00:00yang terputus menuju Bada Aceh.
00:07Dan untuk mengetahui lebih lengkapnya saudara, kita sudah bersama jurnalis Kompas TV,
00:11Emir Syapur, banan juru kamera Deddy Ginting di Aceh, Tamiang.
00:15Emir, selamat pagi.
00:16Saat ini tepatnya lokasi Anda berada di mana dan bagaimana pantauan kondisi terkini di sana?
00:23Ya Mario dan juga saudara, saat ini saya berada di Karangbaru, Kuala Simpang ke Aceh, Tamiang.
00:33Yang saat ini saya berada di atas pemukiman warga yang sudah rata dengan tanah.
00:39Dapat Anda lihat saudara, di sekeliling saya ini merupakan bekas-bekas bangunan rumah warga
00:44yang hancur akibat diterpa banjir bandang yang terjadi Rabu Lalu.
00:48Dapat itu visual yang Anda saksikan saudara adalah perkampungan bernama Kampung Dalam.
00:54Dapat Anda lihat di sini sudah rata dengan tanah, hanya tersisa-sisa bangunan
00:59dan juga mobil-mobil kenderaan yang juga ikut terdampak banjir bandang yang terjadi Rabu Lalu, saudara.
01:07Terhitung dari hari Rabu, berarti sekarang merupakan hari ke-8 warga terdampak banjir bandang.
01:14Informasi dari warga tadi, saudara, mengatakan untuk bantuan sendiri sampai dengan sekarang belum merata.
01:21Sehingga warga sangat kekurangan akan bahan makanan.
01:25Juga untuk bertahan hidup, warga terpaksa meminum air banjir ataupun air genangan
01:32yang terlebih dahulu mereka sering sebelum akhirnya mereka minum.
01:37Begitu juga, saudara, mereka terpaksa untuk bertahan ataupun tinggal di atas puing-puing rumah mereka
01:44karena memang mereka sendiri tidak tahu akan ataupun mau tinggal di mana karena rumah mereka sudah hancur.
01:51Sehingga masyarakat sangat mengharapkan, Mario dan juga saudara,
01:55untuk bantuan agar segera dipercepat,
01:58agar bantuan ataupun bahan makanan dapat dibagikan secara merata.
02:02Begitu juga dengan air bersih, warga sangat membutuhkan air bersih
02:07semenjak terjadinya banjir bandang yang Belanda.
02:10Begitu juga dengan warga mengatakan membutuhkan posko-posko untuk tinggal sementara
02:14karena rumah mereka sudah rata dengan tanah dan juga obat-obatan
02:18karena mereka khawatir rentannya terserang penyakit dengan kondisi saat ini.
02:24Kemarin, eh semalam, kemarin, Mario dan juga saudara,
02:27saya sempat bertemu dengan Wakil Bupati Aceh Tamiang
02:30mengatakan bahwasannya 90% wilayah di Aceh Tamiang
02:35terdampak banjir bandang Rabu lalu.
02:38Sehingga memang banjir bandang ini meluluh lantahkan sebagian besar Aceh Tamiang.
02:43Kemarin kami juga berkunjung ke salah satu wilayah yang merupakan pusat perekonomian
02:48dari Aceh Tamiang, yaitu berada di daerah lintang atas.
02:51Di daerah sana, saudara, ketinggian air banjir itu mencapai lebih dari 4 meter.
02:57dan membawa material berupa lumpur-lumpur tebal.
03:00Sehingga pasca banjir ini, daerah tersebut lumpuh total.
03:05Karena memang tidak dapat diakses.
03:08Namun pada kemarin, kami sudah bisa mengakses wilayah tersebut
03:13dengan cara menumpangi mobil-mobil truk besar.
03:16Dan untuk saat ini, akses dari Aceh, dari Medan menuju Aceh Tamiang,
03:22itu sudah dapat diakses oleh mobil-mobil pribadi seperti mobil SUV ataupun mobil kecil.
03:29Dan juga, saudara, pentingnya untuk menyediakan posko-posko di Aceh Tamiang ini
03:35karena memang pemerataan posko-posko pengusian itu belum maksimal sampai dengan sekarang.
03:41Warga hanya mendirikan posko-posko secara mandiri
03:45dan juga meminta sumbangan-sumbangan kepada pengendara yang lewat
03:50nantinya untuk dikelola untuk memenuhi kebutuhan mereka di posko tersebut, Mario.
03:56Ya, Emir, kebetulan karena Anda berada di lapangan saat ini,
04:02saya mencoba mengutip salah satu liputan kita di sana.
04:06Bahwa, kata masyarakat di sana, kami saring air di jalan atau banjir buat minum katanya.
04:14Dari yang Anda saksikan saat ini, apakah betul hingga saat ini warga masih terus berusaha bertahan
04:22membutuhkan air bersih, tapi tetap mengonsumsi air banjir tersebut?
04:28Itu yang Anda saksikan saat ini, yang bisa Anda laporkan atau bagaimana sebenarnya?
04:32Ya, miris sekali, miris sekali, Mario, karena memang salah satu hal yang terpentingnya itu adalah air bersih.
04:40Namun, akses air bersih sampai dengan sekarang itu belum ada.
04:44Begitu juga bantuan berupa air bersih belum merata.
04:47Seperti liputan kami kemarin, kami mendapati seorang ibu
04:51yang terpaksa memberikan bayinya dengan genangan air banjir
04:56yang terlebih dahulu disaring.
04:58Dan itu tentu mengiris hati kita.
05:02Seorang bayi diberi minum bekas ataupun dari genangan air banjir.
05:08Karena memang sudah tidak ada lagi akses air bersih di sini.
05:10Dan sampai hari ini, saudara warga sangat membutuhkan air bersih
05:16selain untuk memasak juga untuk tentunya minum ya.
05:19Karena khawatir sekali warga itu bisa dehidrasi.
05:24Karena ini sudah memasuki hari ke-8.
05:27Kita bisa kita bayangkan saja, kita dalam satu hari saja kita tidak minum itu sudah dehidrasi yang cukup ya.
05:34Bayangkan saja warga di sini, 8 hari itu tidak bisa mengkonsumsi air.
05:40Karena memang terbatasnya air bersih di sini.
05:43Dan saat ini, saudara, saya berada di sebuah rumah yang masih utuh
05:50akibat terkena ataupun terdampak banjir bandang lalu.
05:53Di sini saya sudah bersama warga ataupun korban banjir yang terdampak.
05:59Saya ingin bertanya mengenai akses air bersih.
06:01Saya izin bertanya kepada abang.
06:05Jadi bagaimana secara bertahan hidup tanpa adanya air di wilayah ini pas terjadi banjir bang?
06:10Kami bang di sini 13 orang di atas seng kami.
06:14Itulah kami minum hanya air lumpur ini, inilah yang kami minum.
06:19Ini Angga sepupu saya.
06:21Jadi bang Angga, lalu setelah bertahan di atas seng ini berapa lama bang?
06:26Sampai dengan airnya surut?
06:27Di atas seng kami?
06:284 hari, 3 malam.
06:303 hari, 4 malam.
06:31Lalu setelah banjir terjadi, bagaimana bisa bertahan hidup sampai dengan...
06:35Ini kan sudah memasuki 8 hari.
06:37Bagaimana bisa bertahan hidup sampai dengan saat ini?
06:39Ya menunggu-nunggu bantuan abang.
06:42Menunggu-nunggu bantuan.
06:43Habis itu apa yang ada di sini kita minum.
06:46Kayak air sumur sisa kan.
06:47Dan betul, bang mengkonsumsi air bekas-bekas gedangan banjir ini bang?
06:53Iya bang ya.
06:54Mau tidak maulah bang kan.
06:57Baik, sampai saat ini belum ada bantuan yang merata dari pemerintah.
07:01Benar ya itu bang?
07:02Betul bang.
07:03Namun saya sempat melihat tadinya ada helikopter lalu lalang.
07:06Kalau boleh tahu itu apakah menjatuhkan bantuan atau seperti apa ya bang?
07:09Untuk saat ini di sini memang ada.
07:10Tidak tahu dia jatuhkan di mana kan.
07:16Baik.
07:17Terima kasih bang Angga atas waktunya.
07:20Dan itu tadi saudara wawancara saya dengan Angga salah satu korban yang terdampak banjir bandang lalu.
07:28Dan saat ini saya ingin kembali menanyakan korban banjir lainnya.
07:33Sudah bersama daya dengan ibu siapa ibu?
07:35Vira pak.
07:36Baik, ibu Vira.
07:38Boleh diceritakan ibu bagaimana ibu bisa bertahan sampai dengan 8 hari pasca banjir bandang kemarin?
07:46Bicarakan yang mana nih bang?
07:47Bagaimana kemarin ibu bisa bertahan pada saat terjadi banjir?
07:50Kami dievakuasi ke PLN itu diambil.
07:55Bertahan hidup kami.
07:57Ada rezeki dikasih Allah.
07:59Apa?
08:02Kayak yang anjut-anyut itu diambil berenang-berenang.
08:07Tapi sampai sekarang kami mohon pak bantuannya.
08:10Adik kami itu sakit.
08:12Kami belum ada turun apapun di sini.
08:14Belum dapat bantuan apapun.
08:15Kami mau konsumsi air-air banjir itu.
08:20Ada di sini banyak yang sakit pak.
08:22Kami mohon.
08:23Belum ada apa-apa kami di sini.
08:25Pesawat-pesawat lewat.
08:26Belum ada turun apa-apa di sini pak.
08:28Kami...
08:30Adik itu sakit.
08:31Ada yang sakit.
08:32Ada anak-anak.
08:33Ini mulai batuk-batuk kami pak.
08:35Ya saudara.
08:40Selain itu Bu Fira kalau boleh tahu untuk beratahan hidup untuk minum itu seperti apa ya Bu?
08:46Minum kami air-air inilah air-air genang-genangan ini.
08:49Nanti ada dapat-dapat aqua-aqua.
08:53Ya sisa-sisa.
08:55Sisa-sisa hanyut-hanyut.
08:57Sisa hanyut-hanyut.
08:58Bahkan makanan yang di jalan-jalan itu pak.
09:02Yang ada yang hanyut-hanyut.
09:05Yang bekas-bekas.
09:06Yang ada-ada di jalan lah.
09:08Itulah kami makan.
09:09Baik sampai saat ini bertahan di mana Ibu?
09:12Ini di sini.
09:13Untuk sementara waktu di situ.
09:15Itu pun kami belum ada tenda pak.
09:17Untuk tenda.
09:18Untuk kain.
09:19Untuk apa.
09:20Kami gak ada kain.
09:21Gak ada tenda.
09:22Ini tenda pun dipasang belum ada itu bang.
09:25Itu kami baru pasang tenda kan.
09:27Tenda aja kami gak ada pak.
09:28Mesti kena hujan panas.
09:30Mesti hujan panas.
09:31Kena angin abu-abu kami.
09:33Belum ada bantuan apa-apa kami pak.
09:36Artinya jika ibu turun hujan itu seperti apa bu?
09:41Kebasahan lah bang.
09:43Kebasahan kami.
09:45Gak tahu kami bilang.
09:47Terakhir bu bagaimana.
09:47Apa yang ibu dan korban lainnya butuhkan?
09:53Kayak sandang pangan.
09:56Yang terutama kami pak.
09:58Untuk.
10:01Obat-obatan ibu ya?
10:02Obat-obatan adik kami itu obat-obatan.
10:05Baik.
10:06Rumah ibu di mana?
10:07Kalau boleh tahu ibu tinggal di rumah yang di mana ya?
10:10Saya di kampung landu.
10:11Di sana.
10:12Di sana kan duluan kena.
10:13Di kampung landu.
10:14Saya mengungsi kemari dekat adik.
10:16Karena ini paling saya rasa tinggi.
10:18Rupanya sama aja.
10:22Oh baik.
10:23Terima kasih banyak ibu Vira atas waktunya.
10:26Dan itu tadi saudara wawancara saya dengan salah seorang korban banjir lain.
Komentar