Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang pekerja migran asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran apartemen di Hong Kong.

Dalam situasi genting, korban sempat melakukan panggilan video kepada keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf.

Duka menyelimuti rumah Erawati, pekerja migran Indonesia asal Malang. Erawati menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong pada 26 November.

Saat kebakaran terjadi, Erawati sempat melakukan panggilan video kepada keluarga dan menyampaikan permohonan maaf. Tak lama kemudian, panggilan video tersebut terputus.

#pekerjamigran #hongkong #malang

Baca Juga Longsor Sumut Putuskan Akses, Warga Nekat Jalan Kaki Lewati Lumpur dan Hutan | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/634646/longsor-sumut-putuskan-akses-warga-nekat-jalan-kaki-lewati-lumpur-dan-hutan-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/634648/kebakaran-apartemen-hong-kong-pmi-asal-malang-jadi-korban-tewas-kompas-pagi
Transkrip
00:00Kementerian Luar Negeri menyatakan jumlah WNI korban kebakaran apartemen Hongkong bertambah 2 orang
00:05hingga total korban tewas menjadi 9 orang.
00:08Sementara untuk korban luka menjadi 3 orang.
00:11KJRI Hongkong telah membentuk tim koordinasi untuk membantu pemulangan jenazah WNI korban kebakaran apartemen.
00:18Dalam dialog di program Kompas Malam,
00:20Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang
00:23memastikan akan mengawal seluruh proses identifikasi hingga pemulangan jenazah ke Indonesia.
00:29Berikut cuplikannya.
00:31Kami konfirmasi bahwa saat ini dari status pemantauan WNI,
00:36estimasi jumlah WNI yang tinggal di kompleks apartemen itu sebanyak 140 orang,
00:43dan sebanyak 94 orang selama,
00:47dan 9 terverifikasi meninggal dunia.
00:51Jadi betul korban WNI yang meninggal dunia adalah 9 orang.
00:56Saat ini 1 orang dirawat di rumah sakit,
00:59dan 36 orang lainnya masih istilahnya unknown whereabouts atau masih perlu dilakukan pencarian lebih lanjut.
01:10Oke.
01:11Bu Yvonne, ini dari 9 WNI yang meninggal, apakah seluruhnya sudah bisa teridentifikasi?
01:18Betul mbak, dari 9 yang meninggal telah teridentifikasi,
01:24dan saat ini Kementerian Luar Negeri dalam hal ini,
01:28KJRI Hong Kong, terus melakukan langkah-langkah bersama otoritas Hong Kong
01:34untuk membahas proses selanjutnya,
01:37seperti hak-hak foreign domestic helper termasuk repatriasi jenazah,
01:42sebagaimana yang disampaikan tadi.
01:43Oke, 9 orang sudah teridentifikasi,
01:47dan artinya tim engagement ini akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait dengan repatriasi.
01:54Nah, sejauh ini, seperti apa rencana kepulangan dari 9 jenazah itu, Bu Yvonne?
02:01Ya, yang dapat kami laporkan,
02:03KJRI Hong Kong terus berkoordinasi secara intensif
02:06dengan pihak otoritas Hong Kong tentunya dalam hal ini,
02:10yaitu Labor Department di Hong Kong,
02:12dan namun pihak otoritas Hong Kong belum dapat memberikan estimasi waktu terkait pemulangan jenazah,
02:19dan tentunya karena proses repatriasi ini melibatkan berbagai instansi yang ada di Hong Kong,
02:26dan saat ini, sebagaimana kita ketahui,
02:28kondisi dan situasi juga masih belum mendukung ya mbak.
02:31Tapi dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri dan KJRI Hong Kong terus berupaya secara aktif
02:37untuk proses ini dapat disegerakan,
02:40dan yang paling penting tentunya tim family engagement ini
02:43untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan pihak keluarga korban.
02:50Oke, model komunikasi secara intensif dengan pihak keluarga korban itu dari KJRI seperti apa, Bu?
02:55Apakah ini juga bebarengan dengan Kementerian Luar Negeri juga
02:58yang turut mengawal komunikasi lanjutan, karena kan pasti dalam proses repatriasi ini
03:03butuh koordinasi antara KJRI dan juga KEMLU nanti ketika ketibaannya di Indonesia?
03:09Pastinya mbak, dan bukan hanya soal proses ketibaan,
03:12KJRI Hong Kong dari awal telah melakukan komunikasi,
03:16baik phone call dan juga video call dengan keluarga yang berada di Indonesia,
03:21dan dari tim KEMLU sendiri, dalam hal ini Direkturat Perlindungan WNI
03:25akan juga melakukan koordinasi langsung dengan pihak keluarga korban yang ada di Indonesia.
03:33Oke, Ibu selain dari 9 korban yang meninggal dalam insiden ini,
03:39apakah korban yang selamat ini juga ada rencana untuk dipulangkan ke Indonesia?
03:45Dan fasilitas dari KEMLU sendiri seperti apa?
03:47Saat ini saya sendiri belum menerima details dari 94 yang selamat
03:54akan dipulangkan di Indonesia, tapi tentunya ini tujuan dari adanya posko
04:00yang ada di KJRI Hong Kong, jadi dari KJRI Hong Kong juga telah mehimbau
04:05jika ada warga negara Indonesia yang membutuhkan bantuan
04:07atau informasi lebih lanjut, tentunya dapat segera menghubungi KJRI Hong Kong
04:12yang terus aktif selama 24 jam terkait kasus ini.
04:15Bu Yvonne, tadi kan juga dipaparkan sejumlah korban baik itu yang selamat
04:20ataupun yang hingga kini masih dalam perawatan, pun juga yang masih dalam proses pencarian.
04:25Selain mereka, itu apakah KJRI Hong Kong juga menelusuri adanya WNI
04:30yang mungkin tak terdata di sistem pekerja migran?
04:33Pastinya Mbak, karena semua ini makanya dari KJRI Hong Kong juga terus melakukan
04:40koordinasi erat dengan berbagai simpul-simpul masyarakat atau WNI yang berada di Hong Kong
04:46untuk dapat memperoleh. Apapun itu informasi, pastinya akan sangat berguna
04:50untuk dipakai mengidentifikasi WNI yang ada atau terlibat di kawasan tersebut.
04:58Oke Bu, ini untuk korban yang meninggal dan satu orang yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit
05:06itu memang semuanya bekerja di unit apartemen itu atau seperti apa Bu Yvonne?
05:11Betul, betul. Sebagai mana yang saya sampaikan, estimasi jumlah WNI yang tinggal di kompleks apartemen tersebut
05:17adalah 140 orang dan informasi yang kami dapatkan telah teridentifikasi, data-datanya 94 selamat
05:27dan yang 9 meninggal dan 1 digerawat itu Mbak. Semuanya berada di kompleks apartemen tersebut.
05:33Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan