00:00Dan saudara untuk membahas kebutuhan para warga terdampak kebanjir bandang,
00:05sudah ada wakil Bupati Pidijaya Hasan Basri.
00:08Selamat malam Pak Hasan.
00:11Ya, ya, siap.
00:12Pak Hasan, saya ingin konfirmasi dan penjelasan Bapak,
00:16hingga saat ini berapa kecamatan di Pidijaya yang terdampak banjir bandang?
00:22Pidijaya dengan jumlah kecamatan, 8 kecamatan,
00:27dapat bencana, kelapa-lapanya, berimbas bencana,
00:35tapi yang sangat besar adalah kecamatan Merah II, kecamatan Merdu,
00:41kecamatan Ulim, kecamatan Jangkabuya, kecamatan Bandar II, dan kecamatan Pantiraja.
00:50Ada 6 kecamatan yang berdampak besar akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Pidijaya.
01:03Oke, sampai saat ini pasokan bantuan logistik,
01:07apakah seluruhnya sudah menyentuh warga Pak yang menjadi korban dari 8 kecamatan ini?
01:13Inilah semua masyarakat, semua desa yang menjadi korban bencana
01:24sudah dapat kita kirim bantuan,
01:30walaupun ada beberapa desa yang masih terisolasi
01:34akibat akses jalan masih tertutup dengan lumpur yang sangat tebal.
01:40Tapi akses jalan ke desa yang terkurung itu
01:46dengan jalan kaki dan dengan memakai speedboat.
01:54Oke, artinya 2 desa yang terisolir ini sudah bisa dikirimkan bantuan ya Pak ya?
02:00Sudah, 4 desa.
02:024 desa sudah bisa kita kirim bantuan,
02:05tapi mereka belum bisa dengan kendaraan masih airnya masih agak tinggi,
02:13lebih kurang 1 meter,
02:16sehingga mereka masih harus kita dengan jalan kaki atau dengan speedboat.
02:22Oke, Pak dari 8 kecamatan itu,
02:24apakah Bapak bisa menjamin bahwa logistik sepenuhnya ini
02:28bisa mencukupi kebutuhan mereka Pak?
02:30Bagaimana koordinasi dengan stok logistik di gudang BPBD?
02:35Alhamdulillah, logistik yang sudah ada,
02:39setiap hari langsung kita kirim apa yang ada yang masuk ke BPBD kita,
02:45langsung kita arahkan,
02:48kita bagikan kepada seluruh masyarakat yang berdampak bencana di Kabupaten Bidija.
02:56Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah di Kabupaten Bidija,
03:02dan tenda pengusian pertama,
03:05selanjutnya adalah air mineral,
03:08selanjutnya adalah selimut,
03:11kain sarung,
03:13susu untuk anak-anak,
03:15dan obat-obatan,
03:17banyak yang sakit,
03:20dan kita juga mengharapkan
03:24ada beberapa tendon untuk penampungan air
03:32untuk di Bidija.
03:34Oke, Pak itu tadi list atau kebutuhan-kebutuhan yang sangat urgent
03:39untuk dibutuhkan oleh warga,
03:42ini bagaimana upaya dari pemerintah daerah,
03:45dari Bapak untuk bisa memenuhi hal ini?
03:50Kita saat ini,
03:54apa yang sudah ada kita seluruhkan,
03:57sehingga kita mengharapkan bantuan dari pemerintah Aceh
04:01maupun pemerintah pusat.
04:03Apa-apa yang kekurangan terhadap masyarakat
04:07yang berdampak bencana ini.
04:09Pertama sekali kita,
04:11air bersih kita tidak sedia di Bidija,
04:16karena semua Bidija kita rusak,
04:21tertipu bencana,
04:23WTP-nya rusak,
04:25sehingga air yang kita bawa ke Bidija
04:29adalah di daerah lain,
04:30sehingga kita membutuhkan
04:32mobil tangki,
04:34tendon tempat penampungan,
04:36dan fasilitas kesehatan
04:43dan untuk WC portable,
04:46karena di tempat pengusian-pengusian
04:47masyarakat kita tidak ada,
04:50tidak memiliki WC.
04:52Baik, baik.
04:53Fasilitas kesehatan dan air bersih ini
04:55yang paling dibutuhkan oleh warga terdampak.
05:00Kami doakan Pak,
05:01semoga distribusinya lancar,
05:02harapan-harapan yang tadi Bapak sampaikan
05:05bisa langsung terdengar oleh Pemerintah Pusat,
05:07sehingga bantuan ini cepat tersalurkan.
05:09Terima kasih sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam.
05:12Sedikit lagi, sedikit lagi.
05:13Singkat saja Pak, singkat saja.
05:14Kami sangat membutuhkan juga
05:15rumah Hunian Sementara,
05:18karena dampak bencana ini
05:21kemungkinan besar kami
05:22akan berada di pengusian lebih kurang
05:25setahun lebih.
05:27Dengan demikian kita
05:28meminta kepada Pemerintah Pusat
05:30untuk membangun rumah Hunian Sementara.
05:33Baik, terima kasih atas informasi
05:35yang dibagikan kepada kami,
05:37Wakil Bupati Pidijaya Hasan Basri.
05:39Terima kasih Pak.
05:40Salam sehat selalu.
05:40Terima kasih.
05:42Terima kasih.
Komentar