Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
ACEH TAMIANG, KOMPAS.TV - Pemerintah sebelumnya menjanjikan bahwa 100 persen listrik di wilayah Aceh akan kembali menyala pada Senin (8/12/2025). Namun hingga Senin siang, sebagian besar wilayah Aceh Tamiang masih mengalami pemadaman listrik.

Lalu bagaimana kondisi Aceh Tamiang pada Senin malam ini?

Kita bahas lebih dalam terkait penanganan banjir dan longsor di Sumatera, salah satunya di wilayah Bupati Aceh Tamiang, bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail.

Baca Juga Prabowo Tinjau Jembatan yang Putus di Aceh, Janji Perbaikan Dipercepat-Singgung Nasib Petani di https://www.kompas.tv/nasional/637890/prabowo-tinjau-jembatan-yang-putus-di-aceh-janji-perbaikan-dipercepat-singgung-nasib-petani

#acehtamiang #huniankorban #pengungsi #banjiraceh

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/637891/wakil-bupati-aceh-tamiang-soal-hunian-untuk-pengungsi-banjir-kita-minta-hgo-perusahaan-untuk-warga
Transkrip
00:00Kita bahas lebih dalam terkait penanganan banjir dan longsor di Sumatera, salah satunya di wilayah Bupaten Aceh Tamiang.
00:08Bersama Wakil Bupaten Aceh Tamiang, Bapak Ismail, yang sudah bergabung melalui sambungan satelit.
00:14Selamat malam, Pak Ismail, Pak Wabub.
00:16Selamat malam.
00:17Ya baik. Pak Wabub, saya pertama-tama ingin memperbarui dulu kondisi paling akhir di sana yang masih paling perlu mendapatkan perhatian dari warga Aceh Tamiang.
00:28Apa Pak Wabub?
00:30Yang paling perlu mendapatkan perhatian, yang terutama listrik, Pak. Jalur listrik.
00:35Karena sampai sekarang, listrik baru hidup cuma di rumah sakit umum dan hanya beberapa rumah gitu, Pak.
00:45Jadi kalau seandainya memungkinkan, kita sangat mengharapkan kepada pihak PLN untuk segera mengaktifkan listrik.
00:55Oke, listrik yang paling utama dibutuhkan.
00:57Perutama ketika malam datang ya Pak ya, banyak sekali warga yang menggantikan listrik.
01:01Listrik yang paling utama dibutuhkan.
01:03Nah, berarti ini yang kemarin dibutuhkan.
01:07Air bersih.
01:08Air bersih, baik.
01:10Kemudian?
01:13Air bersih.
01:15Kemudian, itu Pak, yang seterusnya jaringan telekomunikasi, Pak.
01:23Karena kami di Aceh ini rata-rata kan pakai telekomsel.
01:26Dan sampai saat malam ini, jaringan telekomunikasi masih putus, Pak.
01:31Kami menggunakan telekomunikasi itu menggunakan Starlink.
01:35Sedangkan itu sangat kami butuhkan.
01:37Baik, kalau begitu saya catat listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi yang saat ini belum juga memadai.
01:49Jaringan telekomunikasi.
01:51Baik.
01:51Nah, berarti kalau kemarin pemerintah pada saat rapat pemerintah pusat melalui rapat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,
02:00bahwa Kepala BNPB mengatakan bahwa listrik, mohon maaf, Menteri SD mengatakan bahwa akan tersambung 100% itu belum terwujud hingga malam hari ini ya, Pak ya?
02:12Belum, Pak. Belum terwujud.
02:14Mungkin ada kendala, karena banyak tiangnya yang tumbang waktu itu.
02:18Oke.
02:18Dan kabel-kabelnya juga terputus, Pak.
02:20Baik. Nah, ini kan Bapak sehari-hari di sana mengamati begitu keseharian kondisi terkini di Aceh Tamiang, terutama untuk sambungan listrik.
02:28Saya ingin bertanya juga, Pak, bahwa sehari-hari, atau setidaknya hari ini saja, adakah petugas PLN yang sudah mulai membenahi tiang-tiang listrik yang rusak,
02:38ataupun sambungan listrik yang rusak, ataupun juga rumah-rumah yang belum teralih listrik?
02:42Ada suara, Mas.
02:44Ya. Pak Ismail, dengar suara saya, Pak.
02:48Maaf, Pak. Ada suara.
02:50Oh, baik. Belum bisa mendengar suara saya, Pak Ismail. Bagaimana saat ini?
02:54Enggak ada suara.
02:55Oke. Kami akan coba perbaiki komunikasi dulu dengan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail,
03:02yang saat ini sedang berbincang dengan kami dan mengutarakan kondisi terkini warga Aceh Tamiang.
03:09Pak Wakil Bupati tadi mengatakan ada tiga yang paling harus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat terutama dan juga otoritas yang berwenang,
03:20yakni soal sambungan atau aliran listrik di sana yang belum sama sekali tersambung 100%.
03:27100%. Tadi Pak Wakil Bupati hanya mengatakan hanya ada aliran listrik di rumah sakit, di puskesmas, lalu juga di beberapa rumah yang dijadikan posko pengungsian, begitu.
03:40Dan juga ada beberapa bangunan yang ada aliran listrik, sepertinya kalau tadi saya menyimak sedikit soal aliran listrik ini dinyalakan di tempat-tempat pemerintah daerah, begitu.
03:56Dan juga tadi ada diperlukan air bersih yang sampai saat ini juga pasokannya masih sangat terbatas.
04:01Kalau tadi saya menyimak informasi-informasi teman-teman jurnalis Kompas TV di lapangan yang menyampaikan laporannya bahwa air bersih ini sulit didapat sehingga masyarakat di sana masih mencari air bersih seadanya.
04:17Bahkan ada juga yang saya dengar dari sisa air-air banjir begitu yang diolah kembali oleh mereka, disaring lagi oleh mereka, lalu dimasak hingga air ini bisa dikonsumsi begitu.
04:29Oleh masyarakat di sana.
04:32Dan juga jaringan komunikasi yang masih terputus karena saat ini jaringan komunikasi hanya tersambung melalui sambungan internet yang disediakan melalui Starlink.
04:44Bahwa jaringan provider telekomunikasi di sana banyak juga saya dengar tower-tower komunikasi yang hancur, yang roboh, diterjang banjir bandang, belum mendapatkan perhatian lebih lanjut.
04:56Ataupun ada tower darurat begitu yang dibangun oleh otoritas yang berwenang untuk memberikan jaringan komunikasi yang baik di Aceh Tamiang.
05:12Sambil menunggu sambungan komunikasi kembali tersambung dengan Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, kami sampaikan dulu informasi dari sebuah masjid milik pondok pesantren terbesar di Aceh Tamiang, Porak-Poranda.
05:29Dan terkepung tumpukan kayu akibat banjir bandang Sumatera dua pekan lalu.
05:37Ya ini yang Anda saksikan adalah juga visual tumpukan kayu yang mengelilingi pondok pesantren Darul Muhlisin.
05:46Kami sudah tersambung kembali dengan Pak Wakil Bupati Aceh Tamiang, Pak Ismail.
05:51Pak Ismail sudah bisa mendengar suara saya ya Pak?
05:56Sudah, sudah.
05:57Baik, baik.
05:58Ya, Pak Ismail tadi saya sempat bertanya, kalau memang begitu Pak Ismail yang sehari-hari di sana Pak Wabu sudah juga melihatkah ada petugas PLN misalnya yang berwenang untuk memperbaiki jaringan listrik di sana,
06:12sudah bertugas, sudah mengupayakan tersambungnya kembali aliran listrik mulai hari ini atau bagaimana, atau belum ada sama sekali?
06:19Petugas PLN sudah beberapa hari bekerja Pak, dan kita akui mereka juga sudah bekerja maksimal, tetapi kondisi itu memang hancur Pak PLN-nya.
06:34Seperti kesakan tadi, banyak tiang-tiang PLN itu tumbang, kemudian kabel-kabelnya itu porak-poranda Pak.
06:42Memang kita akui, mereka sudah bekerja maksimal, tetapi hasilnya sampai saat ini belum memuaskan Pak, walaupun mereka bekerja sudah cukup maksimal Pak.
06:53Kembali saya katakan tadi, itu kondisi PLN, jaringan PLN itu memang rusak parah Pak Pak.
07:00Oke, artinya dengan kondisi seperti itu Pak Wabu sendiri dapat memaklumi ya kondisi sekarang yang hingga saat ini belum tersambung aliran listrik di Aceh Tamu.
07:09Ya, kita dapat memaklumi.
07:09Baik, Pak Wabu, saya juga ingin menanyakan kondisi terkini masyarakat Aceh Tamu yang pasca banjir, bandang, dan longsor di sana.
07:17Apakah ada wilayah yang masih terisolasi atau mengalami kesulitan akses di sana Pak?
07:26Alhamdulillah sudah terjangkau semua Pak, berkat bantuan seluruh pihak, semua sudah dapat kita hubungi, dan begitu juga sembako setiap desa sudah tersalurkan Bapak.
07:38Alhamdulillah, baik. Kami juga mendengarnya ikut bergembira begitu ya ketika bantuan sudah mulai berangsur datang dan kondisinya juga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Aceh Tamu yang.
07:49Tapi yang ingin saya tanyakan juga dampak utama bencana ini terhadap infrastruktur lokal.
07:55Tadi kalau Pak Wabu mengatakan jaringan listrik PLN-nya rusak parah, lalu juga tower telekomunikasi juga hancur begitu.
08:05Infrastruktur lokal lainnya seperti jalan, sekolah, fasilitas kecehatan, dan lain-lain di Aceh Tamu yang sudah berangsur juga dipulihkan atau bagaimana Pak Wabu?
08:13Fasilitas kesehatan, rumah sakit sudah mulai dibersihkan, dan Alhamdulillah ini hari dapat beroperasi walaupun tidak sesempurna mungkin Bapak.
08:25Intinya untuk tangkap dolar pertama sudah bisa digunakan.
08:31Dan juga kita berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk melayani kesehatan Pak.
08:43Ada satu klinik yang sudah, yang kita gunakan.
08:52Halo.
08:53Ya silahkan lanjutkan Pak Ismail.
08:54Halo.
08:55Masalah kesehatan sudah mulai teratasi dengan cara kita menggunakan posko-posko pengobatan, Pak.
09:11Kita ada beberapa titik posko pengobatan gratis yang kita buat.
09:15Walaupun rumah sakit belum bisa kita gunakan maksimal mungkin, tetapi Alhamdulillah masyarakat yang berobat sudah mulai bisa kita tangani, Pak.
09:24Baik, Pak Wabu, dalam dua hari terakhir ini tim Liputan Kopast TV yang berada di Aceh Tamiang setidaknya, ini juga menemui masyarakat yang berkeluh kesah begitu.
09:36Masyarakat Aceh Tamiang yang berkeluh kesah.
09:38Bagaimana nasib mereka setelah bencana ini selesai di, apa namanya, dampak pasir bencana ini selesai di tanggulangi begitu.
09:47Bagaimana juga memastikan mereka bisa mendapatkan penghidupan kembali yang layak.
09:52Banyak mereka yang kehilangan pekerjaan, mulai nelayan, lalu juga petani dan lain-lain.
09:57Saat ini, rencana jangka pendek untuk pemulihan ekonomi masyarakat dari pemerintah Aceh Tamiang bagaimana, Pak Wabu?
10:05Memang kita akui, imbas bencana banjir ini perekonomian masyarakat lumpuh total.
10:16Jadi kami sebagai kepala pemerintahan di Aceh Tamiang, kami tetap berupaya semaksimal mungkin, Bapak, untuk memulihkan perekonomian masyarakat kami.
10:28Tahap pertama ini, kita berupaya, yang penting masyarakat jangan lapar dulu, Bapak.
10:33Kemudian selanjutnya, sekarang lagi kita upayakan, masyarakat bisa berobat, yang sakit bisa berobat.
10:40Dan untuk jangka pendeknya, sesuai dengan program pemerintah, kita akan membuat tenda-tenda pengungsian,
10:48dan juga nanti kita akan membuat rumah-rumah untuk sementara, Pak, untuk penempatan masyarakat kita yang rumahnya sudah di bawah air.
10:56Dan kita juga berupaya untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat dengan cara memperbaiki pelan-pelan infrastruktur yang telah rusak, Bapak.
11:08Oke, itu jadi fokus utama jangka pendek ya, bahwa rumah-rumah yang mereka yang rusak akan digantikan keuntian sementara,
11:17dan juga infrastruktur yang rusak seperti jembatan, sekolah, rumah sakit, ini juga berangsur akan dipulihkan.
11:22Tapi untuk khusus untuk hunian sementara yang sudah disinggung oleh Kepala BNPB kemarin,
11:28yang nilainya sekitar 30 juta per unit katanya, ini kan hunian sementara yang akan diberikan di setiap daerah yang terdampak, terutama yang paling parah.
11:37Di Aceh Tamiang sendiri sudah ada lahan yang tersedia, yang sudah disiapkan pemerintah tempat di sana untuk membangun hunian sementara, Pak Wabup?
11:45Untuk lahan itu, kita akan berupaya semaksimal mungkin, Bapak.
11:54Ada beberapa lahan pemda nanti yang akan kita gunakan untuk hunian rumah sementara masyarakat kita.
12:01Dan kami juga berupaya nanti akan berkoneksi juga dengan pemerintah pusat untuk membebaskan beberapa HGU perusahaan,
12:11yang itu nanti kita gunakan untuk hunian sementara, ataupun hunian tetapnya nanti, Pak.
12:17Dan kita memang sangat menginginkan pemukiman masyarakat yang di pikiran sungai itu memang harus kita relokasi, Pak.
12:24Harus kita relokasi, kita pindahkan ke tempat yang lebih aman.
12:29Ya, pelajaran bencana banjir bandang yang terjadi di sana, ya memang daerah aliran sungai ini memang harus clear begitu ya, Pak Wabup ya.
12:37Jadi nanti warga-warga yang ada di DAS ya, daerah aliran sungai, akan direlokasi ke tempat yang lebih aman,
12:42termasuk membangun hunian sementara di tempat yang jauh lebih aman tentunya dari bencana-bencana lainnya,
12:49terutama juga bencana longsor dan banjir bandang.
12:51Baik, terima kasih Pak Wabup, Pak Wakil Bupati Aceh Tamiang, Pak Ismail,
12:56sudah berbagi informasi, sudah meluangkan waktunya.
12:59Semangat, Pak. Kita juga memberikan semangat untuk semua warga Aceh Tamiang,
13:04dan Pak Wabup juga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat di sana yang terdampak banjir bandang.
13:09Selamat malam, Pak. Terima kasih.
13:13Selamat malam. Terima kasih. Amin.
13:16Baik, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan