Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TAPANULI UTARA, KOMPAS.TV - Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menanggapi terkait video viral warga Kota Sibolga menjarah makanan di sebuah minimarket.

Ia mengatakan personel BNPB telah mengecek lokasi penjarahan tersebut.

"Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga, adanya upaya mengambil logistik. Jadi kami sudah cek ke personel kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan. Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya tidak," ujar Suharyanto.

Ia menambahkan warga Sibolga melakukan itu karena khawatir pasokan makanan makin menipis.

Baca Juga Kepala BNPB Beberkan Korban Banjir-Longsor di Aceh: 54 Meninggal, 55 Hilang di https://www.kompas.tv/regional/634453/kepala-bnpb-beberkan-korban-banjir-longsor-di-aceh-54-meninggal-55-hilang

#bnpb #banjir #longsor #sumut

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634467/respons-kepala-bnpb-soal-viral-warga-sibolga-jarah-minimarket-ambil-makanan-bukan-menjarah
Transkrip
00:00Inilah yang kemarin sore sempat viral di kota Sibolga, adanya upaya mengambil logistik.
00:11Jadi kami sudah cek ke personil kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan.
00:18Jadi tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca dan lain sebagainya, tidak.
00:24Tapi dia menjarah bahan makanan, ya mungkin mereka khawatir, takut karena tertutup dan bahan makanannya terbatas, sehingga itu yang dilakukan.
00:36Nah ini yang sebagian viral ke media sosial, kami juga sudah memberikan penjelasan secara langsung.
00:45Mungkin Bapak Ibu sekalian kalau buka TikTok ada itu saya yang berbicara masalah penjarahan di supermarket, Bapak Menko.
00:54Sebagian kalau di situ yang suta 10.000, yang 5.000 yang menghujat.
01:00Jadi menghujat kami dan menghujat penanganan.
01:04Tapi kami masih optimis karena yang mendukung juga masih lebih banyak daripada yang memberikan koreksi yang negatif.
01:12Tapi itu tentu saja menjadi perhatian kami.
01:15Nah untuk wilayah Sumatera Utara, itu yang meninggal 172 orang, Bapak Menteri.
01:22Ini masih ada yang hilang 147 orang, kemudian yang terdampak ini cukup banyak.
01:29Masyarakat yang selamat dan mengungsi.
01:33Nah upaya yang kami lakukan, yang pertama adalah berusaha membuka jalur-jalur transportasi.
01:41Ini sekarang yang masih belum tembus, Bapak Menko.
01:45Ini dari Tapanuli ke Sibolga.
01:47Ini belum bisa tembus.
01:50Karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang.
01:54Kalau Bapak Menteri melihat rute ini, sebetulnya rutenya ini pendek.
01:57Tapi di sini, kalau di lapangan, praktis sampai 50 km.
02:02Yang tertutup.
02:04Nah sekarang dengan Satgas Gabungan, TNI-Polri, ini sudah berusaha membuka.
02:11Dan menurut penjelasan kemarin sore, dari Dandim paling tidak butuh waktu 3-4 hari lagi.
02:18Baru bisa tembus.
02:20Di sini ada banyak perjalan berkendaraan yang terjebak, Bapak Menteri.
02:25Karena sudah di tengah-tengah di sini, dia mundur juga yang gak mau ke Tapanuli Utara.
02:31Dia menunggu, mereka menunggu tembusnya jalan menuju Sibolga.
02:36Itu ada beberapa pejalan yang terjebak di situ sudah beberapa hari.
02:43Tapi kami dropping logistik, baik lewat udara maupun lewat jarak.
02:48Hari ini pasukannya Kodim di BPBNPB.
02:52Ada 50 orang prajurit muda, menggunakan rangsel, membawa logistik.
03:00Dia mendatangi para-para pejalan-pejalan yang terjebak saat kejadian bencana
03:06yang mungkin masih menunggu di situ karena menunggu mobil-mobilnya yang dia tidak mau tinggalkan.
03:12Dan kemudian juga di-drop dari udara.
03:17Kemudian Tapanuli Tengah.
03:20Tapanuli Tengah ini Bapak Menko.
03:26Di sini sudah bisa masuk lewat udara.
03:30Jadi ada di Tapanuli Tengah ini ada bandara, namanya Bandara Pinang Sori.
03:34Nanti Bapak Menko juga akan ke sana dengan kami.
03:37Dari Bandara Pinang Sori menuju Tapanuli Tengah menggunakan heli.
03:40Tapi kalau dari Medan, dari mana-mana, pakai pesawat kecil ini bisa masuk ke Bandara Pinang Sori.
03:47Logistik untuk Sumatera Utara.
03:50Ini kami punya tiga paper stock di Bandara Suwondo, di Bandara Silangit sini, Bapak Menko, dan di Bandara Pinang Sori.
04:00Per hari ini kami laporkan untuk logistik permakanan kebutuhan dasar daripada masyarakat terdampak.
04:08Kalau satu minggu ke depan kami masih tersedia.
04:12Kemudian armadanya juga kami laporkan di sini ada enam pesawat helikopter dan satu pesawat Cessna.
04:19Satu pesawat Cessna, nah ini kalau nanti kebutuhannya memang diperlukan kami tambah.
04:28Nah logistik-logistik ini sebetulnya secara terbatas sudah masuk, Bapak Menko, sudah masuk.
04:32Tapi karena penduduk banyak begitu, sehingga ia harus terus menerus.
04:36Jadi kami tidak menentukan sortinya.
04:39Pokoknya kalau memang ada waktu langsung masuk, langsung masuk, langsung masuk.
04:44Si Bolga juga hari ini sudah masuk ke sana.
04:48Jadi nanti kalau Bapak Menko datang kita berdialog dengan masyarakat si Bolga,
04:53ini kita bisa menjelaskan bahwa pemerintah itu sudah akan memberikan logistik.
04:57Yang memang jumlahnya tidak banyak, tapi akan datang terus menerus.
05:00Dan per hari ini juga kami sudah mengerahkan KRI dari Jakarta.
05:06Hari ini ya Pak Richard berangkat ya, ada dua KRI langsung dari Jakarta menuju si Bolga sini.
05:12Nah mudah-mudahan nanti kalau KRI sudah bisa mendarat di sini, ini logistik sudah banyak.
05:18Jadi mungkin sekarang masyarakat hanya melihat heli satu turun, 900 kg, kemudian kedua.
05:25Kesannya dengan penduduk yang banyak, kok sedikit begitu.
05:28Tapi kalau nanti KRI sudah bisa masuk, mudah-mudahan ini sudah bisa lebih kondusif lagi.
05:35Kalau hari ini berangkat berarti datang sampai ke si Bolga besok Bapak Menko.
05:40Makanya hari ini ada enam heli di sini Bapak Menko, hanya satu yang dipakai oleh Bapak Menko dan kami.
05:48Semuanya nanti prioritas untuk mendorong logistik di si Bolga ini.
05:52Karena itu yang menjadi pokok perhatian.
Komentar

Dianjurkan