Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar dan Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan menyampaikan proses gelar perkara khusus kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Polda Metro Jaya.

"Ternyata ada emboss-nya, ternyata ada watermark-nya, lintasan merahnya ada ternyata. Yang selama ini kita lihat bahwa analisanya seakan-akan fotonya itu kan sama, capnya itu tidak seperti seharusnya," ujar Yakup Hasibuan.

Sementara itu, Rismon menyinggung soal pihaknya yang tidak diperbolehkan memegang ijazah Jokowi saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.

#jokowi #ijazahjokowi #rismonsianipar

Polda Metro Jaya sudah melakukan gelar perkara khusus sesuai permintaan kubu Roy Suryo CS. Penyidik menunjukkan dokumen yang disebut sebagai ijazah asli Jokowi. Roy Suryo CS mengaku melihatnya, namun tetap meragukan keaslian ijazah tersebut.

Bagaimana penyelesaian yang lebih adil, mengingat perkara ini bukan sekadar menyangkut individu tapi masa depan penegakan hukum di Indonesia?

Yakup Hasibuan dan Rismon Sianipar menjawabnya dalam #ROSIKompasTV episode Ijazah Jokowi, Antara Kebenaran dan Kepercayaan. Tayang Kamis, 18 Desember 2025 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/638304/beda-rismon-yakup-hasibuan-saat-gelar-perkara-khusus-kasus-ijazah-jokowi-di-polda-metro-rosi
Transkrip
00:00Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
00:30Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
01:00Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
01:29Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik
01:39Selamat malam, program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda
01:52Malam ini giliran saya Tifal Solesa yang akan memandu diskusi di program Rosi dengan tema Ijazah Jokowi
01:59Kebenaran versus kepercayaan
02:02Polda Metro Jaya sudah melakukan gelar perkara khusus sesuai permintaan kubur Roy Suryo CS
02:08Penyidik menunjukkan dokumen yang disebut sebagai Ijazah Asli Jokowi
02:13Roy Suryo CS mengaku melihatnya, namun tetap meragukan keaslian Ijazah tersebut
02:19Lalu bagaimana penyelesaian yang lebih adil terkait kasus ini mengingat
02:24Perkara ini bukan sekadar menyangkut individu, tapi masa depan penegakan hukum di Indonesia
02:30Malam ini saya mengundang Rizmon Sianipar, tersangka kasus tudingan Ijazah Palsu Jokowi
02:36Dan kami masih menantikan kehadiran Yaakub Hasibuan, kuasa hukum Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo
02:42Mbak Rizmon, apa kabar?
02:44Bangga jadi tersangka
02:45Eh, kenapa begitu?
02:47Dalam perjuangan ini
02:47Gak pernah rasa-rasanya saya dengar ada orang bangga jadi tersangka
02:50Ini bukan perbuatan kriminal saya
02:51Saya ingin mencari kebenaran
02:53Lewat apa? Kajian ilmiah dong
02:56Kami bukukan dalam Jokowi's White Paper
02:59Tondisi itu semua ilmiah
03:01Dan kemarin memang kami berterima kasih kepada Polda Menterjaya
03:04Kami menghadiri dan kami diberikan waktu
03:09Tetapi apa yang terjadi di dalam sebenarnya kami yang lebih banyak menyajikan kajian ilmiah kami
03:14Tanpa ada dihadiri oleh ahli dari Polri yang katanya 5
03:20Ahli digital forensik yang hari ini diterangkan oleh Direktur Eskrimum
03:27Polda Menterjaya bahwa katanya ada 5 ahli digital forensik
03:31Nah, pada saat itu sebenarnya harapan saya dan harapan kami RRT itu
03:35Seharusnya dihadirkan sehingga ya
03:38Irwas dan lainnya itu bisa melihat kami saling berardu argumentasi
03:43Terutama tentang pasal tuduhan pasal 32 dan 35
03:46Di mana kami dituduh untuk mengedit, memanipulasi secara tidak ilmiah
03:53Nah itulah kami sesalkan kenapa tidak hadir
03:56Sekalipun kemudian permohonan dari teman-teman untuk GPK ini
04:01Singkatan dari gelar perkara khusus ini sudah dipenuhi polisi
04:04Berarti dengan argumen Anda tadi Bang
04:07Saya bisa nyatakan bahwa nuansa kebatinan selama GPK kemarin
04:10Bukan hal yang selama perjalanannya tidak menguntungkan posisi Anda
04:15Iya, selalu seperti itu
04:17Kajian kami pada saat di gelar perkara khusus juga di Baris Krim Polri
04:21Mei yang lalu, Juli ya, 9 Juli 2025 yang lalu
04:25Itu juga kami menyajikan kajian ilmiah kami secara sepihak
04:30Lalu dilanjutkan sesi kedua mereka rapat sendiri
04:34Sepihak ini contohnya gimana?
04:35Ya kami saja yang menyajikan kajian ilmiah kami
04:38Bahkan pada saat kemarin ya 15 Desember 2025 di Polda Metro Jaya
04:42Saya menyajikan dan mempraktekan menjalankan program yang saya tulis sendiri
04:48Dan saya siap untuk menyediakan atau memberikan source code
04:52Atau kode sumber program yang saya gunakan, saya tulis sendiri kepada Polda Metro Jaya
04:57Dan ahli dari mereka itu tidak ada
04:59Kelima ahli digital forensik itu tidak ada yang menuduh kami itu
05:04Dimana kami dituduh menetapkan ROI atau region of interest yang jahat
05:10Sehingga mendapatkan hasil yang seolah-olah kami memanipulasi
05:14Oke hari ini tanggal 18 Desember 2025
05:18Roy Suryo CS lewat tim kuasa hukumnya Ahmad Kozinuddin melaksanakan konferensi pers
05:23Dan ia menyampaikan dari hasil situ kesimpulan dari mereka dalam konferensi pers tadi
05:28Menyampaikan bahwa prosedur dari penetapan tersangka ini cacat
05:33Anda juga merasakan begitu
05:35Ya iyalah Bang
05:36Ini kan pencarian kebenaran lewat kajian ilmiah
05:39Bahwa buku kami juga Joko Wiswat Paper ini sudah kami berikan ke Presiden Prabowo Subianto
05:45Di lewat Kementerian Sekretariat Negara
05:48Bahkan kami ke Ambalang juga
05:50Ini keseriusan, kecintaan kami terhadap Republik ini lewat ilmu kami
05:54Nah sekarang bantahan tersebut apa?
05:57Bantahan tersebut hanya disajikan di depan penyidik ahli-ahli tersebut
06:03Tanpa berani bertatap muka, beradu argumentasi di depan Irwasda Komnas sama atau siapapun yang hadir di sana
06:13Pada saat gelar perkara khusus
06:15Ya akhirnya apa?
06:17Bahkan saya katakan bahwa ujian skripsi pun jauh lebih bagus daripada gelar perkara khusus kemarin
06:23Karena ada bantahan, ada adu data, ada metode, ada prosedur, ada output dan segala macam
06:29Poin yang jadi bintang dari kasus ini kan ijazahnya Jokowi
06:34Dan berkali-kali disampaikan terutama Roy Suryo setelah GPK kemarin itu
06:40Masih meyakini 99,99% ijazah Jokowi palsu
06:45Tapi dalam konferensi pers di hari yang sama 18 Desember
06:48Polda Metro Jaya menekankan bahwa yang dihadirkan dalam GPK saat itu adalah ijazah asli dari Presiden Jokowi Dodo
06:55Presiden ketujuh Jokowi Dodo
06:57Dan itu sesuai dengan kesepakatan dari Presiden Jokowi untuk menghadirkan ijazah itu
07:02Harusnya gak perlu dipertanyakan lagi dong?
07:04Saya sepakat dengan statement Pak Roy Suryo
07:07Bahwa yang dihadirkan kemarin kenapa langsung disimpulkan ijazah asli
07:11Ijazah analog iya
07:14Kalau kita dengar lagu boneka cantik dari India boleh dilihat tak boleh dipegang
07:21Itulah yang kami lakukan disitu
07:22Hanya ditempatkan dipegang oleh salah satu penyidik di sebuah meja
07:28Lalu kami hanya bisa pelototi dan mendekatkan wajah kami ke ijazah tersebut
07:33Langsung disimpulkan itu ijazah asli ya tidak
07:35Dari sejumlah pengamatan kami meskipun terpaksa kami lakukan dengan human vision yang mata telanjang
07:42Itu ada sejumlah kejanggalan
07:44Pertama saya memprediksi tebal kertas itu
07:49Kok rasanya ya karena cuma lewat mata itu jauh lebih tebal ijazah SD saya
07:55Yang kedua ada garis lurus hitam
08:00Yang saya lihat itu cacat digital printing
08:03Karena itu lurus tidak acak
08:05Garis lurus sebelah kiri dari ijazah analog yang ditunjukkan
08:11Belum lagi dua bintik noda hitam
08:15Nokta hitam itu
08:16Itu saya kira itu cacat printing
08:18Dan di bawah juga ada di bagian bawah itu
08:21Itu cacat printing juga seperti tinta-tinta
08:24Oke
08:24Saya akan coba konfirmasi hal ini
08:27Bang Rismon sudah ada disini
08:28Kuasa Hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo
08:31Yaakub Hasibon juga sudah bergabung bersama kami
08:33Saya undang kesini
08:34Mas Yaakub apa kabar?
08:36Tehat
08:36Terima kasih
08:36Sudah bergabung bersama kami
08:38Silahkan duduk
08:39Masih tetap pada keyakinannya
08:41Saya langsung saja
08:41Karena sudah ada gilirannya Bang Rismon sudah saya tanyakan
08:44Mereka masih yakin
08:47Dari pihak tersangka masih yakin
08:4899,99% ijazah Pak Jokowi yang dihadirkan
08:53Di GPK itu palsu
08:55Berlebihan kehalasan mereka menurut Anda?
08:57Kalau dari kami sebenarnya cukup simpel mas
09:00Kami sudah duga bahwa ini akan terjadi
09:02Karena sejak awal juga sebelum akhirnya dikrimum sebagai pimpinan gelar
09:08Menentukan suatu kebijakan untuk menunjukkan
09:12Kami juga sudah tahu bahwa apapun yang dilakukan sekaligus menunjukkan
09:17Juga pasti akan dicari-cari lagi yang lain
09:19Karena yang terakhir pun
09:20Kalau mungkin Mas ingat dan semua pemirsa ingat
09:23Bahwa tiga argumen yang terakhir digunakan itu kan
09:25Tidak ada emboss, tidak ada watermark, tidak ada lintasan merah
09:28Kemudian kemarin ketika ditunjukkan
09:31Banyak sekali yang kaget ternyata
09:33Mungkin kan ada tersangka lain dan kuasa hukum lain
09:36Bukan hanya Bang Rismon disitu
09:37Mereka juga saya lihat
09:38Agak terkaget juga
09:40Bahwa ada salah satu kuasa hukum yang sampai menangis
09:43Kalau Mas dengar beritanya Anda masuk TikTok dan sebagainya
09:45Ternyata ada embossnya
09:48Ternyata ada watermarknya
09:51Lintasan merahnya ada ternyata
09:53Yang selama ini kita lihat bahwa
09:55Analisanya seakan-akan bahwa
09:57Fotonya itu kan sama capnya itu tidak seperti seharusnya
10:02Lintasan merahnya tidak ada
10:03Di jasnya tidak lewat
10:04Ternyata lewat kok itu
10:05Dan dengan mata telanjang pun kita bisa lihat jelas
10:08Di meja kelihatan jelas semuanya itu
10:11Dan kalau dari pihaknya tersangka
10:13Ini menilai bahwa GPK yang berlangsung
10:16Saat itu tidak menguntungkan posisi mereka
10:18Nuansa kebatinan versi Anda
10:20Mewakili pihaknya Jokowi
10:21Gimana membaca saat itu?
10:23Ya tentunya kami sebagai pelapor awalnya
10:25Melihat bahwa itu adalah upaya mungkin
10:29Untuk memperlambat proses penyidikan dan sebagainya
10:32Namun ketika setelah itu dilaksanakan
10:34Kami cukup bersyukur akhirnya Mas
10:35Karena kami melihat bahwa
10:37Proses penyidikan yang sudah berlangsung
10:39Sudah sangat luar biasa
10:40Ada ratusan bukti
10:42Ada puluhan ahli
10:43Dan saksi dan sebagainya
10:45Termasuk juga
10:46Awalnya
10:47Jujur kami keberatan ketika itu ditunjukkan
10:48Karena dari awal kami juga sampaikan
10:50Itu tidak diatur dalam hukum acara yang ada
10:52Itu nanti adalah pembuktian aja di persidangan
10:55Mengecek apsaan berbukti
10:56Karena nantinya pasti akan ditunjukkan di persidangan
10:58Tapi kelihatannya
10:59Di situ pimpinan gelar juga
11:01Mengatakan mempertimbangkan seluruh
11:03Dinamika yang ada terjadi di masyarakat
11:05Termasuk meminta
11:06Pendapat dari Om Budsman
11:08Karena ada banyak sekali unsur di situ
11:10Akhirnya ditunjukkan
11:11Ternyata
11:12Semua yang didalilkan itu
11:14Yang dibilang tidak ada
11:15Ada semua
11:16Jadi bagaimana lagi
11:18Sekarang
11:18Ada juga
11:19Ya mungkin ada sebagian
11:20Ada sebagian orang yang tetap sportif saya lihat
11:22Ada yang sportif
11:23Mengakui ada itu
11:25Tapi ada juga beberapa tersangka
11:26Ada pihak-pihak yang
11:26Tetap tidak mau mengakui itu
11:28Jadi ya kami lihat bahwa
11:30Ya itu silahkan saja
11:30Karena bagaimanapun
11:31Seorang tersangka berhak untuk membela diri
11:33Itu kami pahami
11:34Tapi kalau kemudian posisi dari pelapor sendiri
11:36Melihat dari gelar perkara khusus
11:38Saya sudah berlangsung
11:38Pasal yang disangkakan menurut Anda
11:41Sudah cukup
11:42Atau
11:43Ada hal lain sebetulnya
11:44Masih harus digali lagi oleh polisi
11:45Menurut kami sudah
11:47Sangat sesuai
11:48Dan
11:48Kalau
11:49Kita objektif melihatnya
11:51Ini sudah tidak akan
11:52Lama lagi penyidikan yang dilakukan
11:53Karena buktinya sudah cukup semua
11:55Menurut kami
11:55Sehingga nanti ketika ini
11:57Dilimpahkan ke penuntut umum
11:58Untuk melakukan penuntutan di persidangan
12:00Seharusnya sudah cukup komprehensif
12:02Masalah durasi
12:03Durasi melihat ijazah
12:05Juga saya
12:06Cermati betul dari pihak tersangka
12:08Terlalu sebentar
12:09Bahkan ada yang menyebut
12:10Dokter Tifa
12:11Bahkan sempat menyebut kepada publik
12:13Itu berlangsung
12:14Di
12:15Waktu-waktu
12:15Sudah
12:16Momennya mereka kelelahan
12:17Menghadapi pemeriksaan
12:19Ataupun gelar perkara yang cukup panjang
12:20Hanya diberi waktu
12:225-7 menit saja
12:23Melihat ijazah itu
12:24Sehingga kan gak bisa
12:26Dengan detail
12:27Mencermati ijazah yang disebut
12:30Oleh pihak Anda
12:30Adalah ijazah asli yang dihadirkan disitu
12:32Ini sebenarnya poin yang sangat menarik Mas
12:34Kalau kita balik sedikit
12:35Cara berpikirnya
12:36Kalau begitu
12:37Kok bisa bilang palsu?
12:39Kalau dibilang
12:40Saya belum sempat melihat
12:41Belum sempat menganalisa
12:42Kok bisa bilang palsu dari awal?
12:44Ternyata aslinya belum pernah dilihat
12:46Itu pertama kali
12:46Ternyata dilihat aslinya
12:47Jadi
12:49Kalau kita balik
12:50Cara pikirnya
12:51Justru akan seperti itu
12:52Menunjukkan bahwa selama ini
12:53Berarti yang kalian bilang palsu
12:54Itu apa dong?
12:56Kalau Anda masih bisa mengatakan bahwa
12:58Kurang waktu saya untuk memeriksa
13:00Bang Rismon
13:01Idealnya butuh waktu berapa lama
13:03Sesungguhnya
13:03Kalau dikasih kesempatan
13:04Lihat ijazah itu?
13:06Ya BI Sarjan mengatakan
13:083D
13:08Dipegang
13:10Diraba
13:10Diterawang
13:11Dilihat
13:13Dipegang
13:13Diterawang
13:14Diraba
13:14Diterawang
13:15Kemarin cuma apa?
13:17Dilihat
13:17Pakai mata manusia
13:18Oleh karena itu
13:19Teknologi itulah
13:20Ya teknologi
13:22Algoritma
13:23Metode
13:23Itulah yang kami gunakan
13:25Jadi bukan hanya
13:26Apa namanya
13:27Jadi jangan digiring ya
13:28Seolah-olah kami melakukan
13:30Bahkan
13:31Masalah tentang
13:32Emboss maupun
13:33Watermax itu
13:33Tidak masuk dalam kajian saya
13:35Dalam Jokowi Shepaper
13:36Banyak yang lain
13:37Bukan itu
13:38Itu bukan bagian dari kajian saya
13:40Kajian saya itu
13:41Uji overlay
13:42Uji glip
13:43Atau bentuk font
13:44Ya dalam lembar pengesahan skripsi
13:46Jokowi Dodo
13:47Yang merupakan
13:48Saya buktikan
13:49Bahwa disitu adalah
13:49Produk dari
13:51Digital printing
13:51Yang tidak ada
13:52Tahun 1985
13:53Belum lagi uji
13:54Lintasan stempel
13:56Dan lainnya
13:57Dan lainnya
13:57Banyak
13:57Dan tidak termasuk
13:58Watermax dan Emboss
14:00Itu setelah itu
14:01Jadi
14:01Jadi apa yang ada
14:03Jadi bukan hanya yang dua itu
14:05Membuktikan
14:05Terutama ini
14:06Yang terakhir
14:07Di sidang KIP
14:0817 November 2025 kemarin
14:10Salah satu termohon
14:13Yaitu Polda Metro Jaya
14:14Mengatakan
14:14Bukti yang kami cita adalah
14:16Transkrip nilai sarjana muda
14:19Untuk keperluan
14:21Yudisium
14:22Sarjana muda
14:24Itu keluar sendiri
14:25Nah sekarang
14:27Kalau benar
14:27Apa yang disita adalah
14:28Itu
14:29Dokumen itu
14:30Kenapa bisa ada itu
14:32Ijazah sarjana penuh
14:33Poinnya Anda berharap
14:35Saat itu Anda bisa
14:37Memegang langsung
14:37Ijazah Jokowi
14:38Yang dihadirkan dalam GPK
14:40Standar
14:42Dasar saja
14:43Itu belum kajian ilmiah
14:453D kan
14:46Dilihat
14:47Di Reba
14:48Di Terawang
14:49Kemarin ya cuma
14:50Dilihat begini saja
14:51Siapa yang bisa menentukan itu
14:53Asli atau tidak
14:54Cuma dilihat
14:56Cuma kan kami menentukan
14:57Gejala
14:57Oh benar
14:58Berarti yang seperti
14:59Ditampilkan
15:00Dian Sandi Utama
15:01Di Medsosnya
15:03Oh ada garis lurus
15:04Itu apa ya
15:05Garis lurus
15:06Tentu itu hasil tool
15:07Karena itu lurus
15:08Sehingga bagaimana
15:09Kemudian upaya
15:10Masing-masing pihak
15:11Membuktikan
15:12Klaim mereka
15:13Terkait Ijazah Jokowi ini
15:15Kami bahas sebentar lagi
Komentar

Dianjurkan