dengan korban,
06:02misalnya orang tua korban.
06:04Namun, karena tidak mungkin melakukan serangan secara frontal
06:08terhadap orang tua korban, maka korban dijadikan sebagai objek pengganti
06:12pengganti atau substitusi.
06:14Dengan kata lain, yang ingin saya katakan bahwa
06:17antara perilaku dengan motif belum tentu linear.
06:21Bahwa, sekali lagi, belum tentu orang yang menghabisi korban
06:26adalah orang yang sungguh-sungguh punya kepentingan bagi meninggalnya korban.
06:30Tetapi, pihak yang menjadi pihak kepentingan si pelaku adalah pihak lain.
06:37Namun, karena tidak bisa mencapai pihak tersebut,
06:39maka dicarilah pihak pengganti yang dalam hal ini adalah korban.
06:43Pertanyaan, kenapa korban yang satu ini dijadikan sebagai substitusi?
06:48Ya, karena hitung-hitungan atas kertas,
06:50anak-anak memang termasuk dalam kelompok yang rentan menjadi korban kerjatan.
06:54Lemah secara fisik, lemah secara psikis, dan juga mungkin lemah secara sosial.
07:01Ya, Bung Reza, jika Anda menyebutkan bisa jadi ini korban adalah substitusi, pengganti.
07:07Apakah ada kemungkinan besarnya bahwa pelaku merupakan orang dekat
07:12atau orang yang kenal dengan keluarga korban?
07:17Tentu harus dilakukan pemeriksaannya oleh pihak kepolisian.
07:20Tetapi, saya membayangkan bahwa sang pelaku memiliki akses ke rumah tersebut.
07:27Kemudian, bisa memperkirakan kondisi dalam rumah tersebut seperti apa.
07:32Mungkin anak dalam kondisi tidak terjaga atau sendirian saja.
07:36Nah, penalaran-penalaran semacam itu dan perbuatan sedemikian rupa,
07:40hitung-hitungan memang kemungkinan dilakukan oleh orang yang sudah mengenal
07:47kondisi atau situasi rumah dan keluarga pemilik rumah tersebut.
07:53Apakah bisa disebut sebagai orang dekat?
07:55Hari ini tampaknya kita harus memberikan definisi ulang tentang kata dekat ataupun jauh.
08:00Tetapi, ketimbang menggunakan kata dekat atau jauh,
08:05saya memilih menggunakan istilah orang yang mengenal situasi rumah dan keluarga pemilik rumah tersebut.
08:12Kalau kita lihat background dari keluarga ataupun orang tua dari korban ini yang merupakan politisi juga,
08:22apakah ada kemungkinannya ini berkaitan dengan pekerjaan dari orang tua korban?
08:27Sebagai mana yang saya katakan tadi, saya tidak membayangkan bahwa ada anak kecil burusnya 9 tahun
08:34yang memicu orang lain untuk melakukan kekerasan yang sedemikian ekstrim,
08:40melakukan penusukan hingga puluhan.
08:43Saya tidak membayangkan anak sungguh-sungguh punya persoalan dengan pihak lain,
08:47sehingga dia maaf harus dihabisi dengan tindak kekerasan yang sedemikian ekstrim.
08:51Karena itu, saya berspekulasi bahwa adakah kemungkinan bahwa sang pelaku tidak sungguh-sungguh punya kepentingan dengan korban,
09:01tetapi dengan pihak lain yang memiliki keterkaitan atau hubungan dengan korban.
09:06Siapa itu? Yang paling dekat adalah keluarga korban.
09:10Apalagi ketika kemudian disebut bahwa misalnya,
09:13keluarga korban berlatar belakang politisi,
09:16kemudian juga dari kalangan sosial ekonomi atas,
09:20maka informasi-informasi semacam itu sekali lagi membuka ruang spekulasi
09:25bahwa tidak terlalu kemungkinan bahwa pembunuhan atau maaf dihabisinya korban oleh sang pelaku ini
09:32bersangkut paut dengan status sosial ekonomi maupun pekerjaan orang tua korban.
09:38Baik, terima kasih atas perspektif dan insight dari psikolog forensik Reza Indragiri di Kompas Petang Sore ini.
09:45Terima kasih, Bung Reza.
Komentar

Dianjurkan