00:00Barang-barang Balfres kemarin sampai mau dikirim ke pusat di sana, ke Dere-Dere, barang-barang Balfres.
00:05Jadi, dikirim.
00:10Di Pantai Ruang Panek, di Pantai Ruang Panek, di Pantai Ruang Panek, di Pantai Ruang Panek, di Pantai Ruang Panek, di Pantai Ruang Panek, di Pantai Ruang Panek.
00:13Ada potensi?
00:14Oh, ada potensi.
00:17Kalau memungkinkan dan diizinkan, aturannya memungkinkan.
00:22Selama ini kan aturannya belum memungkinkan untuk di...
00:26Belum dikirim.
00:27Belum.
00:27Kalau saya suruh sumbang, saya beli barang baru, saya keren pasaran.
00:31Terus di dalam negeri.
00:32Biar aja, itu kan ilegal.
00:35Paling nggak secara formal nggak ada kebijakan ke arah sana.
00:40Tapi dari presiden pun saya pernah diskusi, dia bilang jangan dulu.
00:44Kecuali berubah.
00:46Sampai sekarang saya belum ada.
00:48Bagaimana yang mulai?
00:49Bagaimana?
00:50Sanggir wala.
00:51Lu mau ngomong aja lu ngomong.
00:53Dia menternya gua, dia bukan menteri.
00:56Apa yang tajik?
00:56Kita akan menjaga peraturannya seperti apa.
00:59Jangan sampai nanti gara-gara itu banyak lagi bahwa pres.
01:02Masa benar-benar alasan kan bagus-bagus buat rencana.
01:05Lebih baik kita beli barang-barang dalam negeri, produk KM,
01:09dikirim ke rencana yang baru.
01:12Saya lebih ngeluarin wang situ gua terpaksa dibanding memakai barang-barang balsas.
01:15Gua jangan kasih penyatangan yang aneh lu.
01:19Siapa?
01:20Lu mau kasih, mau kepalanya lu kirim.
01:22Bukan, ini itu.
01:24Yang baru, pagi baru.
01:26Pagi baru.
01:27Pagi baru, kaki.
01:28Terima kasih, lego.
01:28Ya.
01:29Bye-bye.
01:29Bye-bye.
01:29Bye-bye.
01:30Bye-bye.
01:30Sub indo by broth3rmax
02:00Saksikan terus program-program Kompas TV
02:08melalui sharean digital, pay TV, dan media streaming lain.
02:12Kompas TV, independen, berpercaya.
02:14Saksikan terus program-program Kompas TV
02:16Saksikan terus program-program Kompas TV
Komentar