Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Petugas Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menemukan ranjau paku yang diduga ditanam oleh orang tak dikenal di dalam kawasan konservasi.

Ranjau paku diduga sengaja diletakkan di jalur pelintasan satwa, seperti gajah Sumatera. Modus ranjau paku kerap muncul setelah petugas menertibkan aktivitas ilegal di dalam kawasan.

Aksi memasang ranjau paku di jalur pelintasan satwa, seperti gajah Sumatera, ini diduga dilakukan orang tak bertanggung jawab.

Aksi ini kerap muncul usai petugas menertibkan aktivitas ilegal di dalam kawasan.

Meski tak ada satwa yang menjadi korban, sejumlah kendaraan petugas bocor ban akibat ranjau.

Petugas kini meningkatkan patroli dan menyisir titik rawan untuk mencegah kejadian serupa.

Populasi gajah Sumatera makin terbatas di alam liar Provinsi Riau akibat perburuan.

Dari data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, gajah Sumatera yang hidup secara liar di Riau tinggal sekitar 216 ekor.

Gajah liar itu terbagi dalam delapan kantong atau kelompok.

Jika ditambah dengan gajah jinak yang dipelihara di Pusat Pelatihan Gajah dan lokasi konservasi yang ada 23 ekor, total gajah Sumatera tinggal sekitar 249 ekor.

Makin terbatasnya populasi gajah tidak terlepas adanya aksi perburuan, pemasangan jerat, dan racun di kawasan hutan.

Hal ini menjadi tantangan BBKSDA Riau agar satwa langka bisa dilindungi dan lestari.

Selain terus melakukan edukasi dan kampanye penyelamatan di tengah masyarakat, BBKSDA juga meningkatkan keamanan dan perlindungan di delapan kantong gajah itu.

#tessonilo #gajahsumatera #ranjau

Baca Juga Pelihara Landak Tangkapan, Petani di Madiun Jadi Terdakwa | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/637966/pelihara-landak-tangkapan-petani-di-madiun-jadi-terdakwa-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/637968/populasi-gajah-sumatera-turun-petugas-taman-nasional-tesso-nilo-temukan-ranjau-paku-kompas-siang
Transkrip
00:00Tili Reabela masih menemani Anda di Kompasiang.
00:02Saudara petugas Taman Nasional Tesonilo, Kebupaten Pelalawan Riau,
00:06kembali menemukan Ranjau Paku yang diduga ditanam oleh orang tak dikenal dalam kawasan konservasi.
00:13Ranjau Paku diduga sengaja diletakkan di jalur pelintasan satwa seperti gajah Sumatra.
00:19Modus Ranjau Paku kerap muncul setelah petugas menertibkan aktivitas ilegal di dalam kawasan.
00:24Di sini kami menemukan Ranjau Paku yang didarik di jalan area patroli.
00:40Ini bentuk satu tasel.
00:47Aksi memasang Ranjau Paku di jalur pelintasan satwa seperti gajah Sumatra ini
00:52diduga dilakukan orang tak bertanggung jawab.
00:54Aksi ini kerap muncul, usai petugas menertibkan aktivitas ilegal di dalam kawasan.
01:00Meski tak ada satwa yang menjadi korban, sejumlah kendaraan petugas bocorban akibat Ranjau.
01:06Petugas kini meningkatkan patroli dan mengisir titik rawan untuk mencegah kejadian serupa.
01:11Ranjau Paku ini ditemukan pada saat tim dari SPTN Wilayah 2 Taman Nasional Tesonilo
01:18melakukan patroli ke dalam kawasan.
01:21Tim yang menggunakan motor saat melakukan perjalanan di dalam kawasan
01:27menemukan Ranjau Paku sebanyak 2 Ranjau.
01:32Yang mana Ranjau Paku ini memang ditargetkan untuk petugas Taman Nasional Tesonilo.
01:38Kenapa kami bilang seperti itu?
01:40Karena lokasi atau lintasan tersebut itu memang bukan lokasi yang umum
01:46digunakan oleh masyarakat ataupun aktivitas lainnya.
01:49Dan memang lokasi Ranjau Paku itu diletakkan di posisi yang berada dengan jalur ban mobil.
01:58Yang oleh karena itu kita memang menduga bahwa ini ditujukan untuk petugas dari Taman Nasional Tesonilo.
02:07Populasi gajah Sumatra makin terbatas di alam liar Provinsi Riau akibat perburuan.
02:13Dari data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau,
02:16gajah Sumatra yang hidup secara liar di Riau tinggal sekitar 216 ekor.
02:21Gajah liar itu terbagi dalam delapan kantong atau kelompok
02:25jika ditambah dengan gajah jinak yang dipelihara di pusat pelatihan gajah
02:29dan lokasi konservasi yang ada 23 ekor.
02:33Total gajah Sumatra tinggal sekitar 249 ekor.
02:38Saat ini populasi gajah liar kita lebih kurang 216 ekor.
02:45Ya dari tahun 80 itu sudah mulai menurun.
02:47Itu penyebab penurunannya kenapa? Apakah di buru atau di mana Pak?
02:51Ya macam-macam. Ada yang di buru, ada yang mati alami, dan ada juga yang kena racun.
03:01Makin terbatasnya populasi gajah tidak terlepas seadanya aksi perburuan,
03:05pemasangan jerat, dan racun di kawasan hutan.
03:07Hal ini menjadi tantangan BBK SDA Riau agar Satwa Langka bisa dilindungi dan lestari.
03:12Selain terus melakukan edukasi dan kampanye penyelamatan di tengah masyarakat,
03:16BBK SDA juga meningkatkan keamanan dan perlindungan di delapan kantong gajah itu.
Komentar

Dianjurkan