Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan Purbaya menyebut bahwa jika perlambatan ekonomi tidak dibenahi, Indonesia berpotensi masuk resesi awal tahun depan.

"Dan mungkin kita akan masuk resesi dan awal tahun depan kita mungkin mengalami pergantian kekuasaan yang costnya besar sekali buat masyarakat kita," kata Purbaya dikutip dari tayangan Youtube Kadin Indonesia, Senin (1/12/2025).

Ia juga menyinggung bahwa ketidakstabilan ekonomi dapat memicu gejolak sosial yang berbiaya besar bagi masyarakat.

Menurutnya pemerintah punya uang banyak Rp425 triliun cash nganggur di bank sentral.

"Saya pindahkan Rp200 triliun ke bank komersial. Itu dampaknya apa? Menambah uang dari sini ke sana tumbuh 13,5%. Akibatnya ekonomi mulai bergerak. Tapi di bulan berikutnya turun lagi ke 7,8%. Kalau enggak diinjak lagi uang, pasti ekonominya akan melambat lagi," kata Purbaya.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Vila

#purbaya #kadinindonesia #ekonomiindonesia

Baca Juga Disinggung soal Status Bencana di Sumatra, Prabowo: Kita Monitor Terus, Saya Kira Kondisi Membaik di https://www.kompas.tv/nasional/634748/disinggung-soal-status-bencana-di-sumatra-prabowo-kita-monitor-terus-saya-kira-kondisi-membaik



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634760/purbaya-blak-blakan-depan-kadin-soal-cegah-indonesia-dari-resesi-kenapa-saya-sok-tahu
Transkrip
00:00Kita akan masuk resesi dan awal tahun depan kita mungkin mengalami pergantian kekuasaan yang kosnya besar sekali buat masyarakat kita.
00:10Kenapa saya seorang tahu memang ekonomi sedang berhentikan.
00:30Ini saya, kalau orang ekonomi, kalau sekayak saya, oh duduk, oh beri, beri, beri, beri.
00:50Ijin berdiri.
00:54Ekonomi itu melihat ketika melambat,
00:57saya juga gak berapa tahu kenapa melambat,
01:00tapi saya lihat orang-orang turun ke jalan, dia mau besar-besaran.
01:03Kita lihat apakah demikian itu sebentar akan hilang atau tidak.
01:07Kita analisa kemungkinan besar gak akan hilang kalau ekonomi yang gak diperbaiki
01:10dan mungkin kita akan masuk resesi dan awal tahun depan kita mungkin mengalami pergantian kekuasaan
01:19yang kosnya besar sekali buat masyarakat kita.
01:23Kenapa saya seorang tahu?
01:24Memang ekonomi sedang berhentikan.
01:27Kalau Anda lihat makro ekonomi,
01:30seorang monetaris terkenal,
01:32pemenang Nobel, Milton Friedman,
01:34dia bilang,
01:35kalau Anda mau lihat kebijakan
01:37moneter, longgar atau kecat,
01:40Anda jangan lihat dari bunga,
01:42tapi tidak lihat dari laju pertumbuhan uang,
01:44beredar, base money, M0 katanya.
01:46dia mengambil kesimpulannya itu dari pengalaman krisis di Amerika tahun 1930
01:56dan habis itu dipelajarin oleh banyak orang termasuk Ben Bernanke juga menyimpulkan hal yang sama.
02:04Jadi waktu itu katanya Amerika ekonominya hancur bukan karena
02:10kebijakannya cukup,
02:16kebijakan monetarnya cukup,
02:17tapi kebijakannya salah.
02:19Walaupun bunga 0%,
02:21laju pertumbuhan uangnya negatif
02:25sehingga ekonominya hancur.
02:27Jadi kesimpulannya mereka adalah
02:28kalau Anda mau lihat kebijakan
02:31di perekonomian longgar atau ketat,
02:34saya nggak boleh bilang kebijakan monetar
02:36soalnya tulisan BI kali ya.
02:39Anda lihat dari pertumbuhan uang
02:41bukan dari bunga.
02:44Karena saya belajar itu,
02:45waktu itu kan
02:46saya sekolah di Amerika 95-2000
02:50krisis 97-98 kan
02:52sehingga sebelum pulang saya pelajari
02:55apa sih penyebab krisis kita.
02:58Sama aja ternyata kita juga sama
03:00melakukan kesalahan yang sama.
03:0297-98
03:03bunga kita naik
03:05kita pikirkan
03:06kebijakan ketat
03:08untuk menjaga nilai tukar.
03:10Tapi pada saat yang bersamaan
03:12Bank Sentral injek uang ke sistem besar-besaran
03:15akibatnya
03:16apa
03:17bunga tinggi
03:18real sektor hancur.
03:20Uang banyak
03:20rupiah hancur.
03:22Jadi tahun 98 itu
03:23kita
03:25membiayai
03:27kehancuran ekonomi kita.
03:31Itu pelajaran yang saya
03:32dapat dari
03:33krisis 98
03:34setelah itu saya perhatikan
03:36jangan sampai terorang lagi.
03:40Sepertinya ilmunya gampang
03:42tapi banyak diantara kita yang lupa.
03:45Nih kalau saya lihat ya
03:47Tahun
03:53Oh gini
03:59Tahun
04:03Bicelas
04:04paling gampang
04:08kemarin
04:09kenapa ekonomi kita melemah
04:11karena uangnya
04:13dibuat nol
04:13sejak
04:142023
04:15pertengahan
04:15terus ke bawah sini
04:16sepanjang 2024
04:18pertumbuhan uangnya nol
04:20ini hampir nol kan
04:22artinya ekonomi
04:23sedang direm
04:24dibuat
04:25dilonggarkan sedikit
04:26disini
04:26tapi bulan
04:27bulan Mei
04:28Juni
04:28Juli
04:28Agus
04:29September
04:29ditaruh disini
04:30jadi ekonomi kita melemah
04:33jadi ketika saya
04:36jadi hampir pasti
04:37oh ini gak dibetulin
04:39kita udah krisis
04:42terus akan hancur
04:44jadi langkah pertama saya adalah
04:47berusaha mengembalikan
04:48pertumbuhan uang
04:50perekonomian
04:51apa yang saya kerjakan
04:54saya lihat
04:55oh
04:58pemerintah punya uang
05:00banyak
05:00ada 425 triliun rupiah
05:03cash
05:04nganggur di bank sentral
05:06saya pindahkan
05:09200 triliun
05:10ke bank komersial
05:12itu
05:15dampaknya apa
05:16menambah uang dari sini
05:18ke sana
05:19tumbuh 13,5%
05:21akibatnya
05:24ekonomi mulai bergerak
05:25tapi di bulan berikutnya
05:28turun lagi ke
05:297,8%
05:30kalau gak diinyak lagi uang
05:34pasti ekonomi akan melambat lagi
05:36jadi setelah 200 triliun
05:38saya tambah lagi ke ekonomi
05:4176 triliun rupiah
05:43supaya ekonomi
05:45jalan lagi
05:46sepertinya
05:48ekonominya
05:49jalan lagi
05:51sekarang
05:51kan kalau Anda lihat
05:52mana-mana mulai rame kan
05:53yang penting Anda lihat disini
05:54suku bunga deposito turun
05:56interbank turun
05:57suku bunga kredit
05:58mulai turun secara bertahap
06:00nah ke depan
06:11ke depan gimana
06:11kenapa saya berani
06:13bilang
06:14ah
06:15kalau tumbuh 6%
06:16mah gampang
06:16ya
06:186,5%
06:18gak susah-susah amat
06:197,8%
06:21baru
06:21perlu
06:22ekstra effort
06:23ini saya udah
06:26ngomong berkali
06:26saya ceritakan lagi disini
06:28waktu jaman Pak
06:31apa bedanya
06:32jaman Pak Presiden
06:33Jokowi
06:34dengan jaman Pak Presiden
06:36SBY
06:36waktu jaman Pak SBY
06:39ekonomi tumbuh
06:406%
06:42rata-rata
06:43pada waktu jaman Pak Jokowi
06:455%
06:46salahnya di mana
06:49pada waktu jaman Pak SBY
06:54dia tidak membangun infrastruktur
06:57besar-besaran
06:57kenapa bisa tumbuh 6%
07:00karena dia biarkan
07:03real sektor tumbuh
07:04private sektor tumbuh
07:06peran Kadin pada waktu itu
07:08pasti besar
07:08mungkin sebagian besar
07:10untung banyak
07:10waktu itu ya
07:11tapi pada waktu jaman Pak Jokowi
07:14waktu jaman Pak Jokowi
07:16dia bangun infrastruktur
07:19di mana-mana
07:20tapi
07:22private sektor
07:24perannya
07:26sedikit
07:27akibatnya
07:29tumbuhnya cuma 5%
07:31jadi
07:33di jaman Pak
07:35SBY
07:36yang jalan
07:38private sektor
07:39pemerintahnya diam
07:40di jaman
07:41Pak Jokowi
07:42pemerintah jalan
07:44private sektornya
07:45relatif diam
07:46yang private
07:48hasilnya
07:496%
07:50yang government
07:51hasilnya
07:525%
07:54jadi
07:56kalau sekarang
07:57saya hidupkan
07:58dua-dua masing ekonomi
08:00government
08:01dan private sektor
08:026,5%
08:03tidak susah-susah amat
08:05seorang yang bertanya
08:07tahu dari mana
08:09perubaya
08:09bahwa waktu jaman
08:11Pak SBY
08:12yang jalan
08:13private sektor
08:15kalau
08:16pembangun infrastruktur
08:17kan udah clear
08:18gak kemana-mana
08:19waktu itu ya
08:20saya lihat dari sini
08:21balik ke
08:23tadi gambar uang tadi
08:24gambar uang tadi
08:26bisa menjelaskan
08:27apa yang terjadi
08:28di perekonomian Indonesia
08:29dengan cukup detail
08:31kalau ekonominya
08:34pada pinter
08:34cuman yang pinter
08:37cuman gua
08:37kayaknya
08:38makanya
08:43saya cerita itu lah
08:44mereka bilang
08:45ini ilmu aneh
08:46tapi ini ilmu
08:48dasar ekonomi
08:49seperti ini
08:49jadi ekonomi
08:50yang betul ya
08:51yang seperti ini
08:52yang lain salah
08:53semua
08:53ini waktu
08:57jamannya
08:57Pak
08:58SBY
08:59yang anda lihat
09:00ini hijau
09:00ini pertumbuhan
09:02dari sini ke sini
09:03itu rata-ratanya
09:04tumbuhnya
09:0517,5%
09:07sampai 18%
09:08akibatnya apa
09:10kreditnya
09:11tumbuhnya kenceng tuh
09:12yang biru nih
09:13kredit nih
09:14berapa itu
09:1622%
09:17artinya
09:18private sektor
09:19yang menjalankan
09:20pada waktu itu
09:21lihat
09:24jamannya
09:25Pak Jokowi
09:25tiba-tiba
09:27uangnya
09:28turun ke sini
09:29ini kadang-kadang
09:312008 sampai 2009
09:32ini
09:322018 sampai 2019
09:33sebelum
09:36covid
09:36rata-ratanya
09:38udah nol
09:39dua tahun
09:40sudah direm
09:41ekonominya
09:41walaupun
09:43Pak Jokowi
09:44bangun
09:44infrastruktur
09:45dimana-mana
09:45ketika
09:46private sektor
09:47yang gak jalan
09:48ketika pengusaha
09:49kadin
09:49diem aja
09:50ekonomi
09:51gak kemana-mana
09:52tumbuh 5%
09:53mungkin
09:54rata-ratanya
09:54di bawah
09:55ini
09:57jadi saya bisa bilang
10:01disini
10:02private
10:04disini
10:04government
10:05lihat pertumbuhan kreditnya
10:07cuman 7%
10:08kadang-kadang
10:09juga negatif
10:10hampir kita hancur
10:14di tahun 2020
10:15waktu saya
10:17waktu itu saya
10:18di maritim
10:18keadaan seperti ini
10:22ini minus 15
10:2513.3%
10:26pertumbuhan uangnya
10:27jadi
10:29dengan keadaan
10:31covid
10:31fiskal
10:33dan monetarnya
10:33mencekik ekonomi kita
10:35ini bisa balik
10:39mulai ke sana
10:42tapi itu baliknya
10:44bukan kebetulan
10:45Pak Presiden
10:47memerintahkan
10:49Bank Sentral
10:49untuk mengatur
10:50kebijakannya
10:52saya yang kasih tau
10:56saya yang kasih tau
10:56gratis
10:58gak dibayar
10:59gak apa-apa lah
11:00saya dulu
11:02terkenal ekonomi
11:03bayarannya 2M
11:04makasih mas
11:06sekarang udah lumayan
11:10dibayar
11:10Pak Parbowo
11:11bayarannya lebih gede
11:12rupanya
11:12ini sampai sini
11:14Bank Sentral
11:15masih negatif
11:17Bank Sentral
11:20udah membantu
11:20tapi masih negatif
11:21ini dari sini
11:22kesana
11:23apa yang terjadi
11:23kita paksa
11:26Kementerian Keuangan
11:28memindahkan
11:29300 triliun
11:30dari
11:31BI
11:32ke
11:33perekonomian
11:34ke bank-bank komersial
11:36akibatnya
11:37M0-nya tumbuh
11:39seperti ini
11:39gak lama
11:40kredit juga
11:41tumbuh kencang
11:42seperti ini
11:43jadi ini
11:44amat mempengarai
11:46pertumbuhan kredit
11:47dan
11:48pertumbuhan swasta
11:52sektor real
11:53waktu kemarin
11:56saya balikin uang itu
11:57200 triliun
11:58itu bukan langkah baru
12:00pernah dilakukan
12:01di sini
12:01cuman karena mereka
12:04gak ngerti
12:05mereka cuman
12:05jalanin perintah
12:06mereka pikir
12:08itu langkah kebetulan
12:09tidak
12:10itu langkah
12:11by design
12:11yang ini pun
12:13kita sudah
12:14punya pengalaman
12:16dan kita langkah
12:17kita jalankan
12:18langkah itu
12:18karena kita udah
12:20punya pengalaman
12:20tahun-tahun sebelumnya
12:22jadi
12:24saya kelihatannya
12:25pinter
12:25padahal enggak
12:26dulu dikerjain
12:27tapi emang
12:29gue yang nyuruh sih
12:30jalanin gak ngerti
12:32orang nuduh saya
12:37ini waktu
12:38lontor ini
12:39mereka bilang apa
12:41purbaya
12:42ngabisin
12:43uang pemerintah
12:44200 triliun
12:46padahal
12:48yang saya lakukan
12:49apa
12:49saya pindahkan
12:51uang dari
12:51bank sentral
12:52ke
12:54bank komersial
12:56BUMN
12:57dalam bentuk
12:58seperti tabungan
12:59deposit ongkol
13:01uangnya masih
13:02uang saya
13:03jadi ini balik
13:06ekonomi recover
13:07uang gue
13:09masih utuh
13:10pinter juga
13:16saya katanya
13:16itu seperti
13:26hal yang gampang
13:27kita pikirkan
13:29orang dalam negeri
13:30gak ngerti
13:30tapi ternyata
13:32orang luar negeri
13:34juga gak ngerti
13:34kalau anda baca
13:37di ekonomis yang hari ini
13:39yang terakhir
13:39ada tuh
13:41tulisan
13:42yang bilang
13:44Indonesia
13:45raise
13:46it's rainy day
13:47pot
13:47dia bilang
13:49di ekonomis itu
13:51saya
13:52ngabisin uang
13:53yang disimpan
13:54untuk keadaan susah
13:56sebesar
13:57200 triliun
13:57padahal kan
14:01uangnya gak habis
14:02uangnya cuman
14:02saya pindahin aja
14:03jadi
14:04majalah
14:05di ekonomis
14:06yang canggih itu
14:07ternyata
14:08gak sepinter gue
14:09jadi gini
14:15kalau saya aktifkan
14:18ini
14:20kalau anda
14:20baca yang hari ini
14:21Pak Tantoy
14:22baca betul deh
14:23dibilang
14:23saya salah
14:24saya ini
14:24gue bilang
14:25dasar majalah
14:25bego
14:26oh iya dong
14:29kan dia banyak
14:30ekonominya kan
14:30harusnya
14:31ternyata emang
14:32dugaan saya
14:32betul
14:32dia gak sepinter saya
14:33jadi
14:35kalau saya hidupkan
14:37dua-duanya
14:37ekonomi
14:38fiskal
14:39moneter
14:39dengan ini
14:40mesinnya dua
14:40tumbuh
14:41saya pikir
14:426 sampai 6 setengah
14:43bisa lah
14:44nanti anda
14:45akan mendapatkan
14:47keadaan ekonomi
14:47yang beda
14:48dibanding sebelumnya
14:48tapi
14:51itu belum cukup
14:53kalau untuk
14:53menciptakan
14:54pertemuan ekonomi
14:55yang meraksinambungan
14:56iklim investasi kita
14:59masih berantakan
15:00betul kan
15:01one single
15:03one stop
15:04service
15:05tapi gak kelar-kelar
15:06eh boleh ngomongin gak
15:09kalau gak kita udah lari ekonominya
15:13investasi udah ngebut
15:15sekarang kita
15:16sama
15:16Vietnam kalah
15:17sama Thailand kalah
15:19sama Singapura kalah
15:20sama Malaysia kalah
15:22dalam hal menarik
15:23investasi
15:24kemarin
15:25apa
15:26Nvidia
15:27baru pilih
15:29Johor
15:29dibanding Indonesia
15:31kita kalah
15:32kita masih betulin
15:33gimana
15:35cara memperbaiki
15:36ekonomi
15:37investasi
15:38orang kan bilang
15:40oke
15:40pur
15:41kau perbaiki
15:43di atas kertas
15:44undang-undangnya gimana
15:45ini
15:45kalau di atas kertas
15:47semuanya pasti bagus
15:49kalau saya panggil
15:50anak buah saya
15:51di kementerian keuangan
15:53ada hambatan
15:54enggak
15:54enggak ada pak
15:55keluhan ada
15:57enggak ada pak
15:58tapi investasi gak masuk
16:02kalau saya tanya pelaku bisnis
16:03gimana
16:04kusut
16:05gitu kan
16:06jadi saya usulkan kemenko
16:11perekonomian
16:12Pak Menko
16:13kita buat task force
16:16untuk debat on liking
16:17Pak Menko setuju
16:19Pak Presiden setuju
16:21jadi akan
16:21sudah dibuat task force
16:22sudah di launch
16:23ada tiga task force
16:25disitu
16:25ada tiga
16:26POCJA
16:27satu dua dan tiga
16:28yang penting yang kedua adalah
16:29POCJA
16:31debat on liking
16:31disitu
16:33bapak-bapak
16:35ibu-ibu
16:36para pelaku bisnis
16:39kalau ada hambatan
16:41di bisnis Anda
16:42Anda bisa lapor
16:44dan kami akan sidangkan
16:45seminggu kemudian
16:47saya sudah
16:48memutuskan
16:50mengalokasikan waktu
16:51satu hari penuh
16:51untuk memimpin sidang
16:53debat on liking
16:54kenapa saya
16:56sobrani
16:57saya pernah
17:00punya pengalaman
17:01debat on liking
17:02di menko
17:03sebelumnya
17:04di menko
17:04perekonomian
17:06maritim
17:07dan
17:07pol hukam
17:08tiga menko
17:09saya
17:09wakil ketua tim
17:12debat on liking
17:13sama Pak
17:13Yashuna Lawli
17:14ketuanya
17:14kita dari
17:152016
17:16sampai
17:162019
17:17menyelesaikan
17:19193 kasus
17:22investasi
17:23berhubungan
17:24dengan investasi
17:25sebesar
17:26894 triliun rupiah
17:29cuman kita
17:30gak pernah ke media
17:31makanya
17:32investasi kan
17:33dipindah ke maritim
17:35karena kita jago
17:37ke depan
17:40kita akan perbaiki itu
17:41sehingga nanti
17:42iklim bisnis
17:43akan kita perbaiki
17:44secara bertahap
17:45langsung dari lapangan
17:46nanti dari situ
17:47kita butuhin peraturannya
17:49bukan dari peraturan
17:50ke lapangan
17:50ini ke peraturan nanti
17:53jadi teman-teman
17:54nanti kalau ada
17:55masalah bisnis
17:56lapor ke tempat saya
17:57nanti saya umumkan
17:58besok mungkin
17:59lapornya kemana
18:00nanti akan kita bereskan
18:01kalau ada yang ragu
18:08Purwaya emang
18:09tahu hukum apa
18:11emang dia bisa jadi hakim
18:12saya udah menyidangkan
18:16mungkin 600 kasus
18:17600 sidang terus-terusan
18:18selama itu
18:19selama tiga tahun itu
18:21saya kemampuan hakimnya
18:23udah setingkat
18:24Abu Nawas
18:24dulu ada cerita
18:28Abu Nawas disuruh meriksa
18:30oleh raja
18:31ini orang yang mana
18:32yang baik
18:33yang mana yang nipu
18:34yang mana yang enggak
18:35dia
18:36panggil
18:38dia ambil
18:39kudangan
18:40kudanya dikasih
18:41minyak
18:42terus orang-orang
18:43suruh pegang itu
18:44masukkan kurang-tutup
18:45suruh pegang
18:46yang bersalah
18:47enggak berani pegang
18:48yang enggak bersalah
18:50dia pegang
18:50karena abis itu
18:52salaman dengan Abu Nawas
18:53dia tahu
18:54yang tangannya
18:55basah
18:56karena minyak
18:56orangnya jujur
18:57yang tangannya kering
18:58itulah pendosanya
19:00kalau saya enggak gitu
19:02saya enggak kasih minyak
19:04tapi dengan
19:05jalannya waktu
19:06setiap selesai sidang
19:07kan salaman tuh
19:07mungkin 20 sidang
19:09udah tahu
19:10siapa yang bersalah
19:12tangannya dingin
19:13yang enggak bersalah
19:17hangat
19:17lama-lama kita tahu
19:19yang ini salah
19:19ini
19:19saya punya anak buah polisi
19:21oke lu periksa orang itu
19:22betul
19:23dia yang bersalah
19:24jadi saya udah
19:25setingkat Abu Nawas
19:26kalau kita perbaiki
19:33iklim investasi
19:34apa otomatis
19:37para pengusaha domestik
19:39bisa berjaya
19:40enggak
19:42kalau kita tidak lindungi
19:45pasar domestik kita
19:46saya selalu bilang kan
19:49kita enggak usah takut
19:52dengan global uncertainty
19:53kenapa
19:55tiap tahun selalu ada
19:57global uncertainty
19:57enggak bisa kita kendalikan
19:59ngapain kita pusing-pusing
20:00kita fokus dengan
20:02domestic demand
20:04yang menyumbang
20:05ke ekonomi sekitar 90%
20:07kalau saya jaga domestic demand
20:11maka
20:12ekonomi kita
20:13enggak akan apa-apa
20:13walaupun global hancur
20:15Anda pasti bilang
20:17purbaya tukang tipu
20:19enggak
20:19saya enggak nipu
20:21Anda lihat
20:22tahun 2009
20:232008-2009
20:24ketika ada
20:26global financial meltdown
20:27negara sekeliling kita
20:31Singapura
20:32Malaysia
20:32Thailand
20:33Korea
20:34Jepang
20:35Eropa
20:35Amerika
20:36semua tumbuhnya negatif
20:38kita tumbuh berapa
20:404,6%
20:42hanya kita
20:43China
20:44dan India
20:44yang tumbuh positif
20:45pada waktu itu
20:46kenapa
20:47karena kita perhatikan
20:49domestic demand
20:50caranya apa
20:51kalau 1998
20:53bunga naik
20:542008-2009
20:56bunga diturunkan
20:571998
20:59AMF
21:00kebijakannya
21:00kencangkan
21:01ikat pinggang
21:02sekarang kita
21:04waktu itu ya
21:05ekspansi fiskal
21:07jadi selama kita
21:13jaga domestic demand
21:14ekonomi kita bagus
21:15tapi
21:16kalau domestic demand
21:18yang dikuasai
21:18asing
21:19buat apa
21:20yang untung ya
21:21pengusaha-pengusaha asing
21:23jadi langkah saya
21:24selanjutnya adalah
21:25apain
21:25saya
21:27jaga
21:29border kita
21:31dari barang-barang
21:32ilegal
21:33kalau kemarin kan
21:35ribut
21:35kemarin kan ada
21:39ribut-ribut
21:41apa
21:41thrifting
21:42gue gak peduli
21:44thriftingnya
21:44pokoknya
21:45baju bekas ilegal
21:46masuk
21:46kita tutup
21:46nanti abis itu
21:48baja
21:49bentar lagi
21:50abis itu
21:51sepatu
21:52abis itu yang lain-lain
21:54jadi
21:56kita jaga
21:59domestic demand
22:00domestic market
22:01untuk teman-teman
22:02pengusaha
22:03tapi nanti
22:06kalau udah
22:06sukses
22:07kalau udah sukses
22:09jangan lupa
22:10bayar pajak
22:11kan sama-sama
22:14seneng
22:15jadi
22:18kita ingin tumbuh
22:216-7-8%
22:23nanti ke depan
22:24waktu
22:25Pak Prabowo
22:26bilang
22:27tumbuh 8%
22:28target tumbuh 8%
22:29semua orang
22:30ngetawain
22:31ya gak mungkin
22:32saya
22:33waktu
22:34belum
22:34di sistem
22:35yang masih di luar
22:36saya bilang
22:37ya emang
22:38susah
22:38tapi
22:39kalau kita
22:40mau jadi negara
22:41maju
22:41kita harus tumbuh
22:43double digit
22:44selama 10 tahun
22:46lebih
22:468%
22:48masih belum double digit
22:49tapi itu
22:49satu awal
22:50langkah ke arah sana
22:528 masih
22:53terlalu rendah
22:54malah
22:54jadi langkah awal
22:56itu 8%
22:578
22:59jadi
23:00dengan langkah ini
23:01saya harapkan
23:01tahun depan
23:01kita bisa tumbuh
23:026
23:02tahun depannya
23:03lebih cepat lagi
23:04harusnya
23:054 tahun
23:075 tahun lagi
23:07udah kelihatan
23:08tuh 8%
23:08bisa kecapai
23:09seandainya gak capai
23:118%
23:12dapat 7%
23:13juga udah lumayan
23:13tapi saya pikir
23:15dengan tadi
23:16strategi fiskal
23:16monitor jalan
23:17mesin pemerintah jalan
23:19mesin swasta jalan
23:20domestic market
23:22dijaga dengan betul
23:23iklim infrastrasi
23:24diperbaiki
23:25harusnya
23:308
23:32gak
23:33susah
23:34susah amat
23:34balik
23:39orang bilang
23:40purbaya ini
23:41yang ngomong besar
23:42kalau anda lihat
23:44di pasar modal
23:45itu kan banyak
23:46analis-analis kan
23:47itu orang-orang
23:48pinter
23:49the fact
23:51bahwa
23:51stock market
23:52bisa naik dengan cepat
23:53kelihatannya
23:54mereka percaya
23:54kayaknya
23:55purbaya serius nih
23:56Pak Jokowi
23:58serius
23:58Pak
23:58sorry
23:59Pak Prabowo
23:59serius
24:00jadi
24:02tumbuh
24:058%
24:05susah
24:06tapi bukan
24:06angka yang mustahil
24:07kalau kita
24:08rajukan secara
24:09bertahap
24:10jadi fiskal
24:13sector keuangan
24:13dan iklim
24:14diperbaiki
24:15apa lagi yang menarik
24:19MBG
24:22apalagi
24:24koperasi merah putih
24:26pasti anda bilang
24:29ah itu kebijakan
24:30ngawur
24:30kayak dewa mabuk
24:31tuh sana
24:32kesini
24:32kalau anda lihat
24:35Sumitronomics
24:37ada tiga pilar
24:38pemerataan
24:39pembangunan
24:40stabilitas
24:41yang tinggi
24:42stabilitas sosial
24:42yang tinggi
24:43dan laju
24:44pertumbuhan
24:44ekonomi yang tinggi
24:45yang dilakukan oleh
24:47Pak Prabowo
24:48adalah dua
24:48pilar tadi
24:49pemerataan
24:50dan stabilitas
24:51ekonomi
24:52karena dengan
24:53program-program
24:54yang langsung
24:54kerakyat
24:55kita bisa
24:56jalankan
24:57pemerataan
24:58dan stabilitas
24:59sekaligus
24:59tapi
25:00kalau pertumbuhannya
25:02terganggu
25:02gak stabil juga
25:03seperti kemarin
25:04Agustus
25:06awal Agust
25:07Agustus
25:07awal September
25:08itu keadaannya
25:09betul-betul
25:09membahayakan
25:11yang saya perbaiki
25:15adalah yang
25:15laju pertumbuhan
25:16ekonomi yang tinggi
25:17itu akan kita dorong
25:19terus ke depan
25:19supaya
25:20ekonominya
25:21semakin bagus
25:22semakin bagus
25:23semakin bagus
25:23dan anda
25:24bisa berusaha
25:25lebih baik
25:26lagi ke depan
25:27mungkin itu
25:28pengantar dari saya
25:29terima kasih
25:30wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
25:31saya
25:42Rizka Clarissa
25:43saksikan program-program
25:45Kompas TV
25:46melalui
25:47siaran digital
25:47Pay TV
25:48dan media streaming
25:50lainnya
25:51Kompas TV
25:52independen
25:53terpercaya
Komentar

Dianjurkan