Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang cukup layak dihuni.

Banyak warga datang dengan kondisi memprihatinkan, kehilangan sebagian besar harta benda, dan terpaksa menggunakan air banjir untuk keperluan sehari-hari, termasuk minum.

Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

#banjir #aceh #sumbar

Baca Juga [FULL] Anggota Komisi XI DPR & Celios soal Menkeu Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai Jika Tak Berbenah di https://www.kompas.tv/nasional/635158/full-anggota-komisi-xi-dpr-celios-soal-menkeu-purbaya-ancam-bekukan-bea-cukai-jika-tak-berbenah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/635159/tangisan-korban-banjir-di-aceh-tamiang-warga-terpaksa-minum-dari-genangan-air-banjir
Transkrip
00:00yang terputus menuju Bada Aceh.
00:07Dan untuk mengetahui lebih lengkapnya saudara, kita sudah bersama jurnalis Kompas TV,
00:11Emir Syapur, banan juru kamera Deddy Ginting di Aceh, Tamiang.
00:15Emir, selamat pagi.
00:16Saat ini tepatnya lokasi Anda berada di mana dan bagaimana pantauan kondisi terkini di sana?
00:23Ya Mario dan juga saudara, saat ini saya berada di Karangbaru, Kuala Simpang ke Aceh, Tamiang.
00:33Yang saat ini saya berada di atas pemukiman warga yang sudah rata dengan tanah.
00:39Dapat Anda lihat saudara, di sekeliling saya ini merupakan bekas-bekas bangunan rumah warga
00:44yang hancur akibat diterpa banjir bandang yang terjadi Rabu Lalu.
00:48Dapat itu visual yang Anda saksikan saudara adalah perkampungan bernama Kampung Dalam.
00:54Dapat Anda lihat di sini sudah rata dengan tanah, hanya tersisa-sisa bangunan
00:59dan juga mobil-mobil kenderaan yang juga ikut terdampak banjir bandang yang terjadi Rabu Lalu, saudara.
01:07Terhitung dari hari Rabu, berarti sekarang merupakan hari ke-8 warga terdampak banjir bandang.
01:14Informasi dari warga tadi, saudara, mengatakan untuk bantuan sendiri sampai dengan sekarang belum merata.
01:21Sehingga warga sangat kekurangan akan bahan makanan.
01:25Juga untuk bertahan hidup, warga terpaksa meminum air banjir ataupun air genangan
01:32yang terlebih dahulu mereka sering sebelum akhirnya mereka minum.
01:37Begitu juga, saudara, mereka terpaksa untuk bertahan ataupun tinggal di atas puing-puing rumah mereka
01:44karena memang mereka sendiri tidak tahu akan ataupun mau tinggal di mana karena rumah mereka sudah hancur.
01:51Sehingga masyarakat sangat mengharapkan, Mario dan juga saudara,
01:55untuk bantuan agar segera dipercepat,
01:58agar bantuan ataupun bahan makanan dapat dibagikan secara merata.
02:02Begitu juga dengan air bersih, warga sangat membutuhkan air bersih
02:07semenjak terjadinya banjir bandang yang Belanda.
02:10Begitu juga dengan warga mengatakan membutuhkan posko-posko untuk tinggal sementara
02:14karena rumah mereka sudah rata dengan tanah dan juga obat-obatan
02:18karena mereka khawatir rentannya terserang penyakit dengan kondisi saat ini.
02:24Kemarin, eh semalam, kemarin, Mario dan juga saudara,
02:27saya sempat bertemu dengan Wakil Bupati Aceh Tamiang
02:30mengatakan bahwasannya 90% wilayah di Aceh Tamiang
02:35terdampak banjir bandang Rabu lalu.
02:38Sehingga memang banjir bandang ini meluluh lantahkan sebagian besar Aceh Tamiang.
02:43Kemarin kami juga berkunjung ke salah satu wilayah yang merupakan pusat perekonomian
02:48dari Aceh Tamiang, yaitu berada di daerah lintang atas.
02:51Di daerah sana, saudara, ketinggian air banjir itu mencapai lebih dari 4 meter.
02:57dan membawa material berupa lumpur-lumpur tebal.
03:00Sehingga pasca banjir ini, daerah tersebut lumpuh total.
03:05Karena memang tidak dapat diakses.
03:08Namun pada kemarin, kami sudah bisa mengakses wilayah tersebut
03:13dengan cara menumpangi mobil-mobil truk besar.
03:16Dan untuk saat ini, akses dari Aceh, dari Medan menuju Aceh Tamiang,
03:22itu sudah dapat diakses oleh mobil-mobil pribadi seperti mobil SUV ataupun mobil kecil.
03:29Dan juga, saudara, pentingnya untuk menyediakan posko-posko di Aceh Tamiang ini
03:35karena memang pemerataan posko-posko pengusian itu belum maksimal sampai dengan sekarang.
03:41Warga hanya mendirikan posko-posko secara mandiri
03:45dan juga meminta sumbangan-sumbangan kepada pengendara yang lewat
03:50nantinya untuk dikelola untuk memenuhi kebutuhan mereka di posko tersebut, Mario.
03:56Ya, Emir, kebetulan karena Anda berada di lapangan saat ini,
04:02saya mencoba mengutip salah satu liputan kita di sana.
04:06Bahwa, kata masyarakat di sana, kami saring air di jalan atau banjir buat minum katanya.
04:14Dari yang Anda saksikan saat ini, apakah betul hingga saat ini warga masih terus berusaha bertahan
04:22membutuhkan air bersih, tapi tetap mengonsumsi air banjir tersebut?
04:28Itu yang Anda saksikan saat ini, yang bisa Anda laporkan atau bagaimana sebenarnya?
04:32Ya, miris sekali, miris sekali, Mario, karena memang salah satu hal yang terpentingnya itu adalah air bersih.
04:40Namun, akses air bersih sampai dengan sekarang itu belum ada.
04:44Begitu juga bantuan berupa air bersih belum merata.
04:47Seperti liputan kami kemarin, kami mendapati seorang ibu
04:51yang terpaksa memberikan bayinya dengan genangan air banjir
04:56yang terlebih dahulu disaring.
04:58Dan itu tentu mengiris hati kita.
05:02Seorang bayi diberi minum bekas ataupun dari genangan air banjir.
05:08Karena memang sudah tidak ada lagi akses air bersih di sini.
05:10Dan sampai hari ini, saudara warga sangat membutuhkan air bersih
05:16selain untuk memasak juga untuk tentunya minum ya.
05:19Karena khawatir sekali warga itu bisa dehidrasi.
05:24Karena ini sudah memasuki hari ke-8.
05:27Kita bisa kita bayangkan saja, kita dalam satu hari saja kita tidak minum itu sudah dehidrasi yang cukup ya.
05:34Bayangkan saja warga di sini, 8 hari itu tidak bisa mengkonsumsi air.
05:40Karena memang terbatasnya air bersih di sini.
05:43Dan saat ini, saudara, saya berada di sebuah rumah yang masih utuh
05:50akibat terkena ataupun terdampak banjir bandang lalu.
05:53Di sini saya sudah bersama warga ataupun korban banjir yang terdampak.
05:59Saya ingin bertanya mengenai akses air bersih.
06:01Saya izin bertanya kepada abang.
06:05Jadi bagaimana secara bertahan hidup tanpa adanya air di wilayah ini pas terjadi banjir bang?
06:10Kami bang di sini 13 orang di atas seng kami.
06:14Itulah kami minum hanya air lumpur ini, inilah yang kami minum.
06:19Ini Angga sepupu saya.
06:21Jadi bang Angga, lalu setelah bertahan di atas seng ini berapa lama bang?
06:26Sampai dengan airnya surut?
06:27Di atas seng kami?
06:284 hari, 3 malam.
06:303 hari, 4 malam.
06:31Lalu setelah banjir terjadi, bagaimana bisa bertahan hidup sampai dengan...
06:35Ini kan sudah memasuki 8 hari.
06:37Bagaimana bisa bertahan hidup sampai dengan saat ini?
06:39Ya menunggu-nunggu bantuan abang.
06:42Menunggu-nunggu bantuan.
06:43Habis itu apa yang ada di sini kita minum.
06:46Kayak air sumur sisa kan.
06:47Dan betul, bang mengkonsumsi air bekas-bekas gedangan banjir ini bang?
06:53Iya bang ya.
06:54Mau tidak maulah bang kan.
06:57Baik, sampai saat ini belum ada bantuan yang merata dari pemerintah.
07:01Benar ya itu bang?
07:02Betul bang.
07:03Namun saya sempat melihat tadinya ada helikopter lalu lalang.
07:06Kalau boleh tahu itu apakah menjatuhkan bantuan atau seperti apa ya bang?
07:09Untuk saat ini di sini memang ada.
07:10Tidak tahu dia jatuhkan di mana kan.
07:16Baik.
07:17Terima kasih bang Angga atas waktunya.
07:20Dan itu tadi saudara wawancara saya dengan Angga salah satu korban yang terdampak banjir bandang lalu.
07:28Dan saat ini saya ingin kembali menanyakan korban banjir lainnya.
07:33Sudah bersama daya dengan ibu siapa ibu?
07:35Vira pak.
07:36Baik, ibu Vira.
07:38Boleh diceritakan ibu bagaimana ibu bisa bertahan sampai dengan 8 hari pasca banjir bandang kemarin?
07:46Bicarakan yang mana nih bang?
07:47Bagaimana kemarin ibu bisa bertahan pada saat terjadi banjir?
07:50Kami dievakuasi ke PLN itu diambil.
07:55Bertahan hidup kami.
07:57Ada rezeki dikasih Allah.
07:59Apa?
08:02Kayak yang anjut-anyut itu diambil berenang-berenang.
08:07Tapi sampai sekarang kami mohon pak bantuannya.
08:10Adik kami itu sakit.
08:12Kami belum ada turun apapun di sini.
08:14Belum dapat bantuan apapun.
08:15Kami mau konsumsi air-air banjir itu.
08:20Ada di sini banyak yang sakit pak.
08:22Kami mohon.
08:23Belum ada apa-apa kami di sini.
08:25Pesawat-pesawat lewat.
08:26Belum ada turun apa-apa di sini pak.
08:28Kami...
08:30Adik itu sakit.
08:31Ada yang sakit.
08:32Ada anak-anak.
08:33Ini mulai batuk-batuk kami pak.
08:35Ya saudara.
08:40Selain itu Bu Fira kalau boleh tahu untuk beratahan hidup untuk minum itu seperti apa ya Bu?
08:46Minum kami air-air inilah air-air genang-genangan ini.
08:49Nanti ada dapat-dapat aqua-aqua.
08:53Ya sisa-sisa.
08:55Sisa-sisa hanyut-hanyut.
08:57Sisa hanyut-hanyut.
08:58Bahkan makanan yang di jalan-jalan itu pak.
09:02Yang ada yang hanyut-hanyut.
09:05Yang bekas-bekas.
09:06Yang ada-ada di jalan lah.
09:08Itulah kami makan.
09:09Baik sampai saat ini bertahan di mana Ibu?
09:12Ini di sini.
09:13Untuk sementara waktu di situ.
09:15Itu pun kami belum ada tenda pak.
09:17Untuk tenda.
09:18Untuk kain.
09:19Untuk apa.
09:20Kami gak ada kain.
09:21Gak ada tenda.
09:22Ini tenda pun dipasang belum ada itu bang.
09:25Itu kami baru pasang tenda kan.
09:27Tenda aja kami gak ada pak.
09:28Mesti kena hujan panas.
09:30Mesti hujan panas.
09:31Kena angin abu-abu kami.
09:33Belum ada bantuan apa-apa kami pak.
09:36Artinya jika ibu turun hujan itu seperti apa bu?
09:41Kebasahan lah bang.
09:43Kebasahan kami.
09:45Gak tahu kami bilang.
09:47Terakhir bu bagaimana.
09:47Apa yang ibu dan korban lainnya butuhkan?
09:53Kayak sandang pangan.
09:56Yang terutama kami pak.
09:58Untuk.
10:01Obat-obatan ibu ya?
10:02Obat-obatan adik kami itu obat-obatan.
10:05Baik.
10:06Rumah ibu di mana?
10:07Kalau boleh tahu ibu tinggal di rumah yang di mana ya?
10:10Saya di kampung landu.
10:11Di sana.
10:12Di sana kan duluan kena.
10:13Di kampung landu.
10:14Saya mengungsi kemari dekat adik.
10:16Karena ini paling saya rasa tinggi.
10:18Rupanya sama aja.
10:22Oh baik.
10:23Terima kasih banyak ibu Vira atas waktunya.
10:26Dan itu tadi saudara wawancara saya dengan salah seorang korban banjir lain.
Komentar

Dianjurkan