00:00Kita bahas lebih dalam terkait penanganan banjir dan longsor di Sumatera, salah satunya di wilayah Bupaten Aceh Tamiang.
00:08Bersama Wakil Bupaten Aceh Tamiang, Bapak Ismail, yang sudah bergabung melalui sambungan satelit.
00:14Selamat malam, Pak Ismail, Pak Wabub.
00:16Selamat malam.
00:17Ya baik. Pak Wabub, saya pertama-tama ingin memperbarui dulu kondisi paling akhir di sana yang masih paling perlu mendapatkan perhatian dari warga Aceh Tamiang.
00:28Apa Pak Wabub?
00:30Yang paling perlu mendapatkan perhatian, yang terutama listrik, Pak. Jalur listrik.
00:35Karena sampai sekarang, listrik baru hidup cuma di rumah sakit umum dan hanya beberapa rumah gitu, Pak.
00:45Jadi kalau seandainya memungkinkan, kita sangat mengharapkan kepada pihak PLN untuk segera mengaktifkan listrik.
00:55Oke, listrik yang paling utama dibutuhkan.
00:57Perutama ketika malam datang ya Pak ya, banyak sekali warga yang menggantikan listrik.
01:01Listrik yang paling utama dibutuhkan.
01:03Nah, berarti ini yang kemarin dibutuhkan.
01:07Air bersih.
01:08Air bersih, baik.
01:10Kemudian?
01:13Air bersih.
01:15Kemudian, itu Pak, yang seterusnya jaringan telekomunikasi, Pak.
01:23Karena kami di Aceh ini rata-rata kan pakai telekomsel.
01:26Dan sampai saat malam ini, jaringan telekomunikasi masih putus, Pak.
01:31Kami menggunakan telekomunikasi itu menggunakan Starlink.
01:35Sedangkan itu sangat kami butuhkan.
01:37Baik, kalau begitu saya catat listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi yang saat ini belum juga memadai.
01:49Jaringan telekomunikasi.
01:51Baik.
01:51Nah, berarti kalau kemarin pemerintah pada saat rapat pemerintah pusat melalui rapat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,
02:00bahwa Kepala BNPB mengatakan bahwa listrik, mohon maaf, Menteri SD mengatakan bahwa akan tersambung 100% itu belum terwujud hingga malam hari ini ya, Pak ya?
02:12Belum, Pak. Belum terwujud.
02:14Mungkin ada kendala, karena banyak tiangnya yang tumbang waktu itu.
02:18Oke.
02:18Dan kabel-kabelnya juga terputus, Pak.
02:20Baik. Nah, ini kan Bapak sehari-hari di sana mengamati begitu keseharian kondisi terkini di Aceh Tamiang, terutama untuk sambungan listrik.
02:28Saya ingin bertanya juga, Pak, bahwa sehari-hari, atau setidaknya hari ini saja, adakah petugas PLN yang sudah mulai membenahi tiang-tiang listrik yang rusak,
02:38ataupun sambungan listrik yang rusak, ataupun juga rumah-rumah yang belum teralih listrik?
02:42Ada suara, Mas.
02:44Ya. Pak Ismail, dengar suara saya, Pak.
02:48Maaf, Pak. Ada suara.
02:50Oh, baik. Belum bisa mendengar suara saya, Pak Ismail. Bagaimana saat ini?
02:54Enggak ada suara.
02:55Oke. Kami akan coba perbaiki komunikasi dulu dengan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail,
03:02yang saat ini sedang berbincang dengan kami dan mengutarakan kondisi terkini warga Aceh Tamiang.
03:09Pak Wakil Bupati tadi mengatakan ada tiga yang paling harus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat terutama dan juga otoritas yang berwenang,
03:20yakni soal sambungan atau aliran listrik di sana yang belum sama sekali tersambung 100%.
03:27100%. Tadi Pak Wakil Bupati hanya mengatakan hanya ada aliran listrik di rumah sakit, di puskesmas, lalu juga di beberapa rumah yang dijadikan posko pengungsian, begitu.
03:40Dan juga ada beberapa bangunan yang ada aliran listrik, sepertinya kalau tadi saya menyimak sedikit soal aliran listrik ini dinyalakan di tempat-tempat pemerintah daerah, begitu.
03:56Dan juga tadi ada diperlukan air bersih yang sampai saat ini juga pasokannya masih sangat terbatas.
04:01Kalau tadi saya menyimak informasi-informasi teman-teman jurnalis Kompas TV di lapangan yang menyampaikan laporannya bahwa air bersih ini sulit didapat sehingga masyarakat di sana masih mencari air bersih seadanya.
04:17Bahkan ada juga yang saya dengar dari sisa air-air banjir begitu yang diolah kembali oleh mereka, disaring lagi oleh mereka, lalu dimasak hingga air ini bisa dikonsumsi begitu.
04:29Oleh masyarakat di sana.
04:32Dan juga jaringan komunikasi yang masih terputus karena saat ini jaringan komunikasi hanya tersambung melalui sambungan internet yang disediakan melalui Starlink.
04:44Bahwa jaringan provider telekomunikasi di sana banyak juga saya dengar tower-tower komunikasi yang hancur, yang roboh, diterjang banjir bandang, belum mendapatkan perhatian lebih lanjut.
04:56Ataupun ada tower darurat begitu yang dibangun oleh otoritas yang berwenang untuk memberikan jaringan komunikasi yang baik di Aceh Tamiang.
05:12Sambil menunggu sambungan komunikasi kembali tersambung dengan Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, kami sampaikan dulu informasi dari sebuah masjid milik pondok pesantren terbesar di Aceh Tamiang, Porak-Poranda.
05:29Dan terkepung tumpukan kayu akibat banjir bandang Sumatera dua pekan lalu.
05:37Ya ini yang Anda saksikan adalah juga visual tumpukan kayu yang mengelilingi pondok pesantren Darul Muhlisin.
05:46Kami sudah tersambung kembali dengan Pak Wakil Bupati Aceh Tamiang, Pak Ismail.
05:51Pak Ismail sudah bisa mendengar suara saya ya Pak?
05:56Sudah, sudah.
05:57Baik, baik.
05:58Ya, Pak Ismail tadi saya sempat bertanya, kalau memang begitu Pak Ismail yang sehari-hari di sana Pak Wabu sudah juga melihatkah ada petugas PLN misalnya yang berwenang untuk memperbaiki jaringan listrik di sana,
06:12sudah bertugas, sudah mengupayakan tersambungnya kembali aliran listrik mulai hari ini atau bagaimana, atau belum ada sama sekali?
06:19Petugas PLN sudah beberapa hari bekerja Pak, dan kita akui mereka juga sudah bekerja maksimal, tetapi kondisi itu memang hancur Pak PLN-nya.
06:34Seperti kesakan tadi, banyak tiang-tiang PLN itu tumbang, kemudian kabel-kabelnya itu porak-poranda Pak.
06:42Memang kita akui, mereka sudah bekerja maksimal, tetapi hasilnya sampai saat ini belum memuaskan Pak, walaupun mereka bekerja sudah cukup maksimal Pak.
06:53Kembali saya katakan tadi, itu kondisi PLN, jaringan PLN itu memang rusak parah Pak Pak.
07:00Oke, artinya dengan kondisi seperti itu Pak Wabu sendiri dapat memaklumi ya kondisi sekarang yang hingga saat ini belum tersambung aliran listrik di Aceh Tamu.
07:09Ya, kita dapat memaklumi.
07:09Baik, Pak Wabu, saya juga ingin menanyakan kondisi terkini masyarakat Aceh Tamu yang pasca banjir, bandang, dan longsor di sana.
07:17Apakah ada wilayah yang masih terisolasi atau mengalami kesulitan akses di sana Pak?
07:26Alhamdulillah sudah terjangkau semua Pak, berkat bantuan seluruh pihak, semua sudah dapat kita hubungi, dan begitu juga sembako setiap desa sudah tersalurkan Bapak.
07:38Alhamdulillah, baik. Kami juga mendengarnya ikut bergembira begitu ya ketika bantuan sudah mulai berangsur datang dan kondisinya juga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Aceh Tamu yang.
07:49Tapi yang ingin saya tanyakan juga dampak utama bencana ini terhadap infrastruktur lokal.
07:55Tadi kalau Pak Wabu mengatakan jaringan listrik PLN-nya rusak parah, lalu juga tower telekomunikasi juga hancur begitu.
08:05Infrastruktur lokal lainnya seperti jalan, sekolah, fasilitas kecehatan, dan lain-lain di Aceh Tamu yang sudah berangsur juga dipulihkan atau bagaimana Pak Wabu?
08:13Fasilitas kesehatan, rumah sakit sudah mulai dibersihkan, dan Alhamdulillah ini hari dapat beroperasi walaupun tidak sesempurna mungkin Bapak.
08:25Intinya untuk tangkap dolar pertama sudah bisa digunakan.
08:31Dan juga kita berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk melayani kesehatan Pak.
08:43Ada satu klinik yang sudah, yang kita gunakan.
08:52Halo.
08:53Ya silahkan lanjutkan Pak Ismail.
08:54Halo.
08:55Masalah kesehatan sudah mulai teratasi dengan cara kita menggunakan posko-posko pengobatan, Pak.
09:11Kita ada beberapa titik posko pengobatan gratis yang kita buat.
09:15Walaupun rumah sakit belum bisa kita gunakan maksimal mungkin, tetapi Alhamdulillah masyarakat yang berobat sudah mulai bisa kita tangani, Pak.
09:24Baik, Pak Wabu, dalam dua hari terakhir ini tim Liputan Kopast TV yang berada di Aceh Tamiang setidaknya, ini juga menemui masyarakat yang berkeluh kesah begitu.
09:36Masyarakat Aceh Tamiang yang berkeluh kesah.
09:38Bagaimana nasib mereka setelah bencana ini selesai di, apa namanya, dampak pasir bencana ini selesai di tanggulangi begitu.
09:47Bagaimana juga memastikan mereka bisa mendapatkan penghidupan kembali yang layak.
09:52Banyak mereka yang kehilangan pekerjaan, mulai nelayan, lalu juga petani dan lain-lain.
09:57Saat ini, rencana jangka pendek untuk pemulihan ekonomi masyarakat dari pemerintah Aceh Tamiang bagaimana, Pak Wabu?
10:05Memang kita akui, imbas bencana banjir ini perekonomian masyarakat lumpuh total.
10:16Jadi kami sebagai kepala pemerintahan di Aceh Tamiang, kami tetap berupaya semaksimal mungkin, Bapak, untuk memulihkan perekonomian masyarakat kami.
10:28Tahap pertama ini, kita berupaya, yang penting masyarakat jangan lapar dulu, Bapak.
10:33Kemudian selanjutnya, sekarang lagi kita upayakan, masyarakat bisa berobat, yang sakit bisa berobat.
10:40Dan untuk jangka pendeknya, sesuai dengan program pemerintah, kita akan membuat tenda-tenda pengungsian,
10:48dan juga nanti kita akan membuat rumah-rumah untuk sementara, Pak, untuk penempatan masyarakat kita yang rumahnya sudah di bawah air.
10:56Dan kita juga berupaya untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat dengan cara memperbaiki pelan-pelan infrastruktur yang telah rusak, Bapak.
11:08Oke, itu jadi fokus utama jangka pendek ya, bahwa rumah-rumah yang mereka yang rusak akan digantikan keuntian sementara,
11:17dan juga infrastruktur yang rusak seperti jembatan, sekolah, rumah sakit, ini juga berangsur akan dipulihkan.
11:22Tapi untuk khusus untuk hunian sementara yang sudah disinggung oleh Kepala BNPB kemarin,
11:28yang nilainya sekitar 30 juta per unit katanya, ini kan hunian sementara yang akan diberikan di setiap daerah yang terdampak, terutama yang paling parah.
11:37Di Aceh Tamiang sendiri sudah ada lahan yang tersedia, yang sudah disiapkan pemerintah tempat di sana untuk membangun hunian sementara, Pak Wabup?
11:45Untuk lahan itu, kita akan berupaya semaksimal mungkin, Bapak.
11:54Ada beberapa lahan pemda nanti yang akan kita gunakan untuk hunian rumah sementara masyarakat kita.
12:01Dan kami juga berupaya nanti akan berkoneksi juga dengan pemerintah pusat untuk membebaskan beberapa HGU perusahaan,
12:11yang itu nanti kita gunakan untuk hunian sementara, ataupun hunian tetapnya nanti, Pak.
12:17Dan kita memang sangat menginginkan pemukiman masyarakat yang di pikiran sungai itu memang harus kita relokasi, Pak.
12:24Harus kita relokasi, kita pindahkan ke tempat yang lebih aman.
12:29Ya, pelajaran bencana banjir bandang yang terjadi di sana, ya memang daerah aliran sungai ini memang harus clear begitu ya, Pak Wabup ya.
12:37Jadi nanti warga-warga yang ada di DAS ya, daerah aliran sungai, akan direlokasi ke tempat yang lebih aman,
12:42termasuk membangun hunian sementara di tempat yang jauh lebih aman tentunya dari bencana-bencana lainnya,
12:49terutama juga bencana longsor dan banjir bandang.
12:51Baik, terima kasih Pak Wabup, Pak Wakil Bupati Aceh Tamiang, Pak Ismail,
12:56sudah berbagi informasi, sudah meluangkan waktunya.
12:59Semangat, Pak. Kita juga memberikan semangat untuk semua warga Aceh Tamiang,
13:04dan Pak Wabup juga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat di sana yang terdampak banjir bandang.
13:09Selamat malam, Pak. Terima kasih.
13:13Selamat malam. Terima kasih. Amin.
13:16Baik, terima kasih.
Komentar