00:00Anda masih menyaksikan Braking News Kompas TV, saudara bersama saya Niputut Riznada.
00:05Saudara, dua pekan usai bencana banjir dan juga longsor puing-puing dan tumpukan kayu di Kabupaten Pidi Jaya Aceh mulai dibersihkan.
00:13Pembersihan dan distribusi bantuan untuk warga melibatkan empat ekor gajah terlatih.
00:18Empat gajah Sumatra dari Pusat Pelatihan Sari dilibatkan dalam penanganan pasca bencana di Desa Menasah Bi, Kabupaten Pidi Jaya Aceh.
00:34Gajah-gajah tersebut ditugaskan melintasi medan berat berbahaya di Kecamatan Merah II yang tidak terjangkau alat berat.
00:42Gajah-gajah ini membantu membersihkan puing dan tumpukan kayu sisa banjir bandang dasyat pada 26 November lalu.
00:51Tak hanya itu, empat ekor gajah juga mengangkut bantuan untuk warga dan mencari korban hilang.
00:58Target kita kemarin itu sekitar tujuh hari lah, mungkin lebih kurang ya kan.
01:04Mungkin ya kita lihat-lihat titik aja, kita pun pembersihan yang di samping-samping rumah warga,
01:08yang nggak bisa buka pintu, yang ada kayu-kayu masuk di dalam rumah,
01:12ya kita tarik, ya kita hanya kasihan sama masyarakat, ya kan.
01:16Nah, itu sasaran kita gitu.
01:18Desa Menasah Bi di Kabupaten Pidi Jaya termasuk di antara titik paling parah terdampak bencana.
01:24Pemanfaatan gajah untuk bantuan bencana merupakan praktik yang telah lama dilakukan di Aceh,
01:30terutama setelah tsunami dasyat tahun 2004.
01:33Pengerahan empat ekor gajah untuk membersihkan sisa kayu akibat banjir bandang di PDI Jaya Aceh
01:45memicu perdebatan antara solusi darurat serta kekhawatiran akan keselamatan gajah.
01:51Kita akan membahasnya lebih dalam, saudara bersama Muhammad Ali Imron,
01:55Direktur Forest and Wildlife WWF Indonesia.
01:58Selamat sore, Pak Imron.
02:00Bagaimana pandangan dari WWF mengenai penggunaan gajah
02:03untuk mengakut gelondongan kayu dalam operasi pembersihan pasca bencana?
02:09Selamat sore, Mbak Buti.
02:10Kalau kami dari WWF ini melihat pertama kami apresiasi ya
02:18bahwa ini perhatian ini baik kepada upaya penyelamatan manusia
02:26maupun perhatian terhadap kesejahteraan satwa ini muncul bersamaan.
02:30Dan ini saya kira event yang bagus sekali untuk mengangkat sebagai awareness kita bersama.
02:35Yang kedua, kita perlu melihat ini dalam konteks kedaruratan.
02:40Jadi kami melihat bahwa dalam situasi seperti ini,
02:47situasi terutama situasi darurat ya,
02:49segala upaya digunakan untuk membantu mengevakuasi,
02:54menyelamatkan masyarakat yang saat ini sedang dalam posisi terbesar,
02:58sedang susah dan kita mencoba melihat dalam perspektif ini.
03:03Nah, penggunaan gajah dalam caratan ini,
03:06gajah latih ya, ini adalah gajah-gajah yang memang sudah terbiasa
03:10berinteraksi dengan manusia, berinteraksi bekerja bersama manusia,
03:16bahkan memiliki kedekatan dengan mahlut ya.
03:19Ini saya kira dalam situasi ini masih bisa ditolerir.
03:26Sepanjang menurut caratan kami yang paling penting adalah
03:29jangan sampai kejadian selupa seperti G9 Reno ini terjadi lagi,
03:35di mana saat terjadi kelelahan, capean,
03:39karena kurang perhatian terhadap, pengamatan terhadap kondisinya.
03:44Nah, saya kira caratan pentingnya yang perlu kita dorong adalah
03:47bagaimana kita memastikan gajah ini tetap bisa membantu,
03:52tapi dengan kesehatan yang tetap berjaga,
03:54terutama terkait dengan kesehatannya, baik fisik maupun mental ya.
03:58Saya kira ini juga mahot,
04:02ataupun nanti kalau ada dukungan dari tim medis untuk kesehatan hewan,
04:08kita akan sangat bagus sekali untuk memperhatikan individu by individu.
04:11Jadi tidak bisa dibukul rata bahwa kesehatannya akan baik semua,
04:15harus dilihat per individu dan harus dilihat kondisi tiap hari,
04:19bahkan mungkin tiap beberapa jam perlu dipantau untuk memastikan
04:23bahwa mereka tetap sejahtera, tetap aman,
04:25dan tujuan utama untuk membantu itu tetap bisa tercapai.
04:29Oke, Mas, ini kan yang juga menjadi perdebatan di media sosial,
04:33salah satunya adalah ungkapan bahwa gajah kan tidak pakai sepatu,
04:37beda dengan kuda, dan kalau kita lihat medannya ini banyak gelondongan-gelondongan kayu,
04:44bahkan mungkin dari sisa puing-puing bangunan ini juga jatuhnya tajam.
04:48Nah, kalau melihat praktiknya sendiri, ini sebetulnya seperti apa sih kesejahteraan satwa,
04:55khususnya untuk gajah, dalam proses penanganan bencana yang seharusnya?
05:01Ya, terima kasih, Mbak.
05:02Saya kira ini, sekali lagi saya katakan ini dalam konteks kedaruratan, ya.
05:07Memang upaya untuk memonitor kondisi gajah itu menjadi kritikal,
05:15apalagi tadi kalau kita lihat gajah memiliki karakter kaki yang unik, ya.
05:20Yang di mana dia punya kandungan lemak yang cukup besar di bagian telapak kakinya itu.
05:29Nah, ini juga saya kira kita juga perlu melihat gajah itu sebagai organisme yang adaptif, ya.
05:34Di mana gajah itu juga memiliki kemampuan untuk men-sense lingkungannya.
05:40Jadi gajah itu tidak seperti mesin yang berjalan, apa adanya, maju suruh maju, enggak.
05:46Mereka punya kemampuan untuk mendeteksi keberadaan objek-objek yang membahayakan.
05:51Nah, ini, tapi ini harus dipastikan bahwa kesehatan mereka terutama terkait dengan tadi
05:57keberadaan objek-objek yang menyebabkan kakinya luka.
06:02Nah, ini pun perlu menjadi perhatian khusus untuk selalu dicek oleh, ya, misalnya makhluknya
06:09atau mungkin tenaga kesehatan riwannya.
06:13Ada catatan khusus tidak, Mas?
06:15Ini kan dari empat gajah yang diterjunkan sekarang di bencana di PDIJ, ya, begitu ya.
06:20Salah satunya kan juga pernah bertugas, begitu, pada saat tsunami Aceh sebelumnya.
06:25Nah, ada catatan dari WWF begitu terkait dengan menjaga bagaimana fisik dan psikologis gajah-gajah ini
06:30supaya ya membantu tapi juga tidak kemudian menimbulkan korban seperti Reno yang K9 kemarin?
06:37Saya kira di dunia konservasi, relasi manusia dengan gajah ini bagian penting yang selama ini terus ada, ya.
06:47Kita tidak melupakan bahwa dalam situasi misalnya konflik manusia dan gajah,
06:52kita seringkali menggunakan gajah-gajah latih ini untuk membantu kita untuk mengusir gajah-gajah liar.
06:59Jadi, sebenarnya interaksi manusia dengan gajah ini bagian dari kehidupan di konservasi itu sendiri.
07:05Yang kedua, menurut saya catatan pentingnya adalah ini adalah temporary measure.
07:12Jangan dirancang ini sebagai long-term measure, ya.
07:17Pasti karena temporary measure ini harus dilihat dari kemampuan gajah itu sendiri untuk situasi fisik maupun mentalnya.
07:27Sehingga saya tadi dengar catatan bahwa akan sangat bagus apabila ada tim medis,
07:33Iwan yang memantau kesehatannya dan itu harus basisnya individu by individu.
07:39Tidak bisa disamakan tadi.
07:41Bahwa misalnya ada satu individu yang sudah kelelahan harus dihentikan dan itu kemudian nanti dilanjutkan lagi sesuai dengan kondisinya masing-masing.
07:51Oke. Kalau bicara kita lebih detail begitu ya kepada praktik real di lapangan.
07:59Jadi, batasan beban atau durasi kerja yang ideal bagi gajah-gajah ini untuk melakukan misi kemanusiaan di PD Jaya Aceh ini berapa banyak dan berapa lama mas?
08:11Nah, memang ini karena kasusnya darurat ini kan tidak bisa diukur ada kajian sebelumnya ya.
08:21Jadi, pasti akan ada praktik-praktik yang sempatnya inovatif ataupun mencoba untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang simple ya.
08:31Jadi, sampai saat ini kami belum tahu terkait maksimum beban berapa durasi hari maupun lama kerjanya.
08:45Tapi secara umum bahwa tadi harus diperhatikan kondisi fisik maupun mentalnya.
08:52Misalnya, suatu ketika gajah itu sudah menunjukkan perilaku yang sudah beda daripada kebiasaannya ini harus dilihat.
09:04Mahaut harus cukup, saya yakin juga Mahaut punya kemampuan untuk melihat itu.
09:08Perbedaan perilaku itu menunjukkan bahwa dia mungkin mulai tidak nyaman, ada perilaku-perilaku yang dia tunjukkan itu menunjukkan ketidaknyamanan.
09:17Saya kira itu harus sensitif terhadap itu.
09:19Nah, itu fungsinya monitoring untuk melihat bagaimana kemampuan gajah per individu bisa diidentifikasi.
09:28Jadi, kita juga tidak bisa mengatakan, oke, harusnya 3 jam atau 4 jam, tidak bisa.
09:34Harus dilihat per individu karakternya seperti apa.
09:38Oke, Mas. Ini pertanyaan terakhir dari saya, singkat saja Mas.
09:43Jadi, kita juga tidak ingin yang tadinya ini merupakan misi kemanusiaan, gajah membantu manusia, akhirnya berujung pada tindakan menormalisasi eksploitasi satwa.
09:55Catatan dari WWF, batasannya di mana yang kemudian harus dijaga, Mas?
09:59Secara umum kami sepakat, Mbak, bahwa ini bukan dalam rangka untuk menormalisasi eksploitasi satwa ya, tapi dalam rangka kedaruratan.
10:11Kali lagi ini, ini kedaruratan dan temporali.
10:13Temporali. Dan menurut saya, ini yang jadi titik kritikal adalah tujuan penggunaan gajah ini akan membantu mengakses wilayah-wilayah yang susah untuk diakses alat berat.
10:27Nah, kuncinya pada begitu alat berat sudah bisa dan pemungkinan untuk masuk itu harus diganti.
10:33Sesepat mungkin untuk diganti. Jadi, jangan nunggu dia kecapekan sampai kemudian sakit dan bahkan mungkin semoga tidak terjadi ya.
10:44Ini kemudian mati dan lain sebagainya. Ini sudah mulai dihentikan.
10:49Dan saya kira akan sangat bijak apabila ini ditempatkan secara temporali dan leceh.
10:58Ini tidak ada angka yang pasti, tapi bayangan kami seperti manusia lah.
11:03Kalau kita bekerja full selama tujuh hari, seminggu itu juga pasti ada rasa capeknya segala macam.
11:10Harus dilihat kondisi fisik maupun mentalnya dan kalau ada indikasi dia mulai,
11:16percapekan fisik dan mentalnya harus digantikan.
11:19Tidak perlu menunggu sampai misalnya batas, let's say, lima hari atau tujuh hari.
11:24Tapi, harus dilihat lagi kondisi fisik per individu dan mentalnya.
11:28Oke, baik. Terima kasih.
11:30Ada catatannya dari WWF, artinya tim medis hewan harus memantau langsung di lokasi dan diperhatikan individu per individu.
11:37Dan ini hanya sementara begitu ya.
11:39Jadi, ketika jalan yang sudah terbuka yang membersihkan alat berat, bukan gajah untuk tidak menormalisasi adanya eksploitasi hewan.
11:46Terima kasih banyak.
11:47Bapak Muhammad Ali Imron, Direktur Forest and Wildlife WWF Indonesia, sudah berbagi dengan Kompas TV.
Komentar