00:00Gelar perkara khusus untuk kasus dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan manipulasi data elektronik soal ijasa Presiden Ketujuh Republik Indonesia Jokowi Dodo dilakukan pada Senin 15 Desember 2025.
00:21Jokowi sendiri absen dalam gelar perkara tersebut pihaknya diwagilkan oleh kuasa hukum.
00:27Ada pun dalam gelar perkara tersebut penyidik menelaah alat bukti hingga keterangan saksi.
00:51Jadi ini bukan pemeriksaan eksaminasi mengenai perkaranya, bukan pembuktian perkaranya, karena pembuktian nanti di pengadilan.
01:00Jadi kalau ada narasi seakan-akan disinilah nanti akan dilihat apakah sudah dilakukan sudah benar atau tidak, itu salah narasinya.
01:06Jadi kita hanya melihat saja nih pemaparan dari pemerintah.
01:08Ya, karena forum untuk mengkoreksi suatu penyidik kan bukan di sini.
01:20Ini hanya mereka memaparkan para penyidik, apa yang sudah dilakukan, sehingga para tersangka kemudian memiliki hak kan.
01:26Untuk mengetahui mungkin apa yang akan dilakukan, apa yang sudah disita, dan sebagainya.
01:30Namun kami sebagai pelaporan juga memiliki hak nih untuk mengetahui kapan ini akan dilempahkan kepada kejaksaan untuk disidangkan.
01:36Jadi ya sebenarnya walaupun ini bukan inisiasi dari kami, kami diundang tapi kami senang juga untuk menghadir di gelar ini untuk mengetahui tidak manjutan.
01:46Kenapa ada alasan terpajang mungkin diundangkan di dalam gelar perkara-perkara posisi ini?
01:50Memang karena untuk perkara ini sudah diberikan kuasa kepada kami sebagai kuasa hukum, kamilah yang memang diberikan kuasa untuk kami.
01:58Nanti mungkin setelah gelar ya.
02:00Terima kasih.
02:00Terima kasih Pak.
02:02Aman, aman.
02:03Terima kasih.
02:04Sementara itu dari pihak Roy Suryo CS tetap memegang teguh keyakinan mereka soal ijazah tersebut.
02:11Kemudian kalau teman-teman tahu, ijazah UGM asli itu kayak apa?
02:14Kayak gini nih.
02:15Ini ijazah yang benar tahun 1985.
02:18Kehutanan UGM.
02:20Berarti ijazah yang tahunnya sama dengan kelulusan Joko Widodo.
02:23Bahkan ini sebulan sebelumnya.
02:25Beberapa bulan.
02:26Jadi artinya ijazah ini sudah sempornat.
02:27Ada watermark.
02:29Jelas betul nih watermarknya.
02:30Nggak harus dicari-cari.
02:31Sekarang di youtuber ceboker Nusantara itu ada orang yang sok ahli.
02:35Ini dicari-cari kotoran kayak gitu kalau dibilang watermark.
02:38Ada juga embosnya.
02:39Dijelas betul nih embosnya kelihatan.
02:41Jadi yang asli itu ada lintasan stempelnya kelihatan tuh.
02:45Lintasan stempelnya kelihatan tuh.
02:47Nggak usah dijelaskan aja lintasan stempelnya kelihatan.
02:49Ada watermark.
02:52Ada logo yang simetris.
02:54Ini kan logonya simetris nih.
02:55Indah nih logo UGM.
02:56Nah jadi artinya apa yang kami sampaikan nanti di dalam itu adalah menegaskan kembali bahwa ya.
03:02Kalau ini dianalisa dengan Luminan Gradient.
03:05Logo yang di...
03:06Ijazah yang dikatakan asli oleh Dian Candi.
03:09Dikatakan asli oleh Andi Aswan.
03:11Oleh Joshua Sinambela itu adalah tidak benar.
03:14Itu adalah palsu.
03:15Sekali lagi menuntut ataupun meminta sebuah dokumen yang sudah 11 tahun menjadi bahan pertanyaan dari rakyat Indonesia.
03:24Bahkan membuahkan dua korban yang dipidana yaitu Pak Bambangteri dan Pak Gus Nur ya.
03:29Untuk diketahui juga bahwa seandainya pada hari ini GPK sekali ini.
03:34Ijazah tersebut yang sudah ada saksinya ya.
03:38Bahwa ijazah itu ada di Polda Metro Jaya.
03:41Sudah ada tiga saksinya.
03:42Yang pertama adalah kesaksian dari Bapak Jokowi Dodo sendiri.
03:47Pada tanggal 24 Juli 2025.
03:50Beliau ketika itu dengan alasan sakit, dengan alasan kesehatan.
03:55Beliau diperiksa oleh Polda Metro Jaya di Solo.
03:58Di kediaman beliau, beliau menyatakan bahwa ijazah tersebut disita oleh Polda Metro Jaya.
04:04Artinya memang ijazah tersebut seandainya ada, ada di sini.
04:08Ada di kantor ini.
04:09Kedua adalah kesaksian dari Polda Metro Jaya sendiri.
04:14Yang menyatakan bahwa ijazah sudah ada di Polda Metro Jaya.
04:17Dan yang ketiga adalah kesaksian dari pemeriksa kami pada saat kami menjadi tersangka.
04:24Kami tanya apakah ijazah Jokowi Dodo ada di Polda Metro Jaya.
04:28Mereka mengatakan iya ada.
04:29Nah, jadi artinya pada hari ini tidak ada alasan sedikitpun bagi Polda Metro Jaya untuk tidak menunjukkan kepada kami.
04:36Karena kami ini warga Indonesia, warga negara Indonesia dilindungi oleh undang-undang.
04:41Melakukan hak kami sebagai panelit dan sebagai warga negara untuk memberikan pertanyaan.
04:46Dan kami ini dikriminalisasi dengan pasal-pasal yang sangat berat.
04:49Penyidik telah menunjukkan ijazah milik Jokowi kepada para tersangka.
04:55Antara lain, Roy Suryo, Tifauziyat Yazuma, dan Rismon Sianipar.
05:00Kendati demikian pihak Roy Suryo CS mengaku masih ragu.
05:04Roy Suryo bilang ia tidak diizinkan untuk memegang dan memotret ijazah itu.
05:08Dirinya yakin 99,9 persen ijazah itu palsu.
05:14Kesil dari kami tentang 99,9 persen palsu itu tidak berubah, tidak bergeser satu milik pun.
05:20Bahkan sampai the last minute, kami akhirnya sama seperti klaster satu tadi,
05:25dipertunjukkan sebuah barang yang diklaim itu adalah ijazah asli katanya, ijazah analog dari seorang yang namanya Jokowi.
05:36Saya harus berkata dengan terus terang, saya bukan hanya hobi komputer.
05:41Saya adalah seorang tukang potret sejak jaman analog dulu.
05:46Saya memotret sejak jaman film celluloid.
05:48Dan saya bukan hanya bekerja di lapangan sebagai tukang foto.
05:52Saya adalah orang yang juga bekerja di kamar gelap.
05:55Jadi saya mengerti bagaimana komposisi kalau misalnya kita pakai fixer,
05:59kita pakai pengembang, film itu dicuci, kemudian dicetak, kemudian kertas film apa,
06:06dan untuk pas foto yang tertempel di barang yang disebut ijazah itu,
06:11saya dengan lantang dan tegas mengatakan,
06:15saya sangat ragu bahwa itu usia sudah lebih dari 40 tahun.
06:20Terlalu tajam, terlalu baru barang itu,
06:24sebagai sebuah foto yang dicetak dengan kertas foto di tahun 80-an.
06:30Karena kertas foto di tahun 80-an itu ada usianya.
06:33Bahkan ijazah dokter Rizman sendiri yang usianya baru sekitar 20 tahunan kira-kira.
06:3823 tahun.
06:39Itu pun sudah mulai bergurang.
06:41Ini muasi sangat tegas dan tegas.
06:45Kemudian, kursus yang penting itu,
06:48Alhamdulillahnya, kami meskipun diminta untuk melihat,
06:52kami tetap tidak boleh memegang.
06:54Kami tidak boleh merasakan.
06:57Padahal dia bilang,
06:58saya sudah merasakan.
07:01Kami tidak boleh menggantikan.
07:03Bahkan mengintip saja,
07:05untuk melihat ketebalan kertasnya saja tidak boleh.
07:07Padahal itu penting sekali.
07:09Apalagi memotret.
07:10Apalagi memotret.
07:11Dan tetap ada satu pertanyaan besar.
07:14Karena dalam yang disebut-sebut sebagai ijazah itu,
07:17ada sebuah goresan di sebelah kiri.
07:19Ada sebuah garis yang itu menurut saya tidak lazim untuk sebuah ijazah.
07:24Menanggapi kelar perkara kasus ijazah Jokowi,
07:27Rifai Gusuman Negara,
07:29kuasa hukum Jokowi menegaskan.
07:31Ia sudah memperkirakan bahwa jika penunjukan ijazah asli kliennya kepada tersangka,
07:37termasuk Roy Suryo,
07:38tidak akan menyelesaikan masalah.
07:41Ini sesuatu yang hanya isu baru yang dibangun.
07:42Kedua, soal ijazah.
07:44Kembali lagi.
07:45Sebenarnya kami sudah menduga ya,
07:46ditunjukkan pun pasti ribut lah gitu.
07:48Jadi tidak ada manfaatnya juga.
07:50Cuma kemarin karena Pak Direskrim mengambil kebijakan untuk menunjukkan,
07:53ya kita oke-oke aja.
07:54Karena kita tidak takut kok,
07:55sudah dipiksa lapor juga,
07:56itu barang asli ya.
07:58Ada yang menarik satu.
07:59Minggu lalu,
08:00Mas Rizuryo di tempat ini juga menyatakan bahwa
08:03ijazah itu harus ada watermark dan embos.
08:06Nyatanya barang itu ada.
08:08Jelas terlihat.
08:09Tidak bisa dilihat.
08:10Ada, nah.
08:11Nah itu kembali lagi.
08:11Semua orang melihat itu kok.
08:13Kemarin semua yang keluar dari ruang gelap juga diwawancara,
08:15mereka melihat itu.
08:16Nah sekarang disangkal oleh beliau.
08:18Kembali lagi,
08:18jadi sebenarnya kita lihatnya baik penunjukkan,
08:21tapi kembali lagi,
08:22kalau itikatnya buruk,
08:23ini selalu diputar balik dibangun isu baru.
08:26Sehingga kalau buat kami adalah
08:27sudah tidak perlu lama-lama lagi,
08:28ajukan kesidang,
08:30lakukan persidangan,
08:30semua terbuka,
08:31publik bisa melihat gitu ya.
08:33Selama kasus ijazah Jokowi bergulir,
08:36narasi yang paling lantang adalah soal Jokowi
08:38yang harus menunjukkan ijazahnya di hadapan publik.
08:41Dan berikut adalah penjelasan dari Jokowi
08:43mengenai ijazahnya.
08:45Saya dituduh ijazah saya pasu,
08:47artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan.
08:51Dalam hukum acara,
08:53siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan,
08:55itu yang saya tunggu itu,
08:57coba dibuktikannya seperti apa.
08:59Dan itu akan lebih baik kalau
09:02pembuktiannya itu di pengadilan.
09:08Sehingga betul-betul akan kelihatan
09:10proses hukumnya akan kelihatan,
09:16adilnya karena yang
09:18memutuskan adalah di pengadilan.
09:23Karena yang membuat ijazah saya sudah menyampaikan asli,
09:27masih tidak dipercaya gimana.
09:31Dan yang saya lihat,
09:33ini memang ada agenda besar politik,
09:36ada operasi politik,
09:38yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun,
09:42enggak rampung-rampung,
09:43karena keinginan mereka untuk
09:45mendowngrade,
09:48menurunkan reputasi
09:51yang saya miliki,
09:54meskipun saya enggak merasa punya reputasi apa-apa.
09:59Menurut Bapak,
10:00kenapa?
10:01Apa dibalik itu?
10:03Menurut Bapak,
10:03kenapa harus diturunkan reputasi Bapak
10:05melalui isu ijazah ini?
10:08Ya, mungkin untuk kepentingan politik.
10:11Kenapa sih kita harus
10:12mengolo-olo,
10:15menjelek-jelekan,
10:17merendahkan,
10:18menghina,
10:19menuduh-nuduh,
10:20semuanya dilakukan untuk apa?
10:22Kalau hanya untuk
10:24main-main,
10:26kan mesti ada kepentingan
10:27politiknya di situ.
10:29Tapi sekali lagi,
10:30mestinya dalam
10:31masa-masa ekstrim seperti ini,
10:33kita konsentrasi untuk hal yang besar.
10:36Untuk strategi besar negara,
10:39untuk kepentingan yang lebih besar
10:40bagi negara ini.
10:42Misalnya tadi yang berkaitan dengan
10:43menghadapi masa-masa ekstrim,
10:46menghadapi
10:47masa-masa perubahan,
10:49karena
10:50artificial intelligence,
10:52karena humanoid robotik,
10:53sehingga
10:54jangan malah kita
10:55energi besar kita,
10:56kita pakai untuk
10:58urusan-urusan
10:59yang sebetulnya
11:00menurut saya
11:01urusan ringan.
11:03Menurut Bapak,
11:04masih yakin
11:05dengan pernyataan Bapak sebelumnya?
11:06Ada agenda besar
11:07dan ada orang besar
11:09dibalik
11:09kasus ijazah?
11:11Saya pastikan,
11:12iya.
11:13Bapak sudah tahu
11:15kira-kira siapa
11:17dibaliknya?
11:17Saya kira gampang
11:20ditebak.
11:21Tidak perlu
11:22sampaikan.
11:24Dan Bapak tadi
11:26mengatakan bahwa
11:27lebih baik ini dibawa
11:28sampai ke ranah hukum.
11:30Ya, untuk
11:31pembelajaran kita semuanya,
11:33bahwa jangan
11:33sampai gampang
11:35menuduh orang,
11:36jangan sampai gampang
11:38menghina orang,
11:39memfitnah orang,
11:41mencemarkan
11:41sama
11:41baik seseorang.
11:43Kalau ada pertanyaan,
11:48ini akan
11:49di ranah hukum saja?
11:50Bapak membawa ini
11:51di ranah hukum saja?
11:52Atau ada kemungkinan
11:53mediasi?
11:55Saya kira
11:56untuk pembelajaran kita
11:57memang lebih baik
11:58dilakukan
12:03di penegakan hukum,
12:07diputuskan di pengadilan
12:08akan lebih baik.
12:09Untuk pembelajaran kita
12:10semuanya.
12:11Dan Bapak juga pernah berjanji
12:13kalau sampai
12:14ke pengadilan,
12:16ijasahnya Bapak akan
12:17tunjukkan di sana,
12:18di pengadilan.
12:19Ya, itu forum yang
12:20paling baik untuk
12:21menunjukkan
12:22ijasa asli saya.
12:24Dari SD, SMP, SMA,
12:27universitas semuanya
12:28akan saya bawa.
12:30Untuk pembelajaran hukum,
12:32memang apa yang Bapak
12:33khawatirkan
12:34kalau ijasa ini,
12:36kasus ijasa ini
12:37terus bergulir di luar
12:38soal tudingan ijasa palsu?
12:41Ya, kan bisa terjadi
12:44tidak hanya
12:46kepada saya,
12:48bisa ke yang lain.
12:49Bisa ke menteri,
12:52bisa ke presiden yang lain,
12:55bisa ke gubernur,
12:57bupati, wali kota,
12:58semuanya.
13:00Dengan
13:00tuduhan asal-asalan.
13:03Tapi kalau menuduh dengan bukti,
13:05itu yang baik.
13:05semua penyakit.
13:06Terima kasih.
13:06Terima kasih.
Komentar