- 3 bulan yang lalu
- #puskesmas
- #banjirsumatera
- #sumaterabarat
- #kotoalam
KOMPAS.TV - Bencana alam bukan hanya meninggalkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, tapi juga memunculkan ancaman kesehatan penyakit pascabencana yang meningkat karena lingkungan yang tidak higienis, keterbatasan air bersih, hingga fasilitas kesehatan yang belum sepenuhnya siap.
Merespons kondisi darurat, malam ini kita akan membahas bagaimana pemerintah menghadapi persoalan ini, apa saja langkah penanganan yang sudah dilakukan, dan strategi apa yang perlu diperkuat.
Telah hadir di studio Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB; Hermawan Saputra, Ketua Terpilih Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia; dan Yelmita Juwarnis, Kepala Puskesmas Koto Alam.
Baca Juga Detail! 4 Kabupaten di Aceh Terisolasi Akibat Banjir: 735.000 Warga Terdampak, Bantuan Udara Cukup? di https://www.kompas.tv/nasional/637888/detail-4-kabupaten-di-aceh-terisolasi-akibat-banjir-735-000-warga-terdampak-bantuan-udara-cukup
#puskesmas #banjirsumatera #sumaterabarat #kotoalam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/637889/penyakit-mengintai-korban-banjir-puskesmas-butuh-air-bersih-ini-respons-bnpb-dan-ahli-kesehatan
Merespons kondisi darurat, malam ini kita akan membahas bagaimana pemerintah menghadapi persoalan ini, apa saja langkah penanganan yang sudah dilakukan, dan strategi apa yang perlu diperkuat.
Telah hadir di studio Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB; Hermawan Saputra, Ketua Terpilih Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia; dan Yelmita Juwarnis, Kepala Puskesmas Koto Alam.
Baca Juga Detail! 4 Kabupaten di Aceh Terisolasi Akibat Banjir: 735.000 Warga Terdampak, Bantuan Udara Cukup? di https://www.kompas.tv/nasional/637888/detail-4-kabupaten-di-aceh-terisolasi-akibat-banjir-735-000-warga-terdampak-bantuan-udara-cukup
#puskesmas #banjirsumatera #sumaterabarat #kotoalam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/637889/penyakit-mengintai-korban-banjir-puskesmas-butuh-air-bersih-ini-respons-bnpb-dan-ahli-kesehatan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara bencana alam bukan hanya meninggalkan kerusakan pada sejumlah fasilitas,
00:04tapi juga memunculkan ancaman kesehatan penyakit.
00:07Pasca bencana yang meningkat karena lingkungan yang tidak higienis,
00:11keterbatasan air bersih hingga fasilitas kesehatan yang belum sepenuhnya siap.
00:16Respons kondisi darurat ini, kita akan bahas bagaimana pemerintah menghadapi
00:21sejumlah persoalan yang sampai hari ini belum terpecahkan
00:24dan apa saja langkah penanganan yang sudah dilakukan serta strategi yang perlu diperkuat.
00:28Telah hadir bersama kami dalam diskusi ini,
00:32Abdul Muhari, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB,
00:37Hermawan Saputra, Ketua Terpilih Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia,
00:42dan Yelmita Juarnis, Kepala Puskesmas Koto Alam.
00:46Selamat malam Bu Yelmita, selamat malam Pak Hermawan, selamat malam juga Pak.
00:51Selamat malam Mbak Friska, salam sehat buat semua.
00:53Saya ke Ibu Yelmita dulu, Ibu kami turut prihatin, ini masa-masa sulit untuk Ibu dan seluruh warga di sana.
01:04Saya ingin mendengar cerita Bu Yelmita, kondisi di Puskesmas Koto Alam seperti apa Ibu?
01:09Kalau sekarang penerangan atau listrik sudah ada Ibu, tapi kami masih terbatas dengan air bersih yang belum ada Ibu.
01:21Air bersih belum ada, lalu sampai sekarang bagaimana Ibu antisipasinya?
01:27Kita ada air bersih dari PDAM Ibu, itu dimelalui tanki air, yang di drop ke Pukesmas, kita nanti ada tendon yang untuk menampung air tersebut Ibu.
01:43Tapi kami tidak bisa melakukan pelayanan kesehatan, rawat inap.
01:47Oke, tapi sejauh ini sudah banyak warga yang datang ke sana Ibu untuk berobat?
01:52Kalau berobat rawat jalan, kita masih bisa menerima Ibu, tapi kalau untuk rawat inap, kita tidak bisa, karena kita air bersihnya belum ada Ibu.
02:06Air bersihnya masih belum ada sampai sekarang ya.
02:09Saya ke Pak Mohari, Pak Mohari bisa tolong dijelaskan dan Ibu Yelmita tentu meminta bantuan untuk air bersih ini Pak yang paling vital, tapi masih belum bisa terpengar.
02:18Baik, ini kami sudah memiliki PIC-PIC di tiap kabupaten kota, mohon izin Ibu posisinya di mana, nanti saya akan langsung koordinasi dengan koordinator kita.
02:32Kita akan langsung drop untuk mobil tanki, untuk kebutuhan-kebutuhan, mendesak sampai nanti PDAM bisa menyalurkan air, Mbak Friska.
02:41Ya, Ibu Yelmita boleh?
02:42Jadi kami mohon posisinya.
02:44Bisa dijelaskan dari Ibu Yelmita posisinya di sebelah mana, Bu?
02:48Kalau kita berada di Kecematan Palembayan, Kabupaten Agam, Ibu.
02:55Di Kecematan Palembayan, Kabupaten Agam, itu Pak Abdul Mohari, ke titik itu berarti dipastikan akan segera.
03:02Biasanya berapa lama, Pak, untuk menjangkau?
03:04Kita punya mobil tanki air, itu di BPBD Provinsi.
03:13Ini akan saya upayakan mengontak malam ini juga untuk bisa didorong ke sana.
03:17Nanti akan kita lihat, Mbak Friska, apakah jalur darat di tempat puskes maskoto alam ini bisa ditembus dari kota Padang.
03:28Kalau misalkan bisa ditembus dari kota Padang, saya akan minta BPBD untuk menggeser mobil tanki air malam ini atau besok pagi.
03:36Sekiranya tidak bisa ditembus dari sisi kota Padang, nanti kita akan lihat apakah bisa ditembus dari kota Bukit Tinggi.
03:42Nanti saya akan melihat apakah ada ketersediaan stok mobil tanki di situ untuk bisa kita geser dulu ke puskes maskoto alam, Mbak Friska.
03:49Oh baik, terima kasih Pak Mohari. Langsung ditindaklanjuti antara malam ini atau besok, semoga bisa ditempul lewat jalur darat.
03:56Bu Yelmita bisa diceritakan, selain tadi air bersih, apa saja kebutuhan yang paling urgent saat ini, Bu? Yang paling vital yang ditunggu?
04:07Air bersih itulah, Bu. Kalau obat-obatan kita sudah cukup.
04:11Kalau untuk masyarakat yang belum terjangkau oleh serana kesehatan atau pelayanan kesehatan, kita sudah drop semuanya.
04:17Kayak hari ini, Bu, kami sudah ada dari IDI, kemudian dari RSUPM Jamil, kita ada tim yang turun untuk menjangkau masyarakat yang ada di wilayah kerja kami, Bu, yang terisolir.
04:33Alhamdulillah semua masyarakat sudah terjamah dengan fasilitas kesehatan, Bu.
04:38Untuk akses menuju puskes maskoto alam, bisa ditempul lewat mana saja, Bu? Sejauh ini akses yang masih terbuka, pasti bencana?
04:47Kalau akses kita sudah bisa lewat motor dan mobil sudah bisa, Bu, tapi agak jalannya berlumpur.
04:56Oh, oke. Dengan kondisi ini, Pak Muhari bisa di-drop, Pak, sejauh ini berarti ya?
05:02Pak Abdul Muhari, kalau tadi Bu Ilmita masih ada akses yang bisa dilalui, berarti bisa ditempu segera begitu ya untuk drop tangki air dan juga kebutuhan lainnya, Pak Muhari?
05:12Oh, tampaknya ada kendala komunikasi, nanti kita perbaiki dulu.
05:18Tim saya akan turun ke...
05:21Silahkan, silahkan, Pak.
05:24Halo?
05:27Ya, sudah terhubung kembali. Silahkan, Pak Muhari.
05:29Ya, selama masih bisa ditempuh dengan jalur darat, saya akan segera kau luncur ke lokasi puskes maskoto alam, Mbak Rizka.
05:42Ya, ini yang kita harapkan, Pak Hermawan, kalau kondisi pasca bencana ini kan yang paling vital tadi air bersih.
05:49Sejauh ini apa saja sih yang harus segera dalam kondisi ya, masyarakat juga bertahankan, kondisi pasca bencana ini ada risiko penyakit di depannya?
05:59Sebenarnya untuk daerah-daerah yang memang sudah teridentifikasi rawan bencana, itu ada upaya mitigasi sebenarnya.
06:06Bahkan di level nasional, kita punya pusat krisis kesehatan.
06:09Jadi menangani bencana dan juga krisis kesehatan itu bukan sekedar saat kejadian atau setelahnya, tapi bahkan sebelumnya.
06:16Jadi ada upaya prakrisis, namanya persiapan prakrisis.
06:20Dan kalau kita lihat betapa pentingnya air bersih dan juga infrastruktur dasar seperti listrik, ini juga menjadi bagian yang integratif dengan upaya kesehatan itu sendiri.
06:30Hanya saja memang Mbak Friskra, sekarang ini bencana yang kita hadapi ini cukup menantang ya, dalam arti sebarannya, itu daya rusaknya di hampir seluruh wilayah yang terdampak ini,
06:43memang membuat tekanan pelayanan kesehatan juga itu juga berdampak.
06:47Kalau kita tidak harus kita bandingkan, tapi dulu saat kita terlanda tsunami, itu zonasinya itu terukur karena di daerah pesisir.
06:56Dan sehingga ketika bantuan, air bersih maupun infrastruktur dasar disiapkan, posisi untuk kita mengatur strategi itu lebih terlihat.
07:05Area terpusat?
07:06Terpusat, areanya jelas.
07:08Nah sekarang ini klusternya itu luar biasa, terutama di daerah-daerah perbukitan, di lembah, dan saya cukup sering keliling di Sumatera Barat misalnya ya,
07:18betapa daerah-daerah seperti Agam ini secara topografi itu memang sangat menantang, termasuk Tanah Datar, Padang Pariaman, Padang Panjang,
07:26semua itu daerah yang memang konturnya itu berlembah, kemudian berbukit, dan juga bersungai-sungai.
07:32Dan kadang aksesnya juga menjadi sulit kalau semuanya ini terdampak.
07:36Tapi kita ingin sekali ada upaya yang memang integratif.
07:42Nah Alhamdulillah misalnya kami terus berkoordinasi di Sumatera Barat ini kebetulan ketua pengurus daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia,
07:50justru Bapak Sekda sendiri.
07:52Nah sehingga upaya kami untuk melakukan mitigasi yang sifatnya rescue, bantuan, ini seiring sejalan juga dengan konsolidasi daerah-daerah.
08:01Nah yang paling penting sebenarnya memang saat ini yang paling diperlukan itu bukan dari nakesnya semata,
08:07tapi juga keterlibatan seperti BNPB, kemudian juga BPBD, dan juga seluruh stakeholders lain.
08:13Dan SDM semuanya juga dibutuhkan. SDM nakes karena selama ini kan kalau kita bicara koordinasi kebijakan dan penanganan daerah itu mengandalkan dinas kesehatan.
08:25Tetapi begitu banyak daerah-daerah dengan skala luas yang luar biasa, maka terjadi tekanan terhadap sumber daya kesehatan.
08:32Itu sebab kita butuh memang mobilisasi.
08:34Jadi saya salut pada Kementerian Kesehatan khususnya Wakil Menteri Kesehatan ada Dr. Benny Oktiavianus, saya sudah diskusi.
08:43Dua-tiga hari yang lalu beliau turun langsung ke lapangan ke Aceh dan seterusnya, segera mengonsolidasikan.
08:49Tetapi respon ini kita anggap ini harusnya kita bisa perkuat lagi.
08:53Nah untuk memobilisasi tenaga kesehatan dari berbagai mungkin provinsi yang dekat, seperti Riau, kemudian juga bisa Jambi, atau bahkan Sumatera Selatan,
09:01dan juga bahkan dari Jakarta untuk juga kita turun.
09:05Nah kami pun sudah turun dengan tim ini di berbagai provinsi ini, tiga provinsi terutama Aceh, kemudian Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
09:13Nah tentu tidak mudah kesehatan sendiri yang akan menjadi persoalan kita itu sebenarnya justru setelah ini.
09:20Nah dalam periode ini, Bu Yalmita di sana ada berapa tenaga kesehatan, Bu, kalau di tempat Ibu, di Puskesmas Kota Alam?
09:31Ya kami semuanya, Bu, lebih kurang 50 orang, Bu.
09:36Oh 50 orang ya di sana?
09:40Nah 50 orang itu saat ini apakah kondisinya cukup?
09:44Penyebarannya seperti apa, Bu, pembagian tugasnya dalam kondisi bencana ini?
09:47Kalau pembagian tugas kami cukup, Bu.
09:53Lagian kami juga dibantu oleh 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Agam nanti dipiket-piketkan sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh Dinas Kesehatan, Bu.
10:02Oh, jadi kita bersyukur secara tenaga di sana cukup, tapi tadi ya belum bisa pasien rawat inap karena belum tersedia air bersih.
10:12Dan listrik.
10:12Dan listrik juga di Puskesmas Kota Alam.
10:15Bu Yalmita, karena ada Pak Abdul Muhari di sini, apa yang ingin disampaikan, Bu, agar penanganan Ibu di lapangan bersama nakas itu bisa berjalan lebih baik lagi, bisa menerima lebih banyak lagi pasien?
10:26Ya, terutama yang ingin saya sampaikan, Pak, kami mohon disegerakan air bersih karena sudah ada pasien-pasien yang seperti diare, bantuk pilek, demam, ispa, kadang-kadang butuh perawatan, Pak.
10:46Sementara kami tidak ada air bersih.
10:48Tapi kalau listrik, Pak, kami sudah masuk kemarin sore, alhamdulillah sudah aliran listrik, kita sudah hidup, Pak.
10:54Oh, listrik sudah masuk, tapi air bersih, silakan Pak Abdul Muhari.
11:02Ya, barusan saya sudah mengontak BPPD Provinsi Sumatera Barat untuk segera menggeser mobil tanki air yang mereka punya.
11:10Dan tentu saja informasi ini akan saya teruskan juga ke PDAM Kopaten Agam, supaya bisa segera melakukan pemulihan saluran air bersih.
11:17Karena bagaimanapun mobil tanki itu sifatnya sementara.
11:21Tapi pemulihan saluran PDAM yang kita harapkan bisa permanen, nanti supaya Puskesmas tidak lagi terganggu.
11:31Inci sudah saya kontak untuk segera mengirimkan mobil tanki airnya.
11:34Baik, terima kasih Pak Abdul Muhari.
11:36Tadi langsung di respons ya, Bu Yalmita, di diskusi ini langsung dikerahkan menuju ke Puskesmas Koto Alam dari Sumatera Barat.
11:44Semoga segera sampai air bersihnya, pelayanan kesehatan lebih baik lagi.
11:48Ibu Yalmita, terima kasih sudah bergabung di dialog ini untuk Pak Abdul Muhari dan Pak Hermawan Saputra.
11:54Sekarang kami akan lanjutkan lagi, Usaha Jeddah di Sapa Indonesia Malam.
11:57Masih di Sapa Indonesia Malam, Kementerian Kesehatan memastikan percepatan perbaikan fasilitas kesehatan terdampak bencana.
12:04Berbagai upaya dilakukan agar korban bencana bisa tertangani.
12:09Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus bilang,
12:1231 rumah sakit dan 156 Puskesmas terdampak bencana banjir di Longsor, di Sumatera.
12:19Puskesmas yang terdampak itu 31 rumah sakit, 156 Puskesmas, dengan rincian Aceh 13 rumah sakit, Puskesmasnya 122.
12:32Lalu Sumatera Utara 18 rumah sakit dan 22 Puskesmas, dan Sumatera Barat 9 Puskesmas.
12:38Nah ini yang ditugaskan kepada kami, kesana melihat agar segera fasilitas kesehatan itu,
12:46mana yang bisa beroperasi, mana yang sama sekali tidak bisa beroperasi, mana yang bisa segera kita tolong segera.
12:57Kita masih berbincang, langsung dari Banda Aceh ada Bapak Abdul Muhari,
13:01Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,
13:05dan Pak Hermawan Saputra, Ketua Terpilih Pengurus Pusat Ingkatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.
13:09Pak Abdul Muhari, kalau sampai saat ini,
13:12mana saja daerah yang sudah terjangkau bantuan khususnya soal pelayanan kesehatan,
13:16dan mana saja yang masih terhambat?
13:20Ya, Mbak Friska, hari ini kami di Provinsi Aceh,
13:24itu ada satu progres yang sangat signifikan dalam hal
13:28pembukaan atau pemulihan kembali layanan kesehatan masyarakat.
13:35Pertama, untuk RSUD di Aceh, Tamiang.
13:39Aceh, Tamiang ini kita ketahui salah satu daerah yang terdampak paling parah
13:43dan terisolasi dalam minggu pertama.
13:46Alhamdulillah, kemudian jalur darat dari Medan via Langkat lalu ke Aceh, Tamiang
13:51itu sudah terbuka tiga hari yang lalu.
13:54Tetapi permasalahannya adalah ada sekir lebih dari seribut yang listrik yang rusak,
13:59yang dihantam oleh banjir bandang.
14:01Nah, PLN dalam mengupayakan optimalisasi agar layanan kesehatan masyarakat
14:09di RSUD di Aceh, Tamiang bisa segera dipulihkan,
14:12itu mengirimkan genset 100 ribu watt untuk khusus dedikasi pada RSUD di Aceh, Tamiang.
14:22Nah, ini sudah kita deliver kemarin.
14:26Dan per hari ini RSUD sudah bisa kembali dipulihkan sambil personil TNI Polri itu
14:38membersihkan lantai satu dari RSUD ini.
14:41Lantai dua tetap ada pasien dan dengan menyalanya listrik ini, insya Allah,
14:45ke depan ini layanan masyarakat terutama kesehatan yang layak itu sudah bisa diberikan.
14:49Yang kedua, Mbak Friska, siang ini kami juga berhasil mengirimkan via udara
14:56genset 250 ribu watt khusus untuk RSUD di Takengon, Aceh Tengah.
15:07Aceh Tengah hingga saat ini masih jembatan yang rusak dan perbaikan jembatan ini
15:13mungkin memerlukan waktu seminggu ke depan.
15:15Sedangkan tentu saja mungkin layanan kesehatan masyarakat sudah tidak bisa menunggu kita tahu
15:19fase-fase ini mungkin fase-fase tumbuhnya, tersebarnya beberapa ragam penyakit
15:24karena sudah mulai kering, ada mungkin kotoran-kotoran dan seterusnya.
15:30Ini, Alhamdulillah, siang tadi pukul 1.30 genset ini sudah mendarat di Takengon.
15:36PLN langsung menggeser genset ini ke RSUD Takengon di Aceh Tengah.
15:42Dan insya Allah, mulai besok ini juga sudah mulai menyala.
15:46Kami harapkan ini benar-benar bisa membantu saudara-saudara kita di Aceh Tengah
15:51dan Aceh Tengah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik.
15:54Mbak Friska.
15:55Nah, ini jadi kabar yang baik.
15:58Ada harapan terutama tadi di Takengon dan juga di Aceh Tengah bisa sudah masuk bantuan ini.
16:04Pak Hermawan, dalam kondisi seperti ini, apakah memang RSUD itu nantinya bisa jadi pusat?
16:09Tidak hanya pelayanan kesehatan, tapi juga warga bisa mengungsi karena kondisinya kan lebih kondusif dibandingkan tempat lain.
16:16Sebenarnya ada dua fokus kita yang harus dijalankan paralel, Mbak Friska.
16:19Pertama, menjaga kesehatan itu sendiri agar tidak jatuh sakit.
16:24Yang kedua, orang yang sakit diobati.
16:26Nah, kalau kita bicara rumah sakit, tentu itu bagian dari pelayanan dan perawatan bagi mereka yang sudah bermasalah kesehatan.
16:33Tapi sebenarnya yang harus kita gerak cepat adalah mereka yang kekurangan air bersih.
16:39Jadi urutannya kita sangat memerlukan air bersih.
16:41Dengan demikian, mandi, kemudian makan, minum, itu dalam keadaan baik dan sehat.
16:46Yang kedua, pakaian dan juga hijinitas.
16:50Jadi kalau ada air, dia bisa mandi, bisa berbersih.
16:53Tapi juga kalau tidak ada pakaian yang layak, ini juga bermasalah.
16:57Makanya kita himbau agar kita semua ada juga yang sekelompok masyarakat yang memberikan sumbangan atau juga bantuan segera untuk pakaian yang layak dan bersih.
17:07Supaya tidak terkontaminasi dengan jamur, dengan bakteri, protozoa, atau mikroorganisme penyebab penyakit.
17:15Nah, yang pasti akan ada resiko-resiko.
17:18Karena ada air tergenang, kemudian lumpur di mana-mana, hijinitas yang belum sepenuhnya, tidur mungkin masih sembarangan tempatnya.
17:26Nah, ini semua harus dijaga, termasuk trauma healing.
17:29Artinya, kesehatan mental dan kesehatan fisik ini paralel.
17:33Ini yang kita sebut dengan upaya kesehatan masyarakat.
17:35Health protection, melindungi masyarakat agar tidak jatuh sakit dan kesehatan tetap terjaga.
17:41Nah, kita bergeser ke rumah sakit, itu kalau sudah ada masalah, mereka yang terkena tertimpa pohon, tergores, patah tulang, itu harus segera.
17:52Nah, oleh karena itu memang, tentu rumah sakit itu bukan tempat untuk mengungsi, tetapi tempat untuk melakukan tindakan cepat atas penyelamatan nyawa.
18:02Dan basic life support harus segera dilakukan.
18:06Nah, ini bagian dari mitigasi kesehatan dalam keadaan krisis.
18:09Jadi bahkan, rasanya sih di seluruh puskes masyarakat yang ada, tenaga kesehatan itu sudah siap.
18:15Tapi kan persoalannya bukan karena tenaganya saja, tapi juga perlengkapannya, peralatannya.
18:20Sarana-prasarananya.
18:21Sarana-prasarananya.
18:22Kalau tenaga kesehatan juga tidak memiliki sarana dasar untuk basic life support, itu juga akan terkendala.
18:29Makanya kita senang dengan respon cepat dari Kemenkes tadi, melalui Womenkes gitu ya, Dr. Benny Oktavionos.
18:36Kemarin saya memang diskusi dengan beliau, Pak Womenkes, dan Alhamdulillah ada gerak cepat seperti yang kita dengarkan sekarang.
18:43Tetapi ini belum cukup.
18:44Karena klaster bencana kita ini luas sekali.
18:46Maka itu perlu juga kiranya teman-teman dari organisasi profesi, kampus-kampus yang memiliki tenaga kesehatan atau program studi kesehatan
18:55untuk bersama-sama kita turun memperkuat, fokus pada penjagaan kesehatan sekaligus pengobatan bagi mereka yang sudah jatuh sakit, Pak Friska.
19:02Ya, Pak Abdul Muharri terakhir.
19:05Saat ini kan ada di laporan tadi, Jurnalis Kompas TV di Aceh dan juga Kabiro Kompas TV di sana
19:11bahwa ada empat kabupaten setidaknya yang masih banyak yang terisolasi adalah di Aceh bagian tengah.
19:16Basic life support-nya kan mulai dari makanan, minuman, dan juga pelayanan kesehatan terutama air bersih ini harus segera disalurkan sepaket.
19:24Dalam kondisi akses yang terbatas, bagaimana strategi cepat BNPB dalam hal ini bersama juga dengan para perangkat terkait?
19:31Di logistik di daerah-daerah yang saat ini masih terbatas akses daratnya, ini ada tiga kabupaten, Mbak Friska, Aceh, Tengah, Benar Meriah, dan Gayo Lues.
19:45Ini tetap kita optimalkan dorongan logistik via udara.
19:49Jadi memang untuk logistik via udara ini kita optimalkan khusus untuk permakanan.
19:57Jadi yang non-permakanannya kita lihat dulu kalau permakanannya sudah cukup baru non-permakanannya kita dorong.
20:02Permakanan ini termasuk juga makanan siap saji tentu saja, kemudian vitamin, obat-obatan,
20:08bantuan presiden sangat banyak khusus untuk vitamin dan obat-obatan ini.
20:12Dan kemudian air bersih kemasan, air minum kemasan.
20:14Ini yang kita dorong memang tonase dari unit satuan udara ini terbatas ya, artinya tidak seperti tonase truk.
20:25Misalkan tonase truk itu bisa 10 hingga 15 ton, sedangkan tonase bantuan udara heli kita yang paling besar itu hingga 2,5 ton.
20:33Kalau yang heli kita rata-rata untuk ngejar titik-titik kantong pengungsi bukan untuk dropping di tengah keopaten,
20:40itu rata-rata 800 hingga 1 ton.
20:43Nah ini kita coba optimalkan khusus untuk permakanan dan air minum kemasan.
20:49Nanti setelah misalkan seperti Aceh Tamiang yang sudah terbuka akses daratnya,
20:57baru dukungan kita sifatnya yang non-permakanan.
21:00Misalkan salah satu yang paling penting Mbak Friska adalah
21:05karena masih sangat banyak pengungsian terpusat, ada pelayanan kesehatannya di situ,
21:18ada dapur umumnya di situ, ada toilet portable-nya di situ, ada lain psikososialnya di situ.
21:22Jadi ini secara bertahap beriringan dengan pembukaan akses, nanti kita akan atur lebih baik lagi.
21:29Jadi saudara-saudara kita yang satu tidak memiliki tempat tinggal,
21:34ini akan kita atur dulu dalam satu tempat bungi sambil kita bangunkan hunian sementaranya.
21:41Semoga ini bisa berjalan cepat simultan di berbagai daerah karena tantangannya juga medannya sangat luas di bencana ini.
21:48Terima kasih Pak Abdul Mohari, Kapus Datin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
21:51Terima kasih Pak Hermawan Saputra dari Ketua Terpilih Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan dan Syarikat Indonesia.
21:57Selamat malam, terima kasih banyak.
21:58Selamat malam, sehat selalu.
21:59Sehat selalu Pak Abdul Mohari dan kawan-kawan di lapangan.
Komentar