Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional mendefinisikan "makan bergizi" sebagai hak dalam konteks pemenuhan gizi yang spesifik bagi anak Indonesia di berbagai rentang usia.

Bagaimana BGN mendefinisikan dan merealisasikan hal tersebut?

Simak dialog eksklusif KompasTV bersama Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, untuk membahas soal makan bergizi dan pemenuhan gizi anak Indonesia.

Baca Juga Usai Mobil SPPG Tabrak Siswa SD di Cilincing, BGN Minta MBG Diantar di Luar Pagar Sekolah di https://www.kompas.tv/nasional/637321/usai-mobil-sppg-tabrak-siswa-sd-di-cilincing-bgn-minta-mbg-diantar-di-luar-pagar-sekolah

#mbg #badangizinasional #makanbergizi #kepalabgn

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/637457/full-kepala-bgn-kupas-tuntas-makan-bergizi-pemenuhan-hak-anak-indonesia-sapa-malam
Transkrip
00:00Intro
00:00Saudara dapur SPPG di desa Karanggondang, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan
00:10berisi relawan yang 70%nya adalah kaum milenial dan gen Z.
00:16Salah satu gen milenial, Darwini, yang juga menjadi koordinator pemorsian,
00:23menyatakan senang memberikan atau diberikan kesempatan untuk menjadi relawan di SPPG
00:28untuk memenuhi gizi anak-anak.
00:30Meskipun berbeda generasi, namun mereka kompak dalam bekerjasama
00:33dan memberikan inovasi baru sehingga membuat suasana dapur SPPG di wilayah ini terasa lebih berwarna.
00:41Darwini juga menambahkan tidak pernah ada kendala bekerja dengan relawan
00:44yang umurnya jauh lebih muda darinya.
00:51Aku sebagai koordinator pemorsian.
00:54Tugasnya itu memastikan tempat nasi dan tutupnya itu sudah tersedia.
01:03Terus juga memastikan bahan-bahan seperti nasi, susu, atau buah-buahan itu terpenuhi semua
01:10sampai dari pertama pemorsian sampai akhir itu tidak ada kekurangan.
01:14Kalau misalkan ada kekurangan, kita juga selalu sebelum selesai pemorsian,
01:19kita sudah konfirmasi sama ahli gizi.
01:22Ya, dinamikanya kita buat enjoy aja.
01:24Kalau saya kan tidak ibu-ibu ya,
01:26pasti kita menyesuaikan aja sama yang genzinya itu,
01:31biar kita itu sejalan, sepemikiran dia juga,
01:34biar kerjanya itu enak.
01:36Dan saudara, saat ini kita sudah bergabung dengan Kepala Badan Gizi Nasional,
01:43Dadan Hindayana, melalui sambungan virtual untuk membahas pemenuhan gizi anak Indonesia
01:48yang menjadi hak-hak anak-anak kita.
01:50Selamat sore, Pak Dadan.
01:53Selamat sore, Mas Resdi.
01:54Baik, Pak Dadan, kita bahas soal pemenuhan gizi.
01:58Saya mulai dari bagaimana Badan Gizi Nasional mendefinisikan makan bergizi
02:03dalam konteks pemenuhan gizi spesifik untuk anak Indonesia di berbagai rentang usia, Pak Dadan.
02:08Ya, tentu saja kita melakukan pemenuhan gizi
02:16dan disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing penerima manfaat
02:23dan itu disesuaikan dengan peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah,
02:28terutama Kementerian Kesehatan,
02:29di mana angka kecukupan gizi masing-masing tahap penerima manfaat harus terpenuhi.
02:35Yang kedua, tentu saja komposisi gijinya juga harus sesuai
02:40sehingga bisa dihasilkan menu dengan gizi seimbang.
02:44Dan itu penting sekali, terutama dengan penerima manfaat
02:48mulai dari Ibu Hamil, Ibu Yesuwi, Anak Balita,
02:51serta seluruh anak sekolah dari Pak Unsa sampai tingkat SMA dan Satri
02:56serta sekolah keagamaan lain.
03:00Ini penting untuk mengintervensi seribu hari pertama,
03:04terutama untuk menghasilkan tingkat kecerdasan anak-anak
03:07dan kemudian ketika anak tumbuh secara fisik dari usia 8 sampai 18 tahun,
03:15kita harus penuhi juga angka kecukupan gizi dan komposisi gizi seimbangnya
03:19agar mereka bisa tumbuh dengan fisik yang kuat ya,
03:24tubuh dengan tumbuh tinggi yang optimal
03:27sehingga kita bisa menghasilkan generasi pendatang yang cerdas
03:32karena seribu hari pertamanya kita intervensi
03:34dan pertumbuhan fisiknya juga optimal
03:37karena pada saat usia pertumbuhan kita intervensi dengan gizi seimbang.
03:42Oke, bicara kecerdasan anak pededan,
03:46ini kita bicara juga aspek kognitif, kesehatan fisik,
03:48lalu produktivitas anak juga.
03:51Nah, dalam konteks pemenuhan gizi secara spesifik,
03:54bagaimana yang optimal melalui inisiatif ini
03:56berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya
03:59atau SDM di Indonesia di masa depan,
04:01termasuk yang saya sebutkan tadi dalam aspek kognitif,
04:03kesehatan fisik, dan juga produktivitas anak-anak?
04:06Ya, kecerdasan itu ada dua faktor ya, faktor internal dan eksternal.
04:12Internal itu adalah genetik, itu juga penting.
04:15Tetapi kemudian genetik saja tidak cukup
04:18karena pada dasarnya dia harus dipasok dengan nutrisi komposisi gizi
04:24yang memungkinkan organ-organ berkembang dengan sangat baik
04:27sehingga dia kemudian mendapatkan asupan
04:31yang memungkinkan dia bisa berkembang otaknya.
04:34Dan kecerdasan ini dibentuk utamanya pada seribu hati pertama kehidupan.
04:40Oleh sebab itu, maka kita selalu mengintervensi
04:42dan mengutamakan intervensi anak mulai dalam kandungan
04:45sampai dia dua tahun di luar kandungan.
04:48Dan ini kita fokuskan untuk menghasilkan anak-anak
04:51dengan generasi yang cerdas ke depan.
04:54Dan saya kira ini hal yang sangat penting.
04:57Setelah itu baru kita maintain mereka
05:00agar tetap mereka bisa fokus,
05:02bisa memenuhi kebutuhan gizinya,
05:05bisa tetap, bisa konsentrasi dengan baik
05:08dan terutama ketika masa pertumbuhan
05:10kita sokong dengan gizi seimbang
05:12agar pertumbuhan fisiknya optimal.
05:14Oke, tadi Pak Adadan sudah sedikit menyinggung
05:17soal intervensi gizi.
05:18Tapi intervensi gizi kunci apa yang menjadi prioritas
05:22utama dalam inisiatif ini Pak Adadan?
05:23Kelompok anak mana saja yang menjadi sasaran utama saat ini?
05:27Dan bagaimana strategi penjangkauan untuk memastikan akses
05:29yang adil terhadap gizi yang baik?
05:30Khususnya di daerah 3T ya, terdepan, terluar, tertinggal Pak Adadan?
05:35Ya, Mas Radin harus tahu bahwa
05:38penduduk Indonesia masih tumbuh ya.
05:41Masih 6 orang per menit, 3 juta per tahun
05:44dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta di tahun 2045.
05:49Nah, sekarang bukan masalah pertumbuhannya
05:51tetapi berasal dari kelompok mana
05:54anak-anak ini berasal.
05:57Dan kita sudah tahu sekarang bahwa
05:59anak-anak ini mayoritas adalah lahir dari orang tua
06:04yang pendidikan rata-ratanya 9 tahun.
06:07Bahkan di Jawa Barat itu hanya 8,8 tahun
06:11artinya rata-rata lulusan SD.
06:12Demikian juga di Jawa Tengah 8,01.
06:16Jawa Timur pun 8,11.
06:18Jadi mayoritas anak-anak yang tumbuh
06:21di 3 provinsi besar
06:23dilahirkan dari masyarakat yang pendidikan orang tuanya
06:26hanya lulusan SD.
06:28Dan kita tahu bahwa ketika orang tuanya lulusan SD
06:32kesempatan untuk bekerjanya
06:34peluangnya kecil ya.
06:36Mungkin hanya 1 dari 1000 bisa mendapatkan
06:39kesejahteraan yang cukup
06:40sehingga rata-rata pendapatannya 1 juta, 1 juta setengah
06:43dengan anak rata-rata 2,75.
06:46Dan itu tidak akan cukup untuk bisa memenuhi
06:49kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anaknya.
06:52Sehingga oleh sebab itu
06:54kita tidak heran 60% dari anak-anak itu
06:58tidak punya akses terhadap menu gizi seimbang.
07:01Dan kita tahu artinya 60% dari mereka
07:04juga jarang minum susu.
07:05Pada itu penting sekali.
07:06Dan oleh sebab itu Pak Presiden mengatakan
07:08makan bergizi adalah langkah strategik
07:10karena kita harus interpensi mereka
07:13dengan gizi seimbang
07:16agar mereka bisa tumbuh cerdas
07:18dan fisiknya kuat
07:20sehingga tumbuh sehat.
07:21Dan kita tahu bahwa
07:22masa kecil yang sehat
07:24itu akan menjamin pada masa dewasa
07:27dia memiliki produktivitas tinggi
07:29dan memiliki kesempatan untuk
07:31menghasilkan pendapatan yang cukup
07:34untuk hidupnya.
07:35Dan ketika di masa tuanya produktif,
07:37masa dewasanya produktif
07:38dipastikan dia akan menghasilkan
07:41generasi penerus yang jauh lebih baik
07:43dibandingkan ketika dia tumbuh.
07:46Nah, sebaliknya anak yang sakit
07:49atau kurang tumbuh baik
07:50dia memiliki kesempatan yang kecil
07:52untuk produktivitas tinggi
07:54dan itu tentu saja akan menghasilkan
07:56generasi juga yang kurang produktif.
07:58Jadi, makan bergizi ini sebetulnya
08:00untuk mengintervensi seluruh anak Indonesia
08:02dan terutama dari kalangan-kalangan
08:05yang rata-rata dilahirkan
08:07dari orang tua yang hanya pendidikannya
08:11rata-rata 9 tahun.
08:12Dan Mas Ade harus tahu
08:13itu tidak hanya di daerah terpencil
08:15justru anak terbesar yang mengalami stunting
08:19dan produktivitas tinggi
08:20menghasilkan keturunan
08:21itu ada di tiga provinsi besar
08:24yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
08:27Sehingga tidak heran ada 2 juta stunting
08:29anak-anak stunting dari tiga provinsi ini.
08:31Dan oleh sebab itu kita fokus mengerjakan
08:34di daerah agromerasi terlebih dahulu
08:36karena jumlah populasi terbesar
08:37ada di daerah ini.
08:39Nah, kemudian kita juga
08:40mengintervensi tentu saja
08:42di daerah terpencil
08:43dengan jumlah yang SPPG
08:45yang kita bangun
08:46nanti di daerah terpencil
08:46kurang lebih sekitar 8.200
08:49dan itu populasinya kurang lebih
08:51tidak lebih dari 3 juta.
08:53Jadi, yang 79 juta lebih itu
08:56ada di daerah agromerasi
08:57dan sebagian besar 60%
08:59ada di Pulau Jawa.
09:01Jadi, kita memang sengaja
09:03kita kerjakan di daerah agromerasi
09:07agar juga langkah kita
09:09terlihat masif
09:10dan juga dampaknya terlihat
09:13di masyarakat
09:14dan saya yakin
09:15bagi daerah-daerah
09:17yang sekarang sudah mengalami
09:18intervensi pemuluhan giji
09:20ada perkembangan yang lebih baik.
09:22Ya, justru fokusnya
09:23di wilayah agromerasi dulu ya.
09:25Kalau ada anggapan
09:26di daerah tertinggal
09:27justru malah
09:28di daerah-daerah agromerasi
09:30dengan provinsi-provinsi besar
09:31justru yang banyak
09:32tingkat stuntingnya tinggi.
09:34Pak Dadan, begini
09:35bicara soal
09:36masalah gizi
09:37ini kan melibatkan
09:39banyak aspek ya
09:40mulai dari pertanian
09:41kesehatan
09:42pendidikan
09:42sosial dan lain-lain
09:44bagaimana
09:45peran
09:45Badan Gizi Nasional
09:47ini membangun sinergi
09:48dan kolaborasi efektif
09:50dengan kementerian
09:51lembaga terkait
09:52sektor swasta
09:53organisasi masyarakat sipil
09:54untuk juga mengoptimalkan
09:55jangkauan program
09:57karena selama ini
09:57juga publik menganggapkan
09:58terkesannya masih
09:59bekerja sendiri-sendiri.
10:01Tapi tahan dulu
10:01jangan dijawab dulu
10:02Pak Dadan
10:02kami akan tanyakan itu
10:03setelah jadah di
10:04Sampai Indonesia Malam
10:04sesaat lagi.
10:05Tetaplah bersama kami.
10:15Kita kembali lanjutkan
10:16perbincangan kami bersama
10:18Kepala Badan Gizi Nasional
10:19Dadan Hindayana
10:20yang masih membahas
10:21soal pemenuhan
10:22Gizi optimal
10:23dalam program
10:24Makan Berizi Gratis.
10:26Pak Dadan
10:27tadi saya singgung
10:28soal masalah Gizi
10:29yang melibatkan
10:30banyak aspek ya
10:30ini kan banyak yang terlibat
10:31mulai dari
10:32sektor aspek pertanian
10:34kesehatan
10:34pendidikan
10:35sosial dan lain-lain
10:35bagaimana
10:37Badan Gizi Nasional
10:38ini membangun
10:39sinergitas juga
10:39antar lini
10:41antar kementerian
10:42misalnya
10:42lembaga
10:43sektor swasta
10:44organisasi masyarakat sipil
10:46untuk juga mengoptimalkan
10:47jangkauan program
10:48karena selama ini publik sepertinya menganggap
10:50ini masih bekerja sendiri-sendiri
10:52begitu Pak Dadan.
10:53Ya
10:54Badan Gizi dibentuk
10:56untuk mengisi kekosongan
10:57bagaimana
10:58intervensi
10:59pemenuhan
10:59Gizi
11:00terhadap
11:01seluruh anak Indonesia
11:03dilakukan
11:03dan
11:04seperti yang sudah saya jelaskan tadi
11:06kita
11:06melakukan
11:08target utama
11:09di daerah-daerah aglomerasi
11:10dan Badan Gizi
11:12mengembangkan
11:12intervensi
11:13pemenuhan Gizi
11:14melalui
11:14sebuah ekosistem
11:16dimana
11:17dilakukan melalui
11:18satuan pelayanan
11:18pemenuhan Gizi
11:19dan satu
11:20satuan pelayanan
11:21pemenuhan Gizi
11:22akan melayani
11:23kurang lebih
11:233.500 manfaat
11:25yang sentralistik
11:26dilakukan
11:27dan setelah dilakukan
11:29ternyata
11:29memang kita
11:30terlihat
11:32ada kebutuhan-kebutuhan
11:33besar
11:34terkait
11:34sinergitas
11:35dengan berbagai
11:36kementerian lain
11:37institusi lain
11:38bagian lain
11:39oleh sebab itu
11:40maka kemudian
11:41juga sudah dikeluarkan
11:42perpres ya
11:43yang terbaru
11:45dimana ada
11:46tim koordinasi
11:47dan itu
11:48kemudian
11:49masing-masing
11:50kementerian
11:51lembaga
11:52institusi
11:52melakukan
11:53tuk foksinya
11:54masing-masing
11:55pada bidangnya
11:56masing-masing
11:56Badan Gizi
11:57fokus pada
11:58intervensi
11:59pemenuhan Gizi
12:00pelaksanaan
12:01kemudian
12:02melakukan
12:03intervensi
12:05dan
12:05pembangunan
12:06SPPG
12:07seluas-luasnya
12:08dan kemudian
12:09pengawasan
12:10dilakukan oleh
12:11Kementerian Kesehatan
12:12BPOM
12:13kemudian
12:14Kesehatan
12:15dan Kementerian Dalam Negeri
12:17kebutuhan rantai
12:18pasok tentu saja
12:18ini jadi
12:19rahnah
12:20tuk foksinya
12:21Kementerian Pertanian
12:22untuk
12:23makan
12:24dan
12:24pertanian
12:25sementara
12:27untuk perikanan
12:28kan menjadi tuk foksinya
12:29Kementerian
12:30Kelautan
12:30dan Perikanan
12:31sementara
12:32untuk
12:33intervensi
12:33terhadap
12:34Balita
12:35ya Ibu Hamil
12:36menyusui
12:37kita bekerjasama
12:38dengan
12:38Kementerian
12:39Kependudukan
12:40dan Pembinaan
12:40Keluarga
12:41kemudian
12:42dengan Kementerian
12:43Pemberdayaan
12:44Perempuan
12:45dan Pelindungan
12:45Anak
12:46kita bekerjasama
12:47bagaimana
12:48agar
12:48calon-calon
12:49Ibu ini
12:50bisa kita didik
12:51terutama
12:52untuk
12:52pendidikan
12:55sebelum
12:56mereka
12:57menikah
12:58dan punya anak
12:59selain juga
13:00kemudian
13:01melakukan
13:01pemberdayaan
13:03secara ekonomi
13:04agar mereka
13:04bisa berdaya
13:05juga
13:05di masyarakat
13:07kemudian
13:08dengan Kementerian
13:08Koperasi
13:09Kementerian Desa
13:10UMKM
13:11penting
13:11karena rantai
13:12pasok
13:13secara kelembagaan
13:14merupakan
13:14topoksinya
13:15Kementerian
13:15tersebut
13:16baik dalam
13:17Masih
13:18BUMDES
13:19maupun UMKM
13:20dan tentu saja
13:21dengan TNI
13:22Polri
13:23kemudian
13:24lembah-lega
13:26masyarakat lagi
13:26seperti misalnya
13:27organisasi
13:28kemasyarakatan
13:29seperti
13:30Muhammadiyah
13:31NU
13:31Kadin
13:32Abji
13:33dan lain-lain
13:34semuanya
13:35sekarang
13:35ikut terlibat
13:36dalam program
13:37Makan Bergiji ini
13:38karena masing-masing
13:39memiliki tugas
13:40pokok fungsi
13:41masing-masing
13:41dan saya kira
13:42sinergitas ini
13:43harus kita
13:44jalin
13:45agar program ini
13:47bisa berjalan dengan baik
13:48seperti
13:48untuk bisa
13:50memberikan
13:51intervensi penuhan
13:52giji
13:52maka kita butuh
13:53bahan baku
13:54bahan baku ini
13:5599%
13:56adalah produk-produk
13:57pertanian
13:58jadi memang
13:58kita harus bekerja
13:59sama rap
14:00dengan
14:01kementerian lain
14:02lembaga lain
14:03dan juga
14:03institusi lainnya
14:05baik
14:05pada dan
14:06begini
14:07dalam perjalanannya
14:08program MBG ini
14:09kan
14:09tidak
14:10apa ya
14:11tidak terhindar
14:12dari berbagai kendala
14:13dan tantangan
14:14mulai dari
14:15dugaan keracunan
14:16anak-anak sekolah
14:17lalu juga ada
14:18dugaan
14:19makanan yang sudah
14:20tidak layak
14:20apa
14:21tidak layak
14:22santap
14:22karena sudah
14:23terlalu lama
14:24dan basi
14:25ini kan tantangan-tantangan
14:26terbesar yang dihadapi
14:27dalam implementasi
14:28program di lapangan
14:28sejauh ini bagaimana
14:29Badan Gizi Nasional
14:30melakukan evaluasi
14:31penyesuaian strategi
14:33misalnya
14:33midterm review
14:34untuk memastikan
14:35program ini
14:36tetap relevan
14:37dan juga efektif
14:38dan terhindar
14:38dari yang saya sebutkan
14:39tadi
14:40ya Alhamdulillah
14:41sampai sekarang
14:42kita sudah bisa
14:42membentuk
14:4317.600
14:45satuan penan
14:46pengunduhan Gizi
14:47di 38 provinsi
14:49di 509
14:50kaupaten
14:51dan 7.022
14:52kecamatan
14:53dan sebagian besar
14:54Alhamdulillah
14:55berjalan sesuai
14:56dengan yang diharapkan
14:57meskipun masih ada
14:58beberapa hal
14:59yang harus kita improve
15:00dan beberapa kejadian
15:02yang puncaknya
15:04pada bulan Oktober
15:05dan sekarang
15:06jauh menurun
15:07karena kita sudah
15:08banyak belajar
15:08di lapangan
15:09contoh di Yogyakarta
15:11itu ya
15:11Kareg
15:13atau Kepala Regional
15:14di sana
15:15melarang
15:16dua komponen
15:17bahan baku
15:18untuk digunakan
15:19dalam program
15:19Makan Bergiji
15:20yang kemudian
15:21kita dikasih
15:22itu salah satu
15:23penyebab
15:23makanan itu
15:24cepat basi
15:25nah ketika
15:26dua komponen itu
15:28yaitu
15:28santan
15:29sambal
15:30dihilangkan
15:33dari komponen
15:33bahan baku
15:34Alhamdulillah
15:35tidak pernah
15:36ada lagi kejadian
15:37yang tidak diharapkan
15:39jadi
15:40kemudian
15:41kita belajar banyak
15:42kita melakukan
15:42continuous improvement
15:43mulai dari
15:45penurunan jumlah
15:46penerima manfaat
15:47karena awal-awal
15:47kita
15:48SPPG-nya masih sedikit
15:49agar penerima manfaat
15:51lebih cepat
15:52maka kita
15:53bolehkan
15:53setiap SPPG
15:55melayani
15:554.000
15:56nah sekarang
15:56kita batasi
15:57maksimal
15:583.000
15:59itu pun
16:00kalau memiliki
16:01juru masak
16:02yang terampil
16:03kalau tidak memiliki
16:05juru masak
16:05yang terampil
16:06itu hanya boleh
16:072.500
16:08nah kemudian
16:09kita lakukan
16:09juga dengan
16:10beberapa
16:10alat uji
16:12seperti rapid test
16:13seperti yang dilakukan
16:14di SPPG
16:15Polri
16:15dan dengan demikian
16:17bahan
16:17kualitas bahan baku
16:19dan juga kualitas
16:20hasil masakan
16:21bisa deteksi
16:21secara cepat
16:22misalnya
16:23di SPPG
16:24Polri itu
16:25menemukan
16:26ada anggur
16:27yang mengandung
16:28siang tidak tinggi
16:29dan itu
16:30terampak
16:31mendarkan dari
16:33keracunan
16:34akibat bahan baku
16:35dan itu
16:35sekarang rapid test
16:37kita wajibkan
16:37di setiap
16:39SPPG
16:39untuk mengujuk
16:41kualitas bahan baku
16:42dan juga
16:42hasil masakannya
16:43juga harus dites kembali
16:44apakah nanti
16:45mengandung
16:46bahan-bahan
16:47yang akan
16:48mengganggu
16:49kesehatan
16:49penerima manfaat
16:50kemudian
16:51aspek
16:52higienis
16:53kita juga
16:53mewajibkan
16:54seluruh SPPG
16:55sekarang
16:55untuk menggunakan
16:56alas sterilisasi
16:57putre
16:58karena jumlahnya
16:59besar
16:59masif
17:00digunakan
17:01berulang
17:01dan itu
17:02akan lebih baik
17:02kalau memiliki
17:03alas sterilisasi
17:04putre
17:04dan
17:05yang paling penting
17:07juga
17:07kualitas air
17:08dari daerah
17:09ke daerah
17:10ini berbeda
17:10hasil penelitian
17:12Kementerian Kesehatan
17:13menunjukkan
17:1350%
17:14gangguan pencernaan
17:15akibat air
17:16yang mengandung
17:17ekoli
17:18kemudian
17:18minta
17:20ke sekolah
17:21seluruh SPPG
17:22kalau masak
17:23itu
17:23harus menggunakan
17:25air
17:26yang sudah
17:27tersertifikasi
17:28baik itu
17:28dalam kemasan
17:29maupun
17:30air isi ulang
17:32dengan peralatan
17:33yang sudah
17:34tersertifikasi
17:35nah itu
17:36langkah-langkah
17:36yang kita lakukan
17:37termasuk juga
17:38kita secara rutin
17:39sekarang
17:39melakukan
17:40pembinaan
17:41pelatihan
17:42untuk para pejabah
17:43makanan
17:43di Sabtu Minggu
17:44agar mereka
17:45terupdate
17:46secara kualitas
17:47baik
17:48baik
17:50kalau ada istilah
17:51mengatakan
17:52gak ada noda
17:53gak belajar
17:54gitu ya
17:54Pak Dedan
17:55jadi
17:55kalau memang ada
17:57ketidaksempurnaan
17:58di awal-awal
17:59ya harus disempurnakan
18:00dan sekarang
18:01sudah banyak belajar
18:02sehingga sekarang
18:03program MBG ini
18:05lebih komprehensif
18:06lebih juga bisa ditata
18:07begitu pengawasannya
18:08juga lebih diperketat
18:09kalau begitu
18:10terakhir begini
18:10Pak Dedan
18:11strategi spesifik
18:12yang harus dicapai
18:13dalam satu tahun
18:14hingga dua tahun ke depan
18:15kalau ini kan
18:16tahun pertama
18:16banyak permasalahan
18:18itu masih bisa dianggap wajar
18:19tapi kalau tahun kedua
18:20masih ada permasalahan
18:21nah ini harus dipertanyakan
18:22makanya harus ada
18:23target-target yang harus dipenuhi
18:25pemenuhan gizi anak
18:26lalu langkah-langkah inovatif
18:27yang harus diambil
18:29kira-kira
18:30apa yang
18:31yang akan diambil
18:32untuk mengakselerasi
18:33pencapaian target-target itu
18:34ya
18:35kita sekarang
18:36separalel
18:37untuk mempercepat
18:38penambahan jumlah
18:39perlima manfaat
18:40dengan penambahan jumlah
18:41satuan penuh
18:42penuhan gizi
18:43secara paralel
18:43kita melakukan
18:44grading
18:46atau
18:47assessment terhadap
18:48satuan penuh
18:49penuhan gizi
18:50dengan bekerjasama
18:51dengan ID survey
18:52seluruh SPPG
18:54yang ada ini
18:55sekarang sudah
18:56dievaluasi
18:57dan kemudian
18:58diases
18:58apakah
18:59kualitas
19:00masuk ke
19:01grade A
19:02grade B
19:02grade C
19:03dan sudah dilakukan
19:04dan ini
19:04saya kira akan
19:05mendorong seluruh
19:06satuan penuh
19:07penuhan gizi
19:08memiliki
19:09kualitas
19:10infrastruktur
19:11dengan layanan optimal
19:13dan saya yakin
19:14dengan adanya
19:15grading ini
19:16kualitas layanan
19:17termasuk juga
19:19kualitas makanan
19:20yang akan dihasilkan
19:21oleh satuan penuh
19:22penuhan gizi
19:23akan semakin
19:24baik
19:25dan Alhamdulillah
19:26kita sudah
19:28melihat
19:28hasilnya
19:29sekarang di bulan
19:30November
19:31kejadiannya
19:32turun drastis
19:34dan selama
19:35bulan Desember ini
19:37kejadiannya
19:37semakin jarang
19:38terdengar
19:39bukan karena
19:40tidak diberitakan
19:40tapi memang
19:41kualitas layanan kita
19:42semakin baik
19:43padahal jumlah
19:44SPPG yang meningkat
19:45tajam
19:45sekarang ini
19:46jumlah SPPG kita
19:47sudah 17.600an
19:49dan sudah
19:50berpaksim melayani
19:51lebih dari
19:5250 juta
19:5350 juta
19:541 juta
19:55primar manfaat
19:56di seluruh Indonesia
19:57dan saya kira
19:58tahun depan
19:59apalagi akan
20:00lebih baik ya
20:00karena kita sudah
20:01belajar
20:02Mas Radhi harus tahu
20:04bahwa belum pernah
20:05ada program
20:06seperti ini di Indonesia
20:07dan kita melakukannya
20:08sekarang dengan cepat
20:09dan kita
20:10belajar cepat
20:12kita belajar
20:13kejadian-kejadian
20:14sehingga
20:14continuous improvement
20:15selalu kita lakukan
20:16baik
20:17ini yang
20:18perlu dijaga bersama
20:20program ini
20:21harus diakui
20:22memang program yang
20:23baik untuk
20:24terutama untuk
20:24anak-anak
20:25sehingga
20:25jangan sampai
20:26pengawasannya juga
20:27kendur
20:28jangan sampai juga
20:29pelaksanaannya juga
20:30tidak tertata
20:31sehingga
20:31kedepannya
20:32perwujudan Indonesia
20:33emas untuk
20:34anak-anak Indonesia
20:34bisa segera terwujud
20:36terima kasih
20:36Kepala
20:38Badan Gizi Nasional
20:39Pak Dadan Hidaina
20:40telah berbincang
20:41berbincang bersama kami
20:41di Sapa Indonesia Malam
20:42sampai jumpa lagi Pak
20:43selamat malam
20:44selamat malam
20:44terima kasih
20:45saudara kami
20:46akhiri Sapa Indonesia Malam
20:48berbincangan tadi
20:48mengakhiri jumpa kita
20:49dan kami ingatkan
20:50Anda untuk selalu
20:51penuhi kebutuhan
20:52hidrasi Anda sepanjang hari
20:53dengan air mineral
20:54yang pasti
20:55kesejukannya
20:56saya Radis Saputro
20:57sampai jumpa
20:58terima kasih
Komentar

Dianjurkan