00:00Saudara hari ke-20 pasca bencana Sumatera, korban bencana masih membutuhkan berbagai bantuan dari makanan hingga air bersih.
00:08Lalu bagaimana perkembangan penanganan bencana Sumatera, kita akan bahas bersama tenaga ahli utama KSP,
00:13Respiratory Saddam Aljihad. Selamat datang, Mas Saddam.
00:17Kami juga sudah hubungi Nasir Jamil, anggota DPR RI, fraksi PKS Dapil Aceh, tapi masih belum bisa bergabung bersama kami.
00:24Mas Saddam, ini sudah 20 hari pasca bencana, Pak Presiden juga sudah 3 kali ke sana.
00:28Bagaimana kita akan bisa meyakinkan publik kalau percepatan ini sedang terjadi ketika masih ada daerah yang belum sepenuhnya mendapatkan bantuan secara merata?
00:35Betul, jadi memang di awal itu kita terhambat dengan arus logistik ya, artinya ada jembatan yang terputus,
00:45kemudian ada jalan yang mengalami permasalahan, tapi sekarang kita bisa melihat itu dari 36 ruas jalan yang bermasalah,
00:55itu sudah 20 yang kemudian bisa diakses untuk logistik.
01:01Yang kedua, untuk jembatan, menggunakan jembatan Beli, terima kasih juga kepada rekan-rekan TNI,
01:08terutama pasukan Jenny, itu sudah ada yang 90% dan 80% jembatan Beli bisa digunakan.
01:15Nah, ini memang kondisinya di awal itu adalah bagaimana arus logistik ke tempat-tempat terisolasi.
01:23Bahkan ketika per hari ini, bahkan kemarin Pak Presiden juga sudah menginstruksikan bahwa tempat-tempat yang terisolasi harus diisi oleh personel-personel TNI Polri
01:35untuk membantu Basarnas, kemudian membantu BNPB dan sebagainya.
01:39Nah, total satu Sumatra itu sudah ada 30 ribu personel lebih.
01:43Nah, artinya memang dalam posisi ini, kemampuan untuk menjelajah dari sisi darat itu dilakukan oleh TNI Polri.
01:52Yang kedua, helikopter itu sudah untuk mendistribusikan melalui airdropping.
01:58Nah, memang kemarin ada persoalan terkait dengan airdropping, tapi itu sudah diperbaiki dan per hari ini airdropping pun sudah terus berjalan
02:07untuk terutama yang perintah Pak Presiden terkait dengan pakaian, obat-obatan, kemudian kebutuhan dasar dari warga itu.
02:18Nah, begitu juga air. Air bersih ini kemudian dapat dukungan dari Palang Merah Indonesia PMI.
02:24Itu ada 60 truk lebih untuk kemudian didistribusikan.
02:29Kita bisa melihat kemarin di Aceh Tamiang, ada yang bersama-sama mandi untuk membersihkan badan.
02:37Kemudian RSUD, misalkan RSUD di Aceh Tamiang, di Benar Meriah, kemudian di Aceh Tengah, itu sudah mulai aktifasi RSUD-nya.
02:48Artinya memang, kita memang ada persoalan soal kelistrikan, tapi memang ini sedang diupayakan khususnya di Aceh.
02:55Kalau untuk di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ya Alhamdulillah kelistrikan sudah mulai bagus, sudah 100 persen,
03:01tapi di Aceh memang ini karena apa? Karena ada 18 kabupaten yang memang terdampak, ini adalah terdampak yang terbesar.
03:10Bahkan ketika BNPB pun merancang, ada rancangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,
03:18total anggaran yang memang diputuhkan untuk Aceh 25 triliun dari 51,82 triliun.
03:24Mas Adam, berarti kalau kendala utamanya adalah akses, tapi kan Presiden juga sudah menjanjikan akses akan terbuka,
03:30apalagi lewat jembatan dalam 1-2 pekan. Itu bisa direalisasi?
03:33Bisa, bisa. Artinya ini kan sedang terukur. Artinya ada jembatan-jembatan yang memang parah sekali,
03:41itu sudah tadi yang saya sampaikan sudah ada yang 87 persen, sudah ada yang 90 persen.
03:47Nah ini kan bisa terukur bahwa kemudian berdasarkan SK dari Gubernur ada penambahan 2 minggu terkait dengan darurat kebencanaan provinsi.
03:58Nah ini kita lihat dalam 2 minggu ini terkait bagaimana rehabilitasi, kemudian satgas perbaikan jembatan itu bekerja.
04:07Nanti kita lihat ketika ini sudah rampung, maka yang selanjutnya adalah Huntara, Huntap, ini kan sedang diidentifikasi.
04:17Tadi sudah disampaikan ada 2 kabupaten dari 18 kabupaten yang sudah mengidentifikasi HGU-nya, tempatnya di mana untuk Huntara dan Huntap.
04:27Oke, kalau ini kan 3 daerah memperpanjang masa tanggap darurat, fokusnya adalah transisi dari pengusian yang tersebar menjadi yang terpusatnya.
04:37Tapi untuk pengusian-pengusian, tenda-tenda itu bisa disuplai semuanya?
04:42Ya, per hari ini tadi juga dari Kementerian SDM itu sudah mengirimkan tenda, itu ada 250 tenda, itu khususnya untuk di Aceh juga dan juga di Sumatera Utara.
04:53Artinya memang tenda-tenda ini adalah tempat-tempat pengusian sementara, mudah-mudahan ini bisa dipercepat dengan kecepatan untuk Huntara dan Huntap juga.
05:08Tapi ya sementara ini tenda-tenda yang memang dalam hal ini yang layak untuk ditempati oleh pengungsi, ya ini yang lagi dibutuhkan.
05:17Makanya kemudian menjadi prioritas bukan hanya BNPB, tapi juga kementerian-kementerian lainnya yang memang mempunyai sumber daya terkait dengan tenda itu mengirimkan, termasuk Kementerian SDM.
05:31Oke, kalau untuk kita di jembatan-jembatan, artinya bisa dipastikan pekan depan semuanya beres?
05:36Iya, ini kan ini berproses ya, artinya memang ada 18 jembatan mbak di Aceh, itu sudah 8 yang sudah rampung, ini tinggal 10, ya ini khususnya di Aceh.
05:47Nah ini kita lihat bagaimana kerja-kerja dari pasukan JENI dan juga dari Kementerian PU, bayangkan mbak ini sudah ada juga dari laut juga untuk pengiriman eskavator dan alat-alat berat,
05:59itu sudah dilakukan dari Kementerian PU untuk kemudian mensupport ini.
06:04Ada 166 alat-alat berat yang memang sudah dikirim dari titik-titik yang terdekat dari Kementerian PU, terutama misalkan dari Sumatera Utara,
06:15ataupun dari Riau dan sebagainya, ini untuk dikirim.
06:17Dan memang ini untuk pemulihan, percepatan pemulihan, terutama tadi jembatan-jembatan, karena akses dari logistik itu dibutuhkan jembatan dan juga ruas jalan.
06:29Kalau untuk di Sumut dan Sumbar, masih ada akses yang terputus?
06:33Iya, kita ketahui bahwa di Sumut pun ada akses terputus, di Sumut juga ada, tapi tidak separah di Aceh.
06:41Tapi semuanya bisa terbuka di pekan depan?
06:42Semuanya bisa terbuka di pekan depan kita, kita tunggu bersama-sama ya Mbak, ya karena memang ini kerja-kerja ini, kerja-kerja dari semua pihak.
06:52Ini bukan cuma dari pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah, TNI Polri, dan elemen masyarakat.
06:59Ini semuanya saling bahu-membahu untuk masyarakat Aceh dan juga Sumatera Utara, Sumatera Barat.
07:04Oke, Mas Adam, kita juga sudah tergabung bersama dengan Bupati Aceh, Tamiang.
07:12Bupati?
07:12Selamat petang.
07:14Selamat petang, Mbak.
07:16Dengan sini.
07:16Assalamualaikum.
07:17Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
07:18Pak Bupati, untuk di wilayah Anda sendiri, Anda gimana?
07:22Pak Presiden kan sudah tiga kali mengunjungi wilayah bencana, termasuk juga Aceh, Tamiang.
07:26Anda sudah merasakan percepatan yang dijanjikan?
07:29Benar, Mbak.
07:30Sekarang ini kita sudah mulai berbenah, Pak ya.
07:36Jadi untuk, saya sampaikan, saya laporkan.
07:39Jadi untuk logistik dan untuk para pengungsi, saya sudah cek kemarin sampai ke desa-desa yang paling, yang kita juga terisolir, sudah cuma mendapatkan logistik, Mbak.
07:53Jadi untuk mereka, kebutuhan logistik untuk setiap satu minggu ke depan sudah aman.
08:01Kemudian, kita sekarang lagi untuk terus mendirikan tenda-tenda pengusian, terutama tenda untuk yang masyarakat kampung yang rumahnya sudah tidak ada.
08:18Kita siapkan, karena ini merupakan salah satu bagian kita agar mereka bisa terenduni dari cuaca.
08:25Kemudian juga, kita juga menyiapkan posko untuk kesehatan dan juga dapur umum, Mbak.
08:33Jadi dari Kementerian Sosial juga sudah menyatakan, siap untuk mendirikan sebanyak yang diputuhkan untuk dapur umum tersebut.
08:44Kemudian, berikutnya, kita juga banyak juga bantuan-bantuan dari Kementerian Kesehatan untuk membuka posko-posko kesehatan di samping tempat tenda-tenda pengusian tersebut, Mbak.
08:59Jadi insya Allah ini semua bisa berjalan dengan lancar, dan Alhamdulillah juga untuk logistik terus banyak bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi,
09:10dan juga dari masyarakat, ataupun dari NGO, ataupun siapa saja yang telah membantu dan peduli dengan acetamnya, Mbak Demegia.
09:18Bapak Bupati, kalau kemarin kan juga sempat meminta ke Pak Prabowo soal rehabilitasi rekonstruksi.
09:23Bagaimana tindak lanjutnya dari pemerintah soal itu?
09:25Benar, Mbak. Benar sekali. Kita, utamanya, kita minta nanti untuk kekunian sementara, Mbak, untuk pemusi kami.
09:36Karena tidak mungkin juga masalah kami itu terus berada di tenda.
09:40Kita diputuhkan untuk mencari lahan, lahan-lahan pemerintah maupun dari HGU.
09:46Nanti kita bentarisir, nantikan kita laporkan, dan insya Allah itu pada minggu depan ini,
09:51nanti akan ada rapat untuk memuas masalah kundian sementara tersebut, Mbak Demegia.
09:57Berarti lokasinya sudah dipilih, termasuk juga pendataan, sudah beres semua, Pak, untuk relokasi?
10:03Untuk pendataan, kita datang, Mbak.
10:05Karena kan kita memerlukan by name and address.
10:10Sehingga ini kita perlu yang cermat, dan kita harus benar-benar yang valid.
10:16Mencapai nanti simbol permasalahan di bagian hari ini, Pak.
10:18Pak, kalau soal janji pemerintah juga memberikan dana tambahan 4 miliar rupiah,
10:23itu sudah ada kejelasannya kapan, atau mungkin sudah ditransfer, justru, Pak?
10:27Sudah, Pak. Sudah, Pak. Sudah ditransfer.
10:30Begitu Bapak Presiden menyampaikan, memberikan bantuan 4 miliar,
10:34sudah kami terima, Pak. Alhamdulillah sudah kami terima.
10:36Dan sudah kami gunakan, Pak.
10:37Kalau untuk di Aceh Tamiang, fokusnya apa? 4 miliar itu akan digunakan untuk apa saja, Pak?
10:42Banyak, Pak. Kita memerlukan juga membeli tambahan-tambahan,
10:46mungkin ada, seperti misalnya Dewa Prak, misalnya Mbak Gadu,
10:52salah satunya lah untuk pendistribusian sembako,
10:56kemudian kita menyediakan juga apa yang kurang dari logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat, Pak.
11:04Karena kita misalnya butuhkan kan banyak, Pak.
11:06Seperti selambung, misalnya, kemudian juga selimut.
11:09Kalau ketersediaan BBM gimana, Pak? Bukan masih ada antrian juga, Pak?
11:17Betul, Pak. BBM itu antrian panjang.
11:20Memang kita dari 6 SPBU kami, itu satu yang bisa mengoperasi normal,
11:30sedangkan ada beberapa yang masih manual, Pak.
11:34Karena tanknya itu kerendam air, atau kemasukan air,
11:39sehingga susah untuk beroperasinya,
11:42ataupun untuk mengarikan minyak yang ada dari tank tersebut, Pak.
11:49Kalau untuk listrik, Pak, sudah 100% teralirikah untuk Aceh Tamiang?
11:55Listrik, sementara masih dalam proses penghidupan,
12:00tapi Alhamdulillah sudah lebih kurang 5% sudah hidup.
12:04Nah, Pak Mas Adam, ini untuk BBM dan juga listrik,
12:08masih dikendal tidak hanya di Aceh Tamiang, tapi juga di daerah lain.
12:11Apa solusinya agar tidak, oke, Pak Prabowo bilang nggak bisa,
12:15serta-merta bisa selesai semua, tapi semua orang kan butuh target dan juga harapan.
12:18Ada prosesnya memang, jadi ada pesawat sling load juga
12:23untuk mengangkut dari BBM, dari udara,
12:27kemudian juga ada angkutan udara tadi,
12:32kemudian ada angkutan udara yang kedua juga terkait dengan di laut juga,
12:40BBM itu kemudian masuk di arus laut,
12:42kemudian ada pengiriman BBM juga lewat jalur darat,
12:46tapi tadi bagaimana jembatan itu bisa terbaiki dan sebagainya.
12:51dan sebagainya. Kemudian yang kedua, yang paling penting adalah listrik.
12:56Nah, listrik ini, ini ada, kita kan kemarin itu,
13:00kemungkinan ini akan ada helikopter MI26,
13:04ini untuk mengangkut alat-alat berat dan juga misalkan tower-tower listrik,
13:08itu untuk bisa ditempatkan di satu titik ke titik lain.
13:11Kenapa? Karena memang kelistrikan ini penting, pentingnya itu adalah yang pertama,
13:17itu untuk fasilitas umum, fasilitas kesehatan, fasilitas pemerintahan.
13:21Yang kedua, bagaimana kelistrikan ini bisa untuk membangun telekomunikasi.
13:27Nah, karena berpengaruh ketika kelistrikan ini kemudian bisa 100%,
13:31ini akan mempengaruhi telekomunikasi, kita kesulitan untuk komunikasi di sana.
13:36Nah, makanya kemudian ini berparalel dengan komunikasi juga didukung dengan Satriawan
13:42dan juga dengan, apa namanya, Starlink.
13:45Makanya ini kan sebagai dorongan mendukung untuk komunikasi lebih efektif.
13:51Nah, walaupun memang ini kita sedang berupaya dengan maksimal,
13:56tapi yang paling penting adalah, ya Pak Presiden sudah menegaskan tenang,
14:00bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan satu persoalan pun, satu warga pun.
14:08Oke, ya itu yang janji yang ditunggu oleh semua warga di tiga provinsi.
14:13Mas Respiratori Saddam Aljihad, tenaga ahli utama KSP,
14:17dan juga ada Pak Armia Fahmi, Bupati Aceh Tamian.
14:19Terima kasih sudah berbagi bersama kami.
14:21Mas Saddam, terima kasih.
Komentar