00:00Masih ada beberapa izin PHAT melalui siku mereka yang mengambil kayu, padahal itu adalah di ekosistem Batang Toru.
00:17Kalau bisa ya sudah, untuk kedepannya kita saling menjaga kebersamaan, supaya hutan kita tidak rusak.
00:47Bencana di Sumatera tak hanya merenggut ribuan nyawa manusia, tapi juga menghapus jejak kehidupan satwa liar sebagai penjaga ekosistem hutan.
00:59Di tengah puing-puing kayu, lumpur, dan reruntuhan, alam seolah ikut menangis atas kerusakan yang sebagian diciptakan oleh manusia sendiri.
01:10Bencana Sumatera menunjukkan kondisi ekologis yang memprihatinkan.
01:15Banjir bandang dan longsor yang dipicu oleh hujan ekstrim dan kerusakan hutan telah mengubah wajah alam di sejumlah daerah.
01:24Bencana ini pun ikut merenggut ribuan jiwa satwa liar yang juga terdampak parah akibat hilangnya habitat mereka.
01:33Dari data per 15 Desember 2025, BNPB merilis jumlah korban jiwa akibat bencana di Sumatera, kini menembus 1.022 jiwa.
01:43206 hilang dan 7.000 jiwa terdampak.
01:48Hanya saja, di balik angka itu, tak ada angka yang ditampilkan untuk menghitung jumlah satwa yang hilang, terluka, bahkan mati.
01:57Padahal ini adalah duka yang lain yang juga harus diketahui.
02:02Seekor gajah Sumatera ditemukan mati.
02:05Terjepit di antara tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang.
02:10Tak hanya itu, di habitat yang kian sempit, orangutan Tapanuli, salah satu primata langka dunia, juga ditemukan tak bernyawa.
02:19Tertimbun lumpur dan kayu.
02:22Tim SAR dari Federasi Arung Jeram Tapanuli Selatan menemukan jasad primata orangutan ditumpukan kayu dan lumpur
02:29di pinggiran sungai Aik Garoga, sekitar 3 km dari desa Pulau Pakat, Tapanuli Tengah.
02:36Setelah dicek di lapangan, ternyata itu adalah bangtai orangutan.
02:42Ternyata kelihatan dari tangannya.
02:44Setelah dibalikan, ternyata di punggungnya masih ada bulu warna orange.
02:49Terus jari-jari ada kuku?
02:50Jari-jarinya juga masih lengkap, kayak jari-jari primata kan.
02:57Jadi menyatakan itu orangutan.
03:00Kawasan yang ikut terdampak dalam bencana di Sumatera, salah satunya memang merupakan jalur jelajah Satualia.
03:07Ini pengotapan Uliensis namanya, itu adalah binatang paling langka yang sangat dilindungi.
03:16Dan itu hanya ada di ekosistem Batang Toru.
03:19Itulah maka saya sangat concern sebetulnya, itu ada di ekosistem Batang Toru namanya.
03:25Batang Toru, baik.
03:262018 yang lalu, saya waktu itu sih masih Ketua Komisi 7.
03:31Dengan Ketua Komite 2 DPD RI bersama tiga bupati.
03:38Bupati Tapsel, Bupati Taput, Bupati Tapanuli Tengah.
03:42Karena ekosistem Batang Toru itu ada di tiga daerah ini.
03:47Untuk kesepakatan bersama menjaga ekosistem Batang Toru gitu loh.
03:51Maka, begitu saya bupati di Februari yang lalu, saya sebetulnya sudah melihat bahkan menyurati di Kementerian Kehutanan untuk menjaga ekosistem Batang Toru ini gitu loh mas.
04:06Tetapi masih ada beberapa izin PHAT melalui siku mereka yang mengambil kayu, padahal itu adalah di ekosistem Batang Toru.
04:15Ironisnya, di saat manusia jadi penyebab rusaknya alam, justru satwa yang ikut menanggung akibatnya.
04:24Padahal dalam kondisi bencana, gajah-gajah Sumatra ikut dikerahkan untuk membantu pemulihan pasca bencana.
04:31Empat gajah Sumatra dari Pusat Pelatihan Sare dilibatkan dalam penanganan pasca bencana di Desa Menasahbi, Kabupaten Pidijaya, Aceh.
04:40Gajah-gajah tersebut ditugaskan melintasi medan berbahaya di Kecamatan Merah II yang tidak terjangkau alat berat.
04:48Gajah-gajah ini membantu membersihkan puing dan tumpukan kayu sisa banjir bandang dasyat 26 November lalu.
04:54Pemanfaatan gajah untuk bantuan bencana merupakan praktik yang telah lama dilakukan di Aceh, terutama setelah tsunami dasyat tahun 2004.
05:04Kita perlu melihat ini dalam konteks kedaruratan.
05:09Jadi kami melihat bahwa dalam situasi seperti ini, situasi terutama situasi darurat ya,
05:17segala upaya digunakan untuk membantu mengevakuasi, menyelamatkan masyarakat yang saat ini sedang dalam posisi terdesak, sedang susah,
05:27dan kita mencoba melihat dalam perspektif ini.
05:30Nah, penggunaan gajah dalam caratan ini, gajah latih ya, ini adalah gajah-gajah yang memang sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia,
05:41berinteraksi bekerja bersama manusia, bahkan memiliki kedekatan dengan mahot ya.
05:47Ini saya kira dalam situasi ini masih bisa ditolerir.
05:53Sepanjang caratan kami yang paling penting adalah jangan sampai kejadian selubah seperti G9 Reno ini terjadi lagi,
06:03di mana saat terjadi kelelahan, capean, karena kurang perhatian terhadap, pengamatan terhadap kondisinya.
06:12Nah, saya kira caratan pentingnya yang perlu kita dorong adalah bagaimana kita memastikan gajah ini tetap bisa membantu,
06:20tapi dengan kesehatan yang tetap berjaga, terutama terkait dengan kesehatannya, baik fisik maupun mental ya.
06:27Memang upaya untuk memonitor kondisi gajah itu menjadi kritikal,
06:34apalagi tadi kalau kita lihat gajah memiliki karakter kaki yang unik ya,
06:40yang di mana dia punya kandungan lemak yang cukup besar di bagian terapak kakinya itu.
06:48Nah, ini juga saya kira kita juga perlu melihat gajah itu sebagai organisme yang adaptif ya,
06:54di mana gajah itu juga memiliki kemampuan untuk mensense lingkungannya.
06:59Jadi gajah itu tidak seperti mesin yang berjalan, apa adanya, maju suruh maju enggak.
07:05Mereka punya kemampuan untuk mendeteksi keberadaan objek-objek yang membahayakan.
07:11Nah, ini, tapi ini harus dipastikan bahwa kesehatan mereka terutama terkait dengan tadi,
07:17keberadaan objek-objek yang menyebabkan kakinya luka,
07:21ini pun perlu menjadi perhatian khusus untuk selalu dicek oleh, ya, misalnya makhluknya atau mungkin tenaga kesehatan iwannya.
07:32BKSDA Aceh memastikan seluruh gajah dalam kondisi sehat
07:36dan mengimbau para perusak hutan untuk melihat kerusakan di Sumatera,
07:41kembalikan fungsi hutan seperti yang seharusnya, dan jadi rumah bagi satwa-satwa.
07:47Harapan saya yang kalau bisa, yang udah-udahlah, untuk ke depan ya kita saling menjaga kebersamaan lah, ya kan.
07:56Supaya hutan kita enggak rusak, satwa juga, ya termasuk kita sendirilah, ya kan.
08:02Itu harapan saya.
08:03Entah ada berapa banyak satwa liar yang jadi korban dalam bencana di Sumatera,
08:08namun untuk mencegah jumlahnya terus bertambah.
08:11Sukarelawan Animal Rescue mencari hewan-hewan liar
08:14di tengah puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang
08:17di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
08:22Relawan Animal Rescue dari Center of Orang Utan Protection
08:25menyusuri lokasi terdampak mencari hewan yang bisa ditolong.
08:30Banyak hewan ditemukan dalam kondisi kelaparan,
08:33dehidrasi, dan mengalami luka akibat benturan dengan puing-puing.
08:37Selain dari kasus trauma, banyak juga yang malnutrisi atau yang kelaparan.
08:42Jadi karena kan udah nggak dikasih makan,
08:45jadi di situ kami ada kasih bantuan feeding lah, street feeding namanya.
08:51Rumah bagi satwa liar kian menyusut.
08:54Selama 34 tahun penyusutan hutan mengakibatkan risiko munculnya
08:58bencana banjir semakin tinggi.
09:01Data ini dibuat oleh analis tim jurnalisme data harian Kompas
09:04lewat metode tumpang susut,
09:07peta peruntukan lahan tahun 2024 dengan titik lokasi banjir.
09:11Dimana dari data yang ada ditemukan fakta
09:15bila titik-titik banjir Sumatra berada tepat di lokasi peruntukan hutan
09:20yang kini beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.
09:24Sejak tahun 1990 sampai tahun 2024,
09:28penggundulan hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat marak terjadi.
09:33Tim jurnalisme data harian Kompas mengungkapkan,
09:36Luasan penebangan hutan di tiga provinsi rata-rata 36.305 hektare per tahun
09:43atau berkisar 99,46 hektare per hari.
09:48Menjaga alam bukan pilihan,
09:50melainkan satu-satunya cara agar tragedi serupa tak berulang.
09:54Tim Liputan Kompas TV
09:57Sejidah Saudara kami ya...
Komentar