Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUMBAR, KOMPAS.TV - Banjir susulan yang menerjang wilayah Batu Busuak, Padang, Sumatera Barat, membuat jembatan darurat yang sempat dibangun untuk pendistribusian logistik roboh.

Ratusan keluarga terisolasi.

Bagaimana penanganan korban banjir di wilayah terisolasi di Padang, Sumatera Barat, kita tanyakan kepada Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

Baca Juga Presiden Prabowo Tiba di Sumbar, Diagendakan Kunjungi 3 Titik Lokasi Banjir | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/638095/presiden-prabowo-tiba-di-sumbar-diagendakan-kunjungi-3-titik-lokasi-banjir-kompas-malam

#batubusuak #banjir #padang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638096/wakil-walkot-padang-update-kondisi-warga-batu-busuak-yang-terisolasi-akibat-banjir-susulan
Transkrip
00:00Saudara banjir susulan yang menerjang wilayah batu Buswa Kepadang, Sumatera Barat membuat jembatan darurat yang sempat dibangun untuk pendistribusian logistik roboh ratusan keluarga terisolasi.
00:12Duka belum usai, banjir bandan kembali menerjang kawasan batu Buswa Kepadang, Sumatera Barat minggu 14 Desember lalu.
00:35Air bah datang secara tiba-tiba membuat warga panik, warga berupaya menyelamatkan diri dengan berpegang erat di seutas tali.
00:44Banjir bandan ini adalah kali keempat banjir susulan menerjang kawasan batu Buswa, usai banjir akhir November silam.
00:55Banjir kali ini memutus akses bantuan warga dan mengakibatkan warga di batu Buswa terisolasi.
01:02Wapan debit air sungai telah membentuk aliran baru di tengah permukiman warga.
01:25Untuk keluar daerah, warga terpaksa berjalan melewati punggung bukit dengan medan yang terjal.
01:31Warga juga harus berjuang melewati derasnya arus sungai yang mengalir di tengah perkampungan demi bisa mengambil bantuan.
01:39Kalau abang jauh dari rumah ke jembatan berapa jauh? Ada satu kilo.
01:50Satu kilo lebih lah abang.
01:53Puluhan personil TNI dari Yonif 133 masih berupaya untuk membuka kembali akses jalan di batu Buswa.
02:00Mereka menyusun batu-batu di sungai untuk menjadikan pijakan warga.
02:05Tercatat ada 367 kepala keluarga di Kelurahan Lambung Bukik Batu Buswa yang masih terisolasi.
02:12Rio Johanes, Kompas TV Padang, Sumatera Barat
02:17Dan bagaimana penanganan korban banjir wilayah terisolasi di Padang, Sumatera Barat?
02:29Kita akan tanyakan kepada Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.
02:33Selamat malam Pak Maigus.
02:36Selamat malam. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:38Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
02:40Pak, kami turut berduka dengan apa yang terjadi terutama di daerah Batu Buswak, terutama Banjir Susulan.
02:48Untuk saat ini Pak, kondisi warga di Batu Buswak seperti apa?
02:53Ya, yang pertama karena ini di Padang peristiwanya berulang-ulang.
02:59Jadi, Batu Buswak itu sebelumnya juga telah mengalami dua kali gelombang
03:07dan tanggal 14 datang lagi dengan kondisi yang sangat luar biasa.
03:14Bagi masyarakat, pertama kita sudah menyiapkan tempat pengungsi, itu ada sekolah.
03:23Kemudian juga sudah ada yang direlokasi ke tempat pengungsian sementara
03:28yang kita siapkan dan kebetulan kita punya ada rumah khusus nelayan namanya.
03:34Itu sebanyak 40 kamar, 40 rumah.
03:38Kemudian juga kita sudah menyiapkan yang namanya rusunawa yang bisa dimanfaatkan.
03:44Kemudian sebahagian lagi masyarakat kita, Alhamdulillah ada yang di tempat warga.
03:52Jadi namanya mengungsi mandiri sehingga di sana mereka untuk sementara ditampung.
03:57Yang ketiga juga ada inisiatif tokoh-tokoh masyarakat, anggota DPRD,
04:03kemudian beberapa dermawan juga menyiap membangun di sana itu tempat pengungsian sementara juga.
04:11Jadi sekarang warga kita yang berada di daerah Batu Buswak dan sepanjang Gunung Nago itu,
04:17itu sudah kita relokasi ke tempat yang lebih aman Ibu.
04:23Pak ini terlihat sekali banjir bandang ini merusak rumah warga bahkan jembatan darurat pun putus.
04:31Tapi selama ini pemerintah untuk memberikan bantuan ke warga Batu Buswak seperti apa Pak?
04:35Bagaimana caranya?
04:36Ya, yang pertama memang warga kita unsikan Ibu.
04:42Jadi di daerah itu termasuk namanya Kecamatan Pauh.
04:45Di Kecamatan Pauh itu ada beberapa kelurahan yang terdampak.
04:50Ada yang diungsikan di sekolah, kemudian ada juga yang diungsikan di rumah ibadah,
04:55dan tempat-tempat yang kita anggap nyaman.
04:59Ya, untuk bantuan logistiknya Pak, bantuan logistiknya, makanan.
05:03Ya, logistik itu sudah kita siapkan seluruhnya di tempat pengusian Ibu.
05:08Ada melalui dapur umum, kemudian juga ada dalam bentuk bantuan-bantuan makanan dari para dermawan dan para donatur Ibu.
05:18Jadi terhadap untuk logistiknya itu sudah difasilitasi, dan itu kita bantu.
05:23Dan Alhamdulillah, Bapak Presiden juga telah mengelontorkan bantuan melalui Bapanas.
05:30Kita Kota Padang dibantu beras 95 ton, dan itu sudah terdistribusi kepada warga kita Ibu.
05:38Oke, berarti akses untuk memberikan beras, kemudian makanan, logistik itu bisa dilakukan ya Pak ya,
05:46meskipun dengan kondisi mobilisasi yang sangat terbatas.
05:49Karena kalau lihat di gambar Kompas TV, ini aksesnya susah sekali Pak, jalanan rusak, banjir dengan kondisi air yang tinggi.
05:58Tentuan dari darat atau dipayakan dari udara juga Pak?
06:01Kita tidak dari udara, tapi semuanya lewat darat.
06:05Alhamdulillah kerjasama TNI, Polri, kemudian elemen masyarakat, ASN, dan kelompok-kelompok sosial,
06:13termasuk KSG, KSB, dan segala macam tergana, kita Alhamdulillah mendapat dukungan luar biasa dan kerjasama yang solid dan kompak,
06:22sehingga untuk mengantisipasi masalah masyarakat yang terdampak ini bisa kita atasi secara cepat.
06:29Ya, Pak kalau bicara soal mitigasi banjir susulan ini sudah beberapa kali terjadi,
06:35tapi dari pemerintah daerah ini mitigasi banjir susulannya seperti apa?
06:38Jadi begini Ibu, jadi kita sekarang ini pertama memang ini di luar perkiraan kita,
06:48memang daerahnya daerah aliran sungai besar di Kota Padang, daerah Gunung Nago, Batang Kuranji ini,
06:56dan banjir yang sekarang ini memang luar biasa, sehingga aliran sungainya itu menyebar,
07:06sehingga ada sekian ratus meter ke kanan dan ke kiri itu berubah,
07:11jadi aliran sungai itu sudah berubah dan ini yang jadi persoalan kita,
07:16dan ini mengakibatkan luar biasa sekali dampaknya terhadap masyarakat kita,
07:23apalagi di sana itu irigasi Ibu, irigasi pertanian,
07:28dan irigasinya itu melayani lebih 3.000 hektare lahan pertanian,
07:33ini juga menjadi persoalan ke depan, dan mudah-mudahan kehadiran Bapak Presiden di Kota Padang,
07:41khususnya dan Sumatera Barat secara umum, kita berharap ini bisa menjadi skala prioritas untuk penanganan,
07:48karena Kota Padang dampak dari banjir bandang yang melanda Kota Padang ini,
07:55ini telah mengalami kerugian infrastruktur itu lebih dari 833 miliar,
08:04belum masuk rumah, untuk rumah saja kita mengalami kerugian 397 miliar,
08:10dan termasuk korban jiwa sebanyak 11 orang,
08:14dan hari ini masih ada 2 orang lagi yang belum kita temukan.
08:17Makanya kehadiran Bapak Presiden, kita bersyukur dan berterima kasih,
08:21mudah-mudahan ini akan bisa melihat langsung,
08:24sehingga nanti aparat kementerian yang ada di daerah seperti Balai-Balai,
08:30akan bisa bertindak lanjut, menindaklanjuti kondisi yang ada sekarang.
08:34Pak, singkat saja, ini ada 367 KK yang terisolasi,
08:38ini kapan target akses batu busuak terbuka kembali?
08:42Kalau untuk akses ke batu busuknya, ini memang membutuhkan waktu,
08:49karena kondisi sungai yang belum aman untuk alat berat, untuk masuk ke dalamnya.
08:55Justru itu langkah kita, yang 340 orang KK itu,
09:00akan segera kita pindahkan ke tempat hundian sementara, Ibu.
09:03Baik, terima kasih Pak sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam Kompas TV,
09:09semoga masalahnya segera selesai, dan besok bantuan semoga terus tercukupi bagi warga terdampak.
09:16Terima kasih Wakil Wali Kota Padang, Bapak Maegus Nasir,
09:19Wassalamualaikum Wr. Wb.
09:20Waalaikumsalam Wr. Wb.
09:22Terima kasih telah menonton!
09:23Terima kasih telah menonton!
09:23Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan