00:00Intro
00:00Saya ke Pondok Pesantren Darul Muhlisin
00:12Sudah ada polisi yang turun di sana untuk mengambil sampel kayu
00:16Dari mana sumbernya untuk diinvestigasi
00:19Sudah ada perkembangan terkait dengan hal ini
00:21Memang seperti itu
00:23Yang dibawa arus ya, semua kayu
00:26Kita akan ambil evaluasi dulu
00:29Bagaimana lagi ambil langkah ke depan
00:32Sudah tidak hanya Pondok Pesantren Darul Muhlisin
00:38Yang terkepung oleh gelondongan kayu
00:43Saya juga mengunjungi desa kota lintang bawah
00:46Yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang
00:48Yang juga terempas gelondongan kayu
00:50Bahkan hingga menghancurkan rumah-rumah masyarakat di sana
00:54Ada tiga orang saksi mata yang saya temui kala itu
00:57Dan menceritakan bagaimana mereka bertahan hidup
01:00Pada saat banjir bandang datang
01:02Bahkan bertahan di atas gelondongan kayu
01:05Saya akan hadirkan penelusuran saya
01:06Gambar yang terlihat adalah tumbukan kayu sudara yang ada di
01:28Mungkin pesisir ataupun bantaran sungai Tamiang yang terbawa oleh banjir bandang
01:37Dan kan banyak sekali menghancurkan rumah warga
01:40Saya akan coba berbincang dengan salah satu warga yang masih bertahan tinggal di
01:46Bantaran sungai Tamiang dengan ibu siapa bu?
01:50Parnida
01:51Bu Parnida
01:52Dari awal tinggal di sini?
01:53Ya
01:54Bertahan hidupnya seperti apa?
01:58Di mana aku ada air itu kami satu belah bagi-bagi dua sama bapak
02:01Selama tiga hari
02:03Asa-basa hongkongan
02:05Kalau kayu ini datangnya dari mana bu?
02:08Ibu tahu?
02:08Pucuk sungai Lantai Lestan namanya mungkin
02:10Di Aceh Tenggara sana
02:12Pucuk sungai di Lestan sana
02:15Artinya ketika banjir bandang itu datang
02:18Ibu kan bertahan di sini
02:19Kayu-kayu ini juga ikut terbawa arus
02:22Ya ya dah
02:23Belok-belok sini rumah ini dah rame-rame
02:25Sudah padat semua
02:26Baru kemari
02:27Tapi rumah saya hanyut sebelum ada kayu
02:30Oke
02:31Artinya air dulu
02:32Baru datang kayu ini
02:33Mungkin ada yang ingin ibu sampaikan ke pemerintah
02:38Soal kondisi saat ini
02:39Kalau bisa bantuan bersihkan inilah
02:42Kayu dengan alat berat ya kan
02:45Kamu gak bisa ngomong lagi
02:47Itu aja lah
02:50Ibu tidak bisa berkata-kata lagi
02:53Kita bisa, kami udah capek, udah capek nangis
02:55Oke, kita berharap bisa bantuan segera datang Bu ya
03:00Entah itu untuk membersihkan dan juga makanan
03:02Bisa ditunjukkan itu jalan yang tadi juga kami susuri
03:07Jadi saudara memang situasinya hancur, porak-poranda
03:09Dan sampai di titik ini belum ada pembersihan jalan
03:13Setidaknya sampai dengan titik ini
03:15Saya akan coba masuk lebih ke dalam saudara untuk penunjukkan ya
03:19Kayu-kayu yang berserakan di
03:23Sesisir ataupun bantaran sungai Tamiang, di Aceh, Tamiang
03:29Itu juga ada anak-anak ya
03:32Ada anak-anak bermain di sini, gak pake sendal deh
03:35Tidak hati ya
03:37Ducuri, jangan anak
03:40Rumahnya gimana?
03:42Hancur rumah
03:43Hancur rumah
03:44Hancur rumah
03:46Oh, keluarga orangnya, Fes
03:48Belum makan belum?
03:50Belum
03:50Belum
03:51Belum
03:53Belum
03:53Belum
03:54Tadi kami ada keluarga di nek
03:57Bisa ternyata bayi
03:58Tapi yang besar-besar kami tahan lepan
04:00Kami ngasih anak-anak kecil
04:02Karena makan
04:04Kalau air minum bahan banjir
04:05Kami minum, kami rumpas
04:07Makan, karena ada air banjir
04:09Ada apa-apa
04:12Tidak ada asis untuk kami ke sana
04:13Kalau kami rumpas
04:16Tidak apa-apa
04:17Yang penting anak-anak kecil ini
04:18Karena kami dari pertama banjir
04:21Kalau dibilang ke
04:23Kenapa kami tidak ngusih
04:24Karena kami dihantung air
04:25Tanggal 27
04:26Kalau tidak salah air yang langsung
04:28Ini malah datang
04:30Malam Jumat ada orang ngomong
04:32Tolong, tolong kami lapar
04:34Setiap hari om
04:35Tolong kami lapar
04:37Tolong ada resahin
04:38Kami tidak bisa tolong
04:39Kami bertahan di situ semuanya
04:41Keluarga-keluarga
04:42Ada suara itu ya?
04:43Suara itu setiap hari
04:44Sampai kami tergi om
04:45Semua ini jadi saksi kami
04:48Tidak bisa ngomong apa-apa kami
04:50Kalau dibilang trauma-trauma kali
04:52Tengah air kami terumbang
04:54Karena ini memang kami
04:55Anak kecil
04:56Dihantam dengan bata
04:57Kami hanya baju di badan ini
04:59Dan pertama baju di badan semua
05:02Kalau dibilang
05:03100%
05:04Kota lintang bawah ini
05:05Hangus semua
05:06Tidak ada tersisa
05:07Itu mata pencarian orang ini
05:09Di sini
05:10Gilang
05:10Tidak ada ancor
05:11Depan mata
05:12Bentar-bentar
05:13Tuh
05:14Tuh
05:14Tuh
05:14Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:15Tuh
05:16Tuh
05:16Tuh
05:16Tuh
05:17Tuh
05:18Tuh
05:19Tuh
05:19Tuh
05:20Tuh
05:20Tuh
05:20Tuh
05:20Tuh
05:21Tuh
05:22Tuh
05:24Tuh
05:25Tuh
05:26Tuh
05:27Di sini
05:28Itu saksi matanya ya
05:35Ini hamparan
05:52Kayu yang tadi kami bicarakan
05:55Saudara
05:55Dan kondisinya memang
05:57Sangat berbahaya ya
05:58Bisa dilihat
05:58Ada satu akses di sini
06:00Bisa ditunjukkan itu pohon yang sangat besar menghantam rumah di bantaran sungai Tamiyang
06:19Abang saksi mata waktu banjir dan kayu ini ada di sini
06:23Kami ada tujuh kepala keluarga di sini
06:25Ini rumah saya
06:27Ada anak bayi di sini
06:29Kami selamatin rumah ini udah hancur
06:31Kami estafet pakai ember
06:32Berenang
06:33Dari di sini ke situ
06:34Rumah matua saya
06:35Bayi di estafet pakai ember
06:36Bayi
06:37Ada tiga bayi kami estafet
06:39Habis itu
06:40Itu udah ngantam kayu semua
06:42Kami panik semua
06:43Akhirnya kami beran-beran dengan diri
06:45Air makin naik
06:45Di sini kami
06:46Tidur di sini
06:47Bikin jalan
06:48Abang tidur di sini
06:49Iya
06:49Semua satu keluarga
06:50Ada tujuh kepala keluarga di sini tidur
06:52Ampar-amparan ini
06:54Ini bang lah
06:55Ampar-amparan ini
06:56Ini rame nih
06:57Pertahan hidup kami bang
06:59Tiga hari tiga malah gak makan
07:00Ini di atas nih
07:02Kalau tidur di sini
07:02Goyang-goyang
07:03Karena ini air bawahnya
07:05Atasnya kayu
07:06Akhirnya kami beran-beran dengan diri
07:09Tidak makan
07:10Kami kasih nama si bayi
07:11Anak kecil
07:12Orang perempuan
07:13Kalau kami laki-laki gini
07:14Insya Allah bisa lah
07:15Lompat-lompat
07:16Kesana-kesana
07:17Kemari bisa lah
07:17Saya pun hampir ranyut di sini
07:19Saya ngelamatin anak itu
07:20Ini menunggu
07:22Om kesana lagi
07:22Itu banyaknya kayu
07:23Cuma ada rumah lagi
07:24Cuma pepohonan sesawit
07:26Ini lah rumah saya terakhir
07:27Ini
07:27Ini berada pada hancur
07:29Ini ada tiga rumah sini hancur
07:31Karena itu rumah
07:32Darat ludus
07:33Tergulung
07:33Saya minta maaf
07:36Kalau masih ada yang belum
07:37Kita sedang bekerja keras
07:39Ya kita berusaha
07:41Kita tahu di lapangan
07:42Sangat sulit
07:42Kita tidak boleh tebang
07:44Pohon
07:45Sembarangan
07:46Saya minta
07:48Pemerintah
07:49Daerah
07:49Semua
07:49Lebih waspada
07:51Lebih awasi
07:53Kita jaga
07:55Alam kita dengan sebaik-baiknya
07:57Pertama karet
08:00Aceh kosit dulu karet
08:01Ini begitu
08:03Perubahan
08:04Kawit
08:05Sudah bisa beroperasi
08:07Belum untuk kebanjiran
08:07Sudah
08:08Hari ini mulai
08:10Selamat menikmati
Komentar