Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Hari ke-20 pascabencana di Aceh-Sumatera, para korban bencana hingga saat ini masih sangat membutuhkan berbagai bantuan, mulai dari kebutuhan pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal sementara.

Seiring berjalannya waktu, upaya penanganan dan pemulihan bencana terus dilakukan oleh pemerintah bersama berbagai pihak terkait.

Lalu, bagaimana perkembangan terbaru penanganan bencana di Aceh-Sumatera?

Apa saja langkah strategis yang telah dan akan dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi para korban?

Untuk membahas hal tersebut, kita akan berdiskusi bersama Tenaga Ahli Utama KSP, Respiratori Saddam Al Jihad dan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

#aceh-sumatera #banjir #korbanbencana

Baca Juga [FULL] Cerita Pengungsi Banjir di Aceh soal Kondisi di Posko: Tak Ada Dapur Umum | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/637383/full-cerita-pengungsi-banjir-di-aceh-soal-kondisi-di-posko-tak-ada-dapur-umum-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/637385/tenaga-ahli-utama-ksp-bupati-aceh-tamiang-ungkap-progres-bantuan-untuk-korban-banjir-aceh-sumatera
Transkrip
00:00Saudara hari ke-20 pasca bencana Sumatera, korban bencana masih membutuhkan berbagai bantuan dari makanan hingga air bersih.
00:08Lalu bagaimana perkembangan penanganan bencana Sumatera, kita akan bahas bersama tenaga ahli utama KSP,
00:13Respiratory Saddam Aljihad. Selamat datang, Mas Saddam.
00:17Kami juga sudah hubungi Nasir Jamil, anggota DPR RI, fraksi PKS Dapil Aceh, tapi masih belum bisa bergabung bersama kami.
00:24Mas Saddam, ini sudah 20 hari pasca bencana, Pak Presiden juga sudah 3 kali ke sana.
00:28Bagaimana kita akan bisa meyakinkan publik kalau percepatan ini sedang terjadi ketika masih ada daerah yang belum sepenuhnya mendapatkan bantuan secara merata?
00:35Betul, jadi memang di awal itu kita terhambat dengan arus logistik ya, artinya ada jembatan yang terputus,
00:45kemudian ada jalan yang mengalami permasalahan, tapi sekarang kita bisa melihat itu dari 36 ruas jalan yang bermasalah,
00:55itu sudah 20 yang kemudian bisa diakses untuk logistik.
01:01Yang kedua, untuk jembatan, menggunakan jembatan Beli, terima kasih juga kepada rekan-rekan TNI,
01:08terutama pasukan Jenny, itu sudah ada yang 90% dan 80% jembatan Beli bisa digunakan.
01:15Nah, ini memang kondisinya di awal itu adalah bagaimana arus logistik ke tempat-tempat terisolasi.
01:23Bahkan ketika per hari ini, bahkan kemarin Pak Presiden juga sudah menginstruksikan bahwa tempat-tempat yang terisolasi harus diisi oleh personel-personel TNI Polri
01:35untuk membantu Basarnas, kemudian membantu BNPB dan sebagainya.
01:39Nah, total satu Sumatra itu sudah ada 30 ribu personel lebih.
01:43Nah, artinya memang dalam posisi ini, kemampuan untuk menjelajah dari sisi darat itu dilakukan oleh TNI Polri.
01:52Yang kedua, helikopter itu sudah untuk mendistribusikan melalui airdropping.
01:58Nah, memang kemarin ada persoalan terkait dengan airdropping, tapi itu sudah diperbaiki dan per hari ini airdropping pun sudah terus berjalan
02:07untuk terutama yang perintah Pak Presiden terkait dengan pakaian, obat-obatan, kemudian kebutuhan dasar dari warga itu.
02:18Nah, begitu juga air. Air bersih ini kemudian dapat dukungan dari Palang Merah Indonesia PMI.
02:24Itu ada 60 truk lebih untuk kemudian didistribusikan.
02:29Kita bisa melihat kemarin di Aceh Tamiang, ada yang bersama-sama mandi untuk membersihkan badan.
02:37Kemudian RSUD, misalkan RSUD di Aceh Tamiang, di Benar Meriah, kemudian di Aceh Tengah, itu sudah mulai aktifasi RSUD-nya.
02:48Artinya memang, kita memang ada persoalan soal kelistrikan, tapi memang ini sedang diupayakan khususnya di Aceh.
02:55Kalau untuk di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ya Alhamdulillah kelistrikan sudah mulai bagus, sudah 100 persen,
03:01tapi di Aceh memang ini karena apa? Karena ada 18 kabupaten yang memang terdampak, ini adalah terdampak yang terbesar.
03:10Bahkan ketika BNPB pun merancang, ada rancangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,
03:18total anggaran yang memang diputuhkan untuk Aceh 25 triliun dari 51,82 triliun.
03:24Mas Adam, berarti kalau kendala utamanya adalah akses, tapi kan Presiden juga sudah menjanjikan akses akan terbuka,
03:30apalagi lewat jembatan dalam 1-2 pekan. Itu bisa direalisasi?
03:33Bisa, bisa. Artinya ini kan sedang terukur. Artinya ada jembatan-jembatan yang memang parah sekali,
03:41itu sudah tadi yang saya sampaikan sudah ada yang 87 persen, sudah ada yang 90 persen.
03:47Nah ini kan bisa terukur bahwa kemudian berdasarkan SK dari Gubernur ada penambahan 2 minggu terkait dengan darurat kebencanaan provinsi.
03:58Nah ini kita lihat dalam 2 minggu ini terkait bagaimana rehabilitasi, kemudian satgas perbaikan jembatan itu bekerja.
04:07Nanti kita lihat ketika ini sudah rampung, maka yang selanjutnya adalah Huntara, Huntap, ini kan sedang diidentifikasi.
04:17Tadi sudah disampaikan ada 2 kabupaten dari 18 kabupaten yang sudah mengidentifikasi HGU-nya, tempatnya di mana untuk Huntara dan Huntap.
04:27Oke, kalau ini kan 3 daerah memperpanjang masa tanggap darurat, fokusnya adalah transisi dari pengusian yang tersebar menjadi yang terpusatnya.
04:37Tapi untuk pengusian-pengusian, tenda-tenda itu bisa disuplai semuanya?
04:42Ya, per hari ini tadi juga dari Kementerian SDM itu sudah mengirimkan tenda, itu ada 250 tenda, itu khususnya untuk di Aceh juga dan juga di Sumatera Utara.
04:53Artinya memang tenda-tenda ini adalah tempat-tempat pengusian sementara, mudah-mudahan ini bisa dipercepat dengan kecepatan untuk Huntara dan Huntap juga.
05:08Tapi ya sementara ini tenda-tenda yang memang dalam hal ini yang layak untuk ditempati oleh pengungsi, ya ini yang lagi dibutuhkan.
05:17Makanya kemudian menjadi prioritas bukan hanya BNPB, tapi juga kementerian-kementerian lainnya yang memang mempunyai sumber daya terkait dengan tenda itu mengirimkan, termasuk Kementerian SDM.
05:31Oke, kalau untuk kita di jembatan-jembatan, artinya bisa dipastikan pekan depan semuanya beres?
05:36Iya, ini kan ini berproses ya, artinya memang ada 18 jembatan mbak di Aceh, itu sudah 8 yang sudah rampung, ini tinggal 10, ya ini khususnya di Aceh.
05:47Nah ini kita lihat bagaimana kerja-kerja dari pasukan JENI dan juga dari Kementerian PU, bayangkan mbak ini sudah ada juga dari laut juga untuk pengiriman eskavator dan alat-alat berat,
05:59itu sudah dilakukan dari Kementerian PU untuk kemudian mensupport ini.
06:04Ada 166 alat-alat berat yang memang sudah dikirim dari titik-titik yang terdekat dari Kementerian PU, terutama misalkan dari Sumatera Utara,
06:15ataupun dari Riau dan sebagainya, ini untuk dikirim.
06:17Dan memang ini untuk pemulihan, percepatan pemulihan, terutama tadi jembatan-jembatan, karena akses dari logistik itu dibutuhkan jembatan dan juga ruas jalan.
06:29Kalau untuk di Sumut dan Sumbar, masih ada akses yang terputus?
06:33Iya, kita ketahui bahwa di Sumut pun ada akses terputus, di Sumut juga ada, tapi tidak separah di Aceh.
06:41Tapi semuanya bisa terbuka di pekan depan?
06:42Semuanya bisa terbuka di pekan depan kita, kita tunggu bersama-sama ya Mbak, ya karena memang ini kerja-kerja ini, kerja-kerja dari semua pihak.
06:52Ini bukan cuma dari pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah, TNI Polri, dan elemen masyarakat.
06:59Ini semuanya saling bahu-membahu untuk masyarakat Aceh dan juga Sumatera Utara, Sumatera Barat.
07:04Oke, Mas Adam, kita juga sudah tergabung bersama dengan Bupati Aceh, Tamiang.
07:12Bupati?
07:12Selamat petang.
07:14Selamat petang, Mbak.
07:16Dengan sini.
07:16Assalamualaikum.
07:17Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
07:18Pak Bupati, untuk di wilayah Anda sendiri, Anda gimana?
07:22Pak Presiden kan sudah tiga kali mengunjungi wilayah bencana, termasuk juga Aceh, Tamiang.
07:26Anda sudah merasakan percepatan yang dijanjikan?
07:29Benar, Mbak.
07:30Sekarang ini kita sudah mulai berbenah, Pak ya.
07:36Jadi untuk, saya sampaikan, saya laporkan.
07:39Jadi untuk logistik dan untuk para pengungsi, saya sudah cek kemarin sampai ke desa-desa yang paling, yang kita juga terisolir, sudah cuma mendapatkan logistik, Mbak.
07:53Jadi untuk mereka, kebutuhan logistik untuk setiap satu minggu ke depan sudah aman.
08:01Kemudian, kita sekarang lagi untuk terus mendirikan tenda-tenda pengusian, terutama tenda untuk yang masyarakat kampung yang rumahnya sudah tidak ada.
08:18Kita siapkan, karena ini merupakan salah satu bagian kita agar mereka bisa terenduni dari cuaca.
08:25Kemudian juga, kita juga menyiapkan posko untuk kesehatan dan juga dapur umum, Mbak.
08:33Jadi dari Kementerian Sosial juga sudah menyatakan, siap untuk mendirikan sebanyak yang diputuhkan untuk dapur umum tersebut.
08:44Kemudian, berikutnya, kita juga banyak juga bantuan-bantuan dari Kementerian Kesehatan untuk membuka posko-posko kesehatan di samping tempat tenda-tenda pengusian tersebut, Mbak.
08:59Jadi insya Allah ini semua bisa berjalan dengan lancar, dan Alhamdulillah juga untuk logistik terus banyak bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi,
09:10dan juga dari masyarakat, ataupun dari NGO, ataupun siapa saja yang telah membantu dan peduli dengan acetamnya, Mbak Demegia.
09:18Bapak Bupati, kalau kemarin kan juga sempat meminta ke Pak Prabowo soal rehabilitasi rekonstruksi.
09:23Bagaimana tindak lanjutnya dari pemerintah soal itu?
09:25Benar, Mbak. Benar sekali. Kita, utamanya, kita minta nanti untuk kekunian sementara, Mbak, untuk pemusi kami.
09:36Karena tidak mungkin juga masalah kami itu terus berada di tenda.
09:40Kita diputuhkan untuk mencari lahan, lahan-lahan pemerintah maupun dari HGU.
09:46Nanti kita bentarisir, nantikan kita laporkan, dan insya Allah itu pada minggu depan ini,
09:51nanti akan ada rapat untuk memuas masalah kundian sementara tersebut, Mbak Demegia.
09:57Berarti lokasinya sudah dipilih, termasuk juga pendataan, sudah beres semua, Pak, untuk relokasi?
10:03Untuk pendataan, kita datang, Mbak.
10:05Karena kan kita memerlukan by name and address.
10:10Sehingga ini kita perlu yang cermat, dan kita harus benar-benar yang valid.
10:16Mencapai nanti simbol permasalahan di bagian hari ini, Pak.
10:18Pak, kalau soal janji pemerintah juga memberikan dana tambahan 4 miliar rupiah,
10:23itu sudah ada kejelasannya kapan, atau mungkin sudah ditransfer, justru, Pak?
10:27Sudah, Pak. Sudah, Pak. Sudah ditransfer.
10:30Begitu Bapak Presiden menyampaikan, memberikan bantuan 4 miliar,
10:34sudah kami terima, Pak. Alhamdulillah sudah kami terima.
10:36Dan sudah kami gunakan, Pak.
10:37Kalau untuk di Aceh Tamiang, fokusnya apa? 4 miliar itu akan digunakan untuk apa saja, Pak?
10:42Banyak, Pak. Kita memerlukan juga membeli tambahan-tambahan,
10:46mungkin ada, seperti misalnya Dewa Prak, misalnya Mbak Gadu,
10:52salah satunya lah untuk pendistribusian sembako,
10:56kemudian kita menyediakan juga apa yang kurang dari logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat, Pak.
11:04Karena kita misalnya butuhkan kan banyak, Pak.
11:06Seperti selambung, misalnya, kemudian juga selimut.
11:09Kalau ketersediaan BBM gimana, Pak? Bukan masih ada antrian juga, Pak?
11:17Betul, Pak. BBM itu antrian panjang.
11:20Memang kita dari 6 SPBU kami, itu satu yang bisa mengoperasi normal,
11:30sedangkan ada beberapa yang masih manual, Pak.
11:34Karena tanknya itu kerendam air, atau kemasukan air,
11:39sehingga susah untuk beroperasinya,
11:42ataupun untuk mengarikan minyak yang ada dari tank tersebut, Pak.
11:49Kalau untuk listrik, Pak, sudah 100% teralirikah untuk Aceh Tamiang?
11:55Listrik, sementara masih dalam proses penghidupan,
12:00tapi Alhamdulillah sudah lebih kurang 5% sudah hidup.
12:04Nah, Pak Mas Adam, ini untuk BBM dan juga listrik,
12:08masih dikendal tidak hanya di Aceh Tamiang, tapi juga di daerah lain.
12:11Apa solusinya agar tidak, oke, Pak Prabowo bilang nggak bisa,
12:15serta-merta bisa selesai semua, tapi semua orang kan butuh target dan juga harapan.
12:18Ada prosesnya memang, jadi ada pesawat sling load juga
12:23untuk mengangkut dari BBM, dari udara,
12:27kemudian juga ada angkutan udara tadi,
12:32kemudian ada angkutan udara yang kedua juga terkait dengan di laut juga,
12:40BBM itu kemudian masuk di arus laut,
12:42kemudian ada pengiriman BBM juga lewat jalur darat,
12:46tapi tadi bagaimana jembatan itu bisa terbaiki dan sebagainya.
12:51dan sebagainya. Kemudian yang kedua, yang paling penting adalah listrik.
12:56Nah, listrik ini, ini ada, kita kan kemarin itu,
13:00kemungkinan ini akan ada helikopter MI26,
13:04ini untuk mengangkut alat-alat berat dan juga misalkan tower-tower listrik,
13:08itu untuk bisa ditempatkan di satu titik ke titik lain.
13:11Kenapa? Karena memang kelistrikan ini penting, pentingnya itu adalah yang pertama,
13:17itu untuk fasilitas umum, fasilitas kesehatan, fasilitas pemerintahan.
13:21Yang kedua, bagaimana kelistrikan ini bisa untuk membangun telekomunikasi.
13:27Nah, karena berpengaruh ketika kelistrikan ini kemudian bisa 100%,
13:31ini akan mempengaruhi telekomunikasi, kita kesulitan untuk komunikasi di sana.
13:36Nah, makanya kemudian ini berparalel dengan komunikasi juga didukung dengan Satriawan
13:42dan juga dengan, apa namanya, Starlink.
13:45Makanya ini kan sebagai dorongan mendukung untuk komunikasi lebih efektif.
13:51Nah, walaupun memang ini kita sedang berupaya dengan maksimal,
13:56tapi yang paling penting adalah, ya Pak Presiden sudah menegaskan tenang,
14:00bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan satu persoalan pun, satu warga pun.
14:08Oke, ya itu yang janji yang ditunggu oleh semua warga di tiga provinsi.
14:13Mas Respiratori Saddam Aljihad, tenaga ahli utama KSP,
14:17dan juga ada Pak Armia Fahmi, Bupati Aceh Tamian.
14:19Terima kasih sudah berbagi bersama kami.
14:21Mas Saddam, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan