Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Siklon tropis mulai terpantau di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini memicu potensi cuaca ekstrem di berbagai daerah pada akhir tahun.

Wilayah mana saja yang berpeluang paling terdampak, serta bagaimana masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem tersebut?

Untuk membahas hal ini, kami berbincang dengan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto yang telah bergabung bersama kami melalui sambungan Zoom.

#siklontropis #akhirtahun #bmkg #cuaca

Baca Juga Libur Natal dan Tahun Baru, Bandara Ngurah Rai Prediksi 1,5 Juta Penumpang | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/638184/libur-natal-dan-tahun-baru-bandara-ngurah-rai-prediksi-1-5-juta-penumpang-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638186/full-waspada-bmkg-ungkap-ancaman-siklon-tropis-di-akhir-tahun-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara siklon tropis mulai terlihat di sejumlah wilayah Indonesia, daerah mana saja yang mungkin kemungkinan paling terdampak dan bagaimana masyarakat mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrim.
00:10Di akhir tahun, kita akan berbincang dengan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Gus Wanto yang telah bergabung melalui sambungan Zoom.
00:17Pak Gus, selamat siang.
00:19Selamat siang, Bong Elgin.
00:21Baik, Pak Gus ini ingin tahu mungkin Pemirsa KompasTV apa yang dimaksud dengan siklon tropis 93S dan 95S dan bagaimana ini proses terbentuknya Pak Gus?
00:32Baik, Bong Elgin. Jadi kami BMKG melalui Tropical Siklon Warning Center Jakarta yang ada di Kemayoran itu selalu mengidentifikasi yang pertama,
00:43Siklon Tropis Bakung itu tumbuh dari bibir Siklon Tropis 91S sejak 12 Desember.
00:51Jadi sekarang sudah 6 hari ya.
00:53Posisinya saat ini sudah berada jauh di Samudera India sebelah barat daya Lampung.
00:59Namun masih memberikan dampak tidak langsung kepada wilayah kita khususnya Lampung, Jawa Barat, dan sekitarnya Banten ya.
01:07Ini adalah dampaknya hujan dan angin kencang.
01:11Kemudian yang kedua yaitu adanya bibir Siklon Tropis 93S.
01:17Ini tumbuh sejak tanggal 11 Desember.
01:20Artinya ini juga sudah 7 hari ya.
01:25Artinya ini kita lihat saat ini posisi berada di sekitar Samudera India sebelah selatan Jawa Timur.
01:33Ya pagi ini kita lihat posisinya di sana.
01:35Nah yang mana ada satu lagi yaitu bibir Siklon Tropis 95S.
01:41Mulai terbentuk tanggal 15 Desember yang lalu.
01:44Jadi ini juga sudah 3 hari.
01:47Nah lalu bagaimana posisi daripada saat ini dan kedepannya?
01:53Nah kalau kami masih melihat dari Tropical Cyclone Warning Center di Jakarta bahwa Siklon Tropis Bakung ini sudah menurun dari kategori 2 menjadi kategori 1.
02:05Sedangkan bibir Siklon Tropis 93S saat ini posisinya masih bibir.
02:10Dan diprediksi oleh BMKG nanti tanggal 20 Desember jam 12 UTC itu akan menjadi Siklon Tropis.
02:20Namun area pemberian namanya oleh Australia karena masuk dalam area of responsibility daripada Siklon Tropis Center di Australia.
02:31Kira-kira itu Mas Elgi yang bisa kami update untuk 3 bibir Siklon maupun Siklon Tropis.
02:37Oke Pak Gus. Baik kalau bicara mengenai wilayah mana saja yang mungkin akan terdampak di Indonesia itu kira-kira di pulau mana saja Pak Gus?
02:48Baik. Kalau kita lihat wilayah yang terdampak berdasarkan monitoring kami yang pertama yaitu pesisir Sumatera.
02:56Sumatera ya ini ada pesisir barat Sumatera, ada Lampung, Bengkulu, Sumbar.
03:02Sedangkan Selatan Jawa ini ada di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jatim, Bali, NTB, NTT Barat.
03:12Dan termasuk angin kencangnya kemarin beberapa hari terjadi di Jabodetabek ya.
03:17Itu di Jabodetabek kami melihat tanggal 16 yang lalu itu sampai 30 knot pada lapisan ketinggian 925 milibar atau sekitar 2500 feet.
03:28Nah perlu kewaspadaan juga Bung LG tidak hanya tiga Siklon Tropis.
03:35Namun kami juga melihat jumlah provinsi yang memasuki puncak musim hujan termasuk sebagian Kalimantan, Sulawesi, Bersetenggara.
03:44Karena bisa kombinasi dari dampak tidak langsung daripada Siklon Tropis dan Lembang Atmosfer.
03:50Kita waspada ya yang dua tadi yang dibawa.
03:53Pak Guswanto berarti apakah sudah ada perkiraan waktu berapa lama potensi cuaca buruk yang akan terjadi di Indonesia ini sampai kapan?
04:05Dan dampaknya seperti apa Pak Gus?
04:07Baik. Kalau kita melihat durasi potensi cuaca buruk yang kami analisis dari kami perakirakan di BMKG,
04:17ini memproyeksikan pengaruhnya signifikan sepanjang tanggal 16 kemarin hingga 22 Desember.
04:24Sementara ini kami kan menggunakan skala meteorologi, jadi dikurang dari 10 hari.
04:29Di mana puncak gangguan nanti adalah 16 sampai 19 Desember, di mana untuk gelombang tinggi dan hujan lebat berpotensi sesuai evolusi daripada sistem bibit siklon ataupun siklon tropis di atas.
04:43Misalkan hujan sedang hingga lebat dan sangat lebat, ini lokal ekstrim disertai kilat dan pertir beresiko untuk banjir ataupun longsor ya di beberapa wilayah yang memiliki lereng.
04:57Kemudian juga angin kencang atau low level jet ya, ini juga meningkat ya tadi sudah saya sampaikan, Jabodetabek sempat mencapai 30 knot.
05:06Kemudian untuk gelombang tinggi hingga 4 meter ya, ini terjadi di perairan Selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, Samudera India Selatan,
05:16dan Laut Arapura pada periode peringatan dini BMKG hingga tanggal 22 Desember. Kira-kira itu.
05:23Oke, Pak Gus cukup banyak juga cuaca, tanda-tanda cuaca buruk yang akan terjadi dan kira-kira apa saja yang mungkin perlu diketahui oleh masyarakat,
05:35tanda-tanda cuaca ekstrim agar masyarakat ini tentu bisa lebih berhati-hati dalam berkegiatan dan juga lebih waspada, Pak Gus.
05:42Ya, betul sekali Bung Egi. Jadi ada beberapa tanda-tanda cuaca ekstrim yang perlu dihusepadai.
05:50Yang pertama hujan intens, artinya hujan lebat mendadak ya, ataupun hujan durasi panjang tapi sedikit demi sedikit,
06:00atau berulang dalam 1 sampai 3 hari. Artinya ini bisa menimbulkan gedangan dengan cepat,
06:07kenaikan muka air, sungai, dan pantai ya. Kemudian yang kedua, itu untuk angin,
06:12bumbusan angin kencang kan terlihat ya, biasanya pohon, papan reklama, rawan, tumbang,
06:18karena ada termasuk buka, muncul badai petir ya.
06:22Kita melihat kalau tinggal di gedung mungkin lantai 4 ke atas,
06:27dalam periode 16, 17 sampai sekarang, 2022,
06:3122 nanti, itu biasanya terdengar bunyi, gendela itu, seperti itu.
06:36Adalah bunyi angin kencang ya.
06:39Kemudian di laut, kami juga perlu diwaspadai adalah peningkatan cepat tinggi gelombang,
06:45arus laut, dan swell berhari berikutnya.
06:48Ini kami menuruti juga masih terjadi ya.
06:52Catatan yang perlu kami tekankan adalah,
06:54potensi hujan sangat lebat, luas, dan angin kencang selama periode pengaruh
07:00daripada bibit ataupun sikrotropis yang dimasuk,
07:04yaitu dampak tidak langsungnya.
07:07Kira-kira demikian.
07:08Itu tanda-tanda yang perlu kita waspadai.
07:12Baik.
07:13Pak Gus, langkah antisipasi apa saja yang disarankan oleh BMKG
07:17untuk masyarakat di daerah-daerah rawan?
07:19Pak Gus, atau mungkin seperti di pinggir pantai,
07:23itu harus berhati-hati jika mungkin gelombang sudah naik.
07:26Seperti apa Pak Gus?
07:27Baik, Bung Nelgi.
07:29Jadi, langkah antisipasi bagi masyarakat di daerah rawan.
07:33Yang pertama, dalam rangka kesiap-siagaan,
07:37lakukan cek informasi resmi ya.
07:39Tantau peringatan dini harian, 6 jam sekali,
07:42atau bahkan kami update 10 menit sekali ya.
07:45Untuk peringatan dini cuaca ekstrim harian ya,
07:49ataupun jam ya.
07:52Gelombang tinggi juga kita update setiap 6 jam ya,
07:56aktivitas di luar ruangan.
07:58Ini perlu kita cek informasi resmi untuk menghindari huap.
08:02Yang kedua, mitigasi rumah ataupun pohon,
08:06amankan atap, bersihkan saluran air,
08:08pangkas pohon yang sudah tua,
08:10ataupun yang rindang ya.
08:12Agar apabila terkena tiupan angin, tidak robo.
08:16Kemudian, evakuasi lokal, ya artinya kenali titik kumpul,
08:21jalur evakuasi, dan lokasi aman dari bencana.
08:25Misalkan nanti apabila ada kena banjir,
08:28kita sudah tahu evakuasinya lewat mana.
08:31Dan kemudian siapkan tas siaga ya,
08:34dokumen-dokumen itu biasa kita simpan dalam tertentu,
08:39nanti apabila ada bencana kita tinggal dibawa.
08:41Terus kemudian yang terlanjutnya, hindari risiko.
08:45Jangan berterdua di bawah pohon saat angin kencang,
08:48ataupun kita di tanah lapang saat petir.
08:51Hindari aktivitas di pesisir saat peringatan dini gelombang tinggi berlaku.
08:56Hindari juga daerah yang berlereng,
08:58yang apabila peringatan dini cuaca istri berlaku,
09:00dikhawatirkan ada longsor.
09:03Kemudian kita juga melihat,
09:05Bumilgin, ada beberapa pelayaran,
09:08bukan bagi nelayan, pelayaran, dan pemerbangan.
09:10Ini sudah memiliki jalur tertentu.
09:13Untuk selatan, penerbangan, juga cuaca signifikan,
09:16yang sudah kita berikan.
09:18Demikian.
09:18Oke, baik.
09:19Terima kasih untuk informasinya,
09:21Pak Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG,
09:24dan semoga ini menjadi peringatan juga,
09:26agar masyarakat lebih waspada jelang liburan Nataru.
09:28Terima kasih, Pak Guswanto.
09:29Terima kasih, Bumilgin, dan selamat siang.
09:31Salam sehat selalu.
09:35Saudara usai jeda, kami akan kembali,
09:36dengan informasi polisi meringkus seorang ayah kandung yang diduga.
Komentar

Dianjurkan