Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Permasalahan sampah di wilayah Tangerang Selatan belum usai.

Sampah masih menumpuk di sepanjang jalan yang berada di bawah fly over Ciputat, membuat warga sekitar resah.

Hingga Rabu siang, tumpukan sampah masih berserakan di sepanjang pinggir jalan Ciputat, Tangerang Selatan.

Sampah-sampah itu juga masih mengeluarkan bau tidak sedap, meski sudah ditutupi terpal dan disemprot cairan anti-bau.

Salah seorang warga mengaku geram dengan sampah yang sudah menumpuk lebih dari sepekan.

Sampah menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga. Warga pun berharap pemerintah setempat dapat menyelesaikan permasalahan sampah ini.

#tpacipeucang #daruratsmaph #tangsel

Baca Juga [FULL] Proses Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana di Sumbar, Donatur Turut Sumbang Materia di https://www.kompas.tv/regional/637946/full-proses-pembangunan-huntara-untuk-korban-bencana-di-sumbar-donatur-turut-sumbang-materia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/637950/full-tpa-cipeucang-overload-kadis-kominfo-tangsel-kami-bertanggung-jawab-atas-ketidaknyamanan
Transkrip
00:00Saudara permasalahan sampah di wilayah Tangerang Selatan belum usai.
00:04Sampah masih menumpuk di sepanjang jalan yang berada di bawah flyover Ciputat, membuat warga sekitar resah.
00:12Hingga Rabu siang, tumpukan sampah masih berserakan di sepanjang pinggir jalan Ciputat, Tangerang Selatan.
00:18Sampah-sampah itu juga masih mengeluarkan bau tak sedap, meski sudah ditutupi terpal dan disemprot cairan antibau.
00:24Salah seorang warga mengaku geram dengan sampah yang sudah menumpuk lebih dari sepekan.
00:30Sampah menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu aktivitas warga.
00:34Warga pun berharap pemerintah setempat dapat menyelesaikan permasalahan sampah ini.
00:54Terus juga tukang-tukang jualan, apalagi belatung-belatungnya kan kemana-mana banyak.
01:00Sudah hampir lebih dari 2 minggu nggak ditanggung?
01:02Kurang lebih udah hampir.
01:04Nggak ada tindak lanjutannya lagi buat pemerintah setempat.
01:08Apa yang menjauh nggak skor pulih tau ini biasanya?
01:11Wah, baunya emang udah berapa meter aja udah kecium baunya.
01:16Kira-kira ada pesan nggak sempat untuk pemerintah?
01:18Ya, pesan-pesannya sih buat Pemda setempat nih, segera ditindak lanjutin gimana baiknya gitu lah.
01:25Biar nggak ganggu aktivitas warga juga.
01:29Saudara untuk meminta penjelasan, mengapa Kota Tangerang Selatan saat ini bisa alami darurat pengelolaan sampah.
01:36Mewakili Wali Kota Tangerang Selatan telah bergabung bersama kami Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika TB Asep Nurdin.
01:44Selamat siang Pak Asep.
01:45Selamat siang Bang Dini.
01:48Ya, selamat siang Pak Asep.
01:49Terima kasih untuk waktunya di Kompas Siang hari ini.
01:52Tadi di berita pengantar sebelumnya ini sampai Rabu Siang masih banyak sampah yang bertumpukan di pinggir jalan di Ciputat.
02:00Ini kapan akan dibereskan Pak Asep?
02:06Ya, terima kasih sebelumnya atas waktu yang diberikan.
02:10Kami atas nama pemerintah Kota Tangerang Selatan,
02:13mohon maaf yang sebesar kepada masyarakat Tangerang Selatan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
02:18Nah, secara serentak sebetulnya persoalan sampah yang hampir satu minggu ini terjadi sudah dilakukan pengangkutan secara bertahap.
02:26Makanya, kalau kami perhatikan, di kapan khususnya sudah banyak pengangkutan-pengangkutan yang dilakukan.
02:34Biasanya, ini dilakukan secara bertahap.
02:37Kenapa?
02:38Seperti ini Ciputat Cang sedang ada persoalan.
02:40Salah satunya ada tentang penataan.
02:42Sehingga operasional terkesampah kita berkurang drastis.
02:46Nah, tapi yang kami pastikan bahwa apa yang menjadi keresahan masyarakat, itu juga menjadi keresahan kita bersama.
02:53Yang namanya sampah, jangankan baunya.
02:57Kita lihat aja, pasti akan sangat tidak nyaman.
02:59Tentunya pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam konteks ini,
03:03kami bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini.
03:07Baik, berarti ini akan sedang dibereskan.
03:11Kemudian ini dibuang kemana, Pak?
03:12Karena Ciputat Cang kan penuh.
03:14Nah, ini sampah yang sedang kita saksikan di visual sementara ini,
03:18ini akan berangsur-angsur diangkut.
03:20Setelah itu tidak ada lagi?
03:21Atau masih akan ada sampah baru lagi dari warga,
03:24kemudian menunggu lagi di situ?
03:26Atau seperti apa, Pak?
03:28Ya, saat ini sampah-sampah secara bertahap
03:31kita tempatkan sementara di beberapa TPS-TPS kita.
03:34Itu, Bang Fidi.
03:35Dan berikutnya memang betul,
03:38bahwa produksi sampah ini setiap harinya tidak berhenti.
03:42Sampah yang kemarin kita angkut,
03:44hari ini pasti akan menempuk lagi.
03:46Oleh karenanya, pengelolaan sampah ke depan
03:48tidak bisa digunakan dengan cara-cara seperti saat ini.
03:52Kedepan kami sudah melakukan beberapa langkah.
03:54Salah satunya adalah dari sisi hulunya,
03:57kita benahi terkait dengan pemanfaatan TPS-3R.
04:01Karena kalau cuma mengandalkan Ciput Cang,
04:05dengan pola-pola konvensional yang selama ini kita lakukan,
04:09itu tidak akan pernah berhasil.
04:11Dan beberapa penangan yang telah kami gunakan saat ini,
04:15pertama, dari jangka pendek,
04:16yaitu terkait dengan optimalisasi ulang,
04:19terkait dengan ritasa dan alokasi armada,
04:22dengan memprioritaskan titik-titik tumpukan
04:24yang berdampak langsung kepada pemikiran warga.
04:27Yang kedua, dari sisi infrastruktur,
04:30kebaikan dan pengamanan landfill di TPS-Ciput Cang,
04:34guna mencegah terjadinya longsor,
04:36penceparan lindi, dan tentunya terkait dengan
04:38gangguan operasional di masa depan.
04:40Jadi beberapa langkah ini,
04:41ini yang saat ini sedang kami kerjakan.
04:43Itu Bang Fini.
04:44Baik Pak, tapi kan yang ingin warga tahu,
04:46Pak, ini sampah ada di situ,
04:49kemudian Ciput Cang masih dibangun,
04:51sehingga masih dilakukan perbaikan lagi
04:56agar bisa menampung sampah.
04:58Nah ini kapan sampah-sampah ini
04:59akan benar-benar beres dari jalanan, Pak?
05:02Sampai kapan?
05:03Ya, terima kasih.
05:06Yang pasti sampah harus diangkut.
05:09Itu yang pasti.
05:10Dan ini yang sedang kami kerjakan,
05:12dari level pimpinan, level kepala ini,
05:15sampai ke wilayahan,
05:17kita bekerja secara bersama-sama
05:19untuk menyelesaikan persoalan ini.
05:21Sampai waktunya,
05:23saat ini dari dinas-dinas teknis,
05:25susunnya dinas lingkungan hidup,
05:27sedang melakukan penguatan,
05:28perbaikan, dan peningkatan.
05:30Salah satunya adalah pengerjaan di landfill 3.
05:33Dan berikutnya juga kita ada program
05:35untuk perluasan kapasitas Ciput Cang,
05:38untuk penempatan hanggar MRF.
05:40Dan ini ada pembebasan lahan,
05:42kurang lebih sekitar 4.000 meter persegi.
05:46Sampai itu selesai.
05:47Dari waktu yang kita targetkan,
05:49akhir Desember ini,
05:50insya Allah mudah-mudahan sudah dapat kami selesaikan.
05:54Baik, akhir Desember berarti
05:55sampah tidak ada lagi di jalanan di sekitar Tangerang Selatan ya Pak.
06:00Pak, ini kan Tangerang Selatan berkembang sangat pesat,
06:02banyak bisnis properti baru,
06:04dalam hal ini perumahan yang terus bermunculan di Tangerang Selatan.
06:07Nah, ini kan logikanya ini banyak warga baru
06:09yang menjadi warga tangsel,
06:11tentu akan menghasilkan penambahan sampah rumah tangga.
06:14Nanti, kenapa potensi bertambahnya sampah baru ini?
06:19Kok nggak pernah diantisipasi sebelumnya?
06:22Ya, terima kasih.
06:24Salah kita bicara mitigasi soalan,
06:29sebetulnya Tangerang Selatan sudah melakukan
06:31persoalan mitigasi tersebut ya.
06:34Bahwa bertambahnya jumlah penduduk,
06:36betul, ini akan menambah jumlah produksi sampah di Tangerang Selatan.
06:39Seiring dengan, apalagi bertambahnya dengan geliat ekonomi yang ada di kita.
06:44Nah, mitigasi ini sebetulnya sudah dilakukan.
06:46Salah satunya adalah bagaimana kita menetapkan
06:49bahwa perlu ada teknologi di dalam pengelolaan sampah.
06:53Tidak bisa lagi sampah-sampah itu dikerjakan
06:55dengan cara-cara konvensional.
06:57Atau kalau istilahnya itu ada open dumping gitu ya.
07:01Nah, pemanfaatan teknologi ini hasil dari mitigasi yang kami lakukan.
07:04Makanya kenapa sekitar satu tahun yang lalu,
07:07pemerintah kota Tangerang Selatan
07:09dia sudah menandatangani program PSEL,
07:12yaitu program pengelolaan sampah berbasis energi.
07:16Hanya sekarang karena ada peraturan baru,
07:20tentu ada penyesuaian.
07:21Tapi setidaknya adalah beberapa poin itu sudah kami kerjakan.
07:25Yang pasti pengelolaan sampah
07:27tidak bisa hanya dikerjakan di titik akhirnya.
07:30Perlu ada pembenahan dari sisi hulunya.
07:34Salah satu yang perlu dibenahi adalah
07:36bahwa pembangunan-pembangunan TPS 3R.
07:40Sehingga sampah-sampah tersebut sudah selesai,
07:43sampah harus dibuang ke TPA Cipecang.
07:46Demikian.
07:47Baik Pak, kalau progres dari penataan dan perbaikan
07:50di TPA Cipecang ini,
07:52seperti terasering, kemudian sanitari landfill,
07:55dan pembukaan landfill baru,
07:57ini seperti apa progresnya sampai saat ini, Pak?
08:00Ya, saat sekarang kami sedang mengerjakan beberapa pekerjaan
08:06di TPA Cipecang.
08:08Salah satunya adalah yang kami kerjakan di landfill 3.
08:12Dan yang kedua, juga pembangunan bronjong
08:14untuk menahan upaya sampah-sampah
08:17tidak sampai jatuh ke bawah.
08:20Dan yang ketiga juga,
08:21kami sedang melakukan upaya untuk pembebasan lahan
08:25dalam rangka peluasan Cipecang.
08:29Baik Pak, kalau selain penataan TPA Cipecang,
08:32apa program jangka pendek
08:35seperti optimalisasi TPS misalnya,
08:38atau bank sampah,
08:39atau kerjasama dengan daerah lain
08:40untuk pembuangan sementara,
08:42seperti apa, Pak?
08:44Ya, betul ya.
08:45Cipecang tidak bisa kita jadikan
08:48sebagai satu-satunya solusi
08:50pengelolaan sampah yang ada di Tangerang Selatan.
08:53Makanya pemerintah Pota Tangerang Selatan
08:55melakukan beberapa upaya.
08:58Salah satunya adalah melakukan penjajakan
09:01atau kerjasama pengelolaan sampah
09:03dengan beberapa daerah.
09:05Ada tiga daerah yang sudah dilakukan penjajakan.
09:08Yang kedua adalah
09:10memaksimalkan fungsi-fungsi TPS 3R.
09:14Karena kalau misalnya beberapa poin ini
09:16tidak dilakukan,
09:18akan membuat TPA menjadi satu-satunya
09:20tujuan utama pembangunan sampah.
09:22Pembuangan sampah.
09:24Sehingga dalam konteks ini,
09:26beberapa kegiatan yang sudah dilakukan
09:28itu adalah salah satu upaya
09:29untuk mengurangi beban Cipecang.
09:33Baik.
09:34Pak Asep,
09:35jadi yang tentu warga juga ingin tahu
09:38yang Anda sudah ceritakan,
09:39pembangunan PSEL
09:40dan kemudian juga kerjasama
09:43dengan daerah-daerah lain.
09:44Ini kapan sih targetnya
09:45misalnya PSEL ini
09:46kapan akan selesai
09:48kemudian rehabilitasi dari Cipecang ini
09:52kapan akan segera beres gitu.
09:54Ini mungkin perlu diketahui warga, Pak.
09:58Ya.
09:59PSEL seperti yang tadi disampaikan,
10:02kita tahun kemarin
10:03sudah menandatangani
10:05kontrak kerja.
10:07Sudah ada pemenang lelangnya.
10:09Nah, saat menandatangani tersebut
10:11kita menggunakan
10:12landasan hukum adalah
10:14Undang-Undang 35
10:15tahun 2018.
10:18Nah, hanya di tahun 2025 ini
10:20terjadi perubahan,
10:22ya, aturan.
10:23Sekarang ada Undang-Undang
10:24nomor 109
10:27tahun 2025.
10:29Sehingga,
10:29pelaksanaan PSEL
10:31di Tanggerang Selatan
10:31yang awalnya
10:32akan dilakukan secara mandiri,
10:34ini ada perubahan.
10:36Berdasarkan aturan terbaru
10:38perlu dilakukan kerjasama.
10:40Itu dalam misalnya
10:41aglomerasi.
10:43Sehingga Tanggerang Selatan
10:44dalam konteks ini
10:45kami harus menyesuaikan
10:47dengan aturan-aturan
10:48yang baru tersebut.
10:50Tapi,
10:51apapun yang dilakukan
10:52mau menggunakan
10:54PSEL basisnya
10:55adalah yang sudah kami tunjuk,
10:57ataupun
10:57peraturan baru,
10:59kunci utamanya adalah
11:00pengelolaan sampah
11:01harus berbasis teknologi.
11:04Kapan ini dilakukan?
11:05Tentunya
11:06semua kebijakan
11:07kita inginnya cepat.
11:09Tetapi,
11:09dalam konteks ini
11:10perlu ada penyesuaian.
11:12Doakan kami
11:12Tanggerang Selatan
11:13bisa keluar
11:14dari persoalan sampah
11:15dan kami punya keyakinan
11:17dengan kerjasama
11:18dari seluruh
11:20khususnya lapisan masyarakat
11:21kita bisa keluar
11:22secara bersama-sama
11:23untuk menyelesaikan
11:25persoalan sampah
11:26yang ada di Tanggerang Selatan.
11:28Pak Asyap,
11:28terakhir,
11:29apa yang akan
11:29Anda sampaikan
11:30dari pemerintah
11:31kota Tanggerang Selatan
11:33kepada warga
11:34yang saat ini
11:34harus melihat sampah
11:35di pinggir jalan
11:36mereka sudah membayar pajak
11:38tapi ruang publiknya
11:39seperti ini
11:40tercemari begitu.
11:42Apa yang ingin Anda sampaikan?
11:46Ya,
11:46yang pertama
11:47kenyamanan masyarakat
11:49itu adalah tanggung jawab
11:51pemerintah.
11:53Kenyamanan,
11:54kesehatan
11:54itu menjadi prioritas kami juga.
11:57Bahwa sampah
11:58tidak berhenti
11:59setiap harinya.
12:00Ya.
12:01Bahwa sampah
12:02menjadi persoalan.
12:03Tetapi yang harus
12:05dipahami bahwa
12:06pemerintah
12:06tidak bisa sendiri.
12:08Pemerintah
12:09butuh dukungan.
12:10Pemerintah
12:11butuh kebersamaan.
12:12Khususnya
12:13dari masyarakat.
12:14Bagaimana kita
12:15menyelesaikan
12:15persoalan ini
12:16kami meyakini
12:17bahwa tanpa
12:19keterlibatan
12:19dari masyarakat
12:20kita akan sangat sulit
12:21untuk keluar
12:22dari persoalan ini.
12:23Oleh karenanya
12:24Tanggerang Selatan
12:25mungkin hampir
12:26di seluruh Indonesia
12:27dan di dunia
12:28kita pernah ada
12:30dalam satu kondisi.
12:31Ada persoalan
12:32yang luar biasa
12:33sekitar 5 tahun
12:35yang lalu
12:35yaitu COVID-19.
12:37Tetapi ketika
12:37kita jalani
12:38semua persoalan
12:39dengan kebersamaan
12:40khususnya
12:41di Tanggerang Selatan
12:41kita bisa keluar
12:43dari persoalan tersebut.
12:44Oleh karenanya
12:45sekali lagi
12:46pengelolaan sampah
12:47tidak bisa kita
12:48cuma berfokus
12:49kepada hilirnya
12:50perlu dilakukan
12:51hulunya.
12:52Hulu perlu
12:53diperbaiki
12:53dengan cara apa?
12:55Penerapan TPS 3R
12:56di masing-masing
12:57wilayah
12:58dan ini
12:59perlu kontribusi
13:00aktif
13:00dari masyarakat.
13:02Yang kedua
13:03kami juga
13:04menghimbau
13:05kepada seluruh
13:06masyarakat
13:07untuk
13:07bijak
13:08dalam
13:09melakukan
13:10pembuangan sampah.
13:12Yang ketiga
13:12tolong kami
13:14dibantu
13:14karena
13:15tanpa keikut sertaan
13:16masyarakat
13:17persoalan ini
13:18tidak akan pernah selesai.
13:19Tapi yang jelas adalah
13:20pemerintah
13:21bertanggung jawab
13:23penuh
13:23terhadap kehidupan
13:24kenyamanan
13:25yang ada di
13:25Tanggerang Selatan.
13:26Baik, terima kasih
13:27Kepala Dinas Komunikasi
13:29dan Informatika
13:30TB Asep Nurdin
13:31untuk waktunya
13:32di Kompas
13:32yang hari ini
13:33semoga
13:34permasalahan sampah
13:35di Kota Tanggerang Selatan
13:36segera selesai.
13:36Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan