00:00Saudara korban banjir bandang dan longsor di desa Rumoh Rayek, Langkahan Aceh Utara,
00:07terpaksa tidur dengan tenda terpal di perkebunan sawit.
00:11Mereka menempati posko pengungsian yang jauh dari kata layak yang dibuat secara swadaya.
00:17Sudah hampir dua pekan ratusan jiwa bertahan di tenda seadanya
00:21karena 80% kondisi permukiman hilang tersapu banjir bandang.
00:25Selama ini mereka bertahan hidup mengandalkan bantuan dari sesama masyarakat
00:29dan relawan yang membawa logistik serta obat-obatan.
00:32Mereka mengaku pasrah menerima kondisi yang sangat memprihatinkan ini.
00:38Di pengungsian darurat ini juga banyak terdapat ibu, balita, dan anak-anak yang membutuhkan bantuan
00:44seperti selimut, perlengkapan bayi, popok, kelambu, dan sebagainya.
00:54Pasca banjir bandang di Kabupaten Aceh, Tamiang,
00:57warga bertahan hidup di posko darurat dengan kondisi seadanya.
01:01Selama hampir dua minggu, hanya satu tenda yang dibangun oleh BNPB
01:05di jembatan kembar untuk tempat tinggal warga.
01:08Selebihnya warga membuat tenda dari material yang tersisa.
01:11Jembatan ini banyak tenda-tenda yang dibuat oleh warga secara mandiri.
01:31Mau tidak mau ya Pak ya?
01:32Mau tidak mau harus kami buat.
01:34Kalau tidak, kami dimana berteduh.
01:36Saya konfirmasi Pak, untuk saat ini posko pengungsian yang dibuat oleh pemerintah daerah apakah sudah ada?
01:43Setahu saya belum ada.
01:45Sepengetahuan saya belum ada.
01:47Jadi kami secara dokter royong kemarin mengajak anak muda-muda di sini,
01:51kepala-kepala keluarga, kami ubahkan posko satu itu tadi kemarin.
01:55Terima kasih telah menonton!
Komentar