Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUMATERA, KOMPAS.TV - Kerusakan hutan di Sumatera terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa dilindungi.

Deforestasi akibat pembalakan liar, alih fungsi lahan hingga pembukaan perkebunan secara masif menyebabkan menyusutnya habitat alami berbagai satwa, seperti harimau Sumatera, gajah Sumatera, dan orangutan.

Lalu, bagaimana langkah yang harus ditempuh saat ini? Simak selengkapnya pada tayangan berikut.

#hutan #sumatera #hewan #habitat

Baca Juga Momen Presiden Prabowo Tiba di Sumbar, Tinjau Penanganan Bencana Banjir | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/638154/momen-presiden-prabowo-tiba-di-sumbar-tinjau-penanganan-bencana-banjir-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638155/full-hutan-dirusak-bagaimana-nasib-habitat-satwa-dilindungi-kompas-pagi
Transkrip
00:00Masih ada beberapa izin PHAT melalui siku mereka yang mengambil kayu, padahal itu adalah di ekosistem Batang Toru.
00:17Kalau bisa ya sudah, untuk kedepannya kita saling menjaga kebersamaan, supaya hutan kita tidak rusak.
00:47Bencana di Sumatera tak hanya merenggut ribuan nyawa manusia, tapi juga menghapus jejak kehidupan satwa liar sebagai penjaga ekosistem hutan.
00:59Di tengah puing-puing kayu, lumpur, dan reruntuhan, alam seolah ikut menangis atas kerusakan yang sebagian diciptakan oleh manusia sendiri.
01:10Bencana Sumatera menunjukkan kondisi ekologis yang memprihatinkan.
01:15Banjir bandang dan longsor yang dipicu oleh hujan ekstrim dan kerusakan hutan telah mengubah wajah alam di sejumlah daerah.
01:24Bencana ini pun ikut merenggut ribuan jiwa satwa liar yang juga terdampak parah akibat hilangnya habitat mereka.
01:33Dari data per 15 Desember 2025, BNPB merilis jumlah korban jiwa akibat bencana di Sumatera, kini menembus 1.022 jiwa.
01:43206 hilang dan 7.000 jiwa terdampak.
01:48Hanya saja, di balik angka itu, tak ada angka yang ditampilkan untuk menghitung jumlah satwa yang hilang, terluka, bahkan mati.
01:57Padahal ini adalah duka yang lain yang juga harus diketahui.
02:02Seekor gajah Sumatera ditemukan mati.
02:05Terjepit di antara tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang.
02:10Tak hanya itu, di habitat yang kian sempit, orangutan Tapanuli, salah satu primata langka dunia, juga ditemukan tak bernyawa.
02:19Tertimbun lumpur dan kayu.
02:22Tim SAR dari Federasi Arung Jeram Tapanuli Selatan menemukan jasad primata orangutan ditumpukan kayu dan lumpur
02:29di pinggiran sungai Aik Garoga, sekitar 3 km dari desa Pulau Pakat, Tapanuli Tengah.
02:36Setelah dicek di lapangan, ternyata itu adalah bangtai orangutan.
02:42Ternyata kelihatan dari tangannya.
02:44Setelah dibalikan, ternyata di punggungnya masih ada bulu warna orange.
02:49Terus jari-jari ada kuku?
02:50Jari-jarinya juga masih lengkap, kayak jari-jari primata kan.
02:57Jadi menyatakan itu orangutan.
03:00Kawasan yang ikut terdampak dalam bencana di Sumatera, salah satunya memang merupakan jalur jelajah Satualia.
03:07Ini pengotapan Uliensis namanya, itu adalah binatang paling langka yang sangat dilindungi.
03:16Dan itu hanya ada di ekosistem Batang Toru.
03:19Itulah maka saya sangat concern sebetulnya, itu ada di ekosistem Batang Toru namanya.
03:25Batang Toru, baik.
03:262018 yang lalu, saya waktu itu sih masih Ketua Komisi 7.
03:31Dengan Ketua Komite 2 DPD RI bersama tiga bupati.
03:38Bupati Tapsel, Bupati Taput, Bupati Tapanuli Tengah.
03:42Karena ekosistem Batang Toru itu ada di tiga daerah ini.
03:47Untuk kesepakatan bersama menjaga ekosistem Batang Toru gitu loh.
03:51Maka, begitu saya bupati di Februari yang lalu, saya sebetulnya sudah melihat bahkan menyurati di Kementerian Kehutanan untuk menjaga ekosistem Batang Toru ini gitu loh mas.
04:06Tetapi masih ada beberapa izin PHAT melalui siku mereka yang mengambil kayu, padahal itu adalah di ekosistem Batang Toru.
04:15Ironisnya, di saat manusia jadi penyebab rusaknya alam, justru satwa yang ikut menanggung akibatnya.
04:24Padahal dalam kondisi bencana, gajah-gajah Sumatra ikut dikerahkan untuk membantu pemulihan pasca bencana.
04:31Empat gajah Sumatra dari Pusat Pelatihan Sare dilibatkan dalam penanganan pasca bencana di Desa Menasahbi, Kabupaten Pidijaya, Aceh.
04:40Gajah-gajah tersebut ditugaskan melintasi medan berbahaya di Kecamatan Merah II yang tidak terjangkau alat berat.
04:48Gajah-gajah ini membantu membersihkan puing dan tumpukan kayu sisa banjir bandang dasyat 26 November lalu.
04:54Pemanfaatan gajah untuk bantuan bencana merupakan praktik yang telah lama dilakukan di Aceh, terutama setelah tsunami dasyat tahun 2004.
05:04Kita perlu melihat ini dalam konteks kedaruratan.
05:09Jadi kami melihat bahwa dalam situasi seperti ini, situasi terutama situasi darurat ya,
05:17segala upaya digunakan untuk membantu mengevakuasi, menyelamatkan masyarakat yang saat ini sedang dalam posisi terdesak, sedang susah,
05:27dan kita mencoba melihat dalam perspektif ini.
05:30Nah, penggunaan gajah dalam caratan ini, gajah latih ya, ini adalah gajah-gajah yang memang sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia,
05:41berinteraksi bekerja bersama manusia, bahkan memiliki kedekatan dengan mahot ya.
05:47Ini saya kira dalam situasi ini masih bisa ditolerir.
05:53Sepanjang caratan kami yang paling penting adalah jangan sampai kejadian selubah seperti G9 Reno ini terjadi lagi,
06:03di mana saat terjadi kelelahan, capean, karena kurang perhatian terhadap, pengamatan terhadap kondisinya.
06:12Nah, saya kira caratan pentingnya yang perlu kita dorong adalah bagaimana kita memastikan gajah ini tetap bisa membantu,
06:20tapi dengan kesehatan yang tetap berjaga, terutama terkait dengan kesehatannya, baik fisik maupun mental ya.
06:27Memang upaya untuk memonitor kondisi gajah itu menjadi kritikal,
06:34apalagi tadi kalau kita lihat gajah memiliki karakter kaki yang unik ya,
06:40yang di mana dia punya kandungan lemak yang cukup besar di bagian terapak kakinya itu.
06:48Nah, ini juga saya kira kita juga perlu melihat gajah itu sebagai organisme yang adaptif ya,
06:54di mana gajah itu juga memiliki kemampuan untuk mensense lingkungannya.
06:59Jadi gajah itu tidak seperti mesin yang berjalan, apa adanya, maju suruh maju enggak.
07:05Mereka punya kemampuan untuk mendeteksi keberadaan objek-objek yang membahayakan.
07:11Nah, ini, tapi ini harus dipastikan bahwa kesehatan mereka terutama terkait dengan tadi,
07:17keberadaan objek-objek yang menyebabkan kakinya luka,
07:21ini pun perlu menjadi perhatian khusus untuk selalu dicek oleh, ya, misalnya makhluknya atau mungkin tenaga kesehatan iwannya.
07:32BKSDA Aceh memastikan seluruh gajah dalam kondisi sehat
07:36dan mengimbau para perusak hutan untuk melihat kerusakan di Sumatera,
07:41kembalikan fungsi hutan seperti yang seharusnya, dan jadi rumah bagi satwa-satwa.
07:47Harapan saya yang kalau bisa, yang udah-udahlah, untuk ke depan ya kita saling menjaga kebersamaan lah, ya kan.
07:56Supaya hutan kita enggak rusak, satwa juga, ya termasuk kita sendirilah, ya kan.
08:02Itu harapan saya.
08:03Entah ada berapa banyak satwa liar yang jadi korban dalam bencana di Sumatera,
08:08namun untuk mencegah jumlahnya terus bertambah.
08:11Sukarelawan Animal Rescue mencari hewan-hewan liar
08:14di tengah puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang
08:17di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
08:22Relawan Animal Rescue dari Center of Orang Utan Protection
08:25menyusuri lokasi terdampak mencari hewan yang bisa ditolong.
08:30Banyak hewan ditemukan dalam kondisi kelaparan,
08:33dehidrasi, dan mengalami luka akibat benturan dengan puing-puing.
08:37Selain dari kasus trauma, banyak juga yang malnutrisi atau yang kelaparan.
08:42Jadi karena kan udah nggak dikasih makan,
08:45jadi di situ kami ada kasih bantuan feeding lah, street feeding namanya.
08:51Rumah bagi satwa liar kian menyusut.
08:54Selama 34 tahun penyusutan hutan mengakibatkan risiko munculnya
08:58bencana banjir semakin tinggi.
09:01Data ini dibuat oleh analis tim jurnalisme data harian Kompas
09:04lewat metode tumpang susut,
09:07peta peruntukan lahan tahun 2024 dengan titik lokasi banjir.
09:11Dimana dari data yang ada ditemukan fakta
09:15bila titik-titik banjir Sumatra berada tepat di lokasi peruntukan hutan
09:20yang kini beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.
09:24Sejak tahun 1990 sampai tahun 2024,
09:28penggundulan hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat marak terjadi.
09:33Tim jurnalisme data harian Kompas mengungkapkan,
09:36Luasan penebangan hutan di tiga provinsi rata-rata 36.305 hektare per tahun
09:43atau berkisar 99,46 hektare per hari.
09:48Menjaga alam bukan pilihan,
09:50melainkan satu-satunya cara agar tragedi serupa tak berulang.
09:54Tim Liputan Kompas TV
09:57Sejidah Saudara kami ya...
Komentar

Dianjurkan